<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363</id><updated>2011-12-27T08:33:34.483-04:30</updated><category term='agman'/><category term='Sakola'/><category term='wilujeng'/><category term='Blogger'/><category term='Ageman'/><category term='Carita'/><category term='Obrolan'/><title type='text'>.:/ Ghifarie Area Alakadarisme!! \:.</title><subtitle type='html'>Mencoba Mengumpulkan Yang Terserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!!
“Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,” Pramoedya Ananta Toer</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>395</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-4432561459590478940</id><published>2011-12-20T02:41:00.003-04:30</published><updated>2011-12-20T02:45:14.907-04:30</updated><title type='text'>Kitab (8)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haji dan Kepemimpinan “Dalem Haji”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada Podium Tribun Jabar edisi 5 oktober 2011)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Membaca tulisan Asep Salahudin tentang Memburu Gelar Haji pada Tribun Jabar edisi 26 Oktober 2011 perlu kita apresiasi dan diskusikan lebih lanjut. Pasalnya, haji tidak bersifat ritual (syariah, ibadah vertikal) semata, tetapi memberikan dimensi sosial (horizontal), mulai dari status sosial, gerakan perubahan sosial sampai legitimasi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dibenarkan oleh Martin van Bruinessen yang menulis Mencari ilmu dan Pahala di Tanah Suci: Orang Nusantara Naik Haji. Ada kesan orang Indonesia lebih mementingkan haji (kuota tetap tahun 2011 berjumlah 211.000  dan ditambah 10.000 kuota tidak tetap) daripada bangsa lain dan penghargaan masyarakat terhadap para haji memang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keadaan ini erat kaitanya dengan budaya tradisional Asia Tenggara. Dalam kosmologi Jawa, (Asia Tenggara) pusat-pusat kosmis, titik temu antara dunia fana kita dengan alam supranatural, memainkan peranan sentral. Kuburan para leluhur, gunung, gua dan hutan tertentu, tempat ‘angker’ lainnya tidak hanya diziarahi sebagai ibadah saja tetapi  dikunjungi untuk mencari ilmu ‘ngelmu’ (kesaktian) dan legitimasi politik. Pasca orang Jawa mulai masuk Islam, Makkah dianggap sebagai pusat kosmis utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak tahu kapan orang Jawa yang pertama naik haji, tetapi menjelang pertengahan abad ke- 17 raja-raja Jawa mulai mencari legitimasi politik di Makkah. Pada tahun 1630-an, raja Banten dan raja Mataram, yang saling bersaing, mengirim utusan ke Makkah untuk, mencari pengakuan dari sana dan meminta gelar ‘Sultan’. Para raja itu beranggapan ihwal gelar yang diperoleh dari Makkah akan memberi sokongan supranatural terhadap kekuasaan mereka. Sebetulnya, di Makkah tidak ada instansi yang pernah memberi gelar kepada penguasa lain. Para raja Jawa tadi rupanya menganggap Syarif Besar, yang menguasai Haramain (Makkah dan madinah) saja, memiliki wibawa spiritual atas seluruh Dar al-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya seorang pangeran Jawa naik haji. Putra Sultan Ageng Tirtayasa (Banten), Abdul Qahhar, yang belakangan dikenal sebagai Sultan Haji. Fungsi haji sebagai legitimasi politik terlihat jelas sekali dalam Sajarah Banten, Hikayat Hasanuddin, yang dikarang sekitar 1700. Sunan Gunung Jati mengajak anaknya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai anakku ki mas, marilah kita pergi haji, karena sekarang waktu orang naik haji, dan sebagai pula santri kamu tinggal juga dahulu di sini dan turutlah sebagaimana pekerti anakku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya meningkatkan kharisma naik haji secara supranatural ramai dilakukan. Di sebuah gua besar di Pamijahan (Tasikmalaya Selatan), salah satu pusat penyebaran tarekat Syattariyah di pulau Jawa, para juru kunci masih menunjukkan sebuah lorong sempit yang konon dilalui Syaikh Muhyiddin untuk pergi ke Makkah setiap hari Jumat. Di Cibulakan (Pandeglang, Banten) ada sumur yang konon berhubungan dengan sumur Zamzam di Makkah. Menurut riwayat, Maulana Mansur, seorang wali lokal yang dimakamkan di Cikaduwen, pulang dari Makkah melalui Zamzam dan muncul di sumur ini. Sampai sekarang masih ada kyai di Jawa yang fanatik, setiap Jumat secara ghaib pergi sembahyang di Masjidil Haram. Semua ini membuktikan betapa kuatnya peranan haji dan hubungan dengan Makkah sebagai legitimasi kekuasaan atau keilmuan seseorang dalam pandangan orang Jawa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Jurnal Ulumul Qur’an Volume II No 5, 1990:42- 49)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pesan Haji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Padahal haji merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Islam berbasis keimanan yang kukuh. Serangkaian perintah qurban, thowaf, wukuf, sa’i, melempar jumrah pun menjadi petanda peradaban Rasul untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan, persaudaraan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John L. Esposito menguraikan hari adalah nafak tilas penolakan Ibrahim atas segala godaan setan untuk mengabaikan perintah Tuhan dengan beberapa kali melempari setan dengan batu, di sini disimbolkan dengan taing batu. Setalah itu, mereka mengorbankan ternak (domba, kambing, sapi, unta) sebagiamana Ibrahim akhirnya diizinkan untuk mengganti anaknya dengan seekor biri-biri jantan. Ini melambangkan para jemaah haji ingin mengorbankan sesuatu yang paling penting bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas mengenakan kain putih tanpa jahitan, simbol penyucian diri dari segala kesombongan, keangkuhan; Wukuf di Arafah untuk bertaubat, memohon pengampunanya sekaligus merasakan persatuan dan kesetraan yang mendasari umat islam seluruh dunia yang melampui perbedan-perbedaan ras, ekonomi dan jenis kelamin; Haji wada guna mengulangi ajakan nabi Muhammad kepada perdamain dan keharmonian di kalangan kaum muslim. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(John L. Esposito,2004:114-116)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya ibadah rukun kelima bagi yang mampu, Ali Syariati mengingtakan kepada kita yang diawali dengan cara luruskan niatnya. Halalkah uang yang kita gunakan untuk membiayai keberangkatan kita? Jiwa mana yang kita bawa? Jiwa yang hendak bertekuk lutut dan mengakui kehinaan  di hadapan Tuhan, atukah jiwa yang hendak ‘memperalat’ Tuhan demi status baru sebagai manusia yang gila hormat dan sanjungan? Ataukah sekadar memperpanjang gelar yang kita sandang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Miqat  Makany gerbang ritual ibadah haji dimulai dengan memakai baju ihram,  segala perbedaan dan pembedaan ras, bangsa, kelas, subkelas, golongan dan keluarga harus  ditanggalkan supaya merasa kan dalam satu  kesatuan  dan  persamaan.  Di Miqat ini ada pun ras dan sukumu lepaskan semua pakaian yang engkau kenakan  sehari-hari sebagai serigala (yang melambangkan kekejaman dan penindasan), tikus (yang melambangkan kelicikan), anjing (yang melambangkan tipu   daya),  atau  domba  (yang  melambangkan  penghambaan). Tinggalkan semua itu di Miqat dan berperanlah sebagai  manusia yang sesungguhnya. Dengan demikian, ibadah haji memberikan kesempatan yang unik bagaimana umat islam seharusnya egaliter, multi etnis, kultural dan mengabdikan kesatuan umat itu untuk pengejawantahan nilai-nilai kemanusiaan dan agama sebagaimana terkandung dalam wahyu ilahi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Mingguan PESAN No 61/Th.II/03/2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, layak meneladani sosok R.A.A. Wiranata Koesoema Bupati Cianjur (1912-1920) dan Bupati Bandung (periode I 1920-1931 dan 1935-1942) yang lebih dikenal dengan sebutan Dalem Haji atau Kangjeng Wali. Pasalnya, ia pernah pergi haji ke Mekah dan mendapatkan Bintang Istiqlal Kelas Satu dari Raja Hijaz (1924).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihwal penamaan Kangjeng Wali adalah Wali Negara Pasundan pada era Negara Pasundan. Sebagai Wali gegeden Republik yang diinginkan rakyat Pasundan sekaligus mengalahkan calon dari pihak Belanda, Lukman Djajadiningrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadiaan yang tulus, pengorbanan tanpa pamrihnya sangat disegani pemerintahan Hindia Belanda, tapi dicintai rakyat Pasundan. Hingga setiap bepergian (datang-pulang) selalu disambut rakyat banyak. Ini terlihat saat pergi dan pulang naik haji. Kepindahan tugas dari Bupati cianjur ke Bandung merupakan bukti nyata kecintaan masyarakat yang enggal berpisah denganya. Sunguh sahdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam menjalani kehidupan sehari-harinya seorang haji akan terus menjadi teladan yang perlu kita tiru, conto di tengah-tengah kegelapan masyarakat, bagaikan sinar kemilau dalam kegelapan–meminjam istilah Ali Syariati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair Nasher Khosrow tantang haji perlu kita renungkan secara bersama supaya dalam menjalani rukun iman kelima ini tidak hanya mementingkan status, berburu gelar, legitimasi politik melainkan guna mendaptkan predikat Mabrur, seperti yang terdapat pada hadits Qudsi “Tidaklah ada balasan bagi haji mabrur, kecuali surga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabat! Sesungguhnya engkau belum menunaikan ibadah haji!/Sesungguhnya engkau belum taat kepada Allah!/Memang engkau telah pergi ke Mekkah untuk mengunjungi Ka’bah!/Memang engkau telah menghamburkan uang untuk membeli kekerasan padang pasir!/Jika engkau berniat hendak melakukan ibadah haji sekali lagi, Buatlah seperti yang telah kuajarkan ini!. Inilah makna terdalam haji untuk kepemimpinan. Selamat datang para hujjah! Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung Program Religious Studies dan peneliti Academia for Religion and Social Studies (ARaSS) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-4432561459590478940?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/4432561459590478940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=4432561459590478940&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4432561459590478940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4432561459590478940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2011/12/kitab-8.html' title='Kitab (8)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3017359599408101597</id><published>2011-11-04T01:19:00.002-04:30</published><updated>2011-11-04T01:23:26.235-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (7)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Radikalisme di Internet&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Artikel ini dimuat pada @Jejaring Pikiran Rakyat 17 Oktober 2011)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Usaha Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan seruan Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj untuk memblokir situs (300 dari 900) yang mengandung konten radikalisme, perlu kita dukung secara bersama-sama guna menciptakan generasi internet sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi pengguna Internet di Indonesia tahun 2011 (31 Maret) mencapai 39.600.000 (16.1%) dari 245.613.043 dan masuk peringkat keempat (China, India, Jepang, Indonesia) di Asia Top Internet Countries. (Teknojurnal,26/9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun demikian, tak ada jaminan dari pemerintah dan keberadaan Undang-Undang Informasi dan Transasksi Elektronik tidak bisa menutup isi laman situs radikal. Ibarat mati satu, tumbuh seribu. Semakin dikekang dan diblokir, semakin tumbuh subur web bermotif jihad, bom bunuh diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal ini mengingat, dunia maya telah menjadi bagian penting dalam membentuk pemikiran, perilaku, perbuatan sekaligus kebutuhan dasar (gaya) hidup manusia kini. Saking pentingnya dunia maya ini, aksi terorisme, radikalisme dan bom bunuh diri kerap menggunakan teknologi mutakhir lengkap dengan berbagai jejaring soasialnya. Pada kasus bom bunuh diri Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Sepunton Solo, pelaku Pino Damayanto (Ahmad Urip), anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Cirebon sempat browsing Â di Warnet Solonet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Greg Fealy dan Anthony Bubalo mengakui kuatnya pengaruh radikalisme Timur Tengah–dari Ikhwanul Muslimin hingga Al-Qaeda–di Indonesia dari bacaan buku ke publikasi internet.&lt;br /&gt;Pentingnya internet sebagai alat untuk tansmisi dan diseminasi ide-ide terutama sangat kuat di kalangan kelompok salafi Indonesia. Lepas dari konservatisme sosial mereka yang khas, justru menggunakan internet karena media itu menawarkan kesempatan untuk menciptakan identitas islam yang generik (de-culturated) dengan melahirkan situs-situs www.salafi.net, www.salafipublications.com. &lt;i&gt;(Greg Fealy dan Anthony Bubalo, 2007:101-104)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diakui atau tidak, kekuatan internet terletak pada keparadokskan dan kekontradiksinya. Pasalnya, cyberspace merupakan ruang maya yang dibentuk melalui jaringan antarkomputer. Ketika mengembara di dalamnya kita akan menemukan berbagai panorama yang penuh paradoks dan kontrdiksi; kesenangan-ketakutan, kebaikan-keburukan, keaslian-kepalsuan. Paradoks cyberspace memang sama saja dengan paradoks di dalam dunia nyata, tetapi ia bersifat ekstrem, kuat, langsung, intens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jeff Zaleski menyajikan sebuah peta pemikiran di balik cyberspace dengan menampikan berbagai gagasan, termasuk paradoknya dari berbagai cyberist, cyberreligionistis, cyberprogrammers. Mereka optimis terhadap realitas baru cyberspace yang dianggap akan dapat menggantikan realitas yang ada dan dapat menjadi semacam agama baru, spiritualitas baru, Tuhan baru. Di samping itu Zaleski menggambarkan bagaimana sikap fatalis mereka dalam menghadapi berbagai sisi buruk dan menakutkan dari dunia baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada sisi lain, Zeleski menampilkan peta pengguna cyberspace oleh berbagai kelompok real religionist (Hindu, Buddha, Yahudi, Kristen, Islam) bagaimana dunia baru ini digunakan sebagai sarana penyebaran ajaran agama, komunikasi antarumat beragama, bahkan sebagai penyalur energi spiritual. Bagaimana cyberspace menjadi sarana yang positif dan efektif bagi realitas keberagamaan di dalam masyarakat global ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mark Slouka, kritikus budaya Amerika sangat sinis terhadap orang di balik teknologi informasi dengan melontarkan kritik pedas terhadap para filsuf dan ideologi yang ada di balik teknologi cyberspace yang menanamkan diri net religionists, orang-orang yang mempunyai obsesi ingin menjadi Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang percaya dunia pikiran dapat dimuat (dibuatkan simulasinya) dalam komputer. Juga percaya masa depan manusia tidak berada di RL (Real Life) tetapi dalam berbagai bentuk VR (Virtual Reality). Pun menyakini cyberspace adalah sebuah bentuk lebih tinggi daripada spiritualitas. Mereka melalui teknologi komputer seakan-akan menciptakan semacam gerakan kenabian menurut versi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam kondisi demikian, sebagimana yang dikatakan oleh Hakim Bey di dalam The Information War, Media (cyberspace) mengambil alih peran agama (pendeta). Dalam tugasnya memberi manusia petunjuk jalan keluar dari tubuh dengan cara mendefinisikan ulang ruh sebagai informasi. Padahal hakikatnya informasi di dalam cyberspace merupakan image yang wujud abstraknya merampas keutamaan prinsip tubuh dan menghentikannya dengan prinsip ekstasi tanpa tubuh. &lt;i&gt;(Yasraf Amir Piliang, 2011:255-266 dan 278)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akibatnya sains dan teknologi memiliki watak menentang Tuhan sekaligus memendam dendam membara terhadap agama. Perilaku ini yang melahirkan eksistensialisme dan sekulerisme yang menjadi biang kerok bagi memudarnya nilai-nilai spiritual dari diri masyarakat. Parahnya, hubungan keduanya ini menjadikan manusia yang membayangkan dirinya sebagai Tuhan. &lt;i&gt;(Erich Fromm, 1988:187)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi tingginya aksi peledakan bom di Indonesia sejak tahun 2000-2011 tercatat sebanyak 36 kasus, kiranya upaya jalan tengah yang digagas oleh Zaleski dan Slouka, dengan cara menerima cyberspace sebagai sebuah kemajuan teknologi, tetapi menolak segala kegiatan ideologi di baliknya perlu kita dengungkan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Caranya dengan menampilkan konten-konten yang mengajak setiap pengunjung untuk mempraktikkan toleransi, dialog antaragama, semangat pluralisme, hidup berdampingan, kerukunan, perdamaian, menjunjung tinggi hak asasi manusia, dan demokrasi sebagai upaya menanggulangi konflik horizontal dan vertikal, seperti yang dilakukan Kantor Berita Common Ground (www.commongroundnews.org) dengan slogan â€œartikel yang membangun dan mendorong dialogâ€ perlu kita tiru untuk membumihanguskan perilaku para pembajak agama (radikalalisme, terorisme, fundamentalisme dan aksi bom bunuh diri) di bumi pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bila kita semua bisa menghadirkan tulisan yang teduh pada website pribadi (blog), catatan di jejaring sosial, situs komunitas, kejoyokan, portal niscaya tak ada lagi upaya menyebarluaskan benih-benih kebencian berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) di tengah-tengah era teknologi ini. Ini yang diingatkan Sang Buddha, â€œKebencian, dendam, kemarahan dan perang tidak akan berakhir jika dibalas dengan cara yang sama. Hal tersebut hanya akan menimbulkan penderitaan bagi semua pihak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mudah-mudahan keberadaan internet ini tidak dijadikan alat sebagai proses belajar radikalisme, terorisme, aksi bom bunuh diri. Terwujudnya generasi pengguna internet sehat di Indonesia menjadi cita-cita bersama-sama. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;IBN GHIFARIE, Blogger www.sunangunungdjati.com, www.jejaringku.com dan bergiat di Forum Mahasiswa Religious Studies Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3017359599408101597?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3017359599408101597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3017359599408101597&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3017359599408101597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3017359599408101597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2011/11/kitab-7.html' title='Kitab (7)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-6177227912864176649</id><published>2011-05-18T04:44:00.001-04:30</published><updated>2011-05-18T04:49:17.236-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (6)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waisak dan Keselarasan Alam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada Podium Tribun Jabar edisi 16 Mei 2011)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, banjir bandang dan tanah longsor yang mendera 5 kecamatan di Garut Selatan; Cikelet, Pameungpeuk, Cisompet, Mekarmukti dan Cibalong dengan menelan korban jiwa 10 orang meninggal, 3 orang hilang, dan 6 orang luka-luka merupakan bukti nyata atas ulah lalim perbuatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, sikap serakah dan perilaku jahil yang tertanam dalam sanubari kita membuat alam murka sekaligus unjuk kekuatan.  Betapa tidak, tibanya musim penghujan malah menjadi petaka yang tak bisa terelakan. Karena kita seriang alfa mensyukuri segala pemberian (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;anugrah&lt;/span&gt;) dari Tuhan ini. Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saking prihatin terhadap tragedi banjir bandang dan tanah longsor, Daud Muhammad Komar, keturunan masyarakat adat Kampung Dukuh menuturkan “Apalah artinya kami menjaga dan memelihara kelestarian Gunung Padukuhan, jika hutan di lokasi lainnya tidak dipedulikan bahkan dirambah serta dialihfungsikan, “ tegasnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Garut News, 10/5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupaya, kearifan lokal untuk menjag, melestarika alam, hutan, lingkungan sekitar yang diwariskan secara turun-temurun tak dipegang. Malahan keberadaan Leuweung Sancang yang terkenal angker dengan mitos Prabu Siliwangi sebagai salah seorang Raja Sunda yang menonjol itu, ternyata tidak mempan untuk dijadikan penangkal pengrusakan, penggindulan, perampasan hutan yang dilakukan masyarakat. Haruskah upaya ngamumule alam di tanah Parahyangan ini hanya lestari pada legenda-legenda semata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kehadiran Waisak (2555 BE) yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2011 ini tidak hanya sekedar merayakan Tri Suci Waisak Puja (kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan parinirwana; meninggal dunia), tapi harus memberikan keselarasan, keseimbangan, keharmonisan antara manusia dengan alam supaya lebih arif dan bijaksana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkah Waisak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Umat Buddhis menyakini berkah terdalam dari adanya detik-detik Waisak (17 Mei 2011-Pukul 18.08.23 WIB) adalah membersihakn hati, pikiran, menebar sikap welas asih untuk tetap mendorong sekaligus menjaga keselarasan, keharmonisan, kelestarian kehudupan, alam dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Parwati Soepangat, upaya melestarikan ini diperlukanlah; Pertama, Mengikuti hukum universal supaya kehidupanya selaras dan tidak menyimpang dari hukum yang mengatur semesta dan isinya. Yakni melalui jalan; hukum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;karma&lt;/span&gt; (sebab-akibat), hukum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paticca samuppada&lt;/span&gt; (sebab musabab yang bergantungan), hukum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anicca&lt;/span&gt; (sementara, tidak kekal, berubah) dan hukum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;majimma patipada&lt;/span&gt; (keseimbangan, jalan tengah, tidak ikut yang ekstrim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Keselarasan dari semua kehidupan (manusia, alam, binatang, makhluk lain). Semuanya harus bersumber pada lima hukum yang mendasari kehidupan sebagaimana yang tertera dalam Dhammasangani; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Utu Niyama&lt;/span&gt; (hukum tentang energi), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bija Niyama&lt;/span&gt; (hukum yang berkaitan dengan botani), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamma Niyama&lt;/span&gt; (hukum tentang sebab akibat), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cita Niyama&lt;/span&gt; (hukum tentang bekerjanya pikiran), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dhamma Niyama&lt;/span&gt; (hukum tentang segala apa yang tidak diatur keempat Niyama). Dengan membawa keselarasan dalam semesta pada aturan hukum yang  berlaku, maka diharapkan segala macam musibah dapat dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Tidak merusak atau menghamcurkan kehidupan dan bantu kelestarian. Buddha mengajarkan pelestarian sebagaimana termaktum pada Brahmajala Sutta; "Samana Gotama tidak merusak biji-bijian yang masih dapat tumbuh dan tidak mau merusak tumbuh-tumbuhan"; "Tidak membunuh makhluk, Samana Gotama menjauhkan diri dari membunuh makhluk. Ia telah membuang alat pemukul dan pedang. Ia tidak melakukan kekerasan karena cinta kasih, kasih sayang, dan kebaikan hatinya kepada semua makhluk"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Mengingkatkan tanggungjawab bersama dan kurangi keserakahan. Mari kita renungkan Anguttara Nikaya (1.60) Hujan yang turun di satu daerah pada suatu waktu akan berkurang ketika masyarakat berada di bawah kuasa keinginan yang menyesatkan, keserakahan tanpa alasan dan mengikuti pengertian nilai salah. Cuaca kering menyebakan kelaparan sebagai akibat peningkatan laju kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat keserakahan manusi akan kemewahan, kekayaan dan kekuasaan telah menyebabkan berdirinya pabrik, mall yang dapat menimbulkan masalah polusi udara, air, tanah, suara, cuaca yang mempengaruhi flora, pauna dan alam sekitar. Dengan menumbuhkan kesadaran ini dapat membuah lingkungan saling berinteraksi dalm kehidupan dan menimbulkan tanggungjawab bersama pada lingkungan untuk dipelihara, dilestarika. (Parwati Soepangat,2002:85-88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keselarasan Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya menjaga keselarasan dengan alam sering dinamai ahimsa, seperti ditulis Dian Maya Safitri dengan merujuk kepada Ian Harris, Professor bidang Kajian Buddha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Buddhist Studies)&lt;/span&gt; di Universitas Cumbria dalam buku Ecological Buddhism? (2003) mengemukakan Konsep tentang ahimsa (keharmonisan, tanpa kekerasan, tidak merusak) terhadap dunia tumbuhan sebagai bagian penting dari dhamma (ajaran Buddha) yang akan menentukan jalan menuju nibbana (pembebasan), telah menginspirasi anggota sangha (komunitas Biksu) dan orang awam untuk berbuat baik terhadap alam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Kompas, 31/12/2010)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontek Jawa Barat upaya menciptakan Tanah Sunda sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;green province&lt;/span&gt; dengan agenda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Barat perlu keterlibatan semua komponen untuk menjaga alam ini. Tanpa menitik beratkan terhadap Pemerintah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, para karuhun urang selalu memberikan dongeng-dongeng untuk tetap menjaga keberadaan hutan, alam sekitar supaya dijaga, dipelihara, dilestarikan dan mendapatkan perhatian lebih sekaligus larangan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (pamali)&lt;/span&gt; untuk tidak merusaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tengok dari beberapa cerita-cerita; macan putih Sancang (Garut), Cipatujah (Tasikmalaya) Badak Cihea dan Bojonglarang (Cianjur), Banteng Cikepuh (Sukabumi) dan Lebak Siliwangi (Bandung) supaya menumbuhkan kecintaan kita terhadap alam sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, petuah Buddha Gotama di khotbah terakhir di Hutan Sala milik Suku Malla, di antara Pohon Sala besar di dekat Kusinara perlu kita renungkan sejenak untuk mempengingati Waisak ini. "Ajaranku yang terpenting adalah: Anda harus bisa menaklukkan diri sendiri. Jauhkan keserakahan dan nafsu keinginan. Berjalan di tempat yang benar menjalankan hidup suci. Dengan kejujuran dan kebenaran. Selalu mengingat: Kehidupan dan tubuh ini sangat singkat dan semtara. Bilamana dapat merenungkan sedemikan rupa Anda akan bisa menjaukan keserakahan dan nafsu keinginan, dendam dan amanah. Anda bisa menjauhkan kejahatan." (pasal 4) "Para siswaku: Sewaktu Anda mengetahui diri sendiri telah terangsang oleh keserakahan dan nafsu keinginan. Anda harus berjuang keras untuk mengendalikannya. Anda dapat menjadi majikan bagi diri Anda sendiri. Jangan sampai diperbudak oleh nafsu keinginan" (pasal 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tibanya Dharmasanti 2555 ini dapat menyelamatkan hutan, lingkungan, alam Pasundan dengan berangkat dari kebiasaan memelihara kearifan dan keharmonisan alam. Sebab ajaran Buddha membabarkan pentingnya menjaga kelestarian, keharmonisa alam supaya bisa menyelaraskan manusia sebagai petanda orang dewasa. Selamat Hari Raya Waisak 2555. Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semua mahkluk berbahagia. Sadha, sadha, sadha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung Program Religious Studies&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-6177227912864176649?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/6177227912864176649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=6177227912864176649&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6177227912864176649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6177227912864176649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2011/05/kitab-6.html' title='Kitab (6)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-8485164056320545506</id><published>2011-05-17T04:35:00.001-04:30</published><updated>2011-05-17T04:38:35.521-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menebar Perdamaian, Meraih Kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada Opini Pikiran Rakyat edisi 16 Mei 2011)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah melemahnya penegakan hukum, memudarnya falsafah pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa, bernegara dan maraknya gerakan fundamentalisme, radikalisme, terorisme, aksi bom bunuh diri, cuci otak NII (Negara Islam Indonesia) merupakan petanda ketidakberdayaan, kecemasan pribadi maupun kelompok dalam menghadapi segala persoalan keindonesiaan, kebangsaan dan keislaman yang tak kunjung selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran Waisak (2555 BE) yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2011 ini tidak hanya sekedar merayakan Tri Suci Waisak Puja (kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan parinirwana; meninggal dunia), tapi harus menebar sikap perdamaian, antikekerasan dan meraih kebahagiaan yang terpancar dari sosok Sang Agung Buddha supaya tercerahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umat Buddhis masih meyakini tentang kebenaran Dhamma dapat menuntun hidupnya menjadi lebih baik, lebih bijak, dan tentu lebih berbahagia. Sesuai pesan Buddha Gotama “…berpeganglah pada Dhamma, hidup sesuai Dhamma dan berkelakuan sesuai petunjuk Dhamma demikianlah seharusnya kamu melatih diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, berkah terdalam dengan adanya peringatan Waisak adalah meraih kebahagiaan dan perdamaian sejati melalui jalan pencerahan pikiran dan pencarian diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Waisak di bawah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) bertajuk “Mencari kebahagian dan kedamaian dari dalam diri sendiri” dengan Dharmasanti “Pencerahan pikiran dan mencari diri sendiri”. Ini menunjukkan keseriusan Walubi dalam membangun kebahagiaan dan perdamaian yang tak kunjung mewujud di bumi Nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Diri Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prashat, guru meditasi dari Cambridge, Inggris dan pengarang manuskrip filsafat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gods Wisdom&lt;/span&gt; (1991),  kedamaian dalam diri seorang tidak berhubungan dengan apa yang dimilikinya, tapi pada apa yang hilang atau dapat hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan manusia erat kaitannya dengan persepsi tentang peranannya. Misalnya, perubahan-perubahan yang terjadi atas peranan kehilangan jabatan, kegagalan dalam cita-cita, keadaan kaya menjadi miskin, cantik menjadi tua. Pokoknya apa saja yang hilang atau dapat hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang hendak mencari dasar kebahagiaan, ia harus kembali pada dirinya yang tetap, tidak berubah-rubah. Ia menyebutnya “Diri yang Sejati” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(The Real I)&lt;/span&gt;. Pasalnya, hakekat manusia bukanlah yang berubah-berubah, tetapi yang tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman identitas ini menjadi dasar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sense of security&lt;/span&gt; dan secara otomatis memberi keadaan penuh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(contentment)&lt;/span&gt;, kekuatan, kebahagian dan cinta yang akan membawa pada pengalamn keabadian (Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan “Begitu manusia melupakan dirinya yang asal dan jatuh pada identiffikasi pada peranan, munculah berbagai keingina. Keinginan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(desire) &lt;/span&gt;adalah akar ketidakamanan psikologis. Dari ketidakamanan inilah lahir semua keadaan tak sehat, kecemasan ketakutan, frustrasi, stress mental dan semua karakter buruk manusia. Bila keinginan tak terpenuhi munculah kemarahan, kebencian, depresi, prustrasi, kesedihan, perasaan gagal,salah, buruk, malu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Jurnal Ulumul Quran, Volume III No 4. Th 1992:102-104)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang prinsip ini niscaya hidup kita akan bahagia dan damai. Ini yang telah diperaktikan oleh Dalai Lama XIV, pemimpin rohani dan politik Tibet (resmi mundur sejak 10 Maret 2011) dengan mengarahkan hidupnya pada cita-cita bodhisattva; Menurut pandangan agama Buddha, bodhisattva adalah orang yang berada dalam perjalanan menuju kebuddhaan, yang membaktikan seluruh hidupnya pada tugas untuk membebaskan semua makhluk lain dari penderitaan. Cita-cita bodhisattva merupakan usah untuk memperaktikkan belas kasih tak terbatas dengan kebijaksanaan yang tak terbebas. Ia menyakini belas kasih akan menghasilkan gerakan positif menuju perdamaian. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Hagen Berndt, 2006:89-93)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gautama pernah mengingatkan kepada umatnya, tak pernah ada di dunia ini kebencian dihentikan oleh kebencian, tetapi kebencian hanya bisa sirna dengan cinta dan perjuangan menegakkan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, petuah suci Buddha Gotama di khotbah terakhir di Hutan Sala milik Suku Malla, di antara Pohon Sala besar di dekat Kusinara layak kita renungkan saat detik-detik Waisak (17 Mei 2011-Pukul 18.08.23 WIB) Para siswaku: Seluruh ajaran yang telah kuberikan haruslah selalu diingat, janganlah dilupakan. Ajaranku yang sangat berharga ini untuk direnungkan selama-lamanya. Ajaranku adalah harta mustika yang kekal. Mempraktikkan Dharma (kebenaran sejati) dan Vinaya (disiplin). Anda selamanya berbahagia. Inilah khotbah Hyang Buddha. (pasal 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tercerahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengalami pencerahan bisa sepanjang kalpa, sesingkat satu pemikiran, seperti ditulis YM Bhikshu Tadisa Paramita Mahasthavira. Metode yang cepat adalah ambil semua pikiran-pikiran; kebaikan, keburukan atau perbedaan dan lepaskan mereka semua. Jika kita dapat melakukan ini, kalian akan langsung cerah. Jika dapat mencapai keadaan pikiran di mana tidak ada diri, tidak ada yang lain, tidak ada diskriminasi, tidak ada makhluk hidup, tidak ada Buddha. Maka kita akan menyadari realita sejati dari segala sesuatu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(www.walubi.or.id)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membaca sabda-sabda Guru Agung tentang pencerahan; “Harumnya bunga tak dapat melawan arah angin.  Begitu pula harumnya kayu cendana, bunga tagara dan melati. Tetapi harumnya kebajikan dapat melawan arah angin; harumnya nama orang bajik dapat menyebar ke segala penjuru.” (Dhammapada, 54) dan “Matahari bersinar di waktu siang. Bulan bercahaya di waktu malam. Kesatria gemerlapan dengan seragam perangnya. Brahmana bersinar terang dalam semadhi. Tetapi, sang Buddha (ia yang telah mencapai Pencerahan Sempurna) bersinar dengan penuh kemuliaan sepanjang siang dan malam.” (Dhammapada, 387) kebahagiaan; “Sungguh bahagia jika kita hidup tanpa membenci di antara orang-orang yang membenci, di antara orang-orang yang membenci kita hidup tanpa membenci.”(Dhammapada, Sukha Vagga no. 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Waisak dalam menebar perdamaian dan meraih kebahagiaan. Selamat Hari Raya Waisak 2555/2011. Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semua mahkluk berbahagia. Sadha, sadha, sadha. Semoga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung program Religious Studies dan bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-8485164056320545506?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/8485164056320545506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=8485164056320545506&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8485164056320545506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8485164056320545506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2011/05/kitab-5.html' title='Kitab (5)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-1366087320002074703</id><published>2011-03-10T21:50:00.000-04:30</published><updated>2011-03-10T21:51:55.974-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kehidupan Harmonis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada Opini Pikiran Rakyat edisi 04 Maret 2011)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menjamurnya deklarasi damai dan kerukunan antarumat bergama di Jawa Barat (Bandung, Garut, Sukabumi, Cianjur,Tasikmalaya, Cirebon) pascatragedi Cikeusik, Temanggung, Sidoarjo merupakan upaya memerangi perilaku kekerasan atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ajaran agama mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat kebajikan, kebijaksanaan, kedamaian, saling menghormati, menghargai dan melarang pengikutnya melakukan segala tindakan kejahatan sekaligus tidak dibenarkan dalam merusak tempat ibadah, hingga menghilangkan nyawa orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejatinya, kehadiran perayaan hari raya Nyepi 1933 Saka yang jatuh pada tanggal 05 Maret 2011 harus menjadi modal utama dalam membangun (kehidupan) keharmonisan dialog antaragama dan membawa pesan kedamaian bagi kerukunan hidup beragama di Bumi Pertiwi yang kian pudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berkah Nyepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segenap umat Hindu di mana pun berada meyakini keharmonisan dan perdamaian sebagai berkah terpenting dalam perayaan Nyepi. Ingat, perayaan Tahun Baru Saka selalu bertepatan dengan tanggal satu bulan kesepuluh (Eka Sukla Paksa Waisak), sehari setelah Tilem Kasanga (Panca Dasi Krsna Paksa Caitra). Berkat kegigihan Raja Kaniskha dari Dinasti Kushana, suku bangsa Yuehchi, pada 78 atau 79 Masehi peresmian Nyepi akhirnya dimulai dan dilaksanakan secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalannanya beberapa tahapan upacara pun harus dilakukan. Pertama, Melasti (pertobatan). Kedua, Tawur Agung (mengembalikan keseimbangan alam, manusia). Ketiga, Brata Penyepian (empat ritual puasa: amati geni/tidak menyalakan api, amati karya/tidak melakukan pekerjaan sehari-hari, amati lelungan/tidak bepergian, amati lelanguan/tidak menghibur diri serta tidak boleh memasak dan memakai lampu penerangan). Keempat, Ngembak Geni (melakukan darma santi/ibadah sosial berupa silaturahim kepada sanak kerabat dan tetangga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita agung dari perayaan ini adalah mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), terbinanya kehidupan yang berlandaskan kebenaran (satyan), kesucian (siwam), kedamaian (sundaram) keharmonisan dan keindahan (sundaram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuatnya, usaha untuk menjalankan ajaran Hindu dalam kehidupan sehar-hari, maka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menggelar acara Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1933 (2011) bertajuk “Dengan Melaksanakan Catur Brata Nyepi Kita Wujudkan Kehidupan yang Harmonis, Damai dan Sejahtera” di di GOR Ahamd Yani, Mabes TNI Cilangkap, 20 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Hari Raya Nyepi merupakan salah satu perwujudan pengalaman ajaran agama sebagai sikap bhakti kehadapan Hyang Widhi Wasa dan memberikan makna bagi eksistensi umat Hindu di tengah-tengah bangsa yang majemuk dengan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui jalur kehidupan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin merosotnya nilai-nilai moral dan etika di masyarakat, kurangnya rasa setiakawanan dan menurunnya rasa kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi penghambat pembangunan bangsa dalam berbagai bidang dan menghambat upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933 dijadikan momentum untuk mawas diri, merenungkan dalam suasana hening dharma bhakti yang patut dilaksanakn pada tahun yang silam guna membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, damai dan sejahtera. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Kerangka Acuan Dharma Santi Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 19933 Masyarakat-KORPRI-TNI-POLRI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya hidup, damai, harmonis, toleran dan saling menghargai orang lain termaktub dalam Bhagawadgita, 4:11; Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku, Aku memberinya nugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya kita harus mendengungkan pesan Mahatma Gandhi saat ditanya apakah menurutnya antikekerasan sungguh-sungguh cara terbaik untuk menyelesaikan konflik. “Tidak” jawabnya. “Antikekerasan bukanlah cara terbaik, melainkan satu-satunya cara”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan segala bentuk kekerasan atas nama apa pun di bumi hanguskan dari nusantara. Inilah makna terdalam Nyepi dalam mewujudkna kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara yang harmonis, damai dan sejahtera.  Selamat Hari Raya Nyepi 1933.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung program Religious Studies dan  bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-1366087320002074703?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/1366087320002074703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=1366087320002074703&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/1366087320002074703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/1366087320002074703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2011/03/kitab-4.html' title='Kitab (4)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3014764876452431414</id><published>2011-03-10T21:44:00.001-04:30</published><updated>2011-03-10T21:48:45.275-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mempelajari Kepemimpinan “Tao”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada Opini Pikiran Rakyat edisi 02 Februari 2011)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya rumah pengaduan kebohongan publik di Maarif Instutute, Jakarta Selatan merupakan keseriusan Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama yang menjadikan tahun 2011 sebagai momentum peperang melawan kebohongan publik pasca digelarnya diskusi dan dengar pendapat publik. Peristiwa itu Pertama, digelar di gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Senin (10/1). Kedua, di Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Jumat (14/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski 19 kebohongan (8 lama dan 8 baru) yang disuarakan tokoh lintas agama ini mendapatkan respon dari pemerintah SBY dengan digelarnya pertemuan Presiden SBY-Tokoh Lintas Agama di Istana Negara Senin (17/1) tidak menghasilkan kesepakan apa-apa kecuali berkumpul santai semata dan menggelar petemuan lanjutan. (”PR”, 18/1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memudarnya tradisi antikritik di bumi persada (pemimpin) ini menunjukan bangsa Indonesia bangga dalam melakukan kehilafan. Seolah-olah tidak marasa bersalah dan malu bila melakukan perbuatan lalim. Alhasil, popularitas SBY pun kian anjlok, seperti dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tanggal 6 Januari 2011. Hasil Survei terakhir pada 18-30 Desesember 2010 dan menggunakan sampel sekira 1.229 responden melalui wawancara tatap muka menunjukan penurunan yang paling buruk. (www.lsi.or.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuatnya gerakan moral tokoh lintasa agama untuk tetap menyuarakan nurani masyarakat bawah (grass roots) memberikan inspirasi positif terhadap 100 tokoh pergerakan yang menjadikan tahun 2011 sebagai tahun kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pelajaran yang bisa petik dari pergantian Hari Raya Tahun China (Xin Nian) yang diperingati setiap tanggal 1 Imlek (2562) dengan sio Kelinci unsur logam polar Yin yang jatuh pada tanggal 3 Februari 2011 di tengah-tengah kepemimpinan bangsa yang kian tertutup dan antikritik ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penanggalan Kongzi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah Kongzi, Khongcu atau Confucius hidup pada jaman Dinasti Zhou (551-479 SM). Kala itu, ia menganjurkan agar Dinasti Zhou kembali menggunakan Kalender Xia, sebab tahun barunya jatuh pada musim semi, sehingga cocok dijadikan pedoman bercocok tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun nasihat ini baru dilaksanakan Han Wu Di dari Dinasti Han (140-86 sM) pada 104 SM. Semenjak itulah Kalender Xia dipakai. Kini dikenal dengan sebagai Kalender Imlek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penghormatan kepada Kongzi, perhitungan tahun pertama Kalender Imlek ditetapkan oleh Han Wu Di dihitung sejak kelahiran Kongzi, yaitu sejak tahun 551 SM. Itulah sebabnya Kalender Imlek lebih awal 551 tahun ketimbang Kalender Masehi. Jika sekarang Kalender Masehi bertahunkan 2011, maka Kalender Imlek bertahunkan 2011+551=2562.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bersamaan agama Khonghucu (Ru Jiao) ditetapkan Han Wu Di sebagai agama negara. Sejak saat itu penanggalan Imlek juga dikenal sebagai Kongli (Penanggalan Kongzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan Nabi Kongzi tu, termaktub dalam Kitab Tiong Yong (XXX : 4)/Zhong Yong, “Maka gema namanya meliput seluruh Tiongkok, terberita sampai ke tempat Bangsa Ban/Man, dan Bek/Mo, sampai kemana saja perahu dan kereta dapat mencapainya, tenaga manusia dapat menempuhnya, yang dinaungi langit, yang didukung bumi, yang disinari matahari dan bulan, yang ditimpa salju dan embun, semua makhluk yang berdarah dan bernafas, tiada yang tidak menjunjung dan mencintaiNya.” (www.matakin-indonesia.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan “Tao”&lt;br /&gt;Umat Khonghucu menyakini manusia adalah pemberian dari langit, maka kekaisaran China sering disebut sebagai putra surgawi. Ia mewakili kekuatan-kekuatan alam yang memerintah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, para pemimpin penguasa dan orang-orang bijaksana perlu mempelajari pelaku alam yang memiliki kemampuan pemimpin manusia ke jalan yang terbaik sesuai dengan keselarasan alam (harmoni cosmos).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang mempelajari Tao umpamanya berusaha mempelajari perilaku air, salah satu benda alam yang paling banyak menarik perhatian penganut Tao. Seorang pemimpin dapat menarik ibarat dari perilaku air yang selalu bergerak tapi diam-diam yang tampaknya lembek sekaligus memiliki kekuatan yang dahsat; mampu menyesuaikan diri di mana pun tetapi sebenarnya mengalir ke tujuan akhir. Air memberi gambaran dari satu perinsip Tao yang disebut Wu-wei, suatu pengertian yang sulit dimengerti kecuali dengan melihat suatu contoh atau ibarat seperti yang dapat dilihat dari perilaku air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wu-wei dalam ajaran Tao adalah sauatu cara yang mengandung kekuatan tapi pengertiannya sulit untuk dijelaskan dan karena itu diterangkan dengan amsal, misalnya bayi yang tak berdaya tapi mempu mendominasi perhatian selurh keluarga. Air yang lembut dan tenang tapi mampu mengikis batu karang atau lebah yang rendah tapi lebih mempu menahan angin dari gununung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi agama Tao Lao-tze mengakui ihwal ajaran-ajaran yang disampaikan itu sulit dijalankan. Walaupun mudah dimengerti karena secara harfiah mudah dipahami, misalnya dalam ungkapan “Kata-kata saya” kata Lao-tze “Sangat mudah untuk dipahami, tapi tak ada seorang pun yang mempu melaksanakannya. Perbuatan-perbuatan saya bersumber dari Tao”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita belajar arti kepemimpinan dari Tao Te Ching yang hanya berisikan lebih kurang 5.000 kata-kata bijak pada abad 5 SM ditulis ulang oleh John Heider. Ia mengawali tulisannya “Keberhasilan saya mempergunakan Tao telah membawa saya ke arah aplikasi yang lebih luas, terutama untuk kalangan generasi muda yang begitu tertarik kepada soal peranan kepemipinan dan manajemen sumber daya manusia yang canggih. Adaptasi ini saya percaya akan sangat berharga begi setiap orang yang menginginkan posisi kepemimpinan. Apakah itu di dalam keluarga, kelompok, gereja, sekolah, dalam administrasi bisnis, militer, politik maupun pemerintah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, manuskrip itu bisa mempersatukan keterampilan memimpin dengan paham hidup pemimpin yang bersangkutan. Jalan yang ditempuh adalah melalui pekerjaan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai metode kepemimpinan Tao menuntun seorang pemimpin mendidik orang lain sesuai dengan hukum-hukum alam. Ini merupakan cara (sikap) hidup bagi pemimpin itu sendiri yaitu tentang bagaimana hidup secara harmonis dengan alam. Apa yang disebut hukum-hukum alam dalam ajaran Tao ini tidak lain adalah tentang bagimana segala peristiwa itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia mengambil hukum dari bumi” kata Lao-tze “Dan bumi mengambil hukum dari langit dan langit mengambilnya dari Tao dan hukum Tao adalah apa yang terjadi itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan para ahli fisika yang mempelajari hukum-hukum matematis yang berlaku di alam semesta. Metode Tao hanya mengambil ibarat saja, seolah-olah alam hanya memberi gambaran tentang perilaku yang patut dicontoh oleh manusia. Misalnya seorang pemimpin mengambil amsal dari sebuah danau di lembah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dapatkah anda belajar untuk bersikap terbuka dan reseptif, tenang, seolah-olah memiliki hasrat atau tak ingin berbuat sesuatu? Keterbukaan dan reseptif disebut Yin, seperti wanita (lembah). Bayangkan di lembah itu ada danau. Bila tak ada kekhawatiran dan hasrat yang mengacaukan permukaan danau itu, maka airnya akan membentuk sebuah cermin yang sempurna. Dalam cermin itu, engau akan melihat pantulan Tao. Engkau akan melihat kehadiran Tuhan dan engkau akan melihat penciptaan. Pergilah ke lembah, tenanglah dan perhatikan danau itu. Pergilah sesering yang engkau suka. Kesunyian dalam dirimu akan tumbuh. Danau itu tak akan kering. Lembah, danau dan Tao akan bersemayam dalam dirimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata di atas hanyalah sebuah adaptasi John Heider terhadap petuah Tao yang mengajarkan bagaimana seorang pemimpin bersikap terbuka. “Celakalah para pemimpin yang tidak memahami ayat-ayat Tao di atas”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pemimpin yang bijaksana seseorang harus bisa belajar dari air. Tanpa membeda-bedakan dan tanpa penilaian. Air itu membasuh dan menyegarkan segala sesuatu. Dengan bebasnya dan tanpa rasa takut. Air itu bergerak di bawah permukaan; cair, lentur dan kerena itu responsif; mengikuti hukum dengan rasa bebabas dan merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin itu tanpa mengeluh (soal gaji Presiden yang hampir 7 tahun tidak pernah naik) bekerja dengan siapa pun dan menghadapi masalah apa pun; memberi dan bukan menarik manfaat; berbicara sederhana dan jujur. Ia hanya melakukan intervensi untuk menjelaskan sesuatu dan menciptakan harmoni. Dengan belajar perilaku air, (timing) pemilihan waktu itu penting dalam melakukan sesuatu tindakan. Sebagaimana air seorang pemimpin harus mampu menghasilkan sesuatu. Ia tidak boleh  memaksa dan jangan sampai anak buah itu membangkang justru karena didorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang ingin menjadi pemimpin yang bijaksana Tao mengajarkan; Pertama, Belajarlah memimpin dengan mengmbangkan. Kedua, Belajarlah memimpin tanpa niat menguasai orang. Ketiga, Belajarlah memberi tanpa mengambil manfaat. Keempat, Belajarlah memimpin tanpa memaksa. (Jurnal Uluml Qur’an No 3 Vol 1 1989/1410 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfucius pun mengikuti Dao (Tao) tetapi berbeda dari Lao-tzu, ia menekankan pentingnya kehidupan bermasyarakat. Manusia dalam kenyataannya selalu hidup bersama dengan manusia lain. Alam telah menempatkan manusia dalam sebuah kehidupan sosial. Oleh karena itu, kehidupan bermasyarakat menjadi bagian penting dari hidup manusia. Konfucius menekankan seorang manusia dalam hubungannya dengan manusia lain harus mengikuti tatacara kehidupan yang telah dibangun oleh para orang bijak kuno sesuai dengan tatacara alam (Dao).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Mengzi (Mengsius) dituliskan petunjuk bagi manusia: “Tinggal di dalam rumah besar dunia ini, mempertahankan posisi yang betul dalam dunia, dan mengikuti Dao yang agung dari dunia ini.” Semua perilaku manusia harus merujuk kepada alam yang telah miliaran tahun menata diri dalam harmoni. Alam pun telah menunjukkan apa itu pemimpin dan bagaimana ia harus berperilaku. (www.bagustakwin.multiply.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, petuah Rasul Tuntunlah ilmu. Walau sampai ke negeri China layak kita dengungkan. Bagi M Dawam Rahardjo dari China kita bisa memungut hikmah kepemimpinan melalui hikayat Tao Te Ching.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kehadiran Imlek.Semoga tibanya tahun Kelinci ini para pemimpin bangsa ini semakin terbuka, arif, bijaksana dalam menghadapi persoalan kebangsaan, keumatan dan keindonesiaan. Selamat Hari Raya Imlek 2562. Gong Xi Fa Cai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung program Religious Studies dan  bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3014764876452431414?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3014764876452431414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3014764876452431414&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3014764876452431414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3014764876452431414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2011/03/kitab-3.html' title='Kitab (3)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-5428485060554577834</id><published>2011-02-01T17:31:00.004-04:30</published><updated>2011-03-10T21:49:32.788-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imlek dan Persaudaraan Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/40215/imlek-dan-persaudaraan-sejati"&gt;Forum Tribun Jabar edisi 1 Februari 2011&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak, penerimaan dan akulturasi budaya Islam antara etnis Tionghoa dan Sunda adalah kegairahan yang tak pernah usai sekaligus saling melengkapi satu sama lain. Kehadiran Islam (Sunda) dari jalur Konfusius (Cina) lebih diterima daripada Arab atau India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tercantum dalam Pantun Bogor, seperti dikemukakan Anis Jatisunda ihwal seruan untuk menerima Islam dari penyebar yang berkucir dan menolak dari yang bersurban, tulis Bambang Q-Anees, pegiat khazanah Sunda dalam Seminar Internasional Budaya Sunda-Melayu Nusantara bertajuk Sunda, Islam dan Melayu Nusantara di Universitas Pasundan 21-22 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berpijak dari cerita Anis Jatisunda maka dibuat rekonstruksi singkat. Pada periode dinasti Sung (960-1279) Islam telah berkembang di Cina dan semakin tumbuh dan berkembang pada zaman dinasti Ming (1368-1644). Bersama dengan itu berkembang pula ajaran neo-Konfusionisme; t'ai chi (Puncak Agung, Nir Agung), hsin (pikiran-dan-hati), chen-I (esa sejati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sachiko Murata, relasi ini merupakan pengaruh dari Islam terhadap neo-konfusionisme yang mewujud pada etika dan harmoni alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampuhkah kehadiran Imlek 2562 yang jatuh pada 3 Februari 2011 menjadi momentum awal dalam menjaga keharmonisan antaretnis sekaligus membangun persaudaraan  sejati di Tatar Sunda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hari Persaudaraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Umat Khonghucu meyakini, tibanya hari Imlek harus menjadi momentum lambang semangat perjuangan dan kemenangan di dalam berusaha membina kehidupan agamanya. Pun menjadi lambang persaudaraan di antara umat Ji Kau/Ru Jiao, Hud Kau/Fo Jiao, dan Too Kau/Dao Jiao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya merajut persaudaraan dan perilaku toleran diantara keturunan Tionghoa itu terlihat jelas saat praktik ibadah di Altar Langit (Thian Than) Kelenteng Tri Dharma. Memang indah dan syahdu. Seakan-akan perbedaan keyakinan (Budha, Tao, Konghucu) menjadi modal dasar dalam membangun kehidupan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan Tri Dharma (Tiga Ajaran Kebajikan) pun melekat pada tempat peribadatan Tionghoa sekaligus upaya memelihara, menjunjung nilai-nilai ajaran yang telah disampaikan oleh Kongzu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari apakah mereka dikategoritan agama Budha, Tao atau Konghucu. Yang jelas mereka keturunan Konzi dan harus memelihara sekaligus menyebarluaskan ajaran kebaikan dan kebijaksanaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat anjuran dinasti Zhou, kembali digunakan kalender Xia yang merujuk kepada kehidupan Kongzi, Khongcu atau Confucius pada zaman Dinasti Zhou (551-479 SM). Nasihat suci ini dapat dilaksanakan Han Wu Di dari Dinasti Han (140-86 SM) pada 104 SM. Sejak itulah kalender Imlek diterapkan sebagai penanggalan Kongzi dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian adakalanya terjadi pertumpahan darah, pembunuhan massal, penjarahan yang dialami keturunan Cina di Indonesia. Seperti ditulis Ali Usman; Pembantaian di Batavia  1740, Pembantaian Cina Masa Perang Jawa 1825-1930, Pembunuhan Massal Etnis Cina di Jawa 1946-1948, Peristiwa Rasialis 10 Mei 1963, 5 Agustus 1973, Malari 1974 ,dan Kerusuhan Mei 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di mata Claudine Salmon, peneliti asal Prancis yang mendedikasikan hampir seluruh kariernya untuk meneliti kebudayaan Cina di Indonesia, dalam bukunya Literature in Malay by the Chinese of Indonesia, a Provisional Annotated Bibliography (1981), ia mengatakan, di Indonesia, kalau ada istilah suku-suku, orang Cina dianggap sebagai suku asing.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, siapa yang asing, siapa yang pribumi, sebenarnya tidak terpisah. "Saya kira sejumlah orang Indonesia yang menganggap diri sebagai orang pribumi adalah keturunan Cina". (Suara Merdeka, 13/2/2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Etika dan Harmoni Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menilik ketidakharmonisan antara penduduk asli dan pendatang di bumi persada ini seakan-akan kehidupan warga keturunan Cina tak memberikan kontribusi besar terhadap tatanan kebangsaan dan kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara membangun kerukunan dan persaudaraan di bumi Parahyangan harus bersumber pada keimanan. Pasalnya, Iman harus dibuktikan dengan perilaku tubuh (badan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tubuh di sini adalah dasar bagi kesadaran menusia dan seluruh hubungan kemanusiaan. Tubuh perlu dilatih untuk berbuat benar dalam segala keadaan dan berlaku sopan di setiap kehidupan (Saciko Murata, 2003;51)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang prinsip ini maka persaudaraan akan semakin erat dan mewujud dalam cara beretika dan harmoni alam. Konon, faktor inilah yang menjadikan dasar penerimaan masyarakat Sunda terhadap Islam dari Cina pada waktu itu. Apalagi, keharomisan dan perilaku bersaudara  menjadi contoh pemaknaan dharma neo-konfusionisme terhadap amar takwini dan amar taklifi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, tradisi intelektual Islam membagi perintah Allah dua jenis. Perintah yang menimbulkan akibat (amar takwini) berkenaan dengan tatanan alam; perintah yang berkenaan dengan perintah-perintah moral dan gerakan sosial yang Allah turunkan kepada para nabi (amar taklifi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, apa yang dialakukan Sufi Cina dalam menerjemahkan dan memahami amanat untuk tatanan moral dan takdir (nasib) untuk tatanan alam layak kita tiru. "Apa yang dilimpahkan langit kepada semua makhluk disebut amanat. Apa yang diterima semua makhluk dari langit disebut sifat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari keturunan Tionghoa sangat menjunjung tinggi keselarasan manusia dengan alam. Ini dibenarkan oleh Fung Yu Lan (1952), menurutnya seorang manusia dengan manusia lain harus mengikuti tata cara kehidupan yang telah dibangun oleh para orang bijak kuno sesuai dengan tata cara semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks kesundaan falsafat silih asah, asih dan asuh yang bersumber dari amanat galunggung atau darma siksa Karesian harus kita tanamkan dalam sanubari kita untuk menciptakan persaudaraan tanpa batas, sekat dan perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun, untuk hubungan kekrabatan urang Pasundan dikenal ungkapan pancakaki. Ini diamini Ajip Rosidi (1996), dimana pancakaki memiliki pengertian suatu hubungan seseorang dengan seseorang yang menunjukan adanya ikatan persaudaraan (keturunan). Temali ikatan adat-istiadat-kebiasaan menjadi menonjol untuk tetap membiasakan bersilaturahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan adanya tahun Kelinci 2011 yang terdiri dari unsur logam negatif (-) dan kayu negatif (-) menjadi perekat persaudaraan sesama, antarmanusia yang kian tercabik-cabik di  Tanah Sunda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kelinci di mata ahli fengshui, Akino W Azaro melambangkan kemakmuran, silaturahmi, persaudaraan, kekeluargaan, berhati-hati dan bisa berteman dengan siapa pun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwujudnya masyarakat Jawa Barat yang damai, adil, toleran, harmonis, terbuka, jujur, menjadi cita-cita bersama dalam membangun kerukunan antaragama, etnis. Inilah makna terdalam Imlek dalam menciptakan persaudaraan sejati. Semoga. Selamat Imlek 2562. Gong Xi Fa Cai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFAREI, Mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung Program Religious Studies&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-5428485060554577834?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/5428485060554577834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=5428485060554577834&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5428485060554577834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5428485060554577834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2011/02/kitab-2.html' title='Kitab (2)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3924887632283396184</id><published>2010-09-27T00:06:00.002-04:30</published><updated>2010-09-27T00:15:23.941-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berislam Ala Persis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=157193"&gt;Opini Pikiran Rakyat edisi 24 September 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menjelang Muktamar Persatuan Islam (Persis) ke-XIV di Masjid Aisyah Tasikmalaya (Pesantren Benda dan Pesantren Persis Rajapolah) dan Garut (Pesantren Rancabango), Jawa Barat pada 25-27 September 2010, tiga kandidat ketua umum periode 2010-2015 muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Jenal Mutakin, Sekretaris Muktamar Persis ke-XIV, tiga nama calon ketua umum Persis dari hasil tabulasi adalah Prof. Dr. K.H. Maman Abdurahman ketua umum Persis sekarang; Dr. K.H. Latifatulhayat, M.M., Ph.D., kepala bidang jamiah pengurus pusat Persis; dan K.H. Aceng Zakaria kiai Pimpinan Pondok Pesantren Persis Rancabango. (Pikiran Rakyat, 3/9 dan Antara, 19/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mampukah kehadiran Muktamar Persis ke-XIV ini tidak hanya diisi pergantian ketua umum, tetapi menjadi momentum bersama untuk mewujudkan Islam sebagai rahmatallil alamin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembaru?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Persis dikategorikan sebagai organisasi masyarakat pembaruan (al-haraqah al-tajdid) yang giat mengampanyekan kembali kepada Alquran dan assunnah. Tentunya, segala ucapan, perbuatan, dan tingka lagu yang tidak bersumber pada Alquran dan assunnah disebut sesat (bidah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, Persis kadung mendeklarasikan dirinya sebagai penganut aliran haraqah tajdid pada 12 September 1923 bertepatan dengan 1 Shafar 1342 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari kelompok "tadarussaan" di Kota Bandung, yang dipimpin oleh H. Zam zam dan H.M. Yunus dengan angota sekitar 20 orang, giat melakukan dan mengkaji ajaran-ajaran Islam. Mereka berkeyakinan dan sadar akan bahaya TBC (takhayul, bidah, dan churafat), kejumudan, dan keterbelakangan pemahaman Islam. Sejak itu komunitas pengajian ini menamakan diri Persatuan Islam (Persis) dengan semboyan "Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Tuhan dan janganlah kalian bercerai berai" (QS al-Imran:103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat gerakan pembaru tidak hanya diklaim kelompok Persis, tetapi Muhammadiyah pun mengidentikkan dirinya sebagai gerakan pembaru yang modernis, meskipun kedua gerakan haraqah tajdid itu berbeda penekanannya. Bila Persis lebih berorientasi kepada pendidikan dan fikih, Muhammadiyah mengedepankan aspek-aspek sosial, melalui pendidikan, pelayanan masyarakat seperti rumah sakit, panti asuh, dan jompo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perubahan zaman, gerakan haraqah tajdid dalam tubuh Persis mengalami kemunduran. Hipotesis ini diungkapkan oleh Fahri Ali dan Bahtiar Efendi ihwal ormas-ormas islam pembaruan, seperti Persis, Muhammadiyah, Al-Irsayad yang kehilangan ruh dinamika ataupun pembaharuannya. Alhasil, pembaruan model ini telah berhenti berpikir. Pasalnya, tidak mampu menangkap semangat dan tantangan zaman serta mengantisipasi ke arah mana masa depan akan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehawatiran akan memudarnya gerakan pembaruan pernah dilontarkan Atif Latifulhayat saat menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Persis (1995:VII). Yang patut dipertanyakan adalah apa dan bagaimana sebenarnya fikrah Persis itu? Setiap Persis berganti tokoh dan bertukar masa kepemimpinan, cara atau gaya kepemimpinan tokoh tersebut selalu diidentikkan dengan fikrah Persis. Ketika A. Hasan menjadi tokoh sentral. Inilah corak dari fikrah Persis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascakematian gerakan tajdid A. Hasan, Persis justru mengalami "taaklid buta". Pasalnya, kita hanya "mengamini" hasil keputusan satu dewan hisbah, yang diemban anamat untuk tanggap dan pandai menyelesaikan segala persoalan keumatan dan kebangsaan. Pengambilan satu keputusan itu bukan hasil musyawarah dewan hisbah, tetapi hanya hasil ijtihad segelintir (sekelompok) orang tertentu yang dikultuskan pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemandegan pembaruan diungkapkan Inyana (peserta Muktamar) kepada Husni Rofiqoh, saat menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat pemudi Persis (Majalah Ibier No 414/th. XXXIV/4 Jumadil Ula 1423/15 juli 2002 M: 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berislam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menjawab pelbagai tantangan itu sebelum muktamar, Persis menggelar diskusi bertajuk "Persis, Islam, dan Budaya" di Aula Redaksi Pikiran Rakyat, Kamis (16/9) pagi. Radikalnya gerakan pembaruan Persis, hingga dikategorikan antibudaya, membuat Maman Abdurrahman mengatakan, diskusi ini digelar untuk memberikan pandangan kepada masyarakat umum bahwa Islam tidak hanya mengatur masalah fikih ibadah, tetapi juga semua sektor kehidupan, termasuk budaya. Salah satu model pembaruan Islam sebagai rahmatallil alamin melalui budaya. Selama ini, Persis dikenal giat berdakwah lewat tulisan Sunda, seperti adanya majalah At-Taq-waa (1937), Iber (1967) Dakwah; penerbitan (CV Diponegoro dan PT Almaarif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Atip Latifulhayat, ketua panitia pelaksana muktamar bermaksud memetakan apa-apa saja yang menjadi perhatian Persis. Selama ini, menurut Atip, ada persepsi eksternal yang menganggap Persis itu antibudaya hanya karena Persis lebih mengutamakan fikih sehingga tampaknya hitam dan putih, sementara budaya itu lebih cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, persepsi Persis antibudaya dan semacam itu tidaklah tepat. Hal itu, karena sejak 1963, Persis mempunyai majalah berbahasa Sunda, yaitu Iber. Persis juga mengajarkan bahasa Sunda di pesantren-pesantrennya sebagai bekal mubalig. (Pikiran Rakyat, 3/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cara berislam Ala Persis yang tidak hanya berpijak kepada Alquran dan assunnah, tetapi juga berpegang teguh kepada tradisi lokal. Selamat Muktamar Persis ke-XIV. Semoga.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, alumnus Persis Tarogong Garut dan Mahasiswa Pacasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung program religious studies&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3924887632283396184?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3924887632283396184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3924887632283396184&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3924887632283396184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3924887632283396184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/09/kitab-1.html' title='Kitab (1)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-5261503936709736167</id><published>2010-07-27T01:39:00.002-04:30</published><updated>2010-07-27T01:45:22.153-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (20)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari Anak dan "Kaulinan Baheula"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/07/26/18123313/hari.anak.dan.kaulinan.baheula."&gt;Forum Kompas Jawa Barat edisi Senin 26 Juli 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, keberadaan kaulinan barudak baheula tinggal nama. Ini terlihat dari hasil penelitian Komunitas Hong (Pusat Kajian Mainan Rakyat Jawa Barat) bahwa 168 jenis atau 70 persen jenis mainan dan permainan tradisional anak-anak di Jabar dan Banten punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada permainan (wayang dari batang singkong, teteot, celempung, kelom batok, dan rorodaan) serta aktivitas keseharian anak-anak menjelang sore hingga maghrib (oorayan, hadang, hahayam, jeung careuh, ucing sumput, sorodot gaplok, galah, pepepet jengkol, gatrik, galah asin, jajangkungan, congkak, engkle, dan hompimpah) di tanah Pasundan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tentu semua kaulinan barudak Sunda ini tinggal kenangan budak baheula kolot ayeuna. Kuatnya arus modernitas dan globalisasi membuat permainan tradisional ini semakin terasing di tengah kehidupan masyarakat Parahyangan. Malahan budak kiwari merasa bangga bila bisa sekaligus menamatkan permainan game watch, game boy, Sega, PlayStation, dan game online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, sebagian penghuni bumi persada Parijs van Java ini beranggapan bahwa kaulinan barudak dapat dikategorikan sebagai permainan kelas bawah yang kotor, berbahaya, dan tidak berkualitas. Ketiadaan tempat khusus bermain karena disulap menjadi mal dan pusat perbelanjaan membuat permainan ini semakin terpinggirkan sekaligus terlupakan dari benak kita. Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, permainan tradisional sangat cocok sebagai media pembelajaran pendidikan anak usia dini. Pasalnya, kaulinan barudak mengandung banyak manfaat dan persiapan bagi anak guna menjalani kehidupan bermasyarakat. Hal itu juga terkait erat dengan pengenalan diri, alam, dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran Hari Anak Nasional tiap 23 Juli menjadi momentum awal untuk menciptakan generasi unggul sekaligus ngamumule kaulinan barudak di Priangan ini sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional dan harus diselenggarakan setiap tahun dari 1986 sampai sekarang? "Kaulinan barudak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Kaulilan Barudak"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam konteks Jabar, untuk menciptakan generasi unggul dengan melestarikan khazanah kesundaan, salah satu caranya adalah ngamumule kaulinan barudak baheula. Apalagi, poin pertama tujuan khusus peringatan Hari Anak Nasional 2010 adalah menyediakan wahana bermain, unjuk prestasi, kreativitas, dan karya inovatif anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mulia apa yang dilakukan Mohammad Zaini Alif dengan Komunitas Hong di Jalan Bukit Pakar Utara Nomor 35, Dago, Bandung; galeri di Jalan Merak Nomor 2, Bandung, serta sanggar Kampung Kolecer, Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Tanjungsiang, Subang. Ia mencoba menghidupkan kembali kaulinan barudak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Saleh Danasamita (1986:83, 107), permainan dan bermain merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari lingkungan anak-anak serta mempunyai kedudukan sangat penting di masyarakat Sunda. Pasalnya, segala kaulinan barudak terangkum dalam naskah Siksa Kandang Karesian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Hayang nyaho di pamaceuh ma: ceta maceuh, ceta nirus, tatapukan, babarongan, babakutrakan, ubang-ubangan, neureuy panca, munikeun le(m)bur, ngadu lesung, asup kana lantar, ngadu nini; singsawatek (ka) ulinan mah empul tanya" ("Bila ingin tahu permainan, seperti ceta maceuh, ceta nirus, tatapukan, babarongan, babakutrakan, ubangubangan, neureuy panca, munikeun le(m)bur, ngadu lesung, asup kana lantar, ngadu nini, segala macam permainan, tanyalah empul").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuatnya ikhtiar ngamumule kaulinan budak, Zaini merujuk pada naskah abad ke-15 Saweka Darma Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung yang menyebutkan tentang hempul. Hempul adalah orang yang mengetahui aturan memainkan, cara membuat, dan filosofi mainan atau permainan. Namun, kini hempul sudah punah. Tak ada lagi masyarakat adat di Jabar yang memiliki hempul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, naluri bermain merupakan salah satu unsur utama kebudayaan manusia homo ludens atau manusia yang bermain, seperti dikatakan Johan Huizinga (1872-1945), sejarawan dan filsuf Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Merangsang Kreativitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak berdiri tahun 2003, Komunitas Hong mengampanyekan pentingnya kaulinan budak. Kata hong berawal dari kata yang diteriakkan anak-anak Sunda saat bertemu teman. "Hong juga berarti pertemuan dengan Yang Maha Kuasa," ungkap Zaini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemahamannya, permainan rakyat memiliki kelebihan dibandingkan dengan permainan modern. Bila permainan modern hanya terbatas melatih saraf motorik, kreativitas, dan kecerdasan anak, kaulinan barudak merangsang kreativitas dan kecerdasan anak serta menjadi sarana pengenalan rasa si anak terhadap diri, alam, dan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja permainan yang mengolah rasa, seperti jajangkung (egrang) untuk melatih keseimbangan dan keprak (batang bambu yang dibelah salah satu ujungnya menjadi lengkungan) yang biasa dimainkan untuk mengusir sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan congklak juga memiliki makna perjuangan yang dilakukan seorang manusia tiap hari. Tujuh lubang menandakan jumlah hari dan satu gunung menandakan lumbung. Jadi, setiap hari seseorang mengumpulkan satu batu hingga penuh. Setelah penuh, batu atau benda tersebut dipindahkan ke lumbung untuk ditabung atau dibagikan kepada yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan lumbung ini tecermin pada kehidupan masyarakat Sunda yang masih menggunakan lumbung untuk menyimpan hasil bumi. Permainan engkle yang ada di berbagai daerah pun bermakna perjalanan hidup seseorang dari hari ke hari sampai menuju surga. Kotak-kotak menandakan hari yang harus dilalui manusia hingga mencapai sebuah lingkaran besar yang menandakan surga. Setelah sampai di surga, ia melemparkan batu ke belakang untuk memilih tempat miliknya yang tidak bisa ditempati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya permainan Sunda itu sarat dengan nilai ketuhanan, seperti hompimpa. Kalimat hompimpa alaium gambreng itu bermakna dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain (Kompas, 21/5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Festival Kaulinan Barudak Baheula di Kota Baru Parahyangan (2008), Festival Kolecer Kampung Bolang di Subang (2008), Kaulinan Barudak di Pesta Rakyat Hari Jadi Bogor (2010), dan Ujungberung Festival Ke-6 Kota Bandung (2010) adalah bentuk ngamumule khazanah kesundaan yang tak bisa ditawar-tawar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meluncurnya film dokumenter Hebatnya Indonesiaku berkat kerja sama penerbit buku Mizan, Nestle Dancow, dan Garin Nugroho pun diharapkan mewariskan kebudayaan Indonesia yang beragam, toleransi, dan kebanggaan nasional di kalangan anak-anak melalui "Dan Kau Pun Anak Indonesia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Hari Anak Nasional dalam menciptakan generasi unggul sekaligus melestarikan komunitas kaulinan barudak. Terwujudnya pusat kaulinan barudak memadai menjadi cita-cita tertinggi masyarakat Sunda. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBN GHIFARIE Pengiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-5261503936709736167?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/5261503936709736167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=5261503936709736167&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5261503936709736167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5261503936709736167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/07/mushaf-20.html' title='Mushaf (20)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-6405454334342348273</id><published>2010-05-31T03:19:00.002-04:30</published><updated>2010-05-31T03:22:50.150-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (19)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Toleransi dari Vipassana Graha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/27/15573812/toleransi.dari.vipassana.graha"&gt;Forum Kompas Jawa Barat edisi Kamis 27 Mei 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bertenggernya Pilar Asoka di Vipassana Graha, Jalan Kolonel Masturi Nomor 69, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, merupakan bukti nyata penjabaran ajaran Buddha aliran Theravada atas toleransi yang mulai memudar di Tanah Pasundan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, Pusat Meditasi Buddhis di bawah Yayasan Bandung Sucino Indonesia ini menjunjung tinggi perbedaan, keterbukaan, kemerdekaan, keadilan, dan kesejahteraan sebagai berkah terdalam Waisak 2554 BE/2010 yang jatuh pada 28 Mei 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adakah pelajaran toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang bisa kita petik dari kompleks Vipassana Graha ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pilar Asoka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vipassana Graha berdiri kokoh di Desa Suka Jaya, Lembang, Bandung Barat, yang berlatar belakang pemandangan pegunungan dan di sisi kanan tampak jelas Gunung Tangkubanparahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks ini terkenal dengan Candi Maha Pancabala (lima kekuatan): pertama, saddha (keyakinan); kedua, viriya (semangat); ketiga, sati (kemampuan mengingat); keempat, samadhi (pemusatan pikiran); dan kelima, panna (kebijaksanaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vipassana Graha berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 2 hektar dan memiliki beberapa bangunan penting yang memancarkan sikap keterbukaan, kerukunan, keragaman. Salah satunya, bangunan berbentuk pilar (tugu) yang ditunjukkan untuk mengenang Raja Asoka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak Pilar Asoka tepat di muka sebelah kiri Dhammasala dan sebelah kanan Candi Maha Pancabala. Bila kita melihat secara saksama puncak tugu, akan kita dapatkan empat patung singa, yang di antara punggungnya diletakkan sebuah Roda Dhamma (cakka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, bentuk pilar itu diharapkan menyerupai aslinya sebagai salah satu pilar peninggalan Raja Asoka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut YM Phra Wongsin Labhiko Mahathera, Ketua Sangha Vipassana Graha, Pilar Asoka merupakan sebuah monumen terpenting di dalam lingkungan Vipassana Graha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejernihan pemikiran dan pandangan seorang Raja Asoka untuk menyejahterakan umat manusia dengan saling mengasihi dan toleransi kehidupan beragama telah berperan serta dalam sejarah perkembangan agama Buddha di dunia, tulisnya dalam setangkai teratai buku Pilar Raja Asoka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asoka adalah raja yang selalu meniru segala ajaran sang Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Pada masanya Buddha menjadi agama resmi negaranya. Ia juga kaisar terbesar dalam sejarah umat manusia karena menulis “buku” di atas batu-batu sehingga pesan-pesannya dapat diingat manusia sepanjang zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan prasasti-prasasti dalam bentuk batu berjumlah 14 buah, pilar 7, dan sejumlah batu kecil yang tersebar diseluruh India, sampai ke Afganistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mencontoh pandangan Gotama tentang toleransi beragama, Asoka membuat dekrit di batu cadas gunung (hingga kini masih dapat dibaca) yang berbunyi “…Janganlah kita menghormati agama kita sendiri dengan mencela agama orang lain. Sebaliknya agama orang lain hendaknya dihormati atas dasar tertentu. Dengan berbuat demikian, kita membantu agama kita sendiri untuk berkembang di samping menunjang pula agama lain. Dengan berbuat sebaliknya, kita akan merugikan agama kita sendiri di samping merugikan agama orang lain. Oleh karena itu, barangsiapa menghormati agamanya sendiri dengan mencela agama lain semata-mata karena dorongan rasa bakti kepada agamanya dengan berpikir “Bagaimana aku dapat memuliakan agamaku sendiri”, maka dengan berbuat demikian ia malah akan amat merugikan agamanya sendiri. Hendaknya toleransi dan kerukunan beragamalah yang dianjurkan dengan pengertian bahwa semua orang selain mendengarkan ajaran agamanya sendiri juga bersedia untuk mendengarkan ajaran agama yang dianut orang lain…” (Rock Edict XII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip inilah yang dipegang kuat di Vipassana Graha. Mari tengok, saat kebaktian (kegiatan rutin). Pagi, pukul 06.00-06.30, meditasi dan pukul 06.30-07.30 kebaktian pagi. Siang, meditasi pribadi secara bebas. Sore, pukul 18.00-19.00, meditasi dan pukul 19.00-20.00 kebaktian malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini dapat diikuti umat Buddha dan umum (non-Buddha dan nonsekte). Semua umat boleh mengikuti acara yang sewaktu-waktu diadakan Vipassana Graha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Toleransi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum Waisak 2554 BE di Vipassana Graha diperingati seminggu pasca-detik-detik Waisak (28 Mei 2010) di Candi Borobudur. Sejatinya itu harus menjadi modal utama dalam membangun keharmonisan dialog antaragama sekaligus membawa pesan kedamaian bagi kerukunan hidup beragama di Priangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, itu tidak dimaknai sebagai peringatan Trisuci Waisak atas kelahiran, pencapaian pencerahan spiritual, dan pencapaian parinibbana (mangkat sempurna) Buddha Gotama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, umat Buddha meyakini toleransi erat kaitannya dengan paham cinta damai (pasifisme) atau cinta kasih. Ini terekam dalam perjalanan tumbuh sekaligus berkembangnya ajaran Buddha yang tidak pernah menumpahkan darah saat membabarkan dhamma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, dhamma Sang Guru Agung ini mengakui adanya kebenaran di luar ajaran Buddha. Alkisah, di titik ujung perjalanannya di kota kecil Kusinar, kala itu Subhadda, petapa pengembara, mendekati Buddha yang sedang menjelang ajal dan bertanya ihwal kebenaran berbagai ajaran agama yang ada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, Buddha tidak berkata ajarannya yang paling benar, tetapi malah berkata “Cukup, Subhadda, jangan pikirkan apakah mereka semua, atau tidak seorang pun, atau sebagian dari mereka telah menembus kebenaran. Aku akan mengajarkan Dhamma kepadamu. Dengarkan dan perhatikan baik-baik….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam ajaran dan disiplin mana pun, Subhadda, di mana tidak terdapat Jalan Mulia Berunsur Delapan, maka tidak akan mungkin ditemukan para petapa yang telah mencapai kesucian pertama (Sotapanna), kesucian kedua (Sakadagami), kesucian ketiga (Anagami), dan kesucian keempat (Arahat). Tetapi, dalam ajaran dan disiplin mana pun di mana terdapat Jalan Mulia Berunsur Delapan, maka di sana dapat ditemukan para petapa yang telah mencapai kesucian pertama, kedua, ketiga, dan keempat” (Mahaparinibbana Sutta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya petuah suci Gotama terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di Vipassana Graha seperti yang ditulis Phra Wongsin Labhiko Mahathera dalam menyambut Waisak, “Ketulusan cinta kasih yang ditunjang dengan sila (kemoralan) dan batin yang terlatih dengan baik dan dikembangkan dengan meditasi akan membawa ketenteraman dan kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat yang pada akhirnya akan membuahkan perdamaian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kehadiran Waisak harus dijadikan momentum untuk berbuat damai. Kiranya, kita perlu mengabarkan pentingnya kedamaian yang ada dalam kumpulan sabda Hyang Buddha “Tenang dalam pikiran. Tenang dalam ucapan. Tenang dalam perbuatan. Ia yang mengerti benar telah terbebas damai dan seimbang” (Pasal 12) dan Kemenangan melahirkan kebencian. Yang kalah hidup menderita. Berbahagialah orang yang hidup penuh kedamaian. Tidak terikat pada menang dan kalah” (Pasal 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pelajaran berharga yang bisa diambil dari Vipassana Graha. Selamat Hari Raya Waisak 2554/2010. Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semua mahkluk berbahagia. Sadha, sadha, sadha. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-6405454334342348273?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/6405454334342348273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=6405454334342348273&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6405454334342348273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6405454334342348273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/05/mushaf-19.html' title='Mushaf (19)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-8618260390562733412</id><published>2010-05-26T21:25:00.001-04:30</published><updated>2010-05-26T21:27:54.817-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (18)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waisak dan Kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=142023"&gt;Opini Pikiran Rakyat edisi Kamis 27 Mei 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Momentum Waisak 2554 BE merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Buddha Gautama berbasis keimanan yang kukuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kehadiran Waisak 2554 BE pada 28 Mei 2010 esok diharapkan menjadi momentum awal dalam menjaga keharmonisan, keseimbangan, keselarasan antarmanusia sekaligus membangun kehidupan berbangsa yang damai, adil, rukun, makmur, dan bahagia di bumi pertiwi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umat Buddhis meyakini berkah terdalam dengan adanya peringatan Waisak adalah kebahagiaan sejati melalui jalan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman ini terlahir dari cara pandang tujuan hidup Buddha. Pertama, silena bhogasampada (hidup bahagia) memperoleh kekayaan dunia dan dhamma. Kedua, silena sugatim yanti (mati masuk surga) terlahir di alam bahagia. Ketiga, silena nibbutim yanti (tercapainya nibbana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti ingin hidup bahagia. Namun, bagaimanakah ukuran hidup bahagia itu menurut Sang Buddha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Buddha mengatakan, "Bukannya dengan memiliki benda (materi) yang akan memberikan kebahagiaan, tetapi dengan terbebasnya kita dari kemelekatan dan ikatan nafsu keinginanlah yang sesungguhnya memberikan kebahagiaan yang lebih tinggi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan dalam "Vyagghapajja Sutta", seorang suku Koliya Dighajanu menghadap Sang Buddha. Setelah memberi hormat, ia berkata, "Bhante, kami adalah upasaka yang masih menyenangi kehidupan duniawi, hidup berkeluarga, mempunyai istri dan anak. Kepada mereka yang seperti kami ini, Bhante, ajarkanlah suatu ajaran (dhamma) yang berguna untuk mendapatkan kebahagiaan duniawi dalam kehidupan sekarang dan juga kebahagiaan yang akan datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Buddha bersabda, ada empat hal berguna yang akan dapat menghasilkan kebahagiaan dalam kehidupan duniawi. Pertama, utthanasampada, rajin dan bersemangat dalam mengerjakan apa saja, harus terampil dan produktif; mengerti dengan baik dan benar terhadap pekerjaannya, dan mampu mengelola pekerjaannya secara tuntas. Kedua, arakkhasampada, harus pandai menjaga penghasilan yang diperoleh dengan cara halal sekaligus jerih payah sendiri. Ketiga, kalyanamitta, mencari pergaulan yang baik, memiliki sahabat yang baik, terpelajar, bermoral, dapat membantunya ke jalan yang benar, dan menjauhkan dari perilaku jahat. Keempat, samajivikata, harus dapat hidup sesuai dengan batas-batas kemampuannya. Sederhana, seimbang dengan penghasilan, tidak boros, tetapi tidak pelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalkan semuanya berawal dari empat jalan menuju kebahagiaan. Pertama, saddhasampada, harus mempunyai keyakinan terhadap nilai-nilai luhur. Kedua, silasampada, harus melaksanakan latihan kemoralan dengan menghindari perbuatan membunuh, mencuri, asusila, ucapan yang tidak benar, dan menghindari makanan/minuman yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran dan hilangnya pengendalian diri. Ketiga, cagasampada, murah hati, dermawan, kasih sayang, tolong-menolong, bersahabat, tidak bermusuhan, iri hati, hidup tenang, damai, dan bahagia. Keempat, panna, harus melatih mengembangkan kebijaksanaan yang akan membawa ke arah terhentinya dukkha/nibbana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang prinsip ini niscaya hidup kita akan bahagia. Inilah yang diangkat aliran Sangha Theravada Indonesia dalam tema Waisak 2010 bertajuk "Dengan Kedamaian Membangun Kebahagiaan Sejati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tibanya Hari Raya Waisak tak hanya mengingatkan kita kepada tiga peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu kelahiran calon Buddha (Bodhisatta) Siddhattha, pencapaian Pencerahan Sempurna Buddha, serta wafat Buddha atau Parinibbana tetapi harus menjadi acuan hidup untuk meraih kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, sumber kebahagiaan ada pada diri, ada pada relung-relung hati yang terdalam, dan pada cara pandang kita terhadap dunia. Ini diamini oleh Jalaluddin Rakhmat dalam buku "Meraih Kebahagiaan". Ia menguraikan kebahagiaan dan penderitaan adalah sebuah pilihan. Ya sebuah pilihan. Orang bahagia karena ia memilih bahagia; sebaliknya orang menderita karena ia memilih untuk menderita. Kebahagiaan bukan sesuatu yang datang kepada kita di luar kemampuan kita, kebahagiaan berada dalam wilayah jangkauan kita. (2004;6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membaca sabda-sabda Guru Agung tentang kebahagiaan. Tidak ada api sepanas nafsu. Tidak ada kejahatan yang menyamai kebencian. Tidak ada penderitaan yang menyamai proses kelangsungan hidup. Tidak ada kebahagiaan melebihi kedamaian sejati. (Dhammapada, 202)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang yang tidak membalas suatu tindakan yang tak terpuji dengan perilaku tak baik. Inilah inti ajaran Buddha dalam memaknai Waisak. Selamat Hari Raya Waisak 2554/2010. Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semua mahkluk berbahagia. Sadha, sadha, sadha. Semoga.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis, alumnus Studi Agama-agama UIN SGD Bandung dan bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (Irfani) Bandung&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-8618260390562733412?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/8618260390562733412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=8618260390562733412&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8618260390562733412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8618260390562733412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/05/mushaf-18.html' title='Mushaf (18)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7899034723184561433</id><published>2010-05-25T20:29:00.002-04:30</published><updated>2010-05-25T20:33:17.522-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (17)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenaikan Yesus dan Fiksi Sunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/05/12/19480755/Kenaikan.Yesus.dan.Fiksi.Sunda"&gt;Forum Kompas Jawa Barat edisi Rabu 12 Mei 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, ketidakbiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini membuat minat baca terhadap buku Sunda dikategorikan sangat rendah. Akibatnya, pemahaman kawula muda soal bahasa daerah (Sunda, Cirebonan, dan Melayu Betawi) di Pasundan semakin minim. Mengerikan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah; Perda No 6/2003 tentang Pemeliharaan Kesenian Daerah; dan Perda No 7/2008 tentang Penetapan Bahasa Daerah sebagai Bahasa Kedua di Sekolah hanya sebatas tulisan yang dimuat pada pasal-pasal undang-undang semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak adanya pengepopan buku-buku Sunda semakin memperburuk dan memperlemah minat baca masyarakat Pasundan. Soal membaca surat kabar apalagi. Malah budaya menonton melalui media televisi menjadi andalan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tengok hasil Survei Sosial Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat 2009. Sebanyak 5,3 juta penduduk Jabar ini memiliki kebiasaan membaca surat kabar. Jumlah itu hanya 15,4 persen dari total penduduk berusia 10 tahun ke atas yang tercatat 34,6 juta jiwa. Tentu persentase itu tidak banyak berubah dibandingkan dengan kondisi tahun 2004 dengan porsi pembaca koran 15,3 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, kehadiran perpustakaan sebagai lumbung ilmu di Jabar ini juga minim. Hanya ada 48 perpustakaan di seluruh kota/ kabupaten di Jabar. Untuk Kota Bandung tercatat 78 perpustakaan tingkat kelurahan di 12 kecamatan dan 3-5 pustakawan yang mengelola satu perpustakaan. Badan Perpustakaan Daerah yang membidani seluruh perpustakaan di bumi Parahyangan ini pun sangat memprihatinkan. Ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran akan memudarnya bahasa Sunda ini di mata Ajip Rosidi harus menjadi perhatian dan tanggung jawab semua. Beragam inovasi (buku ngepop, mobil baca, taman baca masyarakat, sanggar baca, rumah baca, dan klinik baca) sangat menentukan dalam memikat perhatian generasi muda (Kompas, 25/5/2009, 3/3/2010, dan 27/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada 13 Mei 2010 tidak hanya merayakan proses perjalanan (kenaikan) Isa menuju surga, tetapi juga dapat memberikan semangat kebangkitan untuk meningkatkan buku dan minat baca di Priangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Spirit Kenaikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan Juru Selamat ke taman surga merupakan rangkaian kebangkitannya pada hari Paskah. Peristiwa ini hanya dapat diselami dalam pengalaman Paskah saat Mesias dibangkitkan sekaligus diangkat dari kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, kejadian agung ini merupakan bukti nyata keimanan yang teguh dan kokoh. Bila Paskah memberikan harapan akan kebangkitan badan dan penebusan dosa, kenaikan Isa memberikan pesan terdalam ihwal perutusan dan anugerah pencurahan Roh Kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Kristiani meyakini prosesi kenaikan sebagai bentuk dimuliakannya Yesus oleh Bapa. Hal ini dimuat dalam Kisah Para Rasul 1:6-11. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel ?” Jawab-Nya, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi, kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Jerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih di dekat mereka dan berkata, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fiksi Sunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu buku yang jarang diterbitkan adalah fiksi bahasa Sunda. Minimnya minat pengarang dan konsumsi masyarakat menjadi penyebab utama tidak diterbitkannya mahakarya. Juga, tak ada anggapan soal cerita Sunda hanya dimiliki segelintir pegiat, misalnya Godi Suwarna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Taufik Faturohman, Direktur CV Geger Sunten, dalam lima tahun terakhir jumlah buku fiksi berbahasa Sunda (novel, kumpulan guyonan, dan puisi) yang diterbitkan semakin berkurang, dari 20 buku per tahun menjadi lima buku per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini diperburuk dengan anggapan pengarang bahwa buku Sunda jarang peminatnya. Ditambah lagi royalti yang didapat minim dan lama. Hal itu membuat perbukuan fiksi semakin tak jelas. Lihat saja, untuk satu buku (fiksi) berbahasa Sunda yang dicetak 2.000 eksemplar, upah yang didapat hanya Rp 1 juta-Rp 2 juta dalam tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambannya penjualan menjadi faktor tergerusnya buku Sunda dari bacaan lain. Hal ini diakui Rahmat Hidayat, Direktur Penerbit Kiblat. Adanya penghargaan Rancage tidak mampu meningkatkan penjualan buku-bukunya. Semula Penerbit Kiblat mencetak 3.000 buku untuk cetakan pertama, tetapi kini hanya berani mencetak 1.000 eksemplar. Menurut Rahmat, penjualannya sangat lambat, rata-rata hanya 500 eksemplar per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Hawe Setiawan, lambatnya penjualan fiksi Sunda dikarenakan promosi dan distribusi tak memadai. Dari segi isi, fiksi berbahasa Sunda tidak kalah dari fiksi berbahasa Indonesia saat ini. Padahal, membaca buku berbahasa Sunda tidak sulit dibandingkan dengan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan dan dukungan pemerintah sangat menentukan hidup matinya buku fiksi. Ini tak mendapatkan perhatian dari Dinas Pendidikan Jabar. Terbukti hanya ada 500 buku karya sastra fiksi Sunda (Kompas, 7/1/2008 dan 17/3/1009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung kita masih memiliki Mamat B Sasmita, pegiat buku Sunda dan “kamus berjalan” di tengah-tengah era buku digital (e-book) dan sistem informasi yang serba berbasis teknologi. Kecintaan pada bahasa ibu mendorongnya mendirikan Rumah Baca Buku Sunda jeung Sajabana (2004) di Perumahan Margawangi, Jalan Margawangi VII Nomor 5, Bandung. Sejak 1980-an hingga sekarang lebih dari 5.000 buku Sunda dikoleksinya. Tentu hampir setengahnya berbahasa Sunda. Namun, ada pula yang ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur yang ada dan cukup dibanggakan adalah Kamus Inggris-Sunda karya Jonathan Rigg (1862). Soal cerita atau novel, ada Carmad, Sri Panggung, dan Rusiah nu Goreng Patut. Tak ketinggalan buku bacaan anak-anak, seperti Nyaba ka Leuweung Sancang dan Guha Karang Legok Pari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascapensiun sebagai pegawai negeri sipil, hidupnya dihabiskan untuk mengelola rumah baca tersebut (majalah Mata Baca, Mei 2005, dan Kompas, 11/7/2005). Sungguh terpuji ikhtiar Mamat B Sasmita dalam melestarikan khazanah Sunda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya kita harus berkarya dan mengikuti jejaknya. Ada atau tidaknya Konferensi Internasional Budaya Sunda dan Kongres Bahasa Sunda, buku Sunda harus meningkat supaya bisa dibaca generasi muda dan bangga berbahasa Sunda. Inilah makna terdalam Kenaikan Yesus bagi peningkatan buku Sunda. Semoga Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7899034723184561433?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7899034723184561433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7899034723184561433&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7899034723184561433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7899034723184561433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/05/mushaf-17.html' title='Mushaf (17)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-4886916216684490285</id><published>2010-04-01T10:17:00.003-04:30</published><updated>2010-04-01T10:27:53.424-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agman'/><title type='text'>Mushaf (16)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian Yesus dan Naskah Sunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/01/13511954/kematian.yesus.dan.naskah.sunda"&gt;Forum Kompas Jawa Barat edisi Kamis 1 April 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setuju atau tidak, keberadaan naskah kuno (Sunda) harus diselamatkan. Pasalnya, paririmbon buhun itu mengajarkan kita tentang arti pentingnya persaudaraan, persatuan, dan perdamaian yang mulai hilang di Tanah Pasundan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun itu menjadi bacaan ringan sekaligus rasa reueus kawula muda terhadap segala petuah leluhur. Tentu, diperlukan penerjemah oleh peneliti dan pengkaji supaya tidak hanya terkubur di Perpustakaan Nasional, Museum Sri Baduga, Kabuyutan Ciburuy, milik pribadi (dari keturunan kerajaan), tetapi juga dibaca masyarakat luas Tatar Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rachmat Taufiq Hidayat, Wakil Ketua Lembaga Basa jeung Sastra Sunda, mengakui, pemahaman jimat menjadi kendala terkumpulnya naskah kuno. "Masih banyak masyarakat yang enggan menyerahkan naskah kuno kepada Perpusnas karena mereka beranggapan, naskah yang dipegangnya itu adalah jimat." Parahnya, di Jawa Barat sendiri, dari 1.000 naskah Sunda kuno yang ada, hanya 10 persen yang sudah diteliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Tim Penyelamat Naskah Nusantara dan UU No 43/2007 tentang perpustakaan, yang menyebutkan, Perpustakaan Nasional memiliki tugas menginventarisasi naskah-naskah kuno yang ada di dalam negeri dan di luar negeri hanya sebatas tulisan yang dimuat pada pasal-pasal undang-undang. (Kompas, 29 Mei 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran wafat Yesus Kristus yang jatuh pada 2 April 2010 tidak hanya merayakan Tri Hari Suci: Kamis Suci (perjamuan terakhir Yesus), Jumat Agung (kematian Yesus), dan Sabtu Suci (saat Yesus dikubur) tetapi dapat memberikan semangat (kebangkitan) atas penyelamatan naskah kuno di Priangan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semangat kematian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum kematian Yesus merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Kristiani berbasis keimanan yang kukuh (penyayang, saling kasih, rela berkorban, dan mendidik). Penyaliban Mesias pun menjadi pertanda peradaban Juru Selamat untuk menegakkan keadilan dan kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, pengorbanan Yesus di tiang salib yang dikhianati umatnya (Yudas) harus menjadi tonggak keteladanan yang mesti diserap dalam kesadaran (kehidupan) umat Kristiani sekaligus umat beragama di tengah pudarnya naskah buhun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Kristiani meyakini, kematian dihayati Yesus sebagai ketaatan (Roma 5:18-19). Maka, kematian Yesus berubah menjadi kebangkitan dan keselamatan. Yang mampu menghayati ajal sebagai ketaatan (tindak kebenaran) hanya Yesus. Pasalnya, ia adalah putra yang diutus Bapa ke dalam situasi dosa (Roma 8: 3, 32; 2 Korintus 5: 21, 8: 9; Galatia 3: 26, 4: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tom Jacobs SJ dalam buku Siapa Yesus Menurut Perjanjian Baru (1981: 64-65), wafat dan kebangkitan merupakan dua fase dari penyelamatan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari dan menata masa depan, ajaran Mesias menjadi gerbang utama pedoman praktis bagi manusia. Kata Gordon Thomas dalam buku Mempertanyakan Kematian Yesus (2009: 89), "Ajaran Yesus tentang masa depan-bukan hanya bagi para murid, melainkan juga bagi seluruh dunia-sangat berbeda dengan wahyu-wahyu ilahi sebelumnya. Ajaran Yesus merupakan sistem filosofis yang dinubuatkan dengan sangat hati-hati dan menjadi pedoman praktis bagi perilaku semua umat manusia di masa depan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kehadiran wafat Yesus menjadi modal utama membangkitkan dan menyelamatkan sosok Yesus dalam sanubari kita untuk memelihara sekaligus menyelamatkan khazanah naskah kuno Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Kabuyutan Ciburuy"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu naskah kuno yang perlu diselamatkan dan masih bertahan sampai sekarang, tetapi nasibnya sangat mengkhawatirkan adalah Kabuyutan Ciburuy yang berada di Kampung Ciburuy, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Pasalnya, Kabuyutan Ciburuy merupakan bukti nyata sakola Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, momentum hari jadi ke-198 Garut yang diperingati setiap 17 Maret (14 Maulud) mengacu perhitungan waktu karya Roofer. Hasil konversi tanggal 14 Maulud 1228 Hijriyah itu adalah tanggal 17 Maret 1913 tak berarti bagi keberlangsungan Kabuyutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran ini diungkapkan Undang Ahmad Darsa, dosen Filologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Peninggalan satu-satunya skriptorium Sunda kuno yang masih bertahan hingga sekarang ada di Kabuyutan Ciburuy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dibandingkan dengan naskah kuno yang berada di Perpustakaan Nasional, kondisi paririmbon di Ciburuy sangat mengkhawatirkan dari segi perawatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah KF Holle (Tuan Hola) tahun 1867 dan CM Pleyte yang menyebarluaskan keberadaan Kabuyutan Ciburuy yang berbahan lontar, daun nipah; ditulis menggunakan aksara, bahasa Sunda kuno; berisi aspek kehidupan para leluhurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, pada awalnya Kabuyutan Ciburuy sebagai sakola Ki Sunda sebelum menjamurnya pesantren di Garut. Hasil penelitian Undang Ahmad Darsa, Kabuyutan Ciburuy memiliki lima bangunan berdinding bilik bambu beratap hateup kiray; Patamon (bangunan berkolong sekitar 40 sentimeter yang berukuran 8 meter x 6 meter berserambi 8 meter x 4 meter dengan empat tiang utama berukuran sekitar 4 meter dan berlantaikan palupuh yang berfungsi sebagai tempat musyawarah adat dan menerima tamu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leuit (lumbung padi berkolong sekitar 1 meter yang berukuran 4 meter x 2 meter); Saunglisung (tempat menumbuk padi yang berukuran 9 meter x 3 meter, berdinding bilik bambu setengah terbuka tanpa daun pintu, berlantai tanah); Padaleman (lahan berpagar dinding anyaman bambu berukuran sekitar 10 meter x 50 meter, terbagi ke dalam tiga ruangan berundak sama besar yang disekat dengan dinding anyaman bambu dan setiap ruangan itu dihubungkan dengan pintu anyaman bambu); Panyarangan/pasigaran (bangunan berkolong sekitar 75 sentimeter yang berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, berdinding palupuh bambu dan bagian mukanya ditutup daun enau bertangkai dijepit bilahan bambu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs ini pernah dipugar dan selesai pada 21 Mei 1982 sekaligus diresmikan Haryati Soebadio, Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya menghormati leluhur atas berkah yang diterimanya, dilakukan upacara seba yang jatuh setiap Rabu minggu ketiga Muharam. Praktiknya dilangsungkan pada malam Kamis (Rabu malam) setelah waktu shalat isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh 25 kropak dan 3 bundelan naskah dikeluarkan dari dalam peti penyimpanan guna merawat keutuhan naskah buhun ini. Dengan demikian, keselarasan semangat kematian dalam membangkitkan sekaligus menyelamatkan naskah kuno juga mewujud dalam diri Tuan Hola. Meski dianggap penjajah, ia menjunjung tinggi khazanah kesundaan melalui penerbitan buku-buku Sunda pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, kita harus melanjutkan estafet dan ikhtiar Holle yang berhasil mengumpulkan naskah-naskah Sunda (dua versi Sunda-Belanda), seperti yang disunting Edi S Ekadjati dan kawan-kawan dalam Naskah Sunda: Inventarisasi dan Pencatatan (1988). Ia berhasil mengumpulkan 171 dari 404 naskah Sunda yang disimpan di Perpustakaan Nasional dan tiga naskah lagi tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam kematian Yesus bagi penyelamatan naskah kuno. Tuhan Memberkati. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-4886916216684490285?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/4886916216684490285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=4886916216684490285&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4886916216684490285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4886916216684490285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/04/mushaf-16.html' title='Mushaf (16)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-6306950587649019388</id><published>2010-03-15T23:11:00.003-04:30</published><updated>2010-03-15T23:14:18.706-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (15)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nyepi dan Toleransi Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/15/16334714/nyepi.dan.toleransi.sejati"&gt;Forum Kompas Jawa Barat, edisi Senin, 15 Maret 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bertenggernya situs Candi Cangkuang di Kampung Adat Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, merupakan bukti nyata keharmonisan sekaligus kekekalan kebajikan abadi antara pengikut Hindu dan Islam di Pasundan. Pasalnya, dari tengah situs Cangkuang ini terpancar keterbukaan, toleransi, dan keragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon candi bercorak Hindu ini ditemukan pada 1966 oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Candrasasmita berdasarkan laporan yang ditulis Vorderman dalam buku notulen Bataviaasch Genootshap (terbit tahun 1893).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bangunannya berbentuk candi "polos" tanpa relief apa pun. Tingginya 8,5 meter dengan bangunan kaki 4,5 meter x 4,5 meter. Uniknya, candi ini memiliki satu bilik dengan pintu menghadap ke timur. Untuk mencapai pintu candi, pengunjung harus menaiki 10 anak tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pemujaan arca Dewa Siwa (Hindu) di sekitar situ yang bersebelahan dengan makam keramat (Islam Mataram) Embah Dalem Arif Muhammad merupakan pertanda tumbuh dan berkembangnya semangat perdamaian pada masyarakat Kampung Pulo (Panjang, Leuthik, dan Gedhe). Harus kita katakan, Candi Cangkuang yang berdiri kokoh sekarang ini sebetulnya adalah hasil rekonstruksi yang diresmikan tahun 1978. Sebab, bangunan aslinya hanya tinggal 35 persen. Hingga kini bentuk bangunan Candi Cangkuang yang asli belum diketahui. Penamaan Candi Cangkuang diambil dari nama Desa Cangkuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Embah Dalem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Embah Dalem Arif Muhammad, panglima perang dari Kerajaan Mataram, pada awal abad ke-17 bersama prajuritnya mencoba menyerang tentara VOC atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur di Batavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, mereka kalah. Kuatnya rasa malu membuat Embah Dalem Arif Muhammad beserta rombongannya mengurungkan niat pulang ke Kerajaan Mataram. Lebih baik mereka terlunta-lunta di daerah ekspansi daripada harus menanggung malu di tanah jajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kuat itikad mereka supaya tidak pulang ke Kerajaan Mataram. Dalam suasana bimbang, Embah Dalem memutuskan untuk menetap di kawasan Cangkuang yang masih memeluk kepercayaan animisme, dinamisme (agama suku), dan Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dipastikan Embah Dalem Arif berusaha menyebarkan ajaran Islam dengan arif dan bijaksana. Membuat danau yang mengelilingi desa merupakan persyaratan bagi Embah Dalem Arif untuk menikah dengan seorang putri cantik yang merupakan penduduk asli. Mereka pun dikaruniai enam anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya mengenang putri Embah Dalem, dibuatlah enam rumah dan satu mushala yang tepat berada di belakang Candi Cangkuang dan dapat dipastikan muncul petaka bila berani menambah permukiman baru di kawasan ini (Kompas, 28/2/2009 dan 18/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zaki Munawar dalam bukunya, Cagar Budaya Candi Cangkuang dan Sekitarnya, ihwal jumlah bangunan berupa enam rumah dan satu mushala merupakan aturan yang ditetapkan Arif Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embah meninggalkan warisan berupa barang antik, khotbah Idul Fitri, naskah khotbah Jumat dari kulit kambing (1,76 cm x 23 cm), Al Quran dari kulit kayu saih (33 cm x 24 cm), serta kitab ilmu tauhid dan fikih. Sampai sekarang semua masih terawat meski ada yang lapuk dimakan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya makam Embah yang menjadi tempat berziarah. Makam sejumlah murid-Sunan Pangadegan, Wiradijaya, Wirabaya, Prabu Santosa, dan Mayagatrek-yang berasal dari Cirebon pun menjadi pelengkap berwisata religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, dalam ziarah, kedua peninggalan ajaran Hindu-Islam ini memiliki aturan ketat, di antaranya, pertama, harus membawa bara api, kemenyan, minyak wangi, bunga-bungaan, dan cerutu sebagai upaya mendekatkan diri kepada arwah-arwah leluhur. Kedua, dilarang berziarah pada hari Rabu karena Embah berusaha mengajarkan agama kepada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bentuk atap rumah harus memanjang (jolopong). Keempat, tidak boleh menabuh gong besar. Ini berkaitan dengan kematian anak laki-laki saat sunatan akibat gong besar berujung pada angin topan. Kelima, dilarang memelihara ternak berkaki empat, yaitu kambing, sapi, atau kerbau. Bentuk larangan ini untuk melestarikan tanaman di Kampung Pulo. Keenam, setiap tanggal 14 Mulud digelar upacara adat memandikan benda-benda pusaka, yaitu keris, batu aji, dan peluru dari batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Toleransi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Momentum Nyepi 1932 Saka yang jatuh pada 16 Maret 2010 sejatinya harus menjadi modal utama dalam membangun keharmonisan dialog antar-agama sekaligus membawa pesan kedamaian bagi kerukunan hidup beragama di Pasundan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, segenap umat Hindu di Jawa Barat meyakini keharmonisan dan perdamaian sebagai berkah terpenting dalam perayaan Nyepi. Memang perayaan Tahun Baru Saka bertepatan dengan tanggal satu bulan kesepuluh (Eka Sukla Paksa Waisak), sehari setelah Tilem Kasanga (Panca Dasi Krsna Paksa Caitra). Peresmian Nyepi ini dimulai sejak penobatan Raja Kaniskha dari Dinasti Kushana, suku bangsa Yuehchi, pada 78 atau 79 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan Negarakertagama, dahulu pada masa Kerajaan Majapahit, pergantian tahun Saka dari bulan Caitra ke Waisaka ini dirayakan besar-besaran. Beragam ritual dilakukan oleh umat Hindu. Tentu perayaan Nyepi harus melalui beberapa tahapan ritual. Pertama, melasti (pertobatan). Kedua, tawur (mengembalikan keseimbangan alam, manusia). Ketiga, catur brata Nyepi (empat ritual puasa: amati geni/tidak menyalakan api, amati karya/tidak melakukan pekerjaan sehari-hari, amati lelungan/tidak bepergian, amati lelanguan/tidak menghibur diri serta tidak boleh memasak dan memakai lampu penerangan). Terakhir, ngembak geni (melakukan darma santi/ibadah sosial berupa silaturahim kepada sanak kerabat dan tetangga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita agung dari perayaan ini adalah mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), terbinanya kehidupan yang berlandaskan kebenaran (satyan), kesucian (siwam), serta keharmonisan dan keindahan (sundaram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur Nyepi ini membuat Nyoman S Pendit menulis buku Nyepi, Kebangkitan, Toleransi, dan Kerukunan, menilik brata penyepian di Bali tidak hanya milik Hindu. Ini terlihat dari perilaku umat non-Hindu yang tak bepergian kecuali bagi yang bertugas di rumah sakit atau aparat keamanan. Mereka juga tidak menyalakan lampu secara mencolok. Sungguh syahdu. Sikap toleran dan membangun kerukunan antar-umat beragama terpancar dari perayaan Nyepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Nyepi mengajarkan kita pada sikap toleransi, kerukunan, dan keharmonisan di antara semua ciptaan Tuhan. Kiranya kita harus mendengungkan petuah ini, Maju teruslah engkau, jangan berselisih (tikai) di antara kamu; milikilah pikiran-pikiran yang luhur dan pusatkan pikiranmu pada kerja; ucapkanlah kata-kata manis di antara kamu; Aku jadikan engkau semuanya bersatu dan aku anugerahi engkau pikiran-pikiran mulia (Weda-Athanwa III, 30:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna Nyepi dalam membangun toleransi sejati antar-agama di Parahyangan. Sinar toleransi terpancar dari Candi Cangkuang. Selamat hari raya Nyepi 1932. Semoga semua makhluk berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-6306950587649019388?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/6306950587649019388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=6306950587649019388&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6306950587649019388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6306950587649019388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/03/mushaf-16.html' title='Mushaf (15)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-734714513917771663</id><published>2010-03-15T23:04:00.000-04:30</published><updated>2010-03-15T23:07:17.258-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (14)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pesan Nyepi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=132793"&gt;Opini Pikiran Rakyat, edisi Senin, 15 Maret 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran Hari Raya Nyepi (1932 Saka) yang jatuh pada 16 Maret 2010 tidak hanya merayakan melasti (pertobatan); tawur (mengembalikan keseimbangan alam, manusia); catur brata Nyepi (empat ritual puasa; amati geni/tidak menyalakan api; amati karya/tidak melakukan pekerjaan sehari-hari; amati lelungaan/tidak bepergian; amati lelanguan/ tidak menghibur diri, tetapi dapat menebar sifat kerukunan dan antikekerasan supaya bangsa Indonesia ini bisa keluar dari pelbagai kekerasan, kejahatan, dan maraknya aksi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Hindu menyakini berkah terdalam dengan adanya peringatan Hari Raya Nyepi adalah menahan diri (introspeksi, penyucian) dari segala tindakan, ucapan dan perbuatan kotor, jahat, yang ada dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasalnya, segala bentuk kejahatan berawal dari hawa nafsu (ahangkara) dan tempatnya berada dalam indra, pikiran, dan kecerdasan. "Indria-indria, pikiran, dan kecerdasan adalah tempat duduk hawa nafsu tersebut. Melalui indria-indria, pikiran, dan kecerdasan hawa nafsu menutupi pengetahuan sejati makhluk hidup dan membingungkan" (Sloka 3.40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan Hawa Nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi catur brata Nyepi petanda nyata dari upaya menahan hawa nafsu. Bila kita kuat menguasai ahangkara, maka akan menjadi orang bijaksana dan bersatu dengan Brahman. Taani sarvaani samyamya/Yukta asita matparah/Vase hi yasye`mdriyani/Tasya prajna pratisthita (Bhagawad Gita II. 61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ajaran Hindu mewartakan pentingnya ahimsa (tidak menyiksa atau membunuh) dan awyawaharika (sikap damai dan tulus), karena perilaku ini merupakan dua dari lima unsur pengendalian diri (panca yama brata: ahimsa, brahmacari, satya, awyawaharika, asteya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut I Gusti Ngurah Gorda (2004;8) Perbuatan ahimsa harus dimulai dari pikiran (manacika) menuju wicara (wacika), dan berakhir pada laku (kayika atau tri kaya parisuda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari tengok beberapa Sloka tentang ahimsa yang ditulis Yudhis Muh. Burhanuddin, Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan, Universitas Hindu Indonesia, Denpasar Bali: Tuhan berkata ”Tuhan menciptakan manusia untuk berbicara lemah-lembut dan santun” (Yajur Weda, XXI.61); Tuhan berjanji ”Orang-orang yang ramah dan lemah-lembut dalam ucapannya akan memperoleh karunia-Nya” (Yajur Weda, XIX.29); Dia berseru kepada kita semua, ”Wahai umat manusia, satukanlah pikiranmu untuk mencapai satu tujuan dan satukanlah hatimu, satukan pikiranmu dengan sesama, dan semuanya tinggal dalam pergaulan yang harmonis” (Rig Weda, X.19.4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktik kehidupan sehari-hari, kita wajib menjalankan sikap ahimsa dan awyawaharika, bila tidak maka akan dikategorikan manusia hina dan terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini termaktub dalam Bhagawadgita, XVI.20, Tuhan mengingatkan kita, ”Mereka yang kejam dan pembenci, adalah manusia paling hina di dunia ini, yang Aku campakkan berkali-kali ke dalam kandungan raksasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diingat, setiap agama mengajarkan perdamaian, kebajikan, dan melarang perilaku buruk sekaligus mengutuk segala bentuk aksi terorisme yang terjadi di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Nyepi dalam memerangi aksi terorisme. Selamat Hari Raya Nyepi.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, alumnus studi agama-agama Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (Irfani) Bandung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-734714513917771663?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/734714513917771663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=734714513917771663&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/734714513917771663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/734714513917771663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/03/mushaf-14.html' title='Mushaf (14)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-2579849873138728370</id><published>2010-03-08T23:50:00.004-04:30</published><updated>2010-03-08T23:57:05.132-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (13)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imlek dan Kearifan Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada Podium Tribun Forum Tribun Jawa Barat, edisi Sabtu 13 Februari 2010)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui kerusakan alam (banjir, longsor, kekeringan, badai) yang terus mendera Jawa Barat ini diakibatkan ulah lalim manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, kuatnya sikap serakah dan perilaku jahil yang tertanam dalam sanubari kita membuat alam murka sekaligus unjuk kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tibanya musim penghujan malah menjadi petaka yang tak bisa terelakan. Karena kita seriang alfa mensyukuri segala pemberian (anugrah) dari Tuhan ini. Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pergantian Hari Raya Tahun China  (Xin Nian) pun kerap diwarnai hujan (musim dingin). Mampukah kehadiran Imlek (1 Imlek 1561) dengan sio Macan yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2010 dapat memberikan keselarasan, keseimbangan, keharmonisan antara manusia dengan alam supaya lebih arif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semangat Kongzi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah Kongzi, Khongcu atau Confucius hidup pada jaman Dinasti Zhou (551-479 sM).  Kala itu, ia menganjurkan agar Dinasti Zhou kembali menggunakan Kalender Xia, sebab tahun barunya jatuh pada musim semi, sehingga cocok dijadikan pedoman bercocok tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun nasihat ini baru dilaksanakan Han Wu Di dari Dinasti Han (140-86 sM) pada 104 sM.  Semenjak itulah Kalender Xia dipakai. Kini dikenal dengan sebagai Kalender Imlek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penghormatan kepada Kongzi, perhitungan tahun pertama Kalender Imlek ditetapkan oleh Han Wu Di dihitung sejak kelahiran Kongzi, yaitu sejak tahun 551 SM. Itulah sebabnya Kalender Imlek lebih awal 551 tahun ketimbang Kalender Masehi.  Jika sekarang Kalender Masehi bertahunkan 2010, maka Kalender Imlek bertahunkan 2010+551=2561.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bersamaan agama Khonghucu (Ru Jiao) ditetapkan Han Wu Di sebagai agama negara. Sejak saat itu penanggalan Imlek juga dikenal sebagai Kongli (Penanggalan Kongzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan Nabi Kongzi tu, termaktub dalam Kitab Tiong Yong (XXX : 4) /Zhong Yong, “Maka gema namanya meliput seluruh Tiongkok, terberita sampai ke tempat Bangsa Ban/Man,  dan Bek/Mo, sampai kemana saja perahu dan kereta dapat mencapainya, tenaga manusia dapat menempuhnya, yang dinaungi langit, yang didukung bumi, yang disinari matahari dan bulan, yang ditimpa salju dan embun, semua makhluk yang berdarah dan bernafas, tiada yang tidak menjunjung dan mencintaiNya.”  (www.matakin-indonesia.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keselarasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Umat Khonghucu menyakini manusia adalah pemberian dari langit. Seperti ditulis Tho Thi Anh (1984) Konfucius menyatakan "Apa yang diberikan langit adalah apa yang kita sebut kodrat manusia. Memenuhi hukum dari kodrat manusia yang kita sebut hukum moral. Memalihara hukum moral itulah yang disebut pembudayaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bagus Takwin (2001) Hukum kodrat manusia dan peraturan moral yang diterapkan pada manusia tidak terpisahkan dari alam semesta. Ibarat hukum yang mengatur pergantian musim dan pengaturan proses alam yang lain manusia harus mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, manusia merupakan fungsi dari alam. Tentu segala aktivitas dalam keseharianya harus meruju pada alam. Alam adalah baik dan dapat mengatur dirinya sendiri. Bila terjadi kekacauan dapat dipastikan akibat ulah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, alam telah menyediakn aturan-aturan bagi bekerjanya alam dan perilaku manusia sebagai bagian dari alam. Jika manusia mengikuti aturan itu, maka tidak akan terjadi kekacauan dan dapat  mempertahankan posisinya yang baik di dunia serta terhindar dari segala mara bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, saat meruju pada Dao (Tao) manusia harus mempertahankan keseimbangan dirinya dan alam. Pasalnya, tujuan manusia adalah keharmonisan baik dengan alam maupun dengan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan Tai Ji (Tai Ci) yang terpaut unsur Ying dan Yang akan membuat alam seimbang dan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, kita harus belajar soal keharomisan alam pada komunitas Penghayat Sunda Wiwitan di Cigugur Kuningan. Masyarakat Cigugur meyakini seluruh alam beserta tanahnya merupakan pinjaman dari Hyang yang harus dikelola sebaik dan seadil mungkin secara bersama. Tentu, warga Sunda Wiwitan ini tak pernah merasakan kesulitan pangan (pakeuklik) yang sangat berarti; Banjir yang terus menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, mereka memegang kuat tradisi leluhurnya (karuhun) melalui "Syariah Sunda Wiwitan" dalam mengelola tanah pinjamannya; Pertama, Menanam 5 pohon, sebelum menebang 1 pohon. Kedua, Tidak bermukin di bagian Hulu (Mata Air). Ketiga, Tidak Bermukim di bantaran Sungai. Keempat, Dilarang menebang pohon di lereng Gunung (daerah Perbukitan). Kelima, Dilarang menebang pohon di hulu Sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas keseharian Penghayat ini membuktikan masyarakat lokal sangat menghargai dan menghormati alam, lingkungannya sebagai mitra sejajar kehidupan spiritual dan materi mereka. (Jurnal Perempuan 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tibanya tahun Macan ini dapat meredam kekacauan dunia dengan berangkat dari kebiasaan memelihara kearifan alam. Sebab ajaran Konfucius mengajarkan ke alam supaya bisa menyelaraskan manusia. Selamat Hari Raya Imlek 2561. Gong Xi Fa Cai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pemerhati Kebebasan Beragama dan Alumnus Studi Agama-agama Universitas Islam Negeri SGD Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-2579849873138728370?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/2579849873138728370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=2579849873138728370&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/2579849873138728370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/2579849873138728370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/03/mushaf-13.html' title='Mushaf (13)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3608312746103448785</id><published>2010-02-14T23:36:00.004-04:30</published><updated>2010-03-08T23:56:14.900-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (12)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imlek dan Keharmonisan "Babah-Abah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Arikel ini dimuat pada &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/13/14520717/imlek.dan.keharmonisan.babah-abah"&gt;Forum Budaya Kompas Biro Jawa Barat edisi Sabtu 13 Februari 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak, akulturasi antara etnis Tionghoa dan Sunda adalah kegairahan yang tak pernah usai. Itu karena kedua keturunan ini menyakini sekaligus mewujud pada sosok Sunan Gunung Djati. Apalagi, saat Syarif Hidayatullah (Ki Sunda) menikahi Putri Ong Tin Nio (China). Sungguh keharmonisan di antara kedua golongan ini tak terpisahkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terlihat dari sajian makanan (Babah ke Abah) seperti capcay, somay (siomay). Kehadiran kain samping (sarung) dan ritual menabur bunga rampe setiap Jumat pun melekat pada kehidupan keturunan China di Parahyangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Soeria Disastra, budayawan Tionghoa, mengakui, warga Tionghoa yang lahir dan besar di Bandung pada umumnya memiliki dua bahasa ibu (Tionghoa dan Sunda). "Kebudayaan Sunda dan Tionghoa saling memengaruhi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, warga keturunan Tionghoa dapat hidup berdampingan dalam suasana aman, damai, dan toleran dengan urang Sunda kendati harus rela berdesak-desakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jejak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Imlek 2561 yang jatuh pada 14 Februari 2010 diharapkan menjadi momentum awal dalam menjaga keharmonisan antaretnis sekaligus membangun kerukunan di Tatar Sunda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak ada beberapa kedamaian yang telah mendarah daging pada aktivitas keseharian Tionghoa-Sunda, di antaranya; Pertama, Pecinan atau perkampungan China. Menurut Kuncen Bandung, Haryoto Kunto, dalam Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, sebagian warga Tionghoa di Pulau Jawa pindah ke Bandung saat meletus Perang Diponegoro (1825). Setiba di Bandung, mereka tinggal (menetap dan mencari nafkah) di Kampung Suniaraja dan Jalan Pecinan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1885 mereka mulai menyebar ke Jalan Kelenteng. Tahun 1905 pecinan berkembang pesat di sekitar Pasar Baru. Kios jamu Babah Kuya milik Tan Sioe How di Jalan Belakang Pasar (1910) merupakan salah satu perintis toko (dagangan) di kawasan ini. Tahun 1914 mereka di Citepus. Pascatragedi Bandung Lautan Api (1946) warga Tionghoa mengungsi ke kawasan Tegallega, Kosambi, Sudirman, dan Cimindi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, setiap pecinan dipimpin oleh wijkmeester. Kawasan Suniaraja dipimpin Thung Pek Koey dan Citepus oleh Tan Nyim Coy. Setiap wijkmeester dipimpin seorang luitennant der chineeschen. Tan Djoen Liong adalah luitennant-nya urang Bandung (H Buning, 1914). Hingga kini daerah pecinan di Bandung semakin luas meliputi Jalan Pasar Baru, Jalan ABC, Jalan Banceuy, Jalan Gardu Jati, Jalan Cibadak, dan Jalan Pecinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Masjid Lautze 2 di Jalan Tamblong Nomor 27, Bandung. Keberadaan Masjid Lautze 2 ini tidak lepas dari peran Yayasan Haji Karim Oei (1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Lautze 2 merupakan cabang dari Masjid Lautze 1 (Jakarta). Penamaan Yayasan Haji Karim Oei diambil dari seorang tokoh Islam keturunan China yang pernah menjadi konsul Muhammadiyah di Bengkulu tahun 1930.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat jumlah warga Muslim keturunan China di Kota Bandung cukup banyak, tetapi belum ada wadah untuk menyambung tali silaturahim di antara mereka, dibentuklah Sekretariat Yayasan Haji Karim Oei Bandung di sebuah bangunan bertingkat yang disewa lantai bawahnya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati mengontrak, semangat menyambung tali silaturahim di di antara Muslim keturunan China tak menjadi halangan dalam memakmurkan Masjid Lautze 2 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, Kelenteng. Sekitar 00 kelenteng tersebar di kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat. Wihara Satya Budhi (Yayasan Satya Budhi) di Jalan Kelenteng, Kota Bandung, merupakan kelenteng tertua dan terbesar di Bandung yang dibangun pada 1865 (Kompas, 15/01/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, dari tempat ibadah ini terpancar sikap keterbukaan, toleransi, dan keragaman. Sebutan Tri Dharma (Tiga Ajaran Kebajikan) pun melekat pada tempat peribadatan Tionghoa sekaligus upaya memelihara dan menjunjung nilai-nilai ajaran yang telah disampaikan Kongzu, terlepas dari apakah mereka dikategoritan beragama Buddha, Tao, atau Konghucu. Yang jelas mereka keturunan Konzi dan harus memelihara sekaligus menyebarluaskan ajaran kebaikan dan kebijaksanaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, Barongsai. Me-nyunda-nya lion dance ini terlihat di Komunitas Barongsai Long Qing (baca: Lung Ching) di Gedung Winaya Sabha, Cibadak, Kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, kebanyakan dari mereka saat berlatih (Senin, Selasa, Rabu Jumat) justru bukan keturunan Tionghoa. "Sembilan puluh persen malahan orang Sunda," tutur Tan Siauw Gie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terbuka dengan kultur dan kesenian lokal, barongsai tetap tidak kehilangan jati dirinya sebagai warisan budaya Tionghoa. Saat tampil, pemain wajib berpakaian khas mirip baju wushu. Ada juga kebiasaan pai atau hormat kepada penonton, ungkap penasihat Yayasan Sosial Priangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung Santo Club, komunitas dragon lion dance, merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Widyatama. "Ini adalah satu-satunya UKM barongsai-liong di Bandung," kata Andreas, Presidium Bandung Santo Club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Falsafah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Tionghoa masih meyakini Lima Kebajikan (wung chang), ren (cinta kasih), ie (kebenaran), li (kesusilaan), ce (kebijaksanaan), dan sin (dapat dipercaya) dapat menuntun hidupnya menjadi lebih baik, bijak, dan berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal hubungan sosial-budaya, Nabi Kongzi mengajarkan kepada pengikutnya untuk memegang ajaran wu lun; hubungan antara pemimpin-bawahan, suami-istri, orangtua-anak, kakak-adik, kawan-sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktik kehidupan sehari-hari, di masyarakat Sunda dikenal ungkapan Pindah cai pindah tampian. Ki Sunda harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru, baik tempat tinggal maupun tempat pekerjaan. Itu tak lain supaya tidak mudah terseret pada pertengkaran dan agar disukai oleh lingkungan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun keturunan Babah, mereka kerap membumikan falsafah Tiocu, Jio Kang Sui Swan, Jip Koi Sui Nyak. Masuk ke sungai harus mengikuti adat yang berlaku di situ. Tentu, semboyan ini mirip dengan pemahaman Melayu: di mana bumi di pijak, di situ langit di jungjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, akulturasi Tionghoa dengan Sunda semakin kokoh. Apalagi, konfusianisme menekankan bahwa tata cara manusia harus sesuai dengan aturan alam. Menurut Fung Yu Lan (1952), seorang manusia dengan manusia lain harus mengikuti tata cara kehidupan yang telah dibangun oleh para orang bijak kuno sesuai dengan tata cara semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merujuk kepada kutipan kitab Mengzu (Mengsusi), "Tinggal di dalam rumah besar dunia ini mempertahankan akan posisi yang betul dalam dunia dan mengikuti dao yang agung dari dunia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, pandangan dan pikiran yang mengarah pada perdamaian dan keharmonisan serta kekuatan cinta kasih selalu memberi simpati yang bermuara pada kebahagiaan. Tentu, seseorang yang mengembangkan dan menyebarluaskan sikap ini akan memberikan keteduhan hati dan kemuliaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah model keharmonisan, kesempurnaan, kesinambungan yang diajarkan Nabi Khongcu. Semoga keindahan dalam perbedaan mewujud di Sunda. Gong Xi Fa Cai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt; Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3608312746103448785?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3608312746103448785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3608312746103448785&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3608312746103448785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3608312746103448785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/02/mushaf-12.html' title='Mushaf (12)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-6683044252442863540</id><published>2010-01-12T22:34:00.001-04:30</published><updated>2010-01-12T22:35:50.389-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (11)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Natal dan Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada Opini Tribun Jawa Barat, Sabtu 26 Desember 2009)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kekerasan atas nama agama terjadi di Bekasi. Kali ini, menimpa Gereja St Albertus yang berlokasi di Kota Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi. Alasan spontanitas karena terprovokasi menjadi pemicu kuat pengrusakan tempat ibadah umat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, perlakuan tak terpuji itu dilakukan pasca konvoi peringatan 1 Muharram 1431 H. Sekitar pukul 23.00 wib saat warga Babelan dan Taruma Jaya (wilayah Utara Kabupaten Bekasi) yang berjumlah 600 orang melawati Gereja di kawasan Harapan Indah tanpa komando mereka langsung menghancurkan fasilitas Gereja. Kesuciaan mengawali tahun hijriah pun harus diwarnai dengan aksi kekerasan atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kendati pihak Polres Metro Bekasi Kota, Kapolres Ajun Komisaris Besar Imam Sugianto menilai serangan terhadap gereja ini adalah spontanitas karena provokasi. "Massa dari Babelan dan Taruma Jaya konvoi usai perayaan 1 Muharram. Saat lewat Harapan Indah ada yang memprovokasi untuk menghancurkan gereja," katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sedang mengejar provokatornya, hingga saat ini sudah 28 saksi yang diperkisa," ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasanya mengumpat, mencaci-maki, menghancurkan tempat ibadah tertentu, hingga menghilangkan nyawa orang lain, tak termasuk dalam kategori perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak Kabupaten Bekasi paling tinggi langgar kebebasan beragama, demikain dikatakan Gatot Rianto, Sekretaris Jaringan Kerja Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (Jaker PAKB2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat menempati rangking kedua setelah Kabupaten Bekasi dalam pelanggaran hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan di tingkat Kabupaten Kota di Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data yang dirangkum, terjadi 25 pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di wilayah Kabupaten Bekasi dan 24 pelanggaran di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, Jawa Barat (13 peristiwa) menempati urutan pertama atas segala bentuk pelanggaran kebebasan beragam dan berkeyakinan di Indonesia. Kedua Sumatra Barat (56 peristiwa) dan Jakarta (45 peristiwa). Sebanyak 265 peristiwa itu menghasilkan 376 tindak pelanggaran  kebebasan beragama dan berkeyakinan, ungkap Hendardi, Ketua Badan Pengurus Setara Institute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran Natal yang selalu diperingati setiap tanggal 25 Desember dapat memberikan spirit keadilan, kemerdekaan sekaligus membuka ruang untuk tumbuh dan berkembangnya kebebasan beragama di Indonesia sekalipun bagi komunitas penghayat atau aliran kepercayaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pesan Suci Natal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Momentum Natal merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Kristen (cinta kasih, damai, keselamatan, kebangkitan) berbasis keimanan yang kukuh. Penyaliban tubuh Yesus di tiang salib pun menjadi petanda peradaban Isa untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa maha dahsat itu, mengingatkan kita kepada sosok Isa Al-Masih sebagai Juruselamat dari segala dosa yang telah diperbuat manusia. Pasalnya, keselamatan miliknya.  Tengok saja, doktrin Kristen yang tertuang dalam Kisah Para Rasul 4:12 "Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam dia, sebab di bawah kolong langit ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya tidak bisa diselamatkan" dan Yesaya 43:11 "Aku, akulah Tuhan dan tidak ada Juruselamat selain dari padaku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari menelaah doktrin Nasrani yang senantiasa menyerukan "damai di bumi". Bandingkan dengan kata Islam yang berarti damai, selamat. Bila di Kristen terdapat ajaran untuk menjadi penyalur berkat bagi sesama pada pengikut Isa, maka Islam memiliki rahmatan lil'alamin. "Kasihanilah Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu sepenuh akal budimu dan segenap jiwamu dan kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" dan "Perbuatlah kepada sesamamu apa yang engkau suka sesamamu perbuat kepadamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui kemerdekaan, keadilan, sikap keterbukaan menjadi barang langka di Nuasntara ini. Urusan keimanan saja pemerintah masih ikut mencampurinya. Padahal negara kita bukan pemerintahan teokratis atau sekuler. Namun, penertiban kepercayaan selalu digalakan. Atas nama meresahkan masyarakat, berbuat onar, menafikan Tuhan, hingga penodaan agama kerap menjadi dalih untuk membumi hanguskan keberadaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, jaminan kebebasan berkumpul, berserikan dan beragama sesuai dengan keyakiannya dan hak kemerdekaan pikiran, nurani dan kepercayaan hanya berhenti pada Pasal-pasal (28 ayat 2, 29 ayat 1 dan 2), Undang-undang (No 1/PNPS/1965) dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri No 477/ 74054/ BA.012/ 4683/95 tertanggal 18 November 1978 semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hak dan kebebasan dasar yang diatur ICCPR sekaligus sudah dirativikasi adalah hak atas kebebasan berkeyakinan dan beragama, mencakup kebebasan menganut, menetapkan agama, kepercayaan atas pilihan sendiri, dan kebebasan, baik secara individu maupun bersama, di tempat umum maupun tertutup, untuk menjalankan agama, kepercayaan dalam kegiatan ibadah, ketaatan, dan pengajaran. Tidak seorang pun dapat dipaksa sehingga mengurangi kebebasan untuk menganut, menetapkan agama, kepercayaan sesuai dengan pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih tak mengantongi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang resmi, pengrusakan rumah ibadah menjadi jalan pintas dalam menyelesaikan persoalan. Budaya baku hantam menjadi jurus pamungkas guna menumpas semua golongan yang berbeda.Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikain, Natal harus menjadi ajang evaluasi kebebasan beragama. Bukan malah sebaliknya kita sengaja menabur ayat-ayat penuh kebencian dan fitna dalam wilayah keyakinan. Tak ada budaya balas-membalas sekaligus merusak mesjid yang berada di lingkungan sekitarnya. Pasalnya, Sang Juruselamat mengajarkan kepada kita bila ditampar pipi kananmu, maka berikan pipi kirimu (Matius, 5:39-40).&lt;br /&gt;Inilah yang di inginkan Joahim Wach, Guru Besar Perbandingan Agama dalam mengeja suatu kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, bahwa untuk mencintai kebenaran orang harus membenci ketidakbenaran. Akan tetapi tidak benar bahwa untuk memuji keyakinan sendiri, seseorang harus membenci dan merendahkan keyakinan orang lain (Joahim Wach, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Natala dalam membangun kerukunan antarumat beragama. Terwujudnya kedamaian, toleransi, saling menghormati antarajaran, antaragama, dan antarkelompok menjadi cita-cita tertinggi masyarakat Indonesia yang beradab. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pengiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-6683044252442863540?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/6683044252442863540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=6683044252442863540&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6683044252442863540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6683044252442863540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/01/mushaf-11.html' title='Mushaf (11)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-2844318580822938404</id><published>2010-01-04T04:01:00.002-04:30</published><updated>2010-01-04T04:17:05.791-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (10)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Natal dan Kebangkitan Ki Sunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/26/13393531/natal.dan.kebangkitan.ki.sunda"&gt;Forum Budaya Kompas Jawa Barat, Sabtu 26 Desember 2009&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak, keberadaan Ki Sunda (bahasa, aksara, sastra, agama) tinggal menanti sang penjemput ajal tiba. Ibarat pepatah, hidup enggan mati tak mau. Pasalnya, kehadiran mojang-jajaka selaku generasi penerus sekaligus penjaga khazanah kesundaan tak mau belajar kesundaan. Sekadar contoh, kawula muda bangga berkomunikasi dengan memakai bahasa persatuan (Indonesia ala Betawi) di Tanah Pasundan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjamurnya pondok pesantren beserta santrinya di Tanah Sunda tak bisa berbuat banyak dalam mempertahankan bahasa ibunya. Tradisi menulis dengan huruf pegon sebagai proses kreatif masyarakat Muslim Sunda (perpaduan budaya Arab-Sunda) tak ada lagi kecuali generasi tua. Tentunya, tak ada pengganti KH Ahmad Sanusi, KH Ahmad Maki bin KH Abdullah Mahfud, Rd Ma'mun Nawawi bin Rd Anwar, dan Abdullah bin Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jelas bahasa Sunda bisa mati apabila semua orang Sunda, yang berjumlah 40 juta itu, sudah tak lagi mempergunakannya. Sungguh ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Natal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mencoba belajar dari agama dan pemahaman orang lain. Salah satunya ajaran Kristus, yang merayakan kelahiran Yesus (Natal) setiap tanggal 25 Desember. Ini diharapkan dapat memberikan semangat kebangkitan bagi Ki Sunda kiwari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, Sunda bukan milik satu keyakinan dan keberagamaan tertentu meski Ki Sunda pernah jatuh hati pada agama Hindu dan Buddha, tak terlepas dari Kristen. Kiranya, ungkapan Sunda-Islam dan Islam-Sunda sangat berbeda di lapangan. Bersatu dalam keragaman Sunda ini terlihat jelas di Cigugur, Kuningan. Di satu keluarga ada yang Hindu, Buddha, Islam, Kristen, bahkan Wiwitan sekalipun. Kehidupan mereka rukun, damai, toleran, terbuka, dan sangat menghargai perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal mengingatkan kita kepada sosok Isa Almasih sebagai juru selamat manusia dari segala dosa yang telah diperbuat manusia. Pasalnya, keselamatan miliknya. Tengok saja, doktrin Kristen yang tertuang dalam Kisah Para Rasul 4:12, "Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga, selain di dalam dia sebab di bawah kolong langit ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya tidak bisa diselamatkan" dan Yesaya 43:11, "Aku, akulah Tuhan dan tidak ada juru selamat, selain dari padaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Mesias meyakini cinta kasih, damai, keselamatan, dan kebangkitan yang bersemayam dalam diri Yesus. John Stott menuliskan aturan ketaatan keimanan Kristen melalui buku Isu-isu Global Menentang Kepemimpinan Kristiani; Penilaian atas Masalah Sosial dan Moral Kontemporer (1996: 17-20). Pertama, kita tidak boleh memisahkan keselamatan dari kerajaan Allah. Kedua, kita tidak boleh memisahkan Yesus sebagai juru selamat dari Yesus sebagai Tuhan. Ketiga, kita tidak boleh memisahkan iman dari kasih. Keempat, kita tidak boleh memisahkan kebangkitan dari hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran sang juru selamat sangat dinantikan. "Hari ini telah lahir bagimu juru selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." (Lukas 2:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memandang ajaran Isa, segala keberkatan sekaligus kebangkitan semangat hidup akan diraihnya. Inilah dialog Kristus, "Jawab Yesus akulah kebangkitan dan hidup: Barangsiapa percaya kepadaku ia akan hidup walaupun ia sudah mati." (Yohanes 11:25); "Kata Yesus kepadaku akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku." (Yohanes 14:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya membangkitkan kehadiran Isa dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan berbuat baik kepada semua orang. Ini sesuai dengan semangat peringatan Natal 2009 yang digelar Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bertajuk "Tuhan Itu Baik kepada Semua Orang...." (Mazmur 145:9) Demikian tulis Ketua Umum PGI Pdt Dr AA Yewangoe, Sekretaris Umum PGI Pdt Dr R Daulay, dan Ketua KWI Mgr MD Situmorang OFMCap, dan Sekretaris Jenderal KWI Mgr A Sutrisnaatmaka MSF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit Ki Sunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik keterpurukan Ki Sunda dan kuatnya anggapan di masyarakat, pemakaian bahasa ibu bentuk merendahkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kekhawatiran ini dikeluhkan Ajip Rosidi dalam Masa Depan Budaya Daerah, Kasus Bahasa dan Sejarah Sunda (2004: 54-69). Ada 200 naskah dalam huruf Sunda kuno yang sampai sekarang masih tertutup bagi anak cucu pewaris budaya Sunda sendiri; dalam hurup pegon Jawa 2.000 buah; buku yang dicetak dalam Sunda tidak mencapai 1.000 judul. Semuanya tidak milik Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, kita tidak merasa bangga dengan bahasa leluhurnya, tidak penting untuk meneliti dan membuka kekayaan rohani yang tersimpan dalam naskah kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi membaca buku Sunda sudah hampir punah. Alasannya, jumlah bacaan terbatas. Yang lebih mengerikan, buku Sunda hanya dicetak 1.000-2.000 eksemplar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan keluarnya, kita harus memiliki prestasi dalam segala bidang. Pada masa Belanda kita mempunyai pengusaha sukses yang memulai dari bawah, seperti RHO Doenaedi (H Oene) dari Tasikmalaya dan seorang "tukang" kacamata legendaris, A Kasoem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Edi S Ekadjati di buku Kebangkitan Kembali Orang Sunda: Kasus Paguyuban Pasundan 1913-1918 (2004: 83), ketertinggalan Ki Sunda berawal dari aspek mental dan tingkat pendidikan orang Sunda yang tidak memperlihatkan kreativitas, dinamika, keuletan, keberanian, dan etos kerja yang tinggi. Nilai-nilai itulah yang hendak ditingkatkan, dibangkitkan kembali, atau ditanamkan oleh Paguyuban Pasundan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, keselarasan semangat Natal dalam membangkitkan Ki Sunda juga mewujud dalam setiap pergelaran kelahiran Yesus bagi jemaat Sunda yang selalu menjunjung tinggi khazanah kesundaan, dari bahasa, kesenian, hingga doa berbau Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, tembang Pop Sunda "Urang Sunda" harus kita teriakkan: Gancang geura hudang buka ceuli buka mata Geura tembongkeun urang sunda oge bisa Tembongkeun urang ge bisa mela nagara Tembongkeun urang ge bisa jadi pamimpin Urang ge bisa nangtung ajeg jeung kawasa Lain saukur bisa unggut jeung kumawula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal 2009 dan Tahun Baru 2010. Tuhan Memberkati. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt; Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-2844318580822938404?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/2844318580822938404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=2844318580822938404&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/2844318580822938404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/2844318580822938404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2010/01/mushaf-10.html' title='Mushaf (10)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3168146846559345643</id><published>2009-12-03T04:40:00.003-04:30</published><updated>2010-01-04T04:14:15.264-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (9)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haji untuk Kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;(Artikel ini dimuat pada &lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=111970"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Opini Pikiran Rakyat, Selasa 24 November 2009&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Momentum Haji merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Islam berbasis keimanan yang kukuh. Serangkaian perintah kurban, tawaf, wukuf, sai, dan melempar jumrah pun menjadi pertanda peradaban Rasul untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati peristiwa haji tak bisa dipisahkan dari ritus peribadahan Adam dan Ibrahim. Jauh sebelum Ibrahim melaksanakan haji, rukun Islam yang kelima ini telah dilakukan sejak Adam turun ke muka bumi (Ramadhan Al-Buthi, 1990:77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tengok aktivitas tawaf saat mengelilingi Kabah dan sai kala berlari kecil antara Shafa dan Marwah. Kita diingatkan akan kesabaran, keuletan, sekaligus kegigihan dan keyakinan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, ketika menggendong Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wukuf di Arafah meneguhkan kembali rasa cinta kasih Adam dan Hawa saat ditemukan kembali di Padang Arafah pascamemakan buah khuldi dan terlempar dari surga. Pelaksanaan kurban menyadarkan kita pada satu ketulusan Ismail untuk disembelih oleh Ibrahim atas perintah Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran bulan haji ini memberikan spirit keadilan, kemerdekaan sekaligus membuka kesempatan (semangat) hidup yang lebih baik bagi korban pascagempa atau konflik di bumi pertiwi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun bentuk bencana dan konfliknya, pascakejadian gempa menyisakan luka yang mendalam bagi korban. Bagi mereka yang respons terhadap bencana, dikenal sebutan sphere project, yakni prakarsa internasional yang mengagumkan dan bertujuan untuk memperbaiki efektivitas dan akuntabilitas bantuan kemanusiaan. Juga usaha kolaboratif yang sangat meluas dan mencerminkan hasrat bersama dan kesediaan mau berbagi pengalaman di antara masyarakat kemanusiaan dan tekad mereka untuk memperbaiki pengetahuan yang sudah ada tentang program bantuan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, sphere didasarkan pada; pertama, segala upaya harus dilakukan untuk meringankan penderitaan manusia yang diakibatkan bencana dan konflik atas nama apa pun. Kedua, Mereka yang terkena dampak bencana mempunyai hak sama terhadap kehidupan yang bermartabat dan mendapat bantuan yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, program sphere ini mengacu pada prinsip-prinsip dan ketentuan humaniter (kemanusiaan) internal untuk HAM, hak pengungsi, lintas batas, kode perilaku gerakan palang merah, Bulan Sabit Internasional dan organisasi nonpemerintah dalam bentuk bencana (”Projek Sphere, Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana”, Grasindo, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kemanusiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik ketidakberdayaan pemerintah dalam menangani berbagai musibah gempa di Indonesia, kiranya lulusan jemaah haji asal nusantara ini harus memberikan kepedulian yang nyata terhadap lingkungan sekitarnya. Apalagi, rumahnya tepat berada di lingkungan bencana. Bukan malah sebaliknya, angkuh setelah menyandang gelar haji. Ironis memang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib mengingatkan kita, “Tidak diragukan lagi bahwa siapa pun yang mampu menangkap spiritualitas keesaan Allah SWT dalam ibadah haji, ia tak akan membiarkan jiwanya jatuh ke dalam kehinaan dan represi. Siapa saja yang dalam ibadah haji ini mampu menyingkirkan perbedaan dan keistimewaan-keistimewaan duniawi, ia akan merasakan adanya kesucian, kebaikan hati, egalitarianisme, dan kasih sayang pada jiwanya. Setelah itu, ia akan menyebarkan berbagai hal yang indah itu di tengah-tengah masyarakat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut M. Quraish Shihab, praktek ibadah haji sarat dengan nilai kemanusiaan universal. Ia memperinci aspek tepenting dari ibadah haji bagi mereka yang melakukannya. Tentunya, nilai-nilai kemanusiaan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari pascaibadah haji. Paling tidak, terlihat dari afirmasi terhadap ego pribadi atas sesama. (”Membumikan Alquran”, 1999:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kehadiran haji ini harus memberikan semangat kemanusiaan berupa sphere dalam membangun kehidupan yang bermartabat. Pasalnya, dalam prosesi haji terdapat satu momen perpisahan yang tak dapat dipisahkan antara Muhammad dan umatnya, yakni peristiwa Haji Wada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi khutbah nabi di depan 240.000 jemaah itu menekankan; Pertama, peletakan prinsip dasar hak kemanusiaan. Menjunjung tinggi hak serta perlindungan setiap individu dengan mengharamkan pembunuhan, permusuhan, pemeliharaan kepemilikan, kehormatan, dan memuliakan martabat wanita. Kedua, peletakan prinsip tanggung jawab terhadap pelanggaran. Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri dan siap dengan segala konsekuensinya di depan hukum. Ketiga, Solidaritas sosial. Pesan ini memberikan penekanan bahwa semua Muslim bersaudara. Solidaritas Islam bukanlah solidaritas golongan (ta`ashubiyyah) atau rasial, melainkan solidaritas yang dibangun atas semangat kemanusiaan, keislaman, dan solidaritas keagamaan (MataAir Edisi 18 Tahun 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, tak ada lagi upaya penertiban gelar haji (hajah), bila pergi ke tanah suci ini hanya dimaknai sebagai sekadar prosesi lahiriah formal belaka, melainkan momen revolusi lahir dan batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Orang yang sudah berhaji haruslah menjadi manusia yang “tampil beda” (lebih peduli) dibandingkan dengan sebelumnya. Ini sebuah kemestian. Wallahualam bi al-shawab.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, alumnus Studi Agama-agama UIN SGD Bandung dan bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (Irfani) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat pada rubrik &lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=111970"&gt;“Opini” Pikiran Rakyat, 24 November 2009&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3168146846559345643?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3168146846559345643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3168146846559345643&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3168146846559345643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3168146846559345643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/12/mushaf-9.html' title='Mushaf (9)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7863221115315006428</id><published>2009-11-20T20:25:00.002-04:30</published><updated>2009-11-20T20:28:49.725-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (8)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terorisme, Ketidakadilan dan Pendidikan Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penanganan terorisme harus dilihat dalam konteks lokal, tidak sekadar permasalahan global. Faktor-faktor utama yang memicu tindakan teror di setiap negara dan daerah berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan ini dipicu oleh perbedaan tingkat kesejahteraan dan besarnya kekuasaan negara-negara Barat terhadap negara lain, demikian kata Leonard C Sebastian, Ketua Program Sarjana Sekolah Kajian Internasional S Rajaratnam, Universitas Teknologi Nanyang, Singapura dalam diskusi ”Membangun Kapasitas Negara dalam Melawan dan Mencegah Terorisme” di Jakarta, Kamis (19/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam konteks itulah, peran organisasi masyarakat sipil sangat penting karena pemberantasan terorisme tidak cukup hanya dari sisi penegakan hukum. Komunitas masyarakat sipil merupakan pihak yang paling tahu kondisi masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Sebastian, Adanya ketidakpuasan politik dan keterpurukan sosial, pemerintahan yang buruk atau lemah, serta berkembangnya ideologi yang memicu terorisme menjadi pendukung tumbuh dan berkembangnya gerakan terors. Semula warga yang memiliki paham keagamaan moderat dapat berubah menjadi radikal jika pendidikannya kurang, hidup dalam kemiskinan, serta terpinggirkan di lingkungan sosialnya. Tentunya, keadaan ini dapat dimanipulasi dengan isu jihad oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan mereka. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas, 20/11&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita katakan, apa pun bentuk konflik vertikal atau horizontal yang terjadi di Indonesia lebih dominan berakar struktural. Ketidakadilan sosial dan kegagalan mengelola potensi kemajemukan di berbagai daerah. Modul peacebuilding yang dikembangkan mesti mencerminkan korelasi antara tiga elemen dasar paradigma yaitu, pendidikan budaya damai, berbasis keadilan sosial, dan integrasi sosial ungkap Piet George Manoppo, Dosen Program Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia,  saat mengisi Workshop Pengembangan Modul Peace-Building bertajuk 'Pendidikan Peace-Building di Indonesia: Mencari Model Pendidikan Damai Berkelanjutan' yang dilaksanakan CSRC UIN Jakarta di Hotel Seruni, Bogor, Kamis (15/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piet Manoppo mengusulkan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, Modul yang akan dikembangkan harus mampu memfasilitasi proses pendidikan dan pelatihan untuk mengarahkan komunitas lokal dan aktivis perdamaian agar berfikir obyektif, kritis, kreatif, dan integratif tentang akar aspirasi keadilan sosial demi membangun perdamaian berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, modul yang didesain juga harus mampu mengembangkan kesadaran kritis kultur kolektif sebagai acuan pengembangan sikap dan prilaku perdamaian. Kesadaran kritis itu bisa melalui ekspresi hidup bersama, memiliki nilai dan moral bersama guna menghadapi dan memecahkan sumber konflik kekerasan di komunitas secara bersama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, modul yang dikembangkan harus dalam rangka membangun kapasitas lokal dalam membangun kemandirian memetakan potensi struktural ketidakadilan sosial. Serta berinisiatif mengelola kemajemukan dan integrasi berbasis kearifan lokal, mereduksi potensi konflik dan prilaku negatif yang muncul akibat ketidak sosialan, serta kesalahan dalam mengelola kemajemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, perlu diketahui adanya lima paradigma perdamaian dan ciri khas yang dimilikinya. 1) Power of force yang memberikan tekanan terhadap kekuatan politik. 2) Hukum yang berkaitan dengan tatanan masyarakat dan institusi. 3) Kehendak atau keinginan yang bersifat non violecence serta peran dan kontribusi dari gerakan sosial. 4) Cinta kasih yang melandasi proses transformasi dan spritualitas personal dan komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Samsu Rizal Panggabean, Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta keberadaan pendidikan perdamaian di Indonesia baik dalam bentuk pengajaran formal, pelatihan, dan program yang dilakukan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat. "Pendidikan perdamaian itu meliputi program resolusi konflik, pencegahan kekerasan, pendidikan perdamaian dan pembangunan, pendidikan nirkekerasan, pendidikan perdamaian mendunia atau global, dan pendidikan perdamaian inovatif berbasis sekolah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, program resolusi konflik. Tipe pendidikan ini terfokus pada banyak topik. Yang terpenting diantaranya adalah bagaimana menyelesaikan konflik antar pribadi dengan cara konstruktif melalui mekanisme negoisasi, mediasi sejawat, empati, dan metode resolusi sengketa alternatif seperti melalui proses peradilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, program pencegahan kekerasan. berkaitan dengan pencegahan kekerasan yang berurusan dengan prilaku kekerasan seperti tawuran di kalangan pelajar dan pemuda. Kenakalan siswa sekolah, kejahatan jalanan, serangan seksual, prasangka buruk, dan stereotip negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, pendidikan perdamaian dan pengembangan. Model ini ini berangkat dari akar dan sumber struktural perdamaian dan kekerasan. Temanya kekerasan struktural, kemiskinan, lembaga-lembaga sosial yang tidak adil, dominasi dan penindasan, serta konsumerisme yang berdasarkan pada eksploitasi terhadap sumber daya alam. Mencakup pendidikan hak asasi manusia dan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, pendidikan nirkekerasan. Memusatkan perhatian pada kegiatan mempelajari citra positif perdamain dan nirkekerasan bagi anak-anak dan siswa. Ini dapat membantu melawan budaya kekerasan di media, industri hiburan, sekolah, masyarakat, dan tradisi lokal. Contoh kegiaan ini berupa komik dan sandiwara radio anti kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, pendidikan perdamaian global yang lebih menekankan perlunya belajar mengenai sistem internasional yang mendorong timbulnya perang. Menangani aspek global dan internasional perdamaian dan kekerasan mulai dari ekonomi, globalisasi, masalah hutang, belanja militer, dan masyarakat sipil global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;, Program manajemen konflik berbasis sekolah. Sekolah merupakan tempat siswa dan guru betemu sekaligus berinteraksi. Segala peristiwa bisa terjadi selama keduanya berinteraksi termasuk konflik. Konflik tidak akan pandang bulu termasuk melibatkan guru dan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik harus dikelola agar keadaan menjadi lebih baik. "Namun pendidikan di sekolah selama ini didesain hanya untuk mengajarkan ketrampilan di bidang akademik sehingga segala persoalan di luar akademik tidak menjadi bagian dari evaluasi. Kurikulum tentang social and life skills yang seharusnya diterapkan diabaikan," katanya (www.csrc.or.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya budaya sekaligus pendidikan damai ini Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) memproklamirkan "budaya perdamaian" yang menyuarakan tindakan langsung dan tuntutan perubahan struktural. Peneliti perdamaian Amerika Serikat, Betty Reardon, menegaskan, "Sebuah budaya perdamaian akan dicapai bila umat manusia memahami persoalan global serta memiliki kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif; juga bila standar HAM internasional telah dinikmati secara luas dan persamaan jender, pluralisme budaya, serta keterbatasan alam dihormati. Semua proses ini tidak mungkin tercapai tanpa perencanaan jangka panjang dan sistematis dalam pendidikan untuk perdamaian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tegas kita katakan, Perdamaian bukan sekadar tiadanya perang. Bagi Johan Galtung, seperti ditulis Ivan A Hadar Direktur Indonesian Institute for Democracy Education Jakarta, Perdamaian adalah tiadanya kekerasan struktural, kultural, dan personal. Pedagogis perdamaian merupakan kumpulan formula yang mencakup beberapa bidang, diantaranya; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, wacana kritis tentang militerisme, persenjataan, dan perang. Bila dulu sering terjadi peperangan, antarnegara. kini perang saudara semakin menguat. Historical institution sebagai fokusnya. Melalui instumen itu penyebab perang bisa dianalisis tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, pendidikan global mengungkapkan manusia dan masyarakat di seluruh dunia kian tergantung satu dengan lainnya. Pembangunan di "Selatan", tidak mungkin dilihat terpisah dari apa yang terjadi di "Utara". Perdamaian sejati tidak akan terwujud dengan mengesampingkan sebagian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, pendidikan HAM, mulai dari Deklarasi HAM PBB (1948) hingga dokumen terbaru tentang hak ekonomi, budaya, dan sosial. Semua kriteria untuk menilai pemerintah dan kebijakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, pendidikan antirasisme dan intercultural learning. Tidak sekadar ingin menghilangkan prasangka antarmanusia dan kebudayaan, tapi kritik terhadap rasisme sebagai alat kekuasaan dengan prinsip divide et impera. Intercultural learning memberi penekanan, pengalaman yang membentuk pandangan hidup dan sistem nilai kita sebenarnya dipengaruhi kebudayaan. Persinggungan budaya akan menolong kita merelatifkan sudut pandang sehingga menjadi toleran terhadap yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, pendidikan peace with the nature. Sebenarnya, perang dan persenjataan bukan hanya faktor terburuk perusakan lingkungan. Melalui kekerasan peperangan, sebuah tatanan dipertahankan; sekelompok kecil bangsa kaya-di atas penderitaan mayoritas rakyat dunia yang miskin-mengeruk sumber daya alam. Perubahan radikal basis kehidupan manusia, merupakan moda produksi serta perilaku konsumtif dan sistem nilai yang dianut. Sulit, terutama bagi orang dan bangsa kaya. Namun, tanpa peace with the nature, tiada pula bisa dicapai perdamaian (secara) sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;, pendidikan penanganan konflik. Diyakini, penanganan konflik yang damai dan kreatif dapat dipelajari. Program-program seperti social learning, mediasi, dan komunikasi nonkekerasan mampu mentransfer pengalaman penting serta meningkatkan kapasitas untuk itu. Namun, penanganan konflik yang konstruktif tidak terbatas pada private sphere saja. Moda konflik bernuansa kekerasan juga dijumpai dalam relasi antarmanusia dan dalam politik. Setiap kesempatan social learning juga memiliki komponen politik. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas, 26/1&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakjelasan kurikulum dan tak adanya pendidikan perdamaian menjadi penyebab mendarah dagingnya konflik yang terjadi di Indonesia. Model pendidikan agama yang berimbang (fikih, dakwah, tasawuf dan HAM) bisa dijadikan sebagai salah satu metode untuk memberantas atau meminimalisasi terorisme, kata Hasyim Muzadi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) seusai seminar internasional bertajuk ”Raising Awareness of UN Global Counter Terorism Strategy among Civil Society in Southeast Asia” di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (18/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Model pendidikan yang bisa menangkal terorisme ini sebenarnya sudah lama diterapkan di pesantren-pesantren NU,” katanya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompas, 19/11&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciptanya masyarakat yang arif, bijak, toleran, terbuka, damai, dan menghargai perbedaan atas pemahaman yang ada adalah cita-cita tertinggi bangsa Indonesai ini. Semoga (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7863221115315006428?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7863221115315006428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7863221115315006428&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7863221115315006428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7863221115315006428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/11/mushaf-8_20.html' title='Mushaf (8)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-6434093986259913187</id><published>2009-11-20T20:18:00.002-04:30</published><updated>2009-11-20T20:24:21.204-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (7)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haji dan Penyatuan Umat Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menunaikan ibadah haji merupakan cita-cita puncak umat Islam. Betapak tidak, calon haji (calhaj) kota Bandung saja setiap tahunya terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarhan kuota haji yang ditetapkan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, dalam surat keputusannya No 451.14/Kep 696-Yansos/2009 tentang penetapan kuota haji kabupaten/kota di Jabar tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semula Kota Bandung pada tahun 2008 hanya mendapatkan jatah sebanyak 2.648 orang. Kini, bertambah 267 orang menjadi 2. 915. Inilah jumlah calhaj kota kembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran bulan haji ini dapat memberikan spirit keadilan, kemerdekaan sekaligus membuka ruang kesatuan umat manusia bagi beragam perbedaan bangsa, budaya, bahasa, suku, etnis, dan agama (aliran kepercayaan, sekte, madzah) sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Napak Tilas Agama-agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Momentum Haji merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Islam berbasis keimanan yang kukuh. Serangkaian perintah qurban, thowaf, wukuf, sa’i, melempar jumrah pun menjadi petanda peradaban Rasul untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati peristiwa haji tak bisa dipisahkan dari ritual peribadahan Adam dan Ibrahim. Jauh sebelum Ibrahim pelaksanaan haji, rukun islam yang kelima ini telah dilakukan sejak Adam jatuh ke muka bumi. (Ramadhan Al-Buthi,1990:77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja, aktivitas Thawaf saat mengelilingi Ka’bah dan Sa’i kala berlari kecil antara Shofa dan Marwah. Kita diingatkan akan kesabaran, keuletan sekaligus kegigihan dan keyakinan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim--budak dari kalangan hitam, ketika menggendong putranya Isma’il.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wukuf di Arafah, meneguhkan kembali rasa cinta kasih Adam dan Hawa saat ditemukan kembali di padang Arafah pasca memakan buah kholdi dan terlempar dari Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan kurban pula, menyadarkan kita pada satu ketulusan Ismail untuk segera disembelih oleh Ibrahim atas perintah Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, haji merupakan napak tilas agama-agama (Adam, Ibrahim—Bapak monotaisme, Ishak--Kristiani dan Ismail serta Muhammad--Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah wajar bila Khalil Abdul Karim, menyebutkan bahwa sebagain ajaran Islam mengadopsi dari doktrin Pra-Islam. Haji salah satu contonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, sebelum Nabi Muhammad terlahir dan membawa risalah Islam, praktik haji sudah dikenal. Seperti; Talbiyah, Ihram, Wuquf, Kurban, bermalam di Muzdalifah, Jumrah, Tawaf, cium Hajar Aswad (Khalil Abdul Karim, 2000:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelestarian ibadah ini tidak terlepas dari peran para pengikut setia agama hanif--sebutan untuk penganut Ibrahim yang berada di sekitar Makkah. Namun, lemahnya kekuatan mereka di tengah hegemoni Qurasy menyebabkan banyak sekali penyelewengan yang dilakukan masyarakat setempat dalam praktek ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Wukuf di Muzdalifah, bukan di Arafah sebelum ajaran Islam datang. Sekelompok manusia yang dikenal dengan sebutan Al-Hummas ini merasa memiliki keistimewaan, sehingga enggan bersatu dengan orang banyak dalam melakukan wuquf di Arafah. Pemisahan diri dilatarbelakangi oleh perasaan superiolitas, maka Tuhan mengurnya melalui kitabnya “Bertolaklah kamu dari tempat tertolakannya orang-orang banyak dan mohonlah ampun pada Allah sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (Q.S:2:199) (M.Qurais Shihab,2001:334)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semangat Kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu praktek ritual haji yang diluruskan oleh Muhammad juga bertentangan dengan penghayatan nilai kemanusiaan universal (Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kehadiran haji ini harus memberikan semangat kemanusiaan berupa penyatuan umat manusia dalam membangun kerukunan umat beragama (antar dan intra). Pasalnya, dalam prosesi haji terdapat satu moment perpisahan yang tak dapat dipisahkan antara Muhammad dengan umatnnya. Yakni peristiwa Haji Wada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi khutbah nabi di depan 240.000 jemaah itu menekankan; Pertama, Peletakan prinsip dasar hak kemanusiaan. Menjungjung tinggi hak serta perlindungan setiap individu dengan mengharamkan pembunuhan, permusuhan, pemeliharaan kepemilikan, kehormatan dan memulaikan maerabat wanita. Kedua, peletakan prinsip tanggungjawab terhadap sebuah pelanggaran. Setiap orang bertangungjawab atas perbuatanya sendiri dan siap dengan segala konsekuensinya di depan hukum. Ketiga, Solidaritas sosial. Pesan ini memberikan penekanan bahwa semua muslim bersaudara. Solidaritas Islam bukanlah solidaritas golongan (ta’ashubiyyah) atau rasial, melainkan solidaritas yang dibangun atas semangat kemanusiaan, keislaman dan solidaritas keagamaan. (MataAir Edisi 18 Tahun 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, isi dukumen hak asasi kemanusiaan (Al-Watsiqah Al-Buquq Al-Insyaniyyah) menitik beratkan kepada Persamaan; Keharusan memelihara jiwa, harta, dan kehormatan orang lain; Larangan melakukan penindasan atau pemerasan terhadap kaum lemah baik bidang ekonomi atau bidang yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik ketidakberbandingan lurus antara jumlah calon jemaah haji asal Indonesia--sekitar 200 ribu orang dengan sepulangnya mereka ke Tanah Air (Kampung halamanya) niscaya tak akan ada lagi upaya 'penertibak keyakinan' oleh kelompok tertentu terhadap golongan yang berbeda. Tentunya, tak aka nada lagi pelarangan terhadap jemaat Ahmadiyah dalam menunaikan Ibadah haji ke Tanah suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikain, Haji harus menjadi ajang penyatuan umat baik lahir maupun batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Bukan malah sebaliknya kita sengaja menabur ayat-ayat penuh kebencian dan fitna dalam wilayah keyakinan. Inilah yang diinginkan oleh Ali Syariati, pemikir asal Iran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, haji bukanlah sekadar prosesi lahiriah formal belaka, melainkan sebuah momen revolusi lahir dan batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Orang yang sudah berhaji haruslah menjadi manusia yang "tampil beda" (lebih lurus hidupnya) dibanding sebelumnya. Ini sebuah kemestian. Kalau tidak, sesungguhnya kita hanyalah wisatawan yang berlibur ke tanah suci di musim haji. Tidak lebih! (Ali Syariati,Makna Haji,2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Haji bagi penyatuan umat manusia. Terwujudnya kedamaian, keadilan, kemerdekaan, kesejahteraan, toleransi, saling menghormati antarajaran, antaragama, dan antarkelompok menjadi cita-cita tertinggi masyarakat Indonesia yang beradab. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pengiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat pada rubrik "Wacana" Bandung Ekspres, Senin 16 November 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-6434093986259913187?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/6434093986259913187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=6434093986259913187&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6434093986259913187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6434093986259913187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/11/mushaf-8.html' title='Mushaf (7)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-8408097613838897472</id><published>2009-10-30T04:19:00.002-04:30</published><updated>2009-10-30T04:22:35.148-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (6)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puasa dan Perdamaian Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa memang. Saat kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini telah memasuki hari keduabelas. Ada juga yang tigabelas, empatbelas atau kelimabelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua umat islam berusahan menjalankan perintah Tuhan. Tinggal beberapa hari lagi kita akan meninggalkan bulan penuh ampunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adakah pengalaman yang bisa kita petik dari kehadiran shaum ini supaya sikap kecurigaan, kebencian dapat kita tanggalkan sekaligus membangun perilaku kerukunan, toleransi, persatuan, perdamaian antarumat beragama ditengah-tengah aksi terorisme di Indonesia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menodai Kesucian Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Menunda’ segala bentuk keinginan adalah pelajaran yang bisa kita ambil dari shaum ini. Dalam ajaran Islam, puasa disebut jihad akbar. Tentu, nilainya (jika diabndingkan) akan lebih besar dari sekadar perang fisik. Mari kita tengok petuah Rasulullah Saw pascakemenangan perang Badar, Ia menuturkan di hadapan para sahabatnya “Kita baru kembali dari jihad kecil, dan akan menghadapi jihad akbar,” Para sabatpun bertanya, “Apa yang kau maksud jihad akbar itu Ya Rasulullah?” Ia menjawabnya, “Jihad melawan hawa nafsu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nurcholish Madjid (1994:124) hawa nafsu merupakan bagai kecil dari keinginan-keinginan yang ada pada diri sendiri. Sejatinya, kehadiran ramadhan adalah salah satu tahapan (godokan) dalam menunda sejenak pelbagai keinginan dalam mengarungi kehidupan selama 11 bulan ini. Apa pun bentuknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang amanat suci puasa ini, niscaya tak ada lagi upaya ‘mempercepat kematian’ orang lain (seagama, antaragama) dengan aksi bom bunuh diri. Juga aksi pengrusakan warung dagangan (siang hari), tempat hiburan (siang-malam), penetriban Ajal (anak jalanan) dan Gepeng (Gelandangan dan Pengemis jalanan) di pinggiran Ibu Kota atas nama ‘penodaan’ bulan suci? Ironis memang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petuah Rasul tentang aturan shaum supaya tidak mendapatkan predikat sia-siap pun kita langgar,  dan hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga “”Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya itu, kecuali rasa lapar dan dahaga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang lain, menyebutkan “Berapa banyak orang puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga; dan berapa banyak orang yang mendirikan ibadah di malam hari, hanya mendapatkan begadang saja.” (HR. Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya lagi, jaminan lipatan pahala puasa sekaligus mendapatkan balas  langsung dari Tuhan, malah kita abaikan “Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah berkata, “Kecuali puasa, Aku yang akan membalas orang yang mengerjakannya, karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu dan makannya karena Aku.” (HR. Muslim). Mengerikan memang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, shaum tidak hanya diartikan sebagai menahan lapar, haus, dan seks suami istri sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Melainkan amarah sambil berusaha saling memaafkan amarah dan berlomba-lomba dalam kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perdamaian Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mencermati tradisi kebencian yang telah mengakar dibelahan dunia manapun , termasuk Indonesia dengan semarak aksi teroris mengusik Milad Hanna, seorang intelektual Kristen Koptik dan pejuang toleransi Mesir untuk merancang sebuah dunia baru tanpa kebencian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanna menilai, perkembangan dunia sekarang ini lebih didominasi oleh konsep-konsep dan tesis yang berisi semangat mengumbar kebencian kepada yang lain (karahiyatul akhar). Di antara konsep dan tesis itu; “konflik kelas” Karl Marx dan tesis “Clash of Civilization” Samuel P. Huntington (1996). Baginya, teori-teori itu dianggap berperan besar dalam menciptakan semangat kebencian. Karena, baik konsep Marx dan perkembangannya maupun Huntington yang menjadi prediksi futuristik justru telah mendorong terjadinya tatanan dunia yang penuh konflik. Kedua teori itu melecutkan sentimen kolektif manusia agar saling memusuhi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan ini, maka Hanna segera mengajukan sebuah konsep pembanding yang ingin menempatkan kedamaian dan penerimaan bagi “yang lain” di atas segalanya. Tawaran konsep ini disebutnya sebagai qabulul akhar. Dalam konsep ini, Hanna menyerukan untuk menjunjung pluralisme dan menerima keberbedaan atas yang lain. Tawaran konsep ini ditulis Hanna dalam sebuah buku berjudul Qabulul Akhar: Min Ajli Tawashuli Hiwaril Hadlarat (Mesir: al-I’lamiyyah Lin Nasy, 2002) edisi Indonesianya “Menyongsong yang lain, Membela Pluralisme” yang diterjemahkan oleh Guntur Romli (2005) dan diterbitkan oleh JIL (Jaringan Islam Liberal). [Majalah Syir'ah, edisi Juni 2006]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Sang Buddha “Tidak pernaha di dunia ini kebencian bisa diredakan dengan kebencian. Kebencian hanya bisa diredakan dengan ketidakbencian”. Dalam praktik kehidupan sehari-hari, kita harus berjuang menggunakan Dhamma dan ketahanan kesabaran. Inilah inti ajaran Sidarta Gautama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, kita harus berguru kepada Mahatma Gandhi soal puasa perdamaian. Konon, tatkala Mahatma Gandhi hendak mempersatukan umat Islam dan umat Hindu di India yang saling bermusuhan melanda Kalkuta, Ia berpuasa sampai kedua umat beragama itu menyatakan perdamaian. Sejak 13 Januari 1948, Ia memulai menjalankan puasa untuk perdamaian New Delhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, Ia juga mengajarkan bahwa semua umat manusia di dunia ini bersaudara. Kendati, dalam perjalanan untuk sembahyang (30 Januari), Nathuram Godse, seorang Hindu Fanatik yang tak setuju seruan damai, berhasil membunuhnya.Inilah pelajaran berharga dari puasa dalam membangun perdamaian sejati. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pegiat Studi Agama-Agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat pada rubrik "Wacana" Bandung Ekspres, 7 September 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-8408097613838897472?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/8408097613838897472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=8408097613838897472&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8408097613838897472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8408097613838897472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/10/mushaf-6_30.html' title='Mushaf (6)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-5774681146186360377</id><published>2009-09-03T03:37:00.001-04:30</published><updated>2009-09-03T03:38:48.329-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemerdekaan dan Ketidakmandiriaan Dalam Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Merdeka, merdeka dan merdeka. Kata inilah yang selalu dilontarkan oleh siapapun di Bumi Pertiwi ini saat menginjak tanggal 17 Agustus. Beragam perayaan pula digelar masyarakat untuk mengekspresikan kemandirian bangsa. Pasalnya, Negara Zamrud Katulistiwa terlepas dari segala bentuk penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64 Tahun kita memperingati hari Ulang Tahun kebebasan dari Negara Asing tersebut. Benarkan kita telah mandiri sebagai Negara yang berkembang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertanyaan ini layaknya kita ajukan kembali, karena kemeredekaan mensyaratkan keterpisahan dari segala bentuk keterbelengguan suatu bangsa. Termasuk dalam beragama dan berkeyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga Departemenen Pendidikan Nasional, Jakarta: Balai Pustaka, 2003, merdeka memiliki beberapa arti, yaitu bebas; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat atau tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; dan leluasa. Jadi, merdeka tidak hanya berkaitan dengan pembebasan dari penjajahan bangsa, tapi bisa juga berkaitan dengan diri sendiri. Yakni memerdekakan diri dari segala bentuk ”jajahan” atau hal-hal yang membelenggu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoreng Makna Kemerdekaan&lt;br /&gt;Ambil contoh perlakuan yang dapat membelengu sekaligus merampas hak warga Negara untuk memiliki keyakinan ini menimpa pelbagai komunitas penghayat atau aliran kebatinan lokal. Komunitas Sunda Wiwitan, Aliran Pangestu atau Perjalanan, Wahidiyah dan Sedulur Sikep konteks Jawa Barat. Seakan-akan pemerintah hanya mengakui keberadaan enam agama (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hucu) saja. Celakanya, Negara selalu meniding agama atau kepercayaan suku asli Indonesia sebagai agama sempalan (sinkretis) yang harus kembali ke agama Induknya (Hindu dan Budha). Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebaliknya agama lokal (indigenous local religions) justru agama merekalah yang seharusnya disebut sebagai agama asli Nusantara jauh sebelum agama infor datang ke Indonesia, ungkap Siti Musdah Mulya. (2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak sipil mereka pun tak terpenuhi. Yakni hak untuk mendapatkan identifikasi diri sebagai warga Negara. Inilah yang harus kita perjuangkan hak-hak minoritas ini tambah Musdah. Alasannnya, karena keberagamaan yang sejati mensyaratkan kebebasan untuk memilih keleluasaan manusia terletak pada kebebasannya dan tak ada tanggungjawab serta balasan baik dan buruk. Apalagi tidak ada kebebeasan untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemandiriaan Beragama&lt;br /&gt;Kemerdekaan manusia adalah hak atas keberagamaan yang sejati. Pemaksaan dan keterpaksaan untuk beragama melahirkan kepasuan dan ketidaksejatian (superfic al atau psedo religiocity). Pemaksaan yang dilakukan oleh orang atau Negara terhadap organisasi atau kelembagaan agama dengan cara tertentu yang tak sesuai dengan pikiran dan hati nuraninya sendiri dapat menimbulkan ketidaklanggengan. Begitupun larangan terhadap orang-orang untuk berpindah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kebebasan berpikir untuk memilih agama yang berdasarkan suara hati merupakan modal utama dalam memberikan ruang untuk tumbuh dan berkembangnya aliran kepercayaan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, hati nurani merupakan petunjuk dan keputusan akhir dalam interaksinya dengan akal budi manusia dalam berhadapan dengan dirinya, orang lain, dan Tuhannya. Di situ ia seorang diri bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya. (Konsili Vatikan II, GS 16); Dalam Perjanjian Baru, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol 3:23) Di samping taat kepada hukum Allah, manusia juga perlu harmonisasi dalam hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika Kebuddhaan adalah etika nurani. Melaksanakan Etika Kebuddhaan artinya membangun kebiasaan untuk berhati nurani; Pemujaan Sang Hyang Atma sebagai Batara Hyang Guru dalam agama Hindu adalah pemujaan Guru yang ada dalam diri. Suara Sang Hyang Atma itu tiada lain adalah suara hati nurani. Orang yang gelap hati nuraninya cenderung berbuat yang makin menutup sinar suci Tuhan; Di dalam kitab Su Si agama Kong Hu Cu mengatakan, berbuat sesuai dengan Hati Nurani itulah Tao, sedangkan bimbingan untuk hidup menempuh jalan sesuai hati nurani itulah agama. Manusia yang tidak mengenal hati nuraninya maka ia tidak mengenal Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, dokumen HAM internasional, konstitusi Indonesia dan sejumlah undang-undang secara tegas menyatakan kemandirian sekaligus bebas memilih untuk beragama merupakan hak asasi manusia yang paling mendasar dan tidak boleh dikurangi sedikitpun (non-derogable). Negara menjamin pemenuhan, perlindungan, kemandirian dan pemajuan kebebasan beragama, baik sebagai hak asasi yang mendasar bagi setiap manusia, maupun sebagai hak sipil bagi setiap warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap saling menghargai, menghormati dan cinta kasih di antara warga negara yang berbeda agama, kepercayaan merupakan faktor dominan bagi terwujudnya keadilan social–seperti diamanatkan dalam Pancasila, dan terciptanya kerjasama kemanusiaan menuju perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita luhur dan ideal inilah yang mendasari para pendiri republik ini (the founding fathers) saat merumuskan dasar negara Pancasila dan UUD 1945, khususnya pasal 29 tentang kebebasan beragama. Spirit ketidakbergantungan dalam bingkai menghargai kebhinekaan agama dan etnis pada bangsa lain hendaknya menjadi acuan dalam membangun peradaban Indonesia ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, tak ada alasan lagi kata menunda sekaligus membatasi warganya untuk urusan [pilihan] beragama dan berkeyakinan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana dicantumkan oleh para pendiri republik tercinta ini. Inilah makna terdalam dari kemerdekaan dalam beragama dan berkeyakinan. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-5774681146186360377?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/5774681146186360377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=5774681146186360377&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5774681146186360377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5774681146186360377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/09/mushaf-5.html' title='Mushaf (5)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-1247452444869092250</id><published>2009-08-24T22:41:00.002-04:30</published><updated>2009-08-24T22:46:41.115-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelaku Bom dan Pendidikan Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maraknya aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh anak muda membuat berang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Betapa tidak, pelaku bom bunuh diri Marriott (Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan pada 17 Juli lalu) hanyalah seorang remaja 18 tahun lulusan dari sebuah SMA swasta di Jakarta bernama Dani Dwi Permana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelaku bom Marriott adalah Dani Dwi Permana berusia 18 tahun yang direkrut di Bogor, Jawa Barat," jelas Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri  dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (8/8) silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keseriusan SBY guna memerangi aksi terorisme ini terekan dalam pidato kenegaraan, Jumat (14/8), Ia meminta aparat dan masyarakat untuk melindungi warga dan anak-anak muda dari pikiran yang sesat dan ekstrim yang bisa mengarahkan kepada tindakan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentulah aparat keamanan dengan memberikan informasi tentang pelaku terorisme yang bersembunyi di tengah-tengah masyarakat kita," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontek Bandung, pelaku teror bom Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang terjadi pada Senin, 19 Agustus 2009, ternyata seorang anak-anak berusia 12 tahun dengan inisial TPG dan masih duduk di kelas 1 SMPN Cineam Tasikmalaya, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari hasil pelacakan terhadap nomer pengirim ternyata sms itu berasal dari Kota Tasikmalaya," ungkap Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Imam Budi Supeno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekesalan TPG yang mendapatkan kiriman pesan undian berhadiah mobil dan uang sebesar Rp 50 juta dari beberapa operator telepon seluler membuatnya marah sekaligus mengirimkan pesan ‘teror bom’ "Dari kekesalan itulah muncul niat untuk memberikan pelajaran kepada si pengirim. TPG lalu mengirim pesan yang isinya 'Bom Meledak Jam 11.00 WIB malam'. Namun, SMS itu dikirim ke nomor SMS Online RSHS yang ada di phonebook handphone-nya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tidak ditahan hanya orang tua wajib melapor ke polisi setiap 2 minggu sekali. Imam menuturkan “Bisa jadi ada orang yang menyuruh TPG melakukan terror” paparnya (Bandung Ekspres, 23 Agustus 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pendidikan Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adakah kehadiran bulan Ramadhan menjadi memontum bagi keluarga, masyarakat, pemangku jabatan untuk mendidik anaknya supaya berbuat arif, bijak, toleran, terbuka, damai, dan menghargai perbedaan atas pemahaman yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan malah sebaliknya, pemerintah hanya menjadikan shaum ini sebagai ladang empuk sensor atas khotbah untuk mengantisipasi aksi terorisme. Mengerikan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerah melihat aksi kekerasan yang terjadi di mana-mana dan selalu dijadikan alat untuk mencapai tujuan, Irfan Amalee Direktur Peace Generation Indonesia berjibaku mengampanyekan pendidikan perdamaian. Ia memendam impian, kelak muncul generasi baru yang mampu mewujudkan perdamaian di segala lini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan menampilkan Islam yang toleran menjadi islamphobia ”Selama ini Islam identik dengan teroris. Menurut saya, orang Islam sendiri gagal mengomunikasikan wajah Islam yang lemah lembut dan penuh toleransi,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak adanya modul tentang pendidikan perdamaian memperparah tumbunkembangnya aksi kekerasan, teror sekaligus bum bunuh diri dikalangan remaja Indonesia ini. Inilah pentingnya pembuatan modul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Masalah besar yang ada di Indonesia adalah tidak adanya modul (tentang pendidikan perdamaian). Selama ini kami tidak punya panduan khusus. Materi yang kami ajarkan hanya berupa improvisasi dari hasil pengalaman mengikuti pelatihan dan membaca dari buku-buku impor,” ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Erick Lincoln, konselor remaja asal AS, Irfan membuat 12 Nilai Dasar Perdamaian, diantaranya;  1) Menerima Diri (Aku Bangga Jadi Diri sendiri), 2) Prasangka (No Curiga, No Prasangka), 3) Keragama Etis/Suku (Beda Kebudayaan Tetep Berteman), 4) Keragaman Agama (Beda Keyakinan Nggak Usah Musuhan), 5) Peran Laki-laki dan Perempuan (Laki-laki Perempuan Sama-sama Manusia), 6) Status Ekonomi (Kaya Nggak, Sombong Miskin Nggak Minder), 7) Kelompok/Gank (Kalau Gentleman, Nggak Usah Ngegang), 8) Memahami Keragaman (Indahnya Perbedaan), 9) Memahami Konflik (Konflik Bikin Kamu Makin Dewasa), 10) Kekerasan (Pake Otak Jangan Maen Otot), 11) Mengakui Kesalahan (Nggak Gengsi Ngaku Salah), 12) Memberi Maaf (Nggak Pelit Meminta Maaf) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Isinya sederhana, di antaranya bagaimana cara menghadapi konflik, kekerasan dalam bentuk sederhana, sampai kemudian memberi dan meminta maaf,” tuturnya (Kompas, 23 Juli 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ayat-ayat Antiteror &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berguru pada beberapa kitab suci tentang ayat-ayat antiteror. Bagi kaum Hindu ada doktrin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Maju teruslah engkau, jangan berselisih (tikai) diantara kamu; milikilah pikiran-pikiran yang luhur dan pusatkan pikiranmu pada kerja; ucapkanlah kata-kata manis diantara kamu; Aku jadikan engkau semuanya bersatu dan aku anugrahi engkau pikiran-pikiran mulia”&lt;/span&gt; (Weda-Athanwa III, 30: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Buddhis terdapat Dharma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Di dunia ini kebancian belum berakhir jika dibalas dengan kebancian, tetapi kebencian akan berakhir kalau dibahas dengan cinta kasih ini adalah hukum yang kekal abadi”&lt;/span&gt; (Dhammapada, Yamaka Vagga Bab I: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganut Guru Agung Khong Hu Cu ingat petuahnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mati hidup adalah firman, kaya mulia adalah pada Tuhan yang Maha Esa. Seorang Junzi selalu bersikap sungguh-sungguh maka tidak hilap. Kepada orang lain bersikaf hormat dan selalu susila. di empat penjuru lautan semuanya saudara. Mengapakah seorang Junzi merana karena tdak mempunyai saudara”&lt;/span&gt; (Shisu, dalam Lun Yi Jilid XII, ayat 15 Sub 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mempercayai kesucian Mesias, mari menelaah pesan Yesus Kristus (Katolik) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan itu tidak seorang pun akan melihat Tuhan” &lt;/span&gt;(Ibrani, 12:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga yang mengimana perombakan dalam kerajaan Roma (Protestan), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni sebagaimana Allah dalam Kristus mengampuni kamu” &lt;/span&gt;(Efesusi, 4:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk umat Muhammad ingat pada khotbahnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan membari (kasih) kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, permusuhan. Ia memberi pengajaran kepada kamu agar kamu mengambil pelajaran”&lt;/span&gt; (QS An-Nahl [116]: 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya orang yang paling dimurkai Allah ialah orang yang sangat banyak memusuhi orang”&lt;/span&gt; (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang ajaran setiap keagamaan niscaya tak akan ada lagi upaya teror sekaligus ‘mempercepat kematian’ oleh kelompok tertentu terhadap golongan yang berbeda sekalipun kuat memegang teguh tradisi leluhurnya. Seolah-oleh mereka tak pernah tersentuh oleh risalah yang dibawa para pemuk agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat pada rubrik "Wacana" Bandung Ekspres, 25 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-1247452444869092250?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/1247452444869092250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=1247452444869092250&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/1247452444869092250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/1247452444869092250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/08/mushaf-4.html' title='Mushaf (4)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7428913741030858188</id><published>2009-07-29T05:59:00.002-04:30</published><updated>2009-07-29T06:03:41.886-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terorisme dan Dialog Antaragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (18/7) lalu genderang perang pun ditabuh oleh pemerintah Indonesia terhadap segala bentuk aksi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk keras aksi terorisme "Saya bersumpah demi rakyat Indonesia, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan tegas, tepat, dan benar terhadap pelaku pengeboman berikut otak dan penggeraknya," tegasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam jumpa presnya, Ia menjelaskan "Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita...Pemboman dilakukan oleh kaum teroris. Aksi terorisme ini dilakukan oleh jaringan teroris meskipun belum tentu kelompok yang dikenal selama ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Noordin M Top pula dikaitkan menjadi dalang aksi teror bom itu, demikian dikatakan oleh Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Irjen Pol Ansyaad "Dari modus yang dilancarkan, ini jelas terkait dengan Noordin M Top," paparnya kepada ANTARA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spirit Yang Terlupakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasanya menghancurkan tempat umum tertentu, hingga menghilangkan nyawa orang lain, tak termasuk dalam kategori perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah keterpurukan bangsa, masih ada segelintir orang (kelompok) yang tega melakukan perbuatan senonoh atau menempuh jalan pintas dalam menyelesaikan persoalan. Budaya aksi bom bunuh diri pun menjadi jurus pamungkas guna menumpas semua golongan yang berbeda (pendapat, pemahaman dan keyakinan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita tidak lelah? Apakah kita tidak ada kepentingan dan kebutuhan lainya yang lebih urgen daripada aksi terror tak berarti itu? Apakah kita memang lebih gandrung terhadap budaya barbar daripada duduk rukun dan bicara (dialog) dari hati ke hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita katakana dengan tegas, tak ada ajaran agama mana pun yang membenarkan perbuatan keji tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah wajar bila Sejumlah tokoh lintas agama menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa teror pemboman dalam acara bertajuk Doa Bersama Lintas Agama yang digelar di Mal Bellagio, Mega Kuningan, Jakarta Senin (20/7). Mereka menolak jika dikatakan Indonesia adalah pusat terorisme. Yang terjadi adalah sebaliknya, Indonesia adalah korban terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang digagas oleh Presiden World Conference on Relation for Peace sekaligus wakil dari Islam Hasyim Muzadi, Mahabiksu Duta Wira dari perwakilan agama Budha, Anak Agung dari perwakilan agama Hindu, Romo Edi Purwanto dari Konferensi Waligereja Indonesia, serta Pendeta Petrus Octavianus dari Persatuan Gereja Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim Muzadi menyatakan, agama bukanlah darah dan teror. Peristiwa pengeboman pada 17 Juli lalu, katanya terjadi karena kesalahan pemahaman ajaran agama yang terjadi pada segelintir orang. "Kesalahan pemahaman itu bercampur berbagai kepentingan yang dipaksakan," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena adanya penyalahgunaan agama itu, masih menerutnya, jangan membuat orang menafsirkan bahwa agama adalah penyebab terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Mahabiksu Duta Wira mengatakan kepiluannya atas peristiwa pengeboman yang kembali terjadi. Ia meminta pihak-pihak yang ingin menunjukan identitas dan aspirasinya untuk jangan menggunakan bom. "Tindakan itu merugikan karmanya sendiri, masyarakat, dan bangsa," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga dilontarkan oleh Romo Edi Purwanto perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia menganggap peristiwa pengeboman adalah tindakan kejahatan yang kejam. "Tidak ada dasar apapun yang membenarkan tindakan ini," katanya. (Tempo, 20/7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya aksi terorisme dan bunuh diri ini, perlu ditegaskan, perbuatan tak terpuji itu tidak terkait agama tertentu. Malahan bagi Zuhairi Misrawi, pernah menulis buku Islam Melawan Teroris (2004) mengatakan terorisme sebenarnya terkait realitas keumatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama buknalah penyebab segala bentuk petaka, tapi ketidaktepatan umat dalam memahami doktrin agama, tidak kontekstual, dan bernuansa kekerasan. Sebab itu, yang perlu mendapat perhatian saksama adalah kualitas pemahaman umat terhadap agama. Bom bunuh diri adalah perbuatan yang harus dihindari karena dilarang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ajaran pokok Islam adalah menyebarluaskan sekaligus menegaskan pentingnya perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Ini terlihat dalam sebuah hadis; inti Islam adalah menebar perdamaian dan menyantuni fakir-miskin kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal. (Kompas, 24/7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang ajaran setiap keagamaan niscaya tak akan ada lagi upaya 'mempercepat kematian' oleh kelompok tertentu terhadap golongan yang berbeda sekalipun kuat memegang teguh tradisi leluhurnya. Seolah-oleh mereka tak masuk kategori Islam dan harus diislamkan. Inilah wajah muram Islam Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kunci Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kita harus belajar toleransi, dialog antaragama dari pertemuan singkat antara Raja Abdullah bin Abdul Aziz dari Arab Saudi dan Paus Benediktus XVI di Vatikan, November 2007. Kedua tokoh agama itu percaya bahwa dialog adalah amat penting, dan melalui dialog akan lahir sebuah perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, dialog antar agama merupakan gerbang menuju kehidupan bermasyarakat yang adil, sejahtera dan harmonis. Sesuai dengan cita-cita luhur para pejuang yang memerdekakan kepulauan nusantara dari pelbagai rong-rongan penjajah. Kendati dialog antar iman tak sebatas bertujuan untuk hidup bersama secara damai dengan membiarkan pemeluk agama lain 'ada' (ko-eksistensi), melainkan juga berpartisipasi secara aktif meng-'ada'-kan pemeluk lain itu (pro-eksistensi). (Hans Kung dan Karl Kuschel: 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dialog antaragama merupakan suatu pelayanan bagi kemanusiaan yang penting, demi tercipta perdamaian dan kemajuan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks Jawa Barat, khususnya Kota Bandung--dipenghujung 2007 ketidakharmonisan antariman itu, menggugah seluruh pemimpin enam agama (Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Khonghucu) dan tujuh belas pemuka aliran keagamaan untuk berembuk sekaligus mendeklarasikan Sancang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita menelaah sekaligus mengamalkan pesan suci Deklarasi Sancang yang terangkum dalam butir-butir; Pertama, Kami umat beragama Kota Bandung adalah bagian dari Bangsa Indonesia yang senantiasa menjungjung tinggi kesatuan dan persatuan. Kedua, Kami umat beragama Kota Bandung menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, Kami umat beragama Kota Bandung selalu berjuang untuk tegaknya hokum dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kerukunan hidup demi mencapai kebahagiaan bersama. Keempat, Kami umat beragama Kota Bandung selalu mengembangkan sikap teleransi, tenggang rasa dan saling menghormati. Kemila, Kami umat beragama Kota Bandung selalu berkerjasama untuk berperan dalam mengatasi masalah-masalah social dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdamaian erat kaitannya dengan perilaku antikekerasan. Kiranya, kita perlu berguru antikekerasan pada Badshah Khan (1890-20 Januari 1988), pejuang risalah muslim antikekerasan dari Perbatasan Barat Laut. Pasalnya, perlawanan antikekerasan merupakan satu-satunya cara efektif melawan kezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya dengan antikekrasan, dunia masa kini bisa bertahan hidup menghadapi produksi masal senjata-senjata nuklir. Sekarang ini dunia lebih mumbutuhkan pesan cinta kasih dan perdamaian Gandhi daripada waktu-waktu sebelumnya. Andai saja dunia sunguh-sungguh tidak ingin menyapu habis peradaban dan kemanusiaannya sendiri dari muka bumi ini,” ungkapnya. (Eknath Easwaran, 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah peranan penting para pemuka agama dalam membumi hanguskan aksi terorisme sekaligus membangun peradaban dialog antaragama. Terwujudnya masyarakat yang adil, toleran, ramah, rukun, sejahtera, makmur menjadi cita-cita Bandung Agamis. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tulisan ini dimuat di Wacana Bandung Ekspres, Rabu 29 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7428913741030858188?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7428913741030858188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7428913741030858188&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7428913741030858188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7428913741030858188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/07/mushaf-3.html' title='Mushaf (3)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3544267038667625263</id><published>2009-07-23T08:48:00.004-04:30</published><updated>2009-07-29T06:03:27.490-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isra Miraj dan “Panceg dina Galur”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Memasuki bulan rajab, masyarakat Islam (muslim) Sunda acap kali menggelar tradisi rajaban. Bentuknya sangat beragam. Ada yang berziarah; ke makam wali, kuburan orang tua, Syekh dan ulama penyebar Islam di suatu daerah; kumpul bersama di mesjid, mushola, rumah sebagai tanda bersyukur; zikir secara bersama di mesjid, pondok Pesantren; shaum selama satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, di daerah Karangtawang Kuningan kehadiran Isra Miraj (27 Rajab) merupakan momentum berkumpul bersama di masjid Nurul Islam. Juga Cirebon, mereka melakukan upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Galibnya, kegiatan itu dihadiri oleh para kerabat dari keturunan --kedua Pangeran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masih di Kota Udang, jamaah Tareqat Syahadatain setiap bulan Rajab selalu mengadakan acara zikir bersama di Masjid Asy-Syahadatain Desa Panguragan, Kecamatan Panguragan, Cirebon dan di Pondok Bunten Pesantren bisanya diadakan pengajian. Kitab Qissotulmi'roj pun menjadi bacaan Kyai-kyai muda secara bergantian. Penghujung malam penghataman kitab, akan ada banyak Ambeng (hidangan yang disajikan diatas nampan berukuran besar berisikan nasi lengkap dengan lauk pauknya) yang dihidangkan bagi para peserta pengajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pelajar yang bisa kita petik dengan adanya perayaan Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2009 dapat memberikan spirit kebenaran, keadilan, kemerdekaan sekaligus membuka ruang untuk tumbuh dan berkembangnya ajaran karuhun di Tatara Pasundan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semangat Istiqomah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengalaman berharga dari Isra Miraj ini adalah keistiqomahan (taat, tunduk, patuh, teguh pendirian, memegang prinsip, aturan, pandangan hidup) Muhammad dalam menyebarluaskan risalah Tuhan dari kejadian “sici semalam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacian, makian, hujatan, ejekan sekalipun memperolok-olok tak membuat pudar Rasul untuk menceritakan peristiwa maha dahsat itu kepada masyarakat sekitranya. Abu Bakar merupakan orang pertama menyakini, mempercayai kejadian luar biasa tersebut. Hingga mendapatkan gelar As-Shidiq (Orang yang dapat dipercaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, perjalanan semalam (dari Mesjid Haram ke Mesjid Aqsa lalu ke Sidrat Al-Muntaha) itu terjadi pada tahun 621 M--kurang lebih setahun sebelum Hijran ke Madinah saat usia Sang Ummi 50 tahun (10 tahun wahyu pertama). Kala itu, putra Abdullah tengah mengalami duka cita besar akibat meninggalnya 2 orang yang melindungi secara social-politis dan psikologis. Yakni Abu Tholib (Pamannya) dan Siti Khodijah (Istrinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah ini tertera dalam surat Al-Isra/17:1 “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid al Haram ke Masjid al Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda keagungan Kami”     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, momentum Isra Mi'raj Nabi Muhammad merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Islam berbasis keimanan yang kukuh (istiqomah). Perintah shalat pun menjadi petanda peradaban Rasul untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang amanat Isra Miraj niscaya tak akan ada lagi upaya 'penertibak keyakinan' oleh kelompok tertentu (agama import) terhadap golongan yang kuat memegang teguh tradisi leluhurnya (agama suku). Seolah-oleh mereka tak masuk kategori islam dan harus diislamkan. Inilah wajah muram islam indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Panceg Dina Galur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keberanian dan teguh pendirian dalam kebenaran dan keadilan dalam khazanah kesundaan dikenal dengan sebutan panceg dina galur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ajip Rosidi, pandangan hidup Orang Sunda seperti tercermin dalam tradisi lisan dan sastera Sunda paling tidak ada lima, mari kita hilat hasil Penelitian, diantaranya; Pertama, Pandangan hidup tentang manusia sebagai pribadi. Kedua, Pandangan hidup tentang hubungan manusia dengan masyarakat. Ketiga, Pandangan hidup tentang hubungan manusia dengan alam. Keempat, Pandangan hidup tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Kelima, Pandangan hidup tentang manusia dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempunyai tujuan hidup yang baik, harus punya guru yang akan menuntunnya ke jalan yang benar. Guru dihormati dalam masyarakat Sunda. Bahkan Tuhan Yang Maha Esa juga disebut Guru Hyang Tunggal. Lihat saja, naskah Siksa Kandang Karesian dikatakan  orang dapat berguru kepada siapa saja. Dianjurkan agar bertanya kepada orang yang ahli dalam bidangnya. Teladani orang yang berkelakuan baik. Terimalah kritik dengan hati terbuka. Ambil manfaatnya dari teguran dan nasihat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciptanya kehidupan sejahtera, hati tenang dan tenteram, mendapat kemuliaan, damai, merdeka dan mencapai kesempurnaan di akhirat adalah cita-cita Urang Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam cara untuk mencapai kebahagian itu diantaranya, masih menurut Ajip Rosidi dengan memegang teguh kepada ajaran-ajaran karuhun, pesan orangtua dan warisan ajaran yang tercantum dalam cerita-cerita pantun, dan yang berbentuk naskah seperti Siksa Kandang Karesian. Ajaran-ajaran itu punya tiga fungsi: Pertama, Sebagai pedoman dalam menjalani hidup; Kedua, Sebagai kontrol sosial terhadap kehendak dan nafsu yang timbul pada diri seseorang dan Ketiga, Sebagai pembentuk suasana dalam masyarakat tempat seseorang lahir, tumbuh dan dibesarkan yang secara tak sadar meresap ke dalam diri semua anggota masyarakat. (Makalah Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda yang diadakan oleh Gema Jabar tanggal 21 Agustus 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikain, Isra Mi'raj harus menjadi ajang evaluasi sekaligus tetep mempertahankan ajaran karuhun sebagai khazanal lokal yang tak bisa diganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, dua rumusan yang ditulis Jamaludin Wiartakusumah Dosen Desain Itenas dalam Mencermati Ajaran Karuhun, diantaranya;  runtut raut sauyunan (hidup rukun bersama) harus modal awal untuk membangun hidup rukun, harmonis antaragama, antarsuku, antarpemahaman. Pun ungkapan satata sariksa (satu aturan bersama-sama memelihara) guna menciptakan kebersamaan hidup yang kian tak beraturan ini. Singkatnya, bukan ajaran karuhun yang harus dipermak, tetapi telaah lebih dalam yang harus dilakukan! (www.mangjamal.multiply.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pelajaran berharga dari Isra Miraj bagi pemegang ajaran karuhun di Parahyangan ini. Semoga menjadi tonggak keteladanan yang mesti diserap dalam kesadaran (kehidupan) umat Islam. Selamat Isra Miraj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pegiat Studi Agama-Agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tulisan ini dimuat di Wacana Bandung Ekspres, Rabu 15 Juli 2009&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3544267038667625263?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3544267038667625263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3544267038667625263&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3544267038667625263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3544267038667625263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/07/mushaf-2.html' title='Mushaf (2)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3051614103969243395</id><published>2009-07-20T21:10:00.001-04:30</published><updated>2009-07-20T21:13:27.925-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Mushaf (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isra Miraj Bagi Bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pascapilpres (Pemilihan Presiden) periode 2009-2014 yang digelar pada tanggal 8 Juli 2009 membuat sebagian masyarakat 'bingung' dengan perolehan laporan hasil quick count (hitung cepat) yang dilakukan oleh lembaga survei tentang pasangan yang mengungguli pesta demokrasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang senyum, manggut, tertawa, tidak percaya, marah, mengamini, hingga menggugat metode hitungan cepat. Betapak tidak, kala suasana pencontrengan berjalan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) telah melansir quick count di TVOne pada pukul 10.35 WIB, Rabu (9/7). Hasilnya, SBY menang sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Quick count yang baru menghitung 0,30% di kawasan Indonesia Timur itu menampilkan hasil Mega-Prabowo 15,69 persen, SBY-Boeidono 58,65% dan JK-Wiranto 25,66% (www.detik.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak saja, ini membuat berang Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta dengan tegas agar stasiun TV yang menanyangkan quick count segera dihentikan. Pasalnya, hasil quick count boleh ditayangkan sekitar pukul 13.00 WIB atau setelah pemungutan suara usai dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengahketidak percayaan masyarakat terhadap hasil hitungan cepat dan menguatnya mentalitas pemimpin yang tak siap menerima kekalahan membuat citra keislaman Indonesia ini semakin tak ramah, toleran dan inklusif. Mampukah kehadiran peristiwa Isra Miraj (27 Rajab 1430) yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2009 ini dapat membangkitkan semangat sekaligus kemerdekaan bagi bangsa yang kian hari semakin terpuruk ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imani Saja!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau ingkar. Hanya ada dua pilihan yang tersedia saat Muhammad SAW berniat menceritakan kembali ihwal perjalanan 'suci semalam' (dari Mesjid Haram ke Mesjid Aqsa lalu ke sidrat al-muntaha) itu. Masukan dari Umm Hani Hindun, puteri Abu Thalib pun tak digubriskan. Malahan Rasul dengan lantang menyebarluaskan kabar kebenaran kejadian maha dahsat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak masuk akal, bila rihlah bisa dilakukan dalam semalam. Padahal jarak tempuh Mesjid Haram (Mekah) dengan Aqsa (Palestina) sangat jauh. Dapat dipastikan kejadian itu hanya mengada-ngada sekaligus orang gilalah yang telah mempercayai kebenaran cerita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, Abu Bakar, sahabat Rasulullah malah mempercayai kisah Muhammad. Gelar ash-shiddiq pun ia peroleh langsung dari Nabi. Pasalnya, tanpa ada kompromi, sikap curiga Abu Bakar mengimani kisah luar biasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari menengok jawaban tegas Abu Bakar kala kaum musyrikin mencemoohkannya sambil berkata: Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Padahal kami butuh waktu sampai sebulan agar bisa sampai ke Baitul Maqdis? Lantas, mereka segera menghadap ke Abu Bakar, dan menceritakan akan peristiwa itu: Sahabat kamu (Muhammad) mengklaim telah melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis! Abu Bakar menjawab: Jika Nabi telah berkata demikian jelas ini merupakan suatu kebenaran. Sungguh saya mempercayainya terhadap berita langit  (wahyu) yang datang kepadanya. Semenjak itulah Rasulullah saw menjulukinya dengan Ash-shidiq (orang yang bersifat jujur dan benar). (Ibnu Hisyam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kebenaran kisah semalam itu Quraysh Shihab dalam Membumikan Al-Quran menegaskan, cara paling aman menghadapi Isra Miraj adalah dengan mengimaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa Kierkegaard, tokoh eksistensialisme, menyatakan: "Seseorang harus percaya bukan karena ia tahu, tetapi karena ia tidak tahu." Juga mengapa Immanuel Kant berkata: "Saya terpaksa menghentikan penyelidikan ilmiah demi menyediakan waktu bagi hatiku untuk percaya." Pun sebabnya mengapa "oleh-oleh" yang dibawa Rasul dari perjalanan Isra' dan Mi'raj ini adalah kewajiban shalat; sebab shalat merupakan sarana terpenting guna menyucikan jiwa dan memelihara ruhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kita harus mempercayai terhadap kejadian Isra' dan Mi'raj. Pasalnya, tak ada perbedaan antara peristiwa yang terjadi sekali dan peristiwa yang terjadi berulang kali selama semua itu diciptakan sekaligus berada di bawah kekuasaan dan pengaturan Tuhan Yang Mahaesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kunci Kebangkitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tanah air, beragam tradisi dalam mempeingati Isra Miraj. Ada yang berziarah; ke makam wali, kuburan orang tua, syekh dan ulama penyebar Islam di suatu daerah; kumpul bersama di mesjid, mushola, rumah sebagai tanda bersyukur; zikir secara bersama di mesjid, pondok Pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akui atau tidak sikap kejujuran, kebenaran dan kepracayaan tak mendarah daging lagi di Bumi Pertiwi ini. Para penguasa apalagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar contoh, mencuatnya laporan quick count jarang terjadinya proses tabayyun (Cross-Check) terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan informasi. Al-Quran dengan tegas menjelaskan “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat [49]: 6). Rasul bersabda “Jauhilah oleh kamu sekalian prasangka, sebab prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran sumber berita menjadi modal utama dalam menepis segala bentuk keributan, kekerasan, konflik antarpendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, pemimpin harus siap menerima kekalahan bagi calon yang tersingkirkan dan tidak arogan kepada yang unggul. Rasul mengajarkan kepada kita untuk tidak berburuk sangka, mencari-cari kesalahan, menggunjing (Ghibah) sesame muslim, tetangga dan lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu sekalian memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kamu saling berbantah-bantahan, saling hasud, saling benci dan saling belakang membelakangi.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami telah dilarang untuk mencari-cari kesalahan, tetapi kalau kami benar-benar mengetahui adanya sesuatu penyelewengan, maka kami pasti akan menghukumnya.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memiliki sikap dan perilaku amanah, jujur, dapat dipercaya merupakan kunci kebangkitan bangsa sekaligus kebahagian hidup yang dicita-citakan rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Isra Miraj bagi bangsa. Terwujudnya kedamaian, toleransi, saling menghormati antarpendukung capres dan cawapres menjadi cita-cita tertinggi masyarakat Indonesia yang beradab. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, alumnus Studi Agama-agama UIN SGD Bandung dan bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (Irfani) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3051614103969243395?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3051614103969243395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3051614103969243395&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3051614103969243395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3051614103969243395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/07/mushaf-1.html' title='Mushaf (1)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-6970224343029234078</id><published>2009-07-15T08:37:00.002-04:30</published><updated>2009-07-15T08:39:58.479-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (20)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa Arti Kebebasan Beragama Bagi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang terpilih menjadi Presiden Indonesia ke-VII; Apakah pasangan Mega-Prabowo (nomor 1), SBY-Boediono (nomor 2) dan JK-Wiranto (nomor 3) tak jadi soal! Asalkan kebebasan bersyerikat, berkumpul, beda pendapat; agama dan keyakinan mendapatkan ‘tempat yang layak’ di bumi pertiwi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, momentum pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) periode 2009-2014 yang jatuh pada tanggal 8 juli 2009 merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Indonesia berbasis keragaman yang kukuh dan ramah. Bukan malah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekali lagi, perbedaan agama, keyakinan, suku, etnis, budaya adalah modal utama membangun negeri yang tak kunjung selesai dari pelbagai krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, hari kelahiran pancasila (1 juni) tahun 2008 di Monas Jakarta pun menjadi tragedi yang sangat memilukan kemanusian sekaligus keimanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapak tidak, bentrokan antara Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan beragama dan berkeyakinan (AKKBB) dengan Front Pembela Islam (FPI) hingga hari ini tak jelas keberadaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak kemerdekaan, keadilan, sikap keterbukaan menjadi barang langka di Nuasntara ini. Urusan keimanan saja pemerintah masih ikut mencampurinya. Padahal negara kita bukan pemerintahan teokratis atau sekuler. Namun, penertiban kepercayaan selalu digalakan. Atas nama meresahkan masyarakat, berbuat onar, menafikan Tuhan, hingga penodaan agama kerap menjadi dalih untuk membumi hanguskan keberadaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita becermin pada funding father Indonesia saat mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini melalui Pancasilanya. Keperkasaan jargon Bhineka Tunggal Ika pula hanya menjadi selogan di bangku sekolah saja. Mengerikan memang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, jaminan kebebasan berkumpul, berserikan dan beragama sesuai dengan keyakiannya dan hak kemerdekaan pikiran, nurani dan kepercayaan hanya berhenti pada Pasal-pasal (28 ayat 2, 29 ayat 1 dan 2), Undang-undang (No 1/PNPS/1965) dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri No 477/ 74054/ BA.012/ 4683/95 tertanggal 18 November 1978 semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hak dan kebebasan dasar yang diatur ICCPR sekaligus sudah dirativikasi adalah hak atas kebebasan berkeyakinan dan beragama, mencakup kebebasan menganut, menetapkan agama, kepercayaan atas pilihan sendiri, dan kebebasan, baik secara individu maupun bersama, di tempat umum maupun tertutup, untuk menjalankan agama, kepercayaan dalam kegiatan ibadah, ketaatan, dan pengajaran. Tidak seorang pun dapat dipaksa sehingga mengurangi kebebasan untuk menganut, menetapkan agama, kepercayaan sesuai dengan pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah arti penting kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi Indonesia melalui Presiden dan Wakil Presiden mendatang. Terwujudnya kedamaian, toleransi, saling menghormati antarajaran, antaragama, dan antarkelompok menjadi cita-cita tertinggi masyarakat Indonesia yang beradab. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pengiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-6970224343029234078?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/6970224343029234078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=6970224343029234078&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6970224343029234078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6970224343029234078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/07/kitab-20.html' title='Kitab (20)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3431437953514447898</id><published>2009-06-18T21:27:00.001-04:30</published><updated>2009-06-18T21:30:05.965-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (19)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islam “Citra Rasa” Lokal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  Rasanya tak berlebihan bila kita membaca tulisan Sukron Abdilah “Sunda dan Kemajemukan Budaya” (Kompas Jabar, Forum Budaya, 6 Juni 2009) memberikan pesan sekaligus mengingatkan kepada kita ihwan semangat Ki Sunda yang sedari dulu selalu mencoba menjaga kebudayaan non-Sunda untuk hidup di daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan damai dan toleran Ki Sunda itu terlihat jelas dari rangkaian larik yang disusun almarhum Mang Koko, yang menjelaskan sikap someah kepada non-Sunda sebagai ciri dari kedewasaan (sawawa) Ki Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pudarnya Ki Sunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mari belajar dari Mang Koko “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tanah Sunda, gemah ripah/Nu ngumbara suka betah/Urang Sunda sawawa/Sing toweksa perceka/Nyangga darma anu nyata//Seuweu Pajajaran/Muga tong kasmaran/Sing tulaten jeung rumaksa/Miara pakaya memang sawajibna/Geuten titen rumawat tanah pusaka//&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kiranya, pameo Islam-Sunda dan Sunda-Islam (Endang Saefuddin Ansory) terus disebarluarkan ke seluruh penjuru Tatar Pasudan, hingga Nusantara ini. Tentunya dengan tidak berbuat ‘ulah’ pada kelompok yang berbeda agama (Hindu, Buddha, Katolik, Protestan, Kunghucu), keyakinan (Sunda Wiwitan, Madrais, Perjalanan, ) keagamaan (Muhammadiyah, Persis, Nu, Al-Irsyad, Jama’ah Tablig). Upaya mengislamkan apalagi tak masuk kategori jatidiri Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Harus diakui juga, rumusan identitas Sunda selalu akan berubah dan bahkan akan saling bertentangan karena titik tolaknya pada hal-hal eksternal belaka. Padahal hal-hal ekternal muncul dari kedalaman internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rupanya, kehawatiran Jakob Sumardjo dalam nulisan “Mencari Identitas Sunda” (Kompas Jabar, Forum Budaya, 13 Juni 2009) sangatlah beralasan. Pasalnya, pola hubungan ini kerap searah. Apalagi wilayak ketidaksadaran kolektif (arketife) maupun personal malah semakin terkubur sekaligus jauh dari kehidupan keseharian masyarakat Pryangan. Mengerikan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kendati, Jakob menegaskan dengan adanya sisitem hubungannya secara berulang menunjukan salah satu identitas kesundaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Cukupkah berhenti pada pola ini? Apalagi penduduk Tanah Sunda ini acapkali dikenal dengan sebutan ramah (someah) terhadap segala bentuk perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    “Ngeunteung” Ke Si Kabayan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lemah-lembutnya tutur bahasa Sunda petandan kebudayaan beradab. Meski ada yang terkesan vulgar, cawokah, dan penuh jenaka mengisyaratkan rahayat Sunda memang terbentuk oleh watak beragam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tengok saja, sosok si Kabayan yang sering dicitrakan urang Sunda. Pasalnya, sosok unik dan beragama dalam cerita folklore. Singkatnya,berbeda wataknya (lepas, cerdas, jenaka, tidak ambisius) saat bercerita dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sikap dan kepribadian ini ia paktiknya dalam kehidupan sehari-hari. Kala ia mempunyai keinginan (hanyang ngusep lauk) cukuplah memancing. Saat menang satu ikan berakhirlah ngusepnya. Prinsip ini sangat kuat dipegang Si Kabayan. Walaupun mendapat caci, maki dari Si Iteng dan Abahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Uniknya, kisah-kisah si Kabayan selalu ‘diidentikan’ dengan (ajaran) Islam terutama dalam homor Lebe, marebot, santri dan puasa seperti yang ditulis oleh Moch. Fakhruroji. Adalah perilaku orang-orang yang taat menjalankan ajaran Islam. (Asep S. Muhtadi,2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sosoknya seakan tak pernah mati, karena mampu “minda rupa” atau berganti peran secara eksistensial. Menyesuaikan diri dengan perkembangan horizon masyarakat Sunda yang kian kompleks. Ia bisa mancala putera, mancala puteri -dalam artian mampu meragamkan pribadi -menjadi sesosok manusia multi-fungsi yang mengasyikkan, menghibur dan menuntun, tulis Sukron Abdilah, Pegiat Sunda dan Kearifan Lokal (Kompas Jabar, Anjungan, 23 Juni 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Inilah Islam citra rasa lokal. Kemanunggal Sunda-Islam itu terpatri dalam Musyawarah Masyarakat Sunda II (1967). Dengan demikian, jaditdiri Ki Sunda (Islam lokal) ini haruslah dilafadzkan dalam satu tarikan nafas, tanpa memperhatikan perbedaan. Semoga. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pegiatan Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebesan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3431437953514447898?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3431437953514447898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3431437953514447898&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3431437953514447898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3431437953514447898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/06/kitab-19.html' title='Kitab (19)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-934282227632462154</id><published>2009-05-30T00:47:00.004-04:30</published><updated>2009-05-30T01:01:11.867-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (18)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berguru Antikekerasan Pada Badshah Khan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rakyatmerdeka.co.id/indexframe.php?url=situsberita%2Findex.php%3Fpilih%3Dlihat_buku&amp;amp;id=49&amp;amp;view=view"&gt;Resensi ini &lt;/a&gt;&lt;a href="http://rakyatmerdeka.co.id/indexframe.php?url=situsberita%2Findex.php%3Fpilih%3Dlihat_buku&amp;amp;id=49&amp;amp;view=view"&gt;dimuat di Rakyat Merdeka&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pasca pemilihan Calon Legislatif banyak Caleg yang setress. Betapa tidak, setelah habis kerkuras uangnya untuk ongkos pemilu itu, kuris Anggota Dewan yang dicita-citakan pun tak kunjung datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi demo yang berujung pada pengrusakan fasilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) di pelbagai daerah menjadi idangan berita keseharian kita. Seakan-akan kekerasan, demi kekerasan sekaligus budaya baku hantam menjadi jurus pamungkas dalam menyelesaikan persoalan. Diranah politik apalagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padahal, Rasulullah berpesan kepada kita "Mencaci maki orang muslim itu kufur, sedangkan membunuhnya juga kafir." (H R Bukhari-Muslim). Jangankan untuk membunuh, saling caci-maki seagama, atau antar beda parpol tak diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip inilah yang dipegang kuat oleh Badshah Khan, pejuang risalah muslim antikekerasan dari Perbatasan Barat Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, perlawanan antikekerasan merupakan satu-satunya cara efektif melawan kezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œHanya dengan antikekrasan, dunia masa kini bisa bertahan hidup menghadapi produksi masal senjata-senjata nuklir. Sekarang ini dunia lebih mumbutuhkan pesan cinta kasih dan perdamaian Gandhi daripada waktu-waktu sebelumnya. Andai saja dunia sunguh-sungguh tidak ingin menyapu habis peradaban dan kemanusiaannya sendiri dari muka bumi iniâ€�, ungkapnya kepada Eknath Easwaran tahun 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Badshah Khan (1890-20 Januari 1988). Lahir dan besar dikeluarga berdarah Pushtun atau Pathan (ningrat) di perbatasan Barat laut (Pakistan dan Afganistan) yang beragama Islam. Konon, penduduknya menjadikan balas dendam dan pembunuhan sebagai warisan abadi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur tubuhnya luar biasa besar dan sosoknya terkesan angker tinggi dengan menjulang ke langit. Tapi, wajahnya memancarkan keteduhan dan perdamaian. Ia merupakan pribadi yang unik, tak suka menyakiti, bahkan berkelahi pun tak pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaanya terhadap ajaran Mahatma Gandhi yang mempercayai bahwa perlawanan antikekrasan adalah satu-satunya cara sempurna untuk melawan kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan, Ia kerap kali dijuluki Gandhi dari perbatasan. Memang Gandhi bagi Khan Abdul Ghaffar Khan adalah murid sekaligus guru antikekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala puluhan ribu bangsanya binasa di tangan kekejaman Inggris, Khan tak sekalipun tergerak untuk membalasnya dengan mengangkat senjata. Kedengaranya, ironis sekali. Malahan Ia mencoba mengkampanyekan gerakan perdamaian dari dari Kampung ke Kampung selama 80 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, catatanya â€œSaat masih muda, aku pernah memiliki kecenderungan untuk melakukan kekerasan; darah panas kaum pathan mengalir dalam urat nadiku. Namun, di penjara aku tidak mempunyai kesibukan lain kecuali membaca Al-Quran. Aku membaca tentang nabi Muhammad di Mekkah, tentang kesabaranya, pengorbanan dan pengabdianya. Aku pernah membaca semua sebelumnya saat kanak-kanak tetapi sekarang aku membacanya dalam terang dari segala hal yang kudengar di sekelilingiku tentang perjuangan Gandhiji menentang Britsh Rajâ€¦Ketika akhirnya bertemu dengan Gandhiji aku mempelajari semua gagasanya tentang sikap antikekerasan dan program konstruktifnya, mereka mengubah hidupku semuanya. (Hal 177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseriusanya kepada gerakan antikekrasan Ia Juga mendirikan sekolah bernama Azad di Utmanzai. Guru dan muridnya menggunakan mimbar â€œKebebasan Bercibaraâ€� supaya terbuka, toleran dan peka terhadap persaolan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim bersahaja ini terus gencar mengajak banyak pemuda untuk mendukung gerakan khudai Khidmatgar (pelayan Tuhan dan Kemanusiaan), sebuah antikekerasan yang dilancarkan untuk membendung kekerasan atas nama apa pun dengan semboyan; Pertama, Aku berjanji akan melayani kemanusiaan dalam nama Tuhan. Kedua Aku berjanji akan menolak kekerasan dan balas dendam. Ketiga, Aku berjanji akan mengampuni mereka yang menindasku atau memperlakukanku dengan kejam. Keempat, Aku berjanji akan menolak terlibat dalm permusuhan dan perselisihan serta tidak mencari musuh. Kelima, Aku berjanji akan memperlakukan setiap orang Pathan sebagai saudara dan temanku (Hal 134-135)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati kehidupan yang tak kujung selesai dari peperangan, Khan menjawabnya â€œDunia sekarang ini sedang berjalan ke arah yang anehâ€� katanya kepada seorang pewawancara di Afganistan tahun 1985 â€œAnda bisa melihat kalau dunia ini sedang menuju ke kehancuran dan kekerasan. Hal yang dilakukan oleh kekerasan adalah menciptakan kebencian di antaraumat manusia dan menciptakan ketakutan. Saya orang yang percaya pada antikekerasan. Saya menyatakan bahwa tidak akan ada perdamaian atau keselarasan terlahir di tengah-tengah umat manusia di dunia ini kecuali antikekerasan diperaktikan, karena antikekerasan adalah cinta kasih dan cinta kasih ini mengorbankan keberanian di hati manusia (Hal XII)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa pula diungkapkan oleh Mahatma Gandhi saat ditanya apakah menurutnya antikekerasan sungguh-sungguh cara terbaik untuk menyelesaikan konflik. â€œTidakâ€� jawabnya. â€œAntikekerasan bukanlah cara terbaik, melaikan satu-satunya caraâ€�. Kekerasan menciptakan kekerasan lain. Baginya, pejuang antikekerasan yang bisa memutus lingkaran kekerasan itu dan menggerakan hati nurani para pelaku kekerasan untuk menciptakan perdamaian. (Hal XVIII)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini, menarik untuk dibaca, terutama bagi pegiat antikekerasan dan pegulat perdamaian, karena menyampaikan pesan dua tokoh pionir antikekerasan, Badshah Khan dan Mahatma Gandhi dengan keindahan yang menyentuh hati siapa saja yang merindukan kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, setiap memesuki bab terlebih dahulu diketengahkan semacam kata kunci sekaligus hikmah untuk mempermudah pembaca memahami sosok muslim pejuang risalah antikekerasan yang terlupakan ini. Juga dilengkapi lampiran kronologis semasa hidup Khan. Sebelah kirinya, peta gerakan antikekrasan dan kananya kejadian luar biasa secara umum di Perbatasan Barat Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ada kelemahanya, misalkan dalam biodatanya tak dicantumkan tanggal kelahirannya kapan? Ihwal kematianya pun sangat beragam ada yang mencatat tanggal 20, 21, 22 Januari 1988 (Hal 265). Periodik ini berharga sekali bagi kalangan sejarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah tercatat dalam sejarah sebuah negara dimerdekakan tanpa bersimbah darah. Namun, Gandhi membuktikanya dengan membebasakan India dan Khan melepaskan belenggu biadab, bengis, keras, picik, buas seperti macan tutul, pembunuh yang penuh tipu daya pada Suku Pushtun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, sikap antikekrasan merupakan petanda orang-orang yang berani dan tak tergoyahkan; tenti saya tidak ada orang dimuka bumi ini yang lebih brutal dan tak tergoyahkan daripada orang pathan, bahkan rata-rata suku Pashtun lebih memilih mati daripada dilecehkan. Ia menyembunyikan benih-benih kebenaran yang lebih dalam. Benih-benih yang sangat dibutuhakn oleh dunia kita yang letih dan penuh kekerasan. Sudah tiba saatnya kisah ini diceritakan. (Hal 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, kita mesti belajar antikekerasan dari Badsah Khan bila ingin hidup damai, cinta, tentram dan sejahtera di Negara Indonesia ini. â€œDua jenis pergerakan dilancarkan di provinsi kita. Pergerakan dengan kekerasan (perlawanan sebelum 1919) menciptakan kebencian di benak rakyat kita terhadap kekerasan. Namun, pergerakan tanpa kekerasan menerangkan kecintaan, hasrat dan simpati rakyat. Jika seorang Inggris terbunuh dalam pergerakan dengan kekerasan bukan hanya orang yang bersalah yang dihukum seluruh desa dan wilayah pun menderita karenanya. Rakyat menganggap kekerasan dan para pelakunya bertanggungjawab atas represi tersebut. Dalam gerakan antikekerasan, kita mengorbankan diri kita sendiri dank arena itulah gerakan ini memenangkan cinta dan simpati rakyat. (Hal 173-174).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berguru pada Badshah Khan tentang antikekerasan. Terwujudnya masyarakat, adil, sejahtera, damai, terbuka, toleran menjadi cita-cita bangsa Indonesia ini. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IBN GHIFARIE,&lt;/span&gt; Pegiat Studi Agama-agama dan bergulat di Gerakan Antikekerasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-934282227632462154?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/934282227632462154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=934282227632462154&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/934282227632462154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/934282227632462154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/05/kitab-18.html' title='Kitab (18)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-8962874614789357791</id><published>2009-05-17T03:31:00.004-04:30</published><updated>2009-05-30T01:12:41.138-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (17)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Waisak dan "Ngamumule" Kearifan Lokal&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://pik.kompas.co.id/demo/DetailDemo.cfm?item=1&amp;amp;startrow=1&amp;amp;session=1242542125968"&gt;Artikel ini dimuat di Forum Kompas Jawa barat, 11 Mei 2009&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan lingkungan di Tatar Sunda merupakan cermin hilangnya kearifan lokal. Masyarakat tidak lagi peka dengan tanda-tanda alam dan cenderung mencari keuntungan materi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya lagi, saat menjawab pertanyaan, "Mengapa Jawa Barat tidak maju dalam bidang apa pun?", Badan Perencanaan Daerah Jabar memberikan penjelasan, "Kondisi itu merupakan akibat dari masyarakat yang sudah tidak memerhatikan nilai-nilai budaya yang menjunjung tinggi etika dan keselarasan hidup dengan alam" dalam Kerangka Acuan Sarasehan Budaya (25/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hadirnya perayaan Trisuci Waisak 2553 BE/2009 yang jatuh pada 9 Mei 2009 akankah bisa mengembalikan spirit keadilan, kemerdekaan sekaligus membuka ruang untuk saling melengkapi antara Dharma Sang Buddha dan tradisi leluhur yang ada dalam khazanah kearifan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saatnya bangkit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kala rembulan bulat sempurna pada bulan Waisak, dunia mengenang kembali tiga peristiwa bersejarah menyangkut kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan parinirwana (meninggal dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Buddha sendiri mengandung pengertian bangun, bangkit, atau sadar, seperti ditulis oleh Mahathera Nyanasuryanadi, Ketua Umum Sangha Agung Indonesia, Pembina Majelis Buddhayana Indonesia, yaitu "Buddha bukan nama diri, melainkan gelar untuk orang yang telah mencapai pencerahan. Ketika merayakan Waisak, lebih dari sekadar peringatan historis, kita selalu memperbarui semangat untuk bangkit, tidak lengah, tidak terlena."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungkan Buddha berarti sadar, mengerti, dan peduli pada apa yang terjadi di dalam dan di luar diri kita. Seperti yang ditunjukkan oleh Pangeran Siddharta, yang dibesarkan di tengah kemewahan, ia menyadari bahwa semua makhluk, termasuk dirinya, merupakan sasaran dari penderitaan. Saat melihat dan memikirkan kesedihan orang lain, dukacita mereka menjadi miliknya. Ia menaruh peduli, karena itu bangkit untuk mencari jalan mengatasinya (Kompas, 19/05/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang amanat Buddha, niscaya tak akan ada lagi dalih pembangunan (modern) dan keterbelakangan penduduk (tradisional) oleh pemerintah (pusat, provinsi, dan daerah), kelompok penguasa dan pemangku kebijakan tertentu, dan orang bermodal terhadap golongan (masyarakat adat) yang kuat memegang teguh tradisi leluhurnya. Seolah-olah mereka tak tersentuh pembangunan dan harus dimodernkan. Inilah wajah muram pemerintah dalam menghargai pelbagai khazanah kearifan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kearifan lokal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan alam, lingkungan, melemahnya budaya Sunda (sikap, perilaku), dan kurangnya perhatian kepada ajaran karuhun (nenek moyang) menjadi pemandangan keseharian kita. Padahal, sebelum agama Hindu, Buddha, Islam, Katolik, Protestan, dan Konghucu hadir di Tatar Pasundan ini, kearifan lokal sekaligus agama pribuminya (indigenous religions) telah terpatri dalam sanubari masyarakat Parahyangan sebagai pedoman kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak, Ahmad Gibson Al-Busthomie, pegiat studi budaya Sunda, menjelaskan, "Ketika budaya Sunda berinteraksi dengan kebudayaan dan sistem keyakinan (agama) lain dari luar: Hindu, Buddha, dan Islam, budaya Sunda mengambil peran dinamis dalam proses pertemuan sistem nilai tersebut. Secara khusus dalam proses pertemuannya dengan Hindu dan Buddha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tegas harus kita katakan, penganut satu kepercayaan  bukanlah para misionaris. Mereka cukup puas dan merasa aman hidup serta berteologi dengan menggunakan caranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Jabar, umat Buddha aliran Theravada selalu sembahyang dan menjalankan ajaran Dhamma di Vipassana Graha yang berada di bawah Yayasan Bandung Sucino Indonesaia. Yayasan ini sebagai Pusat Meditasi Buddhis yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi Nomor 69, Lembang, Kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dibangun pada tahun 1992, kompleks Vipassana Graha merupakan kawasan terpadu bagi umat Buddha. Di tempat ini, terdapat berbagai macam bangunan, dari tempat ibadah, sekolah tinggi, hingga rumah para biksu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Panca Bala sebagai bangunan utama dari Vipassana Graha ini memiliki lima puncak candi yang mengartikan nama Panca Bala itu sendiri. "Panca berarti lima, dan bala  itu kekuatan," ujar seorang rohaniwan Vipassana Graha Bhante Thitasddo, saat ditemui detikbandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima kekuatan tersebut antara lain Saddha yang berarti keyakinan; Viriya yang berarti semangat; Sati yang berarti kesadaran; Samadhi  yang berarti konsentrasi; dan Panna yang berarti kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharmonisan Buddha dengan khazanah kearifan lokal di Vipassana Graha ini terlihat jelas waktu membuka secara resmi dan memberikan kuliah perdana di Kampus B, Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Dharma Widya, Program Kepanditaan dan Jurusan Guru, Sabtu (8/11/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YM Phra Wongsin Labhiko Mahathera, Ketua Sangha sekaligus Pembina STAB Dharma Widya, lebih mengutarakan visi dan misi Dharma Widya, yakni berprestasi dalam pendidikan, pengajaran, dan pengetahuan. Di samping itu, juga harus berbudi pekerti luhur, mandiri, dan berguna bagi masyarakat lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk membudayakan kearifan lokal, acara peresmian ini dipadu oleh Angklung Gita Pundarika NSI, penyanyi solo Maitreya, dan kesenian dari grup seni Jabar Tan Deseng (http://www.walubi.or.id).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Waisak harus menjadi momentum kebangkitan khazanah kearifan lokal. Bukan malah sebaliknya kita sengaja menabur ayat-ayat penuh kebencian dan fitnah pada tradisi leluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petuah Buddha Gautama di khotbah terakhir di hutan Sala milik suku Malla, di antara pohon sala besar di dekat Kusinara, menyebut Pasal 4, yaitu "Praktikkan ajaranku. Ajaranku yang terpenting adalah; Anda harus bisa menaklukkan diri sendiri. Jauhkan keserakahan dan nafsu keinginan. Berjalan di tempat yang benar menjalankan hidup suci dengan kejujuran dan kebenaran. Selalu mengingat; kehidupan dan tubuh ini sangat singkat dan sementara. Bilamana dapat merenungkan sedemikian rupa, Anda akan bisa menjauhkan keserakahan dan nafsu keinginan, dendam, dan amarah. Anda bisa menjauhkan kejahatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Waisak bagi ngamumule kearifan lokal.   Terwujudnya kedamaian, kerukunan, dan bersahabat dengan alam merupakan cita-cita masyarakat Jabar yang beradab. Selamat Hari Raya Waisak 2553 BE/2009. Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semua makhluk berbahagia.Sadha, sadha, sadha. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Pegiat Studi Agama-agama dan  Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pik.kompas.co.id/demo/DetailDemo.cfm?item=1&amp;amp;startrow=1&amp;amp;session=1242542125968"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-8962874614789357791?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/8962874614789357791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=8962874614789357791&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8962874614789357791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8962874614789357791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/05/kitab-17.html' title='Kitab (17)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7700713565101405982</id><published>2009-05-17T03:27:00.002-04:30</published><updated>2009-05-17T03:30:35.728-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (16)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khotbah Terakhir Sang Buddha # 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  Agama (keyakinan, keimanan) boleh berbeda-beda. Namun, pada dasarnya semua agama mengajarkan kebajikan dan perdamaian. Hidup sederhana dan selalu berpikir mulia pun menjadi tujuan hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ikhtiar menjalankan kehidupan bermakna dan bermanfaat bagi agamanya juga keyakinan orang lain pun terus disebarluskan oleh para pemuka agamanya. Hingga akhir hayatnya pula ajaran kebajikan itu terus dipelajari, dihayati dan diperaktikan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    Ibarat Muhammad SAW menjelang tutup usianya masih memberikan ajaran kebajikan dan melarang kejahatan.Proses Haji Wada (Khotbat Terakhir) menutup risalah perjuangan sekaligus penegakan Keesaan Tuhan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dalam kehidupan Sang Buddha, perilaku yang hampir sama juga terjadi. Khotbah Terakhir Hyang Buddha di Hutan Sala milik Suku Malla, di antara Pohon Sala besar di dekat Kusinara, terangkum dalam naskah Yunus H dengan memuat 16 pesan, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadilah perlindungan bagi dirimu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Janganlah menyandarkan nasibmu pada makhluk lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Jadilah pelita bagi dirimu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Memegang teguh Dharma sebagai pelita dan perlindungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Jangan mencari perlindungan lain. &lt;/span&gt;(Pasal 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sang Buddha membabarkan Dharma 45 tahun lamanya. Selalu hadir pada setiap saat, tanpa mengenal letih dan lelah. Dengan pancaran penuh cinta kasih dan welas asih secara terus berjalan kali melalui tiupan angin dan debu ke seluruh pelosok negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Jelang Hari Raya Waisak 2553 BE/20009 yang jatuh pada tanggal 9 Mei 2009. Sejatinya, khotbah terakhir kita renungkan sekaligus sebarluaskan pesan suci ini. Semoga. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;IBN GHIFARIE, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7700713565101405982?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7700713565101405982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7700713565101405982&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7700713565101405982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7700713565101405982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/05/kitab-16.html' title='Kitab (16)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7342755800006212277</id><published>2009-05-17T03:18:00.004-04:30</published><updated>2009-05-30T01:07:25.125-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (15)</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;b&gt;Waisak dan Perdamaian&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=74089"&gt;Artikel ini dimuat di Opini Pikiran Rakyat, 8 Mei 2009&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Momentum Waisak 2553 BE yang jatuh pada 9 Mei 2009. Sejatinya harus menjadi modal utama dalam membangun keharmonisan dialog antaragama sekaligus membawa pesan kedamaian bagi kerukunan hidup beragama di bumi pertiwi ini. Pasalnya, segenap umat Buddhis di Nusantara ini meyakini keharmonisan dan perdamaian merupakan segenap berkah terpenting dalam pergantian Waisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran peringatan Sang Agung Buddha ini tidak hanya merayakan Tri Suci Waisak Puja (kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan parinirwana; meninggal dunia), tapi dapat menebar sifat kerukunan dan antikekerasan supaya bangsa Indonesia ini bisa keluar dari pelbagai krisis dan konflik; antarsuku, antaretnis, antarbudaya, dan antaragama (keyakinan dan keimanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pesan trisuci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mencoba belajar dari agama dan pemahaman orang lain. Salah satunya ajaran Buddhisme--yang tengah merayakan upacara Vesakha Punnami Puja dan tujuh hari setelahnya mengadakan Vesakha Atthami Puja untuk memperingati diperabukannya Buddha Gautama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibanya Hari Raya Waisak, mengingatkan kita kepada tiga peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu kelahiran calon Buddha (Bodhisatta) Siddhattha, pencapaian Pencerahan Sempurna Buddha, serta wafat Buddha atau Parinibbana. Konon, peristiwa mahaagung itu terjadi pada hari purnama sidi di bulan Waisak lebih dari dua ribu lima ratus tahun yang lampau. Tahun 623 S.M. Bodhisatta Siddhattha lahir di Taman Lumbini, India Utara; tiga puluh lima tahun kemudian beliau mencapai Pencerahan Sempurna sebagai Buddha, dan akhirnya Buddha Gotama mangkat pada 543 S.M. Tahun ini Hari Raya Waisak 2553 jatuh pada 9 Mei 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Waisak dalam konteks Indonesia yang di bawah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) bertajuk "Bersama Buddha Dharma, Kita Tingkatkan Keharmonisan Bagi Nusa dan Bangsa" dengan subtema "Hikmah Waisak Membawa Kedamaian Bagi Bangsa dan Negara". Ini menunjukkan keseriusan Walubi dalam membangun keharmonisan dan perdamaian yang tak kunjung hadir di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kunci kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Hari Raya Waisak tak sekadar mengingat tiga kejadian dahsyat, tapi harus mencoba membangkitkan keharmonisan dan kedamaian yang terpancar dari sosok Sang Buddha ke tengah-tengah kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Buddhis masih meyakini tentang Kebenaran Dhamma dapat menuntun hidupnya menjadi lebih baik, lebih bijak, dan tentu lebih berbahagia. Jalan hidup Dhamma yang diajarkan Buddha mengutamakan moral (sila) sebagai landasan bagi penerapan Kebenaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Kedua aspek ini diharapkan saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terlihat dalam praktik kehidupan sehari-hari. Yakni makan dan minum dalam damai, duduk dan berjalan dalam damai, tidur dan bangun pun dalam damai. Karena berpedoman pada Dhamma dalam aktivitas kehidupan sehari-hari merupakan pedoman untuk tetap menjaga keseimbangan dan keselarasan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pikiran damai dan sikap mental yang tenang berakar pada pengungkapan perhatian dan kasih sayang, rasa berterima kasih serta puji sukur, sebab cinta kasih dan tenggang rasa merupakan watak dasar yang dibutuhkan segenap makhluk hidup. Pun melalui cinta kasih makhluk dapat bertahan hidup dan melangsungkan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, pandangan dan pikiran yang mengarah pada perdamaian dan keharmonisan serta kekuatan cinta kasih selalu memberi simpati yang bermuara pada kebahagiaan. Tentu, seseorang yang mengembangkan dan menyebarluaskan sikap ini akan memberikan keteduhan hati dan kemuliaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Waisak bagi mewujudkan keharmonisan antaragama dan perdamaian. Petuah Buddha Gotama di khotbah terakhir di Hutan Sala milik Suku Malla, di antara Pohon Sala besar di dekat Kusinara, di antaranya, "Di antara kalian janganlah saling bermusuhan. Harus saling menghormati satu sama lain. Janganlah hidup seperti air dan minyak. Saling berlawanan. Anda harus hidup bersama seperti air dan susu. Saling bercampur" (pasal 7). Dan "Siswaku belajarlah bersama-sama. Memperdalam pengetahuan Dharma bersama-sama. Jalankan hidup suci bersama-sama. Janganlah membuang tenaga dan waktu dengan hampa. Janganlah menyia-nyiakan waktu dengan hidup bermalas-malasan, pertengkaran, dan perdebatan yang tak bermanfaat. Kalian harus lebih berbahagia mempunyai bunga dan buah Dharma. Inilah kebahagiaan Dharma" (pasal 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti ajaran Buddha, tidak melakukan segala bentuk kejahatan, senantiasa mengembangkan kebajikan, menyucikan hati dan pikiran. Inilah ajaran para Buddha tertanam dalam sanubari kita. Selamat Hari Raya Waisak 2553/2009. Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semua mahkluk berbahagia. Sadha, sadha, sadha. Semoga.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis, alumnus Studi Agama-agama dan bergiat di Institute for Religion and Future Analysis (Irfani) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=74089"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7342755800006212277?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7342755800006212277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7342755800006212277&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7342755800006212277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7342755800006212277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/05/kitab-15.html' title='Kitab (15)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-6675344000329546495</id><published>2009-04-12T21:14:00.001-04:30</published><updated>2009-04-12T21:17:54.186-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (14)</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;b&gt;Wafat Yesus Kristus dan Semangat Pembebasan&lt;/b&gt;&lt;/center&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/b&gt;&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik hasil laporan tahunan kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan tahun 2008 yang disampaikan Hendardi, Ketua Badan Pengurus  Setara Institute kepada wartawan di Jakarta (13/1) menjelaskan Jawa Barat (73 peristiwa), menempati urutan teratas dari Sumatra Barat (56 peristiwa) dan Jakarta (45 peristiwa) bila dilihat dari wilayah terjadinya 367 tindak pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan yang terjadi dalam 265 peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa terbanyak terjadi pada bulan Juni (103 peristiwa). Bulan Juni merupakan bulan desakan sekaligu persekuasi terhadap Ahmadiyah mengalami ekskalasi cukup tinggi, baik sebagai desakan terhadap pemerintah agar mengeluarkan Keputusan Presiden tentang Pembubaran Ahmadiyah maupun sebagai dampak serius dari adanya SKB Pembatasan Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Parahnya lagi, Ancaman demi ancaman terhadap keberagaman (pluralisme) Indonesia kian hadir seiring produk perundang-undangan yang diciptakan oleh lembaga konstitusi. Salah satunya adalah keputusan Mahkamah Konstitusi tentang parlementary treshold mengenai batasan kursi di DPR/MPR sebanyak 2,5% bakal mengancam minoritas di DPR/MPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan oleh Damianus Taufan dari Setara Institute, Ia menuturkan "Bahkan minoritas akan tenggelam, padahal belum tentu mayoritas yang mewakili pengambilan suara terbanyak itu menjadi hal yang benar," saat menjadi pembicara dalam diskusi publik Pentingnya Pluralisme Demi Menjaga Keutuhan NKRI di gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (17/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, UU PMPS tahun 1965 pasal 1 dan 2. Pasal 1 tentang kebebasan kehidupan beragama tapi membatasi beberapa tindakan yang menyangkut perbedaan, dan pasal 2 tentang pengeluaran SKB tiga menteri (Agama, Sosial, Kesra) bila terjadi selisih paham antar pemeluk agama "UU PMPS itu bahkan masuk dan menjadi acuan dalam pasal 156 A KUHP," tegas Damianus, Sekjen Jaringan Aktivis Pro-Demokrasi Andrianto. (Kompas,17/3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran Wafatnya Isa Al-Masih yang jatuh pada tanggal 10 April 2009 dapat memberikan spirit keadilan, kemerdekaan sekaligus membebaskan ketertindasan manusia atas nama agama, keyakinan bagi kelompok minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Tri Suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum kematian Yesus Jeristus merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Kristiani berbasis keimanan yang kukuh (penyayang, saling kasih, rela berkorban, mendidik). Penyaliban Mesias pun menjadi petanda peradaban Juru Selamat untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Singkatnya, pengorbanan Yesus ditiang salib yang dihianati oleh umatnya (Yudas) harus menjadi tonggak keteladanan yang mesti diserap dalam kesadaran (kehidupan) umat Kristiani sekaligus umat beragama ditengah silih menyusulnya bencana alam (Situ Gintung), kesemrawutan (Undang-undang dan Keputusan Surat Bersama 3 Mentri), ketidak pastian hidup (krisis ekonomi, sosial, politik) yang kian tak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi Jumat Agung ini tak bisa dilepaskan dari tradisi Kamis Putih, Jumat Agung dan Malam Paskah. Rasanya, tak berlebihan bila kita absent melewatinya kebiasaan itu, maka dapat dikategorikan kurang tulus dalam menjalankan ajaran Yesus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, ketiga aktivitas itu berturutan-berkaitan; menyatu-tak terpisahkan. Bersama-sama, ketiganya membawa pesan suci mengenai iktiar penebusan dosa, pembaruan hidup, pengharapan, semangat bertahan di tengah-tengah kegalauan kehidupan beragama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita kuata memegang amanat Tri Suci itu niscaya tak akan ada lagi upaya 'penertibak keagamaan dan keyakinan' oleh aliran tertentu terhadap kelompok yang berbeda. Deretan 73 Kasus pelanggaran kekerasan, pencemoohan, pencacian, hingga berujung pada kematian pun tak akan ada lagi di Bumi Pasundan ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Pembebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zuly Qodir Peneliti di Institute for Inter-Faith Dialogue in Indonesia (Interfidei) Yogyakarta menuliskan keimanan yang konsekuen adalah "keimanan yang mampu berdialog" dengan realitas sosial yang mengelilingi sekitarnya. Di sanalah sebenarnya spiritualitas Wafatnya Isa Al-Masih mendapatkan tempatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kesalehan, ketundukan dan ketaatan menjadi modal utama dalam beragama supaya bisa membebaskan kelompok tertindas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, pengorbanan Sang Juru Selamat disalib harus dimaknai salah satu ajaran agama yang bersifat membebaskan manusia dari sikap kepicikan, curang, angkuh, tak mau nerima pendapat orang dan argumennya mesti diikuti. Mengerikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya Kematian Yesus ini menumbuh kembangkan semangat berkurban dan berjiwa pembebasan dalam membangun tatanan masyarakat berkeadilan, dinamis, sejahtera, elegan, dan toleran, maka dialog antaragama tak hanya dilakukan oleh segelintir pemuka agama (elitis), tapi harus menyentuh ke akar rumput (grass root).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian diungkapkan oleh Pdt. Dr. A.Andreas Ewangoe Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia dalam Seminar Nasional Dan Temu Tokoh Lintas Agama di Auditorium UIN SGD Bandung bertajuk “Penguatan Terhadap Signifikansi Agama : Menjawab Krisis Global Menyongsong Tatanan Dunia Baru”, Rabu (18/3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang harus kita cari adalah kesamaan agar tumbuh kebersamaan. Para penganut agama sangat mungkin bekerjasama memerangi kemiskinan secara lintas agama,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat pembebasan yang diperjuangkan Yesus merupakan konsekuensi dari kesetiaan-Nya secara mutlak terhadap kehendak Allah dan kasih-Nya yang sempurna terhadap umat manusia. Ketaatan dan kesetiaan merengkuh pilihan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan berujung pada penolakan dan hukuman salib yang harus dipikulnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Wafatnya Isa Al-Masih bagi kelompok tertindas dalam membangun persaudaraan sejati. Kiranya, kita terus mendengungkan renungan Leonardo Boff, teolog, filusuf sekaligus pendiri Teologi Pembebasan Gereja Katolik mencatan sejarah mengagungkan keberanian orang-orang yang menanggung kematian sekaligus penderitaan orang-orang yang rendah, dan mereka yang melakukan revolusi yang membebaskan hak-hak kaum miskin dan mereka yang tersisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, harapan Jaringan Kerja Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Jawa Barat dan Komisi III DPR pada 15 Desember 2008 berjanji untuk berkomitmen atas penegakan hukum yang merugikan minoritas pun segera mewujud di Jabar mandiri, dinamis dan sejahtera. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*IBN GHIFARIE, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-6675344000329546495?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/6675344000329546495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=6675344000329546495&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6675344000329546495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6675344000329546495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/04/kitab-14.html' title='Kitab (14)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-1487607764279479043</id><published>2009-04-12T21:08:00.003-04:30</published><updated>2009-04-12T21:18:12.057-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakola'/><title type='text'>Kitab (13)</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;B&gt;UIN SGD Bandung dan Peradaban Dialog&lt;/b&gt;&lt;/center&gt; &lt;center&gt;&lt;b&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/b&gt;&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung Ke-41 yang jatuh pada tanggal 8 April 2009 pelbagai kegiatan (Seminar, Pengukuhan Guru Besar dan Penganugrahan Doktor Kehormatan, Pertemuan Tokoh Lintas Agama) diarahkan untuk mewujudkan peradaban dialog antaragama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, dialog antar agama merupakan gerbang menuju kehidupan bermasyarakat yang adil, sejahtera dan harmonis. Sesuai dengan cita-cita luhur para pejuang yang memerdekakan kepulauan nusantara dari pelbagai rong-rongan penjajah. Kendati dialog antar iman tak sebatas bertujuan untuk hidup bersama secara damai dengan membiarkan pemeluk agama lain 'ada' (ko-eksistensi), melainkan juga berpartisipasi secara aktif meng-'ada'-kan pemeluk lain itu (pro-eksistensi). (Hans Kung dan Karl Kuschel: 1999).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berawal Dari Kampus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum terselenggrakanya acara Seminar Nasional dan Temu Tokoh Lintas Agama, Rabu (18/3). Prof Dr H Nanat Fatah Natsir, MS selaku Rektor UIN SGD Bandung giat mengkampanyekan dialog intra-religius.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kampus mestinya menjadi tempat bertumbuhnya semangat penghormatan antarumat beragama. Kaum intelektual diharapkan mengambil peran besar mendorong dilakukannya dialog dan menjauhkan bibit-bibit ekstremisme, demikian disampaikan Rektor di sela-sela Diskusi Internasional tentang Pemikiran Islam dan Nilai-nilai Kesundaan, Jumat (9/1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari kampus, kaum intelektual harus terus menggali pemikiran dan membagikannya demi kepentingan bersama. Jika mungkin, gunakan itu untuk memengaruhi kebijakan-kebijakan publik untuk mengedepankan dialog," katanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog, menurut Nanat, merupakan jalan paling memungkinkan menuju sikap saling menghargai yang ada dan yang diajarkan di setiap agama. Selain itu, studi mengenai penggalian nilai-nilai lokal, seperti kesundaan, juga penting dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanat mengaku prihatin dengan masih maraknya konflik yang mengatasnamakan agama dan telah mencederai semangat multikulturalisme. Padahal, agama mestilah bersifat relevan dan fungsional di setiap zamannya demi kesejahteraan manusia. (Pikiran Rakyat, 10/1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca perubahan IAIN menjadi UIN SGD Bandung diharapkan bisa menjawab tantanga zaman, terutama persoalan kerukunan hidup antaraumat beragama yang kian hari terjadi konflik, kekerasan, pengrusakan tempat ibadah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah dialogantar agama menjadi solusi atas ketegangan benturan peradaban Barat, Timur dan Islam. Sebab Tidak ada perdamaian antar bangsa tanpa dialog antar agama--meminjam istilah Hans Kung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disinilah konstribusi seminar dan temu tokoh lintas agama dalam upaya merintis paradigma membangun peradaban Indonesia modern yang demokratis, adil dan sejahtera, egaliter sebagai model peradaban baru dunia dalam mewujudkan kebangkitan antar budaya dari belahan Indonesia sebagai sumbunya,” Jelas Prof Dr H Nanat Fatah Natsir, MS dalam sambutan Seminar nasional dan Temu Tokoh Lintas Agama     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Dialog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak Perguruan Tinggi IAIN (Bandung) mempunyai peranan penting dalam menumbuh kembangkan sikap terbuka, toleran, adil guna terwujudnya masyarakat beradab, adil dan sejahtera.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya Program Studi Perbandinga Agama (Studi Agama-agama) Fakultas Ushuluddin diharapkan dapat menopang sekaligus mengikis prilaku barbar, anarkis, radikal, ekstrim dalam menyelesaikan segala persoalan. Tradisi baku hantam pun tak diharapkan apalagi menjadi model menyelesaikan kisruh. Ironi memang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya, tak berlebihan bila menyaol Perbandingan Agama dibala tak menyebut Mukti Ali, Guru Besar Perbandingan Agama melalui pendekatan religion scientific atau scientific-cum-doctrinair dengan jargonnya “Setuju atas ketidaksetujuan” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar seloganya membumi Ia beserta Alamsyah Ratuperwiranegara menegaskan, pembinaan kerukunan hidup beragama perlu ditingkatkan dengan memberi bobot, sehingga menjadi musyawarah pemuka-pemuka umat beragama dari berbagai agama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil itu dicanangkan strategi pembangunan yang selama ini kita kenal dengan istilah "Tri Kondial" (tiga kondisi ideal), yaitu kerukunan antarumat beragama, intern/sesama umat beragama, dan kerukunan antarumat beragama dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diingat, masih menurut Mukti Ali, salah seorang pemrakarsa terpenting dialog antaragama,--ditulis Azyumardi Azra menyatakan bahwa ”dialog” lebih tepat diartikan sebagai komunikasi di antara orang-orang beriman untuk mencapai kebenaran tertentu dan kerja sama dalam masalah- masalah yang berkaitan dengan kepentingan dan kemaslahatan bersama (Mukti Ali,1992:208).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Senada dengan Mukti Ali, Swidler merumuskan, ”dialog” (intra dan antaragama) adalah perbincangan atau percakapan di antara dua orang atau lebih yang memiliki pandanganpandangan yang berbeda, yang tujuan utamanya adalah untuk saling belajar sehingga para peserta dialog dapat mengubah pandangannya dan meningkatkan pengalaman keagamaannya (Swidler,1990:3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati dialogantar agama masih bersifat elitis dan tidak menyentuh akar rumput, ungkap Prof Din Samsyudin upaya mewujudkan kerukunan hidup bersama juga menghadapi persoalan ambivalensi para pemimpin agama. “Ketika bicara perdamaian di forum seperti ini, semua tokoh tampak baik. Akan tetapi, saat kembali ke umat dan berkhotbah, mereka kurang menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan penghargaan terhadap agama lain,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan berarti pengadaan pelbagai seminar, pembukaan Prodi Perbandingan Agama setiap tahunya diharapkan dapat menepis anggapan miring tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kehadiran Milad UIN SGD Bandung Ke-41 menjadi momentum juga harus menjadi modal dasar evaluasi sekaligus semangat toleransi dan pencerahan bagi seluruh dialog antar iman dan pemerintahan yang memegang kebijakan dalam membangun pendidikan berkarakter multicultural.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulang tahun UIN SGD Bandung juga harus dijadikan barometer sebagai ajang refleksi seberapa jauh kualitas kita dalam menghargai perbedaan (Suku, Agama, Ras, Budaya) semenjak UIN SGD Bandung ini berdiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Dies Natalis UIN SGD Bandung Ke-41 bagi membangun peradaban dialog. Terwujudnya masyarakat Jawa Barat yang adil, toleran, ramah, rukun, sejahtera, makmur menjadi cita-cita civitas akademika UIN SGD Bandung. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*IBN GHIFARIE, Alumnus Studi Agama-agama Fakultas Filsafat dan Teologi UIN SGD Bandung dan bergiat di Sunan Gunung Djati (Komunitas Blogger Kampus UIN SGD Bandung) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-1487607764279479043?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/1487607764279479043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=1487607764279479043&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/1487607764279479043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/1487607764279479043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/04/kitab-13.html' title='Kitab (13)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3179973866090818712</id><published>2009-03-10T22:21:00.006-04:30</published><updated>2009-03-12T22:01:04.521-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>kitab (12)</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;b&gt;Belajar Kerukunan Antarumat Beragama Dari Piagam Madinah&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/center&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perayaan keagamaan (termasuk Maulid Nabi), peribadatan yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal selalu menunjukan reaktualisasi kejadian-kejadian sakral yang terjadi pada zaman permulaan. Partisipasi homo religius dalam perhelatan akbar itu petanda perpindahan dari durasi (ruang, waktu dan kosmos) temporal yang biasa dan penyatuan dengan waktu mitos yang ditumbuh kembangkan oleh segenap insan pengingat keteladanan tokoh tersebut. Pasalnya waktu sakral dapat diperoleh kembali sekaligus diulangi lagi kendati dalam jangka waktu yang lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan adanya perayaan secara periodik ini, mampukah peserta perayaan mendapatkan pelajaran berharga--semasa hidup Nabi Muhammad SAW guna memupuk sikap kerukunan antarumat beragama yang kian hari tergerus oleh sikap kebencian, kepicikan ketertutupan dan perilaku barbar dalam setiap menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Ya memang bukan dengan cara duduk bareng (pemuka dan umat beragama) sambil bicara dari hati ke hati. Kesahduan suasana ini tak jarang kita dapatkan. Mengerikan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang tak tepat dalam keberagamaan kita? Jangan-jangan kita hanya menjalankan sebagian ajaran (perintah dan larangan) Rasul untuk berbuat tegas pada mereka yang berbeda keyakinan dan keimanan semata? Bukanlah Muhammad itu suritauladan (panutan) segenap kesempurnaan manusia dalam membangun keutuhan keluarga dan cara bertetangga (seagama dan antaragama) yang baik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negarawan Madinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pelajaran berhagra yang bisa kita petik dengan adanya pergantian tahun kelahiran Muhammad ini adalah Piagam Madinah. Pasalnya, dari X Bab dan 47 Pasal ini terpancar sikap keterbukaan, toleransi, keragaman dan kerukunan antaragama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Muhammad datang keberadaan masyarakat Arab sangat nomadent, politaistik dan tak tegas dalam menyesaikan permasalahan dalam segi hukum. Berkat Al-Amin (orang terpuji) ini kawasan jajirah Arab menjadi terpandang. Sehingga George Sale, ahli Hukum Protestan dan orang pertama yang menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Inggris tahun 1734 memberikan komentar ikwal agama dan hukum “Muhammad memberikan kepada bangsa Arab suatu agama dan hukum terbaik yang dapat diberikanya; Setidaknya lebih baik daripada hukum yang diberikan oleh para pagan kuno”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal prosesi kelahiran Muhammad (Muludan) dimulai secara perodik dan meriah pada abad X oleh Sultan Salahuddin Yusuf Al-Ayubi (1174-1193 Masehi) saat dunia Islam menghadapi serangan negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, dan Jerman dalam Perang Salib. Tak lain gunan memberikan semangat juang kepada para mujahid dalam menyebarkan risalah Tuhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, setiap bertemu dengan Muludan ini, Syair Al-Busiri tak henti-hentinya didengungkan “Muhammad, Tuan dua dunia/Melampau nabi-nabi (lain) dalam kualitas fasis maupun moral/Mereka tidak mendekatinya dalam ilmu maupun keluhuran budi/Pada dirinya esensi kebaikan tak terbagi/Mengesampingkan apa yang dialami kaum Nasrani untuk Nabi mereka” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deretan kata-kata ini menunjukan kemahaluhuran Muhammad dengan pembawa keselamatan dalam urusan moral dan budi pekerti.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mendetail lagi, Francis Rodinson mengurai detik-detik waktu bermakna ini “Perayaan itu diadakan setiap hari senin, tanggal 12 Rabi 1 (satu). Perayaan ini berbeda detinya dari setiap tempat ke tempat lain. Namun dijabarkan tempat ada pawai obor; makanan gratis bagi kaum miskin; makanan manis dibagikan; anak-anak mengenakan pakaian baru dan orang-orang pun saling bertemu; kembang api disulut; memakai wewangian dan beraksi dengan kendaraan kuda liar; pembicara memperhatikan bagaimana dunia berada dalam kegelapan dan kebodohan sebelum kedatangan Muhammad sekaligus membawa cahaya kebenaran berseri-seri di setiap hati manusia”   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kaum Yahudi merupakan mitra Muhammad dalam membangun keutuhan Madinah dari segenap penjajah. Sebab keturunan Yudaisme yang terkemuka di Madinah selama banyak generasi menyesuaikan diri dengan pluralisme (suku dan agama) dan mereka diterima baik oleh para suku Arab yang politais. W Montgomery Watt, seorang Islamolog asal Skotlandia menggambarkan arti penting keakraban mereka “Pada suatu waktu yahudi secara politis mengendalikan Madinah. Sisa-sisa pemukiman Arab sebelumnya menjadi bergantung pada mereka. Barangkali kaum Yahudilah yang mengembangkan pertanian di Madinah. Seperti yang mereka lakukan di sebagian lain kawasan Arabi. Sebagai penguasa Madinah yang tak perlu diragukan lagi, mengajrkan penghargaan pada negosiasi perdamaian akan suku Quraisy”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kemerdekaan bagi Mekah (Futhu Mekah) pun Muhammad tetap mengakomodir perbedaan kepercayaan dan keyakinan asal tak berbuat onar, taat pada aturan yang telah ditetapkan dan bersedia membayar pajak mereka bisa hidup berdampingan dengan kaum Muslimin. Sungguh indah bukan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan dalam menyikapi perbedaan memberikan inspirasi bagi Moxime Rodinson, seorang Orientalis Prancis menjelaskan perihal karismatik Muhammad “Ia mampu mempengaruhi orang-orang seperti seorang politisi sejati mampu mengelola ambisi, keserakahan, kesombongan, ketakutan orang serta kehausan mereka akan ideologi dan pengabdian. Sebagian orang masuk Islam dan sebagin lagi bersumpah setia seraya tetap pagan dalam hati. Setiap suku mengikat dalam Madinah sekaligus berjanji untuk menyediakn pasukan dan tidak memerangi suku lain yang bersekutu dengan Muhammad. Mereka menghancurkan berhala-berhala mereka dan mau membayar kontribusi sebagai orang beriman atau pajak yang dikenalan atas setuju. Setiap sikap terlihat disana, dari yang terlihat keyahudianya sampai yang benar-benar kafir sekalipun” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gegap gempita Maulid Nabi merupakan salah satu upaya penghormatan kepada Muhammad yang telah berjasa menyebarkan Islam. Dalam tradisi muslim populer mentransformasikan Muhammad menjadi prototipe segenap kesepurnaan manusia. Kecintaan terhadap Rasul menggugah perasaan Annemarie Schimmel, Islamolog asal Jerman seorang ahli dalam Bidang Kajian Agama dan Peradaban Dunia untuk melakukan penelitian tentang peran Muhammad dalam kehidupan kaum Muslim sholeh, Ia mencatat “Penghormatan terhadap Nabi dan bahkan perhatian pada hal-hal yang kecil dari perilaku dan kehidupan pribadinya tumbuh kuat. Walaupun kaum muslim itu jauh darinya dalm segi waktu. Mereka senantiasa ingin mengetahui lebih banyak tentang kepribadiannya supaya kata-kata dan agar mendapatkan kepastian bahwa mereka memang mengikuti dengan benar. Para ulama popular sering menggambarkan sosok nabi ini dari warna-warni manakjubkan, bahkan dengan menambahkan detil-dtil tak berarti” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karen Armstrong juga ikut mengapresiasi perilaku uinik ini “Kalau orang Kristiani mengembangkan perilaku meneladani Kristus, maka orang muslim berupaya meneladani Muhammad dalam kehidupan keseharian mereka agar sedapat mungkin dalam kesempurnaan Tuhan sendori” Hal ini membuat kaum muslim di seluruh dunia memiliki skap yang khas “Cara mereka sembahyang, membersihakn diri, sikap mereka di meja makan, kesehatan seorang mengikuti pola yang khas”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tri Kondial Kerukunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kehadiran Muludan bagi umat Islam harus menjadi momentum lambang semangat perjuangan dan kemenangan di dalam berusaha membina kerukunan umat beragama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita menelaah manuskrip Piagam Madinah (Mitsaq Madinah) yang terdiri dari X Bab dan 47 Pasal diantaranya; Bab I tentang Pembentukan Umat (pasal 1); Bab II tentang Hak Asasi Manusia (Pasal 2-10); Bab III tentang Persatuan Seagama (pasal 11-15); Bab IV tentang Persatuan Segenap Warga Negara (Pasal 16-23); Bab V tentang Golongan Minoritas (Pasal 24-35); Bab VI tentang Tugas Warga Negara (Pasal 36-38); Bab VII tentang Melindungi Negara (Pasal 39-41); Bab VIII tentang Pemimpin Negara (Pasal 42-44); Bab IX tentang Politik Perdamaian (Pasal 45-46); Bab X tentang Penutup (Pasal 47)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjamin kelangsungan masyarakat Madinah yang plural sekaligus mengatur hubungan kerukunan antaragama Piagam Madinah meletakan darar-dasar yang melandasi kehidupan bersama-sama sebagai berikut: Pertama, Semua pemeluk islam, meskipun berasal dari banyak suku, merupakan satu komunitas. Kedua, Hubungan antara sesama anggota komunitas islam dan antar anggota komunitas islam dengan anggota komunitas-komuntas lain didasarkan atas prinsif-prinsif bertetangga baik, saling membantu dalam menghadapi musuh bersama, membela mereka yang teraniaya, saling menasehati dan menghormati kebebasan beragama (Munawir Sajali,1990:15). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih khusus lagi, dalam pasal 25 Piagam Madinah disebutkan ”Bagi orang-orang Yahudi agama mereka dan bagi orang-orang Islam agama mereka”. Pasal ini memberikan jaminan terhadap kebebesan beragama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara wujud kebebasan beragama ini ialah beribadah menurut ajara agamanya masing-masing. Juga dinyatakan pada pasal ini bahwa kaum Yahudi satu umat bersama kaum mukmin. Penyebutan demikian mengandung arti--merujuk pada kesatuan berdasar agama, orang-orang yahudi merupakan satu komunitas yang pararel dengan komunitas kaum muslim. Komunitas Yahudi bebas melaksanakan agama mereka. Kondisi ini merupakan sikap toleransi islam terhadap agama lain. (Sukarja,1995:21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Isi Konstitusi Madinah antara lain; Pertama Hak masing-masing kelompok untuk melakukan peradilan. Kedua, Kebebasan beragama bagi semua golongan. Ketiga, Semua penduduk Madinah, baik kaum Muslimin maupun komunitas Arab non-Islam dan komunitas Yahudi, berkewajiban untuk saling membantu baik secara moral maupun material. Mereka harus bahu membahu guna mempertahankan kota Madinah apabila ada serangan musuh dari luar. Keempat, Rasulullah merupakan kepala negara di Madinah dan kepadanya dibawa segala perkara dan perselisihan besar yang tak bisa didamaikan oleh pihak-pihak yang bertikai untuk dapat diselesaikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia Kerukunan Hidup Antarumat Beragama di Indonesia dipelopori oleh Mukti Ali, Guru Besar Perbandingan Agama dengan menghadirkan 'Tri Kondial' (tiga kondisi ideal), yaitu kerukunan antarumat beragama, intern/sesama umat beragama, dan kerukunan antarumat beragama dan pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks Jawa Barat, khususnya Kota Bandung-- dipenghujung 2007 ketidakharmonisan antariman itu, menggugah seluruh pemimpin enam agama (Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Khonghucu) dan tujuh belas pemuka aliran keagamaan untuk berembuk sekaligus mendeklarasikan Sancang.  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pernyataan sikap Sancang ini terangkum dalam butir-butir; Pertama, Kami umat beragama Kota Bandung adalah bagian dari Bangsa Indonesia yang senantiasa menjungjung tinggi kesatuan dan persatuan. Kedua, Kami umat beragama Kota Bandung menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, Kami umat beragama Kota Bandung selalu berjuang untuk tegaknya hokum dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kerukunan hidup demi mencapai kebahagiaan bersama. Keempat, Kami umat beragama Kota Bandung selalu mengembangkan sikap teleransi, tenggang rasa dan saling menghormati. Kemila, Kami umat beragama Kota Bandung selalu berkerjasama untuk berperan dalam mengatasi masalah-masalah social dan lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pelajaran berharga dari Piagam Madinah bagi kerukunan hidup antarumat beragama. Kiranya, tepat bila Michael Hart, ilmuwan kontemporer Amerika (1978:33) menempatkan tiga tokoh yang paling berpengaruh dalm sejarah dengan urutan; Muhammad, Isac Newton dan Isa Al-Masih. Ia memposisikan Muhammad urutan teratas dari daftar seratus orang berpengaruh karena dia adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang paling berhasil, baik pada tataran keagamaan maupun duniawi. Selama satua abad pengikutnya mengandalikan kekaisaran yang terbesar dalam sejarah manusia. Selamat Maulid Nabi. Semoga.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBN GHIFARIE, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3179973866090818712?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3179973866090818712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3179973866090818712&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3179973866090818712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3179973866090818712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/03/kitab-12.html' title='kitab (12)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7438567856478447650</id><published>2009-02-02T21:25:00.002-04:30</published><updated>2009-02-24T22:26:24.954-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (11)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Mengakrabi Wisata Religius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Refleksi 40 Hari Pasca Agresi Israel ke Gaza&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Momentum 40 hari (matang puluh) pasca konflik horizontal Israel-Palestina yang jatuh pada 05 Februari 2009 sejak 27 Desember 2008. Sejatinya, harus menjadi modal dasar kebangkitan keimanan sekaligus semangat kemanusiaan dan pencerahan bagi seluruh dialog antariman serta menemukan tujuan hidup di atas puing-puing reruntuhan akibat kebiadaban tangan manusia lalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matang puluh juga mesti dijadikan barometer sebagai wahana refleksi seberapa jauh kualitas kita dalam melakukan perjalanan spiritual untuk menemukan jati diri dan perubahan hidup yang lebih baik sejak kisrus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mampukah model wisata religius--dengan bertandang ke tempat ibadah (Tembok Ratapan, Gereja Makam Kristus, Mesjid Al-Aqso, Demo Of The Rock [Mesjid Kubah Batu], Via Dolorosa) ruang publik (kantor, rumah sakit, bandara) saat pertempuran semakin tak beradab selama 40 hari, 40 malam melahirkan kesadaran kolektif guna membangun solidaritas antarumat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwujudnya masyarakat yang adil, tentram, damai, toleran, sejahtera dan harmonis pun menjadi cita-cita yang tak bisa ditawar-tawar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kekuatan Angka 40&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konon sepanjang sejarah, angka 14 telah dikenal sebagai angka mistis sekaligus suci untuk peraktek-peraktek yang memberi makna perubahan secara positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ilmu numenorologi, angka 40 melambangkan kematian diri seseorang dan kelahiran kembali secara spiritual. Menurut tulisan kabbalistik dalam kitab Zohar untuk sampai pada akhir sebuah lingkaran transformasi dibutuhkan 40 hari mulai dari penentuan tujuan, persiapan hingga pengujian tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, bila bilangan 40 dilihat dari doktrin agama-agama. Ilene Segalove, seorang pendeta Yahudi (2006;3-5) menjelaskan angka 40 digambarkan dalam kitab Taurot sebagai hurup 13 (tiga belas) dalam Yahudi 'mem' dan kartu mati serta menandakan penyelesaian dari sebuah tahapan. Agama Yahudi menjajarkan bahwa jika anda masuk embrio bayi pada usia 40 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dogma Kristen melalui kitab Injil disebutkan selama 120 kali, diantaranya; ketika orang-orang israel dibebaskan dari perbudakan di Mesir, mereka terlunta-lunta di padang pasir selama 40 hari. Waktu tersebut dianggap sebagai masa penyucian dan penyiapan untuk memasuki tanah yang dijanjikan (the promised lond); Musa berusia 40 tahun saat tuhan memanggilnya; Musa mendaki puncak bukit sinai dan menghabisakan waktu di bukit itu selama 40 hari 40 malam. Ia menerima bagian pertama sepuluh perintah Tuhan. Pada saat orang-orang disekitarnya membuat sesembahan palsu.Musa kembali ke bukit Sina dan tinggal selama 40 hari 40 malam yang kedua kalinya.Kemudian ia menerima wahyu bagain kedua dari sepuluh firman Tuhan sebagaimana yang kita kenal sekarang; Yesus menghabiskan waktu 40 hari 40 malam untuk menyepi, berdoa dan berpuasa di dalam hutan belantara Judean dalam rangka mempersiapkan diri melaksanakan perintah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam; Muhammad saat menerima wahyu pertama surat Al-Alaq berumur 40 tahun; Jagat raya ini di 40 pilar yang disimbolkan oleh tiang penyokong Kubah Mesjid di Jerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dharma Budha, Sang Guru Agung Budha Gatama melakukan meditasi selama 40 hari di bawah pohon Bodhi. selama waktu itu godaan dan bahaya dunia mengancam dirinya. Namun pada hari ke 40 ia memperoleh pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Yoga jenis Kundalini program fisik dan mistis untuk perubahn ke arah kebajikan. Katanya memerlukan waktu 40 hari untuk menghilangkan prilaku buruk dan 40 hari lainya untuk memperoleh perilaku positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, dalam legenda, cerita rakyat, keprcayaan suku ikut memberikan makna 40. Tengoklah, legenda di Jerusalem mengatakan bahwa jika anda mengunjungi Western Wall selama 40 hari berturu-turut dan berdoa untuk satu keinginan khusus, maka keingian itu akan terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa agama timur juga kepercayaan orang Mesir kuno 40 adalah jumlah hari yang penting bagi jiwa untuk bisa terlepas dari badan.Itulah mengapa terdapat upacara keagamaan guna menghormati dan memperingati orang yang sudah meninggal setelah 40 hari meninggal. Layaknya di masyarakat Sunda, upacara matang pula kerap terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat adat (suku kono) tertentu, setelah disunat laik-laki harus mengasingkan diri dalam semak-semak belukar untuk menyepi selama 40 hari. Pada hari ke 40 baru bisa pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembabakan sejarah, kala Renaisan 40 hari dianggap sebagai periode yang sempurna untuk menyelesaikan pekerjaan yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun keahlian medis ikut menyuarakan bahwa sela dalam aliran darah manusia memperbaharui dirinya selama 40 hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pentingnya Arti Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tengah ketidakpastian hidup dan peperangan yang tak kunjung selesai. Pasalnya, agresi israel ke Gaza telah merusak sekaligus melumpuhkan infrastruktur dan akan melahirkan ektrimis-ektrimis anti Yudaisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ini tercatat lebih dari 1.100 orang korban tewas dan lebih dari 5000 orang terluka. Jumlah tewas anak-anak pun telah melebihi angka 350 jiwa. Peristiwa naas ini telah meluluh lantahkan 4.000 bangunan rumah dan 17.000 ringan dan parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati pihak Israel bersikeras mengatakan pasukan Israel telah berusaha semaksimal mungkin menghindari korban warga sipil di daerah yang padat penduduk. Israel justru balik menuding Hamas sengaja bersembunyi di balik warag sipil dan memasang waraga sipil sebagai tameng hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diungkapkan oleh Richard Falk, Pakar hak asasi manusia untuk isu HAM di Tepi Barat dan Jalur Gaza, sebenarnya, bukti bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang saat menyerang Gaza selama 23 hari sudah jelas. Namun, untuk membuktikan Israel melanggar aturan hukum internasional dan melakukan kejahatan perang, diperlukan penyelidikan independen dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi melihat fakta, Israel tidak berusaha memperbolehkan penduduk sipil menghindari serangannya. Israel justru mengunci warga sipil dalam zona perang. ”Itu jelas lebih parah dibandingkan dengan yang pernah dialami kaum Yahudi yang dibiarkan kelaparan dan dibunuh Nazi pada Perang Dunia II,” kata Falk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, lanjut Falk, Israel memberikan kesempatan kepada anak-anak, orang cacat, atau warga yang sakit untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman di luar Gaza atau di Israel selatan. ”Semua penduduk di Gaza yang terperangkap di dalam zona perang tanpa diberikan kesempatan untuk mengungsi akan mengalami gangguan mental sepanjang hidupnya,” ujarnya. (Kompas, 24/01)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik angka kematian yang tak sedikit itu, membuta kita resah, miris, iba dan menggedor arti pentingnya sebuah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupaya, ajaran Konfusius (suasana dan semangat Imlek 2560) memberikan petuah kepada kita ”Perjalanan ribuan kilometer dimulai dengan langkah pertama” ungkap Lau Tzu 500 SM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa sebenarnya tujuan hidup mausia?” Ia menjawab ”Belajar dan terus menerus belajar seumur hidup untuk menjadi manusia. Caranya bagaimana? Kalau pisau harus diasah dengan batu supaya berguna, maka manusia harus diasah dengan manusia. Karena itu hurup kanji pintar/chung-ming dimulai dengan hurup kuping (untuk mendengar) lalu mata (untuk melihat) diikuti mulut supaya dimasukan ke hati. Juga ditambah matahari dan bulan untuk dikerjakan siang malam sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontek traumatik dan defresi akut pasca agresi Israel ke Gaza. Hidup ini memang harus dijalani dan penting usaha untuk menamukan sekaligus menjadi diri kita sendiri ditengah masyarakat yang terus berkembang dan tidak terjebak dalam perjuangan sekedar untuk mendapatkan spiritualitas dalam diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, memaknai hidup tidak hanya berputar pada urusan apa yang boleh dan dilarang dikerjakan supaya terhindar dari hukuman dan memperoleh kebahagiana akhirat. Namun, kebermanfaatan bagi diri, orang lain (bangsa dan agama) menjadi sebuah keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pentingnya makna hidup yang diinginkan oleh Jusuf Sutanto, pemerhati kearifan kuno saat berziarah ke tempat-tempat ibadah. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;*IBN GHIFARIE, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7438567856478447650?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7438567856478447650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7438567856478447650&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7438567856478447650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7438567856478447650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/02/kitab-11.html' title='Kitab (11)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-5946191269706479880</id><published>2009-01-23T23:26:00.004-04:30</published><updated>2009-02-24T22:26:12.622-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (10)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Bercermin Toleransi dari Kelenteng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Judul dan subtansi tulisan ini terinspirasi oleh hasil laporan bedah buku&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; Jerusalem: Kesucian, Konflik dan Pengadilan Akhir karya&lt;/span&gt; Trias Kuncahyono, Wakil Pimpinan Redaksi Harian Kompas di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung yang dimuat di Harian Kompas Biro Jawa Barat, Jumat (5/12) tentang indahnya keragaman dan pentingnya toleransi yang mulai terkikis dari kehidupan keseharian antarumat beragama di Nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akui atau tidak kemerdekaan, keadilan, dan sikap keterbukaan menjadi barang langka di Bumi Pertiwi. Urusan keimanan saja pemerintah masih ikut mencampurinya. Mengerikan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mampukah kehadiran Imlek (1 Imlek 2560) yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2009 kita akan mendapatkan pengalaman (sikap keberagamaan) yang terbuka, ramah, toleran, inklusif, adil dan pengakui perbedaan keyakinan (sekte, madzab, denominasi, aliran) untuk tumbuh dan berkembangnya dialog intra religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Nilai Nabi Kongzu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pelajaran berhagra yang bisa kita petik dengan adanya pergantian tahun China ini adalah Kelenteng. Pasalnya, dari tempat ibadah ini terpancar sikap keterbukaan, toleransi, dan keragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula pra di cabutnya Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang segala aktivitas berbau Tionghoa dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 477/74054/BA.01.2/4683/95 oleh Presiden Abdurrahman Wahid Kelenteng selalu di identikan dengan Vihara (Budha). Kini, tidak lagi. Bahkan masyarakat keturunan China pun dengan leluasa dapat bersembahyang di depan Altar Langit (Thian Than) Sang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan Tri Dharma (Tiga Ajaran Kebajikan) pun melekat pada tempat peribadatan Tionghoa sekaligus upaya memelihara, menjungjung nilai-nilai ajaran yang telah disampaikan oleh Kongzu. Lepas dari apakah mereka dikategoritan agama Budha, Tao atau Konghucu. Yang jelas mereka keturunan Konzi dan harus memelihara sekaligus menyebarluaskan ajaran kebaikan dan kebijaksanaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Kongzi, Khongcu atau Confucius hidup pada jaman Dinasti Zhou (551-479 sM). Kala itu, ia menganjurkan agar Dinasti Zhou kembali menggunakan Kalender Xia, sebab tahun barunya jatuh pada musim semi, sehingga cocok dijadikan pedoman bercocok tanam. Namun nasihat ini baru dilaksanakan Han Wu Di dari Dinasti Han (140-86 sM) pada 104 sM. Semenjak itulah Kalender Xia dipakai. Kini dikenal dengan sebagai Kalender Imlek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penghormatan kepada Kongzi, perhitungan tahun pertama Kalender Imlek ditetapkan oleh Han Wu Di dihitung sejak kelahiran Kongzi, yaitu sejak tahun 551 sM. Itulah sebabnya Kalender Imlek lebih awal 551 tahun ketimbang Kalender Masehi. Jika sekarang Kalender Masehi bertahunkan 2009, maka Kalender Imlek bertahunkan 2009+551=2560. Pada saat bersamaan agama Khonghucu (Ru Jiao) ditetapkan Han Wu Di sebagai agama negara. Sejak saat itu penanggalan Imlek juga dikenal sebagai Kongli (Penanggalan Kongzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan Nabi Kongzi tu, termaktub dalam Kitab Tiong Yong (XXX : 4) /Zhong Yong, “Maka gema namanya meliput seluruh Tiongkok, terberita sampai ke tempat Bangsa Ban/Man, dan Bek/Mo, sampai kemana saja perahu dan kereta dapat mencapainya, tenaga manusia dapat menempuhnya, yang dinaungi langit, yang didukung bumi, yang disinari matahari dan bulan, yang ditimpa salju dan embun, semua makhluk yang berdarah dan bernafas, tiada yang tidak menjunjung dan mencintaiNya.” (www.matakin-indonesia.org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontek Jawa Barat, terdapat sekitar 100 Kelenteng yang tersebar di Kabupaten/Kota. Vihara Satya Budhi (Yayasan Satya Budhi) merupakan Kelenteng tertua dan terbesar di Bandung yang dibangun pada tahun 1885, Jalan Klenteng No. 2, 23 A Kota Bandung, Jawa Barat. (Kompas, 15/01)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kunci Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tibanya Imlek bagi umat Khonghucu harus menjadi momentum lambang semangat perjuangan dan kemenangan di dalam berusaha membina kehidupan agamanya. Juga Menjadi lambang persaudaraan di antara umat Ji Kau/Ru Jiao, Hud Kau/Fo Jiao, dan Too Kau/Dao Jiao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, perilaku toleran itu terlihat saat praktik Ibadah di Altar Langit (Thian Than) Kelenteng Tri Dharma. Memang indah dan sahdu. Seakan-akan perbedaan keyakinan (Budha, Tao, Konghucu) menjadi modal dasar dalam membangun kehidupan yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Dawam Rahardjo dalam buku Demi Toleransi, Demi Pluralisme (2007) toleransi merupakan kunci perdamain dan kedamaian, kunci dari persamaan serta kunci proresifitas. Toleransi bukan berarti lemah dalam agama. Bahkan dengan toleransi dapat dipahami keyakinan orang lain lebih baik tanpa harus percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi erat kaitanya dengan pluralisme. Melalui pluralisme kita bisa saling memahami. Saya berbeda pendapat, keyakinan, pemahaman dengan orang lain tanpa harus memusuhi. Baginya, dalam pelbagai diskusi yang dilakukan dengan banyak orang Ia merasa bahwa banyak temen-temen yang takut dengan pluralisme. Seolah-olah pluralisme sebuah ancaman atau menempatkan diri dalam dunia ancaman. Tetapi pengalaman saya tidak.Justru pluralisme dan toleransi membuat saya lebih damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pelajaran berharga dari Kelenteng bagi dialog intra religius. Kiranya, sabda Kongzi pun layak kita dengungkan “Bila suatu kali engkau menjadi baru maka tetaplah jaga agar engkau senantiasa baru (Da Xue II, 1) dan Gan Yan/Yan Yuan, bertanya bagaimana mengatur pemerintahan. Nabi bersabda, “Pakailah penanggalan Dinasti He” Kitab Lun Gi/Lun Yu,XV :11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh perkataan Nabi Khongcu--yang di dalam seluruh hidupnya mencurahkan perhatian sebagai upaya mense sejahterakan dan membahagiaan rakyat. Sanagtlah wajar bila Ia bersabda kepada Gan Hwee/Yan Hui, tentang pemerintahan yang baik dianjurkan menggunakan penanggalan Dinasti He. Semoga keindahan dalam perbedaan mewujud di Indonesia. Selamat Hari Raya Imlek 2560/2009. Gong XI Fa Cai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;* IBN GHIFARIE,&lt;/span&gt; Pegiat Studi Agama-Agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini pernah dimuat di &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/24/1131195/bercemin.toleransi.dari.kelenteng"&gt;Harian Kompas Biro Jabar, Sabtu 24 Januari 2009&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-5946191269706479880?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/5946191269706479880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=5946191269706479880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5946191269706479880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5946191269706479880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2009/01/kitab-10.html' title='Kitab (10)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3141777730784879051</id><published>2008-12-30T20:51:00.001-04:30</published><updated>2009-02-24T22:26:06.197-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (9)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Haji dan Penyatuan Umat Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah gencarnya sosialisasi dialog antaragama oleh Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al-Saud. Mengawali visi perdamainya dari Mekkah, terus ke Madrid, hingga akhirnya berpuncak di Markas Besar PBB, New York, sepekan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak Negeri Seribu para nabi ini, malah disibukan dengan pelarangan 4 Calon Haji (Calhaj) dari Indonesia asal Ciamis yang masuk kloter 40. Pasalnya, mereka disinyalir beraliran Ahmadiyah. Muksin (68) asal Banjarsari dan istrinya Mimin (67), serta Oyon Sofyan (64) asal Kalipucang dan istrinya Mimon Fatimah (60) merupakan keempat Calhaj yang tak jadi berangkat ke Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Empat orang gagal berangkat karena dibatalkan oleh Dirjen Haji dan Umroh sebab adanya larangan Pemerintahan Arab Saudi terhadap jemaat Ahmadiyah masuk haramain. " ujar Kakandepag Ciamis Drs H Munadi Abdul Qodir MM saat melepas keberangkatan Kloter 40. (Tribun Jabar,17/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran bulan haji ini dapat memberikan spirit keadilan, kemerdekaan sekaligus membuka ruang kesatuan umat manusia bagi beragam perbedaan bangsa, budaya, bahasa, suku, etnis, dan agama (aliran kepercayaan, sekte, madzah) sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napak Tilas Agama-agama&lt;br /&gt;Momentum Haji merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Islam berbasis keimanan yang kukuh. Serangkaian perintah qurban, thowaf, wukuf, sa’i, melempar jumrah pun menjadi petanda peradaban Rasul untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati peristiwa haji tak bisa dipisahkan dari ritual peribadahan Adam dan Ibrahim. Jauh sebelum Ibrahim pelaksanaan haji, rukun islam yang kelima ini telah dilakukan sejak Adam jatuh ke muka bumi. (Ramadhan Al-Buthi,1990:77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja, aktivitas Thawaf saat mengelilingi Ka’bah dan Sa’i kala berlari kecil antara Shofa dan Marwah. Kita diingatkan akan kesabaran, keuletan sekaligus kegigihan dan keyakinan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim--budak dari kalangan hitam, ketika menggendong putranya Isma’il.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wukuf di Arafah, meneguhkan kembali rasa cinta kasih Adam dan Hawa saat ditemukan kembali di padang Arafah pasca memakan buah kholdi dan terlempar dari Surga.&lt;br /&gt;Pelaksanaan kurban pula, menyadarkan kita pada satu ketulusan Ismail untuk segera disembelih oleh Ibrahim atas perintah Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, haji merupakan napak tilas agama-agama (Adam, Ibrahim—Bapak monotaisme, Ishak--Kristiani dan Ismail serta Muhammad--Islam)&lt;br /&gt;Sangatlah wajar bila Khalil Abdul Karim, menyebutkan bahwa sebagain ajaran Islam mengadopsi dari doktrin Pra-Islam. Haji salah satu contonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, sebelum Nabi Muhammad terlahir dan membawa risalah Islam, praktik haji sudah dikenal. Seperti; Talbiyah, Ihram, Wuquf, Kurban, bermalam di Muzdalifah, Jumrah, Tawaf, cium Hajar Aswad (Khalil Abdul Karim, 2000:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelestarian ibadah ini tidak terlepas dari peran para pengikut setia agama hanif--sebutan untuk penganut Ibrahim yang berada di sekitar Makkah. Namun, lemahnya kekuatan mereka di tengah hegemoni Qurasy menyebabkan banyak sekali penyelewengan yang dilakukan masyarakat setempat dalam praktek ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Wukuf di Muzdalifah, bukan di Arafah sebelum ajaran Islam datang. Sekelompok manusia yang dikenal dengan sebutan Al-Hummas ini merasa memiliki keistimewaan, sehingga enggan bersatu dengan orang banyak dalam melakukan wuquf di Arafah. Pemisahan diri dilatarbelakangi oleh perasaan superiolitas, maka Tuhan mengurnya melalui kitabnya “Bertolaklah kamu dari tempat tertolakannya orang-orang banyak dan mohonlah ampun pada Allah sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (Q.S:2:199) (M.Qurais Shihab,2001:334)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Kemanusiaan&lt;br /&gt;Inilah salah satu praktek ritual haji yang diluruskan oleh Muhammad juga bertentangan dengan penghayatan nilai kemanusiaan universal (Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kehadiran haji ini harus memberikan semangat kemanusiaan berupa penyatuan umat manusia dalam membangun kerukunan umat beragama (antar dan intra). Pasalnya, dalam prosesi haji terdapat satu moment perpisahan yang tak dapat dipisahkan antara Muhammad dengan umatnnya. Yakni peristiwa Haji Wada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi khutbah nabi di depan 240.000 jemaah itu menekankan; Pertama, Peletakan prinsip dasar hak kemanusiaan. Menjungjung tinggi hak serta perlindungan setiap individu dengan mengharamkan pembunuhan, permusuhan, pemeliharaan kepemilikan, kehormatan dan memulaikan maerabat wanita. Kedua, peletakan prinsip tanggungjawab terhadap sebuah pelanggaran. Setiap orang bertangungjawab atas perbuatanya sendiri dan siap dengan segala konsekuensinya di depan hukum. Ketiga, Solidaritas sosial. Pesan ini memberikan penekanan bahwa semua muslim bersaudara. Solidaritas Islam bukanlah solidaritas golongan (ta’ashubiyyah) atau rasial, melainkan solidaritas yang dibangun atas semangat kemanusiaan, keislaman dan solidaritas keagamaan. (MataAir Edisi 18 Tahun 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, isi dukumen hak asasi kemanusiaan (Al-Watsiqah Al-Buquq Al-Insyaniyyah) menitik beratkan kepada Persamaan; Keharusan memelihara jiwa, harta, dan kehormatan orang lain; Larangan melakukan penindasan atau pemerasan terhadap kaum lemah baik bidang ekonomi atau bidang yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik ketidakberbandingan lurus antara jumlah calon jemaah haji asal Indonesia--sekitar 200 ribu orang dengan sepulangnya mereka ke Tanah Air (Kampung halamanya) niscaya tak akan ada lagi upaya 'penertibak keyakinan' oleh kelompok tertentu terhadap golongan yang berbeda. Tentunya, tak aka nada lagi pelarangan terhadap jemaat Ahmadiyah dalam menunaikan Ibadah haji ke Tanah suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikain, Haji harus menjadi ajang penyatuan umat baik lahir maupun batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Bukan malah sebaliknya kita sengaja menabur ayat-ayat penuh kebencian dan fitna dalam wilayah keyakinan. Inilah yang diinginkan oleh Ali Syariati, pemikir asal Iran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, haji bukanlah sekadar prosesi lahiriah formal belaka, melainkan sebuah momen revolusi lahir dan batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Orang yang sudah berhaji haruslah menjadi manusia yang "tampil beda" (lebih lurus hidupnya) dibanding sebelumnya. Ini sebuah kemestian. Kalau tidak, sesungguhnya kita hanyalah wisatawan yang berlibur ke tanah suci di musim haji. Tidak lebih! (Ali Syariati,Makna Haji,2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Haji bagi penyatuan umat manusia. Terwujudnya kedamaian, keadilan, kemerdekaan, kesejahteraan, toleransi, saling menghormati antarajaran, antaragama, dan antarkelompok menjadi cita-cita tertinggi masyarakat Indonesia yang beradab. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;*IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pengiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3141777730784879051?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3141777730784879051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3141777730784879051&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3141777730784879051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3141777730784879051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/12/kitab-9.html' title='Kitab (9)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7091268082264124648</id><published>2008-12-30T20:47:00.002-04:30</published><updated>2009-02-24T22:25:59.061-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (8)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Setiap Hari Adalah ‘Haji’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;”Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan- Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tak berlebihan bila memasuki bulan Dzulhijjah dapat dipastikan pelapalan doa di atas akan selalu kita dengarkan. Apalagi bagi calon haji (Calhaj) yang mampu (istitho’ah) saat tiba di Miqotnya, lafal talbiyah itu akan terus dikumandangkang seraya mengagungkan Asma Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, setiap kali ritual ibadah haji dijalankan, beberapa pertanyaan muncul; Apa sebenarnya pesan tersembunyi yang terkandung dalam ibadah haji itu? Haruskah pelaksanaan Ibadah Haji ini tetap digelar di Tanah Suci? Siapakah yang mendapatkan gelar Haji mabrur itu?&lt;br /&gt;Secara etimologi, haji berarti menuju Ka’bah untuk melaksanakan ibadah (Zakariya al-Anshari, I, tt:134); juga bermakna al-qashdu yang berarti naik atau menuju. Seperti yang dikutif oleh Yusuf Burhanudin, Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir menjelaskan ”Makna ini mengisyaratkan pelakunya siap meninggalkan sekaligus menanggalkan kesenangan duniawi yang individual (disimbolkan pengorbanan harta, waktu, keluarga, dan kampung halaman) menuju pengabdian sosial. Perpindahan fisikal dari Tanah Air menuju Tanah Suci tak lebih perpindahan artikulatif orientasi individual-material menuju misi sosial-spiritual terutama sepulangnya dari haji.” (Republika, 18/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara Syar’i, seperti yang termaktub dalam Al-Quran ” (Musim) haji adalah beberapa bulan yang sudah maklum (Syawal, Dzul Qa’dah dan Dzul Hijjah), maka barangsiapa yang memantapkan niatnya dalam bulan itu untuk mengerjakan haji, Maka tidak boleh berkata kotor, berbuat fasik dan berbantah-bantahan pada saat mengerjakan haji. dan apapun bentuk kebaikan yang kamu kerjakan, niscaya Allah mengetahuinya.(QS: 2: 197).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari ayat di atas para ulama mendefinisikan haji sebagai suatu ibadah di mana waktu (al-hajju asyhurun ma’lumat), pelaksanaan ibadah (faman faradla fihinna al-hajj), zaman dan tempat (fala rafatsa wala fusuqa wala jidala fi al-hajj) telah ditentukan. (Rawai’ al-Bayan, juz. I, hlm. 185-189).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, haji merupakan upaya meningkatkan derajat taqwa yang ditentukan waktu dan pelaksanaan Ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama, ibadah rukun islam kelima ini dilakukan oleh Adam, bukan Ibrahim semata. Ibrahim beserta Ismail hanya meneguhkan sekaligus membiasakan peraktik Ibadah tersebut. Hal ini terlihat dari bangunan Kabah. Menurut sebagian riwayat Kabah telah ada sejak zaman Nabi Adam. Kala itu ka’bah masih berbentuk gundukan tanah. Allah memberikan bimbingan kepada Adam untuk memuliakan tempat itu sekaligus menyerukan untuk mengelilinginya. Kemudian Allah berfirman “Engkau adalah orang pertama yang melaksanakan ibadah haji” (Ramdhan al-Buthi, 1990: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, berhaji tidak hanya mengembalikan kesadaran relijius antara agama-agama Ibrahim, tetapi lebih luas lagi kepada tradisi kemanusiaan sepanjang sejarah. Melaksanakan haji berarti mengembalikan ingatan panjang tentang persaudaraan umat manusia secara universal yang telah dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan Haji erat kaitanya dengan kata Mabrur. Pasalnya, setiap Calhaj berkeinginan mendapatkan gelar Haji Mabrur pasca kembalinya ke Tanah Air. Menurut, Yusuf Burhanudin menerangkan ”Esensi makna mabrur yang mengisyaratkan diterimanya ibadah haji terbentuk dari kata al-birr, berarti pancaran kebaikan sosial. Firman-Nya: ''Kalian belum mencapai kebaikan (al-birr) hingga mampu mendermakan sebagian harta yang kalian cintai.'' (QS Ali Imran [3]: 92). Bahkan dalam riwayat, Rasulullah ditanya, ''Apa makna mabrur?'' Dijawab, ''Suka memberi makan (bantuan sosial) dan lemah lembut dalam bicara.'' (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang berat meraih kemabruran haji itu, seperti yang diceritakan oleh para Sufi. Alkisah, ada sepasang suami-isteri yang dikenal sangat taat beribadah dan mempunyai cukup bekal untuk berhaji. Karena kebiasaan dia menolong sesama, ketika bertemu dengan orang yang kelaparan, maka diberikanlah bekal yang seadanya tadi. Lalu pulang kembali ke kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, setibanya di rumah, mereka dikejutkan oleh orang yang berjubah putih-–menurut riwayatnya mereka itu malaikat--langsung menyalaminya. Dengan kaget mereka berkata, “kami tidak jadi hajinya”. Penyambut tadi berkata, “kalian sudah jadi haji mabrur, karena tadi telah menyantuni orang meski tidak berangkat ke tanah suci”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati kisah Sufi ini, berarti mengajak kita sadar akan pesan suatu ibadah dan tak terjebak pada formalitasnya semata. Tentunya, dengan mengamalkan semua nilai-nilai luhur ibadah haji, yakni kemanusiaan universal, niscaya segala persoalan yang terus mendera Bumi Pertiwi ini dapat diselesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, berbuat kebajikan terus kita tingkatkan dalam kehidupn sehari-hari. Sebab nabi Muhammd telah mewartakan pada umatnya ”Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin, berarti Ia merugi. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, berarti Ia celaka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, petuah Rasul ini harus dijadikan sandaran sekaligus dorongan untuk terus berupaya berbuat baik setiap hari. Inilah makna terdalam dari haji karena setiap hari adalah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;IBN GHIFARIE,&lt;/span&gt; &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Mahasiswa Studi Agama-agama Fakultas Teologi dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7091268082264124648?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7091268082264124648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7091268082264124648&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7091268082264124648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7091268082264124648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/12/kitab-8.html' title='Kitab (8)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-8278198050771589251</id><published>2008-11-27T22:31:00.002-04:30</published><updated>2009-02-24T22:25:47.236-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (7)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Dari Deklarasi Masyarakat Adat Ke Nuzulul Quran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Membumikan Pesan Perdamaian dari Agama-agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Momentum dua tahun memperingati Deklarasi Hak Asasi Masyarakat Adat (United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples) yang jatuh pada 13 September 2008 ini dan bertepatan dengan hari ke-13 Ramadhan 1429 serta menyambut turunya Al-Quan (Nuzulul Quran) pada tanggal 17 puasa. Kendati Peringatan Hari Intrenasional Masyarakat Adat Se-Dunia dirayakan pada tanggal 09 Agustus 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, Deklarasi Masyarakat Adat harus menjadi modal dasar evaluasi sekaligus semangat perdamaian bagi seluruh dialog antaragama dan pemerintahan yang memegang kebijakan dalam kebebasan beragama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Warga Bumi Putra juga mesti dijadikan landasan (payung hukum) sebagai dokumen hidup, dasar pengakuan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat di Indonesia sekaligus memberikan kebebasan untuk menjalankan kepercayaanya sesuai dengan ajaran agama (lokal/asli) masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, masyarakat adat merupakan 'kekayaan tak ternilai' bangsa Indonesia akan adat istiadat di Bumi Pertiwi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Ada Diskriminasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Adat adalah Penduduk Asli; Kaum Minoritas; dan kaum tertindas atau termarginal karena identitas mereka yang berbeda dari indentitas yang dominan di suatu negara atau wilayah. (Sem Karoba: 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran, Deklarasi indigenous ini diharapkan dapat membawa angin segar untuk penduduk asli dalam menjalankan kepercayaanya. Bukan malah, mengkerangkeng masyarakat pinggiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, perlakuan tak lazim yang menimpa kelompok masyarakat tertentu dalam prosesi administrasi pembuatan; KTP (Kartu Tanda Penduduk); Akta Kelahiran; Pernikahan guna mentaati peraturan pemerintah sebagai warga Negara yang baik tak ada lagi. Alih-alih 'identitas kedirian' yang tak jelas membuat mereka tak mendapatkan pelayanan yang membahagaikan layaknya warga Negara Indonesia. Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, penandatanganan tribal peoples telah menegaskan bahwa masyarakat adat berhak untuk menikmati secara penuh, kolektif maupun individual, keseluruhan hak asasi manusia dan kebebasan fundamental sebagaimana diakui di dalam piagam perserikatan bangsa-bangsa, Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia dan hukum-hukum hak-hak asasi mansia internasional. (Pasal 1). Yang lebih penting lagi, pengakuan kesetaraan masyarakat adat dan terbebas dari diskriminasi (Pasal 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasal yang lain di Instrumen Internasional Pokok Hak- hak Asasi Manusia (2001:1104). “Negara harus melindungi eksistensi dan identitas bangsa atau etnis, budaya, agama dan bahasa dari kelompok minoritas yang ada didalam wilayah mereka masing- masing dan harus mendorong kondisi-kondisi untuk meningkatkan identitas tersebut”. (Pasal 1) dan “Negara harus mengambil tindakan- tindakan legislatif dan yang lain, yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. (Pasal 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apa yang terjadi keberadaan suku asli masih dipandang sebelah mata oleh golongan tertentu. Apalagi dalam urusan keyakinan. Ini terlihat dari hasil laporan alternatif pelaksanaan konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial yang dikeluarkan oleh 25 NGo di Bogor 2007 menyebutkan, ada empat model diskriminasi terhadap masyarakat adat. Pertama, perampasan hak atas tanah. Kedua, Kebijakan Pembangunan. Ketiga, politik pencitraan dan Keempat, Diskriminasi akibat Regulasi Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melekatnya sebutan antipembangunan pada penduduk terbelakang, tak mau bergaul dengan masyarakat luar kelompoknya atau dianggap meresahkan penduduk lain karena alasan 'beribadah berbeda' yang memuja pohon, batu, cincin, kuburan para leluhurnya. Sungguh semakin memperburuk pencitraan (negative image) terhadap masyarakat pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkan mereka tak peduli terhadap penduduk (alam) lainya. Mari kita tengok, salah satu ajaran 'Pancasila' Sunda Wiwitan ditengah-tengah iseu global worning, kering kerontang air bersih, tergerusnya tanah atau gundul hutan akibat ilegaloging yang mengakar dan rakusnya manusia. Siapa yang lebih dulu sekaligus peduli terhadap lingkungan sekitarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak, ribuan tahun silam mereka menjalankan syariat Wiwitan; Pertama, Menaman 5 pohon sebelum menembang 1 pohon. Kedua, Tidak bermukim di bagian hulu atau mata air. Ketiga, Tidak bermukim di bagian sungai. Keempat, Dilarang menebang pohon di lereng gunung atau daerah perbukitan. Kelima, Dilarang menebang pohon di hulu sungai. Mereka menyakini seluruh tanah merupakan pinjaman dari Hyang yang harus dikelola sebaik-baik dan seadil mungkin secara bersama-sama. Oleh karena itu, masyarakat Cigugur jarang merasakan kesulitan pangan yang berarti. Berbeda dengan kita yang telah jauh meninggal tradisi nenek moyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdamaian Inti Ajara Agama-Agama&lt;br /&gt;Agama boleh berbeda-beda. Namun, pada dasarnya semua agama mengajarkan kebajikan, perdamaian dan persatuan. Tak ada satu doktrin setiap agama yang selalu menyerukan untuk berbuat jahat; saling hujat-menghujat, cami-memaki dan tega merusak jagat raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, perbuatan dan budaya bajik terlahir [melekat] pada mereka yang kita anggap tak punya kebudayaan. Mengerikan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriringan peringatan dua tahun Masyarakat Adat dengan ritual tahunan Puasa harus senapas dengan pesan mulia ramadhan. Adalah takwa yang mengutamakan kepedulain sosial daripada pribadi untuk membangun bangsa damai dan sejahtera ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kenal, visi perdamaian dalam Ramadhan menuntut kita untuk menghindari sikap permusuhan, benci, dengki di antara sesama manusia atau antaragama. Islam sendiri secara otentik dimaknai sebagai agama perdamaian (selamat). Karena itulah, makna puasa terdalam di bulan penuh rahmat ini adalah menciptakan perdamaian sejati, bukannya memperbanyak perselisihan, pertikaian, perkelahian dan peperangan atas nama apapun. Perbedaan pendapat dan cara pandang menjadi hal yang biasa dalam mencari kebenaran. Termasuk menafsir peristiwa turunya Al-Quran (Nuzulul Quran) secara berangsur-angsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari suasan inilah, perdamaian yang sejatinya menjadi paradigma fundamental dalam pergaulan antarsesama umat manusia meski berbeda suku, bangsa, dan agama. Sebab, perdamaian merupakan cita-cita bersama umat manusia. Ikhtiar ini akan terwujud bila umat manusia memiliki kesadaran tentang toleransi dan adanya keadilan (kesetaraan) dalam kehidupan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dalam praktiknya perdamaian di tempat-tempat tertentu sulit diwujudkan, baik yang disebabkan oleh faktor agama, budaya, ekonomi, maupun politik, upaya merajut toleransi tetap menjadi agenda serius dalam upaya mewujudkan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran puasa di bulan penuh ampunan, seperti ditulis Khamami Zada sambil mengutip ungkapan Ismail al-Faruqi, adalah latihan terbaik dalam seni mengendalikan diri (the art of self mastery). Artinya, latihan untuk mengendalikan diri ini harus tercermin dalam gerak berkelanjutan, bukan sekadar terjadi selama bulan Ramadhan. Doktrin puasa--menahan lapar, minum, berhubungan seksual, dan menahan sifat marah, benci dan dengki--adalah sebuah latihan untuk mengendalikan diri dari godaan untuk berbuat yang menimbulkan permusuhan. (Kompas 12 September 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, setiap kelompok [intra dan antaragama] mengajarkan perbuatan yang baik dan mencegah perlakuan keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pentingnya upaya menggali tradisi keagamaan dengan serius, demikian kata Almarhum Cak Nur. Artinya, Alquran, sunah dan kitab kuning memberikan fasilitas yang sangat berharga untuk menjembatani 'ketegangan' antara keislaman dan keindonesiaan. Ia sangat menyadari betapa pentingnya tradisi sebagai jembatan menuju kemodernan. Sebab tanpa tradisi hampir bisa dipastikan bahwa kemodernan tidak akan pernah ada di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tegas, dalam kata pengantar buku Menggugat Tradisi, Ia menegaskan bahwa setiap umat mempunyai local wisdom dan local genius. Pendek kata, setiap umat harus bekerja keras untuk menegosiasikan antara kearifan lokal (cinta terhadap alam dan lingkungan) dan kearifan teks (kewajiban berpuasa dengan menunggu Nuzulul Quran). Setiap umat harus bersusah payah untuk menegosiasikan antara tradisi dan kemodernan, antara keislaman dan keindonesiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah, kita dituntut untuk selalu memaknai Ramadhan dalam konteks 'kekinian'. Yakni mengakui adanya kebenaran--kedamaian, ketulusan, kesucian, kebaikan dan saling menghargai beda pendapat dari kelompok lain. Sekalipun masyarakat adat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*IBN GHIFARIE, Pengiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-8278198050771589251?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/8278198050771589251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=8278198050771589251&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8278198050771589251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8278198050771589251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/11/kitab-7.html' title='Kitab (7)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-2277586197111419902</id><published>2008-08-25T05:04:00.002-04:30</published><updated>2009-02-24T22:25:37.029-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (6)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Kemerdekaan dan Ketidakmandiriaan Dalam Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Merdeka, merdeka dan merdeka. Kata inilah yang selalu dilontarkan oleh siapapun di Bumi Pertiwi ini saat menginjak tanggal 17 Agustus. Beragam perayaan pula digelar masyarakat untuk mengekspresikan kemandirian bangsa. Pasalnya, Negara Zamrud Katulistiwa terlepas dari segala bentuk penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63 Tahun kita memperingati hari Ulang Tahun kebebasan dari Negara Asing tersebut. Benarkan kita telah mandiri sebagai Negara yang berkembang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertanyaan ini layaknya kita ajukan kembali, karena kemeredekaan mensyaratkan keterpisahan dari segala bentuk keterbelengguan suatu bangsa. Termasuk dalam beragama dan berkeyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga Departemenen Pendidikan Nasional, Jakarta: Balai Pustaka, 2003, merdeka memiliki beberapa arti, yaitu bebas; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat atau tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; dan leluasa. Jadi, merdeka tidak hanya berkaitan dengan pembebasan dari penjajahan bangsa, tapi bisa juga berkaitan dengan diri sendiri. Yakni memerdekakan diri dari segala bentuk ”jajahan” atau hal-hal yang membelenggu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Mencoreng Makna Kemerdekaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh perlakuan yang dapat membelengu sekaligus merampas hak warga Negara untuk memiliki keyakinan ini menimpa pelbagai komunitas penghayat atau aliran kebatinan lokal. Komunitas Sunda Wiwitan, Aliran Pangestu atau Perjalanan, Wahidiyah dan Sedulur Sikep konteks Jawa Barat. Seakan-akan pemerintah hanya mengakui keberadaan enam agama (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hucu) saja. Celakanya, Negara selalu meniding agama atau kepercayaan suku asli Indonesia sebagai agama sempalan (sinkretis) yang harus kembali ke agama Induknya (Hindu dan Budha). Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebaliknya agama lokal (indigenous local religions) justru agama merekalah yang seharusnya disebut sebagai agama asli Nusantara jauh sebelum agama infor datang ke Indonesia, ungkap Siti Musdah Mulya. (2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak sipil mereka pun tak terpenuhi. Yakni hak untuk mendapatkan identifikasi diri sebagai warga Negara. Inilah yang harus kita perjuangkan hak-hak minoritas ini tambah Musdah. Alasannnya, karena keberagamaan yang sejati mensyaratkan kebebasan untuk memilih keleluasaan manusia terletak pada kebebasannya dan tak ada tanggungjawab serta balasan baik dan buruk. Apalagi tidak ada kebebeasan untuk memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Kemandiriaan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan manusia adalah hak atas keberagamaan yang sejati. Pemaksaan dan keterpaksaan untuk beragama melahirkan kepasuan dan ketidaksejatian (superfic al atau psedo religiocity). Pemaksaan yang dilakukan oleh orang atau Negara terhadap organisasi atau kelembagaan agama dengan cara tertentu yang tak sesuai dengan pikiran dan hati nuraninya sendiri dapat menimbulkan ketidaklanggengan. Begitupun larangan terhadap orang-orang untuk berpindah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kebebasan berpikir untuk memilih agama yang berdasarkan suara hati merupakan modal utama dalam memberikan ruang untuk tumbuh dan berkembangnya aliran kepercayaan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, hati nurani merupakan petunjuk dan keputusan akhir dalam interaksinya dengan akal budi manusia dalam berhadapan dengan dirinya, orang lain, dan Tuhannya. Di situ ia seorang diri bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya. (Konsili Vatikan II, GS 16); Dalam Perjanjian Baru, Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol 3:23) Di samping taat kepada hukum Allah, manusia juga perlu harmonisasi dalam hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika Kebuddhaan adalah etika nurani. Melaksanakan Etika Kebuddhaan artinya membangun kebiasaan untuk berhati nurani; Pemujaan Sang Hyang Atma sebagai Batara Hyang Guru dalam agama Hindu adalah pemujaan Guru yang ada dalam diri. Suara Sang Hyang Atma itu tiada lain adalah suara hati nurani. Orang yang gelap hati nuraninya cenderung berbuat yang makin menutup sinar suci Tuhan; Di dalam kitab Su Si agama Kong Hu Cu mengatakan, berbuat sesuai dengan Hati Nurani itulah Tao, sedangkan bimbingan untuk hidup menempuh jalan sesuai hati nurani itulah agama. Manusia yang tidak mengenal hati nuraninya maka ia tidak mengenal Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, dokumen HAM internasional, konstitusi Indonesia dan sejumlah undang-undang secara tegas menyatakan kemandirian sekaligus bebas memilih untuk beragama merupakan hak asasi manusia yang paling mendasar dan tidak boleh dikurangi sedikitpun (non-derogable). Negara menjamin pemenuhan, perlindungan, kemandirian dan pemajuan kebebasan beragama, baik sebagai hak asasi yang mendasar bagi setiap manusia, maupun sebagai hak sipil bagi setiap warga negara.&lt;br /&gt;Sikap saling menghargai, menghormati dan cinta kasih di antara warga negara yang berbeda agama, kepercayaan merupakan faktor dominan bagi terwujudnya keadilan social--seperti diamanatkan dalam Pancasila, dan terciptanya kerjasama kemanusiaan menuju perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita luhur dan ideal inilah yang mendasari para pendiri republik ini (the founding fathers) saat merumuskan dasar negara Pancasila dan UUD 1945, khususnya pasal 29 tentang kebebasan beragama. Spirit ketidakbergantungan dalam bingkai menghargai kebhinekaan agama dan etnis pada bangsa lain hendaknya menjadi acuan dalam membangun peradaban Indonesia ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, tak ada alasan lagi kata menunda sekaligus membatasi warganya untuk urusan [pilihan] beragama dan berkeyakinan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana dicantumkan oleh para pendiri republik tercinta ini. Inilah makna terdalam dari kemerdekaan dalam beragama dan berkeyakinan. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;IBN GHIFARIE&lt;/span&gt;, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-2277586197111419902?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/2277586197111419902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=2277586197111419902&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/2277586197111419902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/2277586197111419902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/08/kitab-6.html' title='Kitab (6)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7674411055791776355</id><published>2008-08-13T21:04:00.003-04:30</published><updated>2009-02-24T22:25:19.458-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (5)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Dari Sancang Bagi Pilwalkot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh IBN GHIFARIE&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2008 telah diambang pintu--yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2008. Tampilnya, tiga pasang calon (Dada Rosada-Ayi Vivananda, Taufikurahman-Trisnahadi dan Hudaya Prawira-Nahadi) dari dua partai politik dan satu dari independent dalam bursa pesta demokrasi petanda pemilihan tinggal menghitung hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, momentum Pilwalkot harus menjadi modal dasar evaluasi sekaligus mesti dijadikan barometer sebagai ajang refleksi seberapa jauh kualitas kebebasan beragama kita dalam bingkai Kota Agamis semenjak selogan ini dengungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekedar catatan, pasca ditabuhnya genderang Kota Agamis 'wajah buram' Varis Van Java yang terkenal ramah dan toleran mulai terkikis. Budaya saling menghargai perbedaan keyakinan dan pendapat baik Kotamadya maupun Kabupaten antariman pun tak kunjung ada. Malah kebiasaan saling kafir-mengkafirkan, tuding-menuding kian semarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja, pada saat Pemberangusan aliran Al-Haq (Quran Suci) yang tak berujung pangkalnya;Penghancuran tempat-tempat maksiat yang menyengsarakan warganya: Penutupan lokalisasi Saritem yang tak telas dalihnya; Penjegalan tampilnya Dewi Persik yang tak ada sejarahnya; Ribut alih fungsi rumah ibadah dan jemaatnya yang gegabah terjadi di Gereja Huria Kristen Batak protestan (HKBP) di jalan Riau; Pengucilan hak warga sivil untuk komunitas Penghayat Aliran Perjalanan, Sunda Wiwitan yang tak pernah padam. Lihat hasil laporan Jaringan Kerja (Jaker) Pemantau Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan tentang Kekerasan Agama sejak 2000-2008 di Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Deklarasi Sancang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menilik ketidakharmonisan antariman itu, maka dipenghujung 2007 seluruh pemimpin enam agama (Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Khonghucu) dan tujuh belas pemuka aliran keagamaan berembuk sekaligus mendeklarasikan Sancang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka penandatanganan Deklarasi Sancang itu, diantaranya; KH Imam Sonhaji-Rois NU; KH Asep Syarief Hidayat-Katib NU; KH Maftuh Kholil-Ketua NU; H Ahmad Suherman-Ketua FKUB Bandung; Romo Dedi Pradipto-Katolik; Pendeta Albetrus Patty-Protestan GKI; Pendeta Supriatno-Protestan GKP; Pendeta Jopie Ratu-Protestan Bandung Prayer; Pendeta Lindawati Niman-Protestan Bandung Prayer; Padita Madya Handojo Ojong-Budha Walubi; Jiaoshen Sukotjo S Bambang-Khonghucu; Tjong Kioen Long DCS-Budha; Pendeta Bambang Pratomo-Protestan; Made Dwiana-Hindu; Yoenoes-Katolik; Yoseph Sunaryo-Protestan; dan Agus Tejamulya-Protestan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan sikap Sancang ini terangkum dalam butir-butir; Pertama, Kami umat beragama Kota Bandung adalah bagian dari Bangsa Indonesia yang senantiasa menjungjung tinggi kesatuan dan persatuan. Kedua, Kami umat beragama Kota Bandung menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ketiga, Kami umat beragama Kota Bandung selalu berjuang untuk tegaknya hokum dalam mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kerukunan hidup demi mencapai kebahagiaan bersama. Keempat, Kami umat beragama Kota Bandung selalu mengembangkan sikap teleransi, tenggang rasa dan saling menghormati. Kemila, Kami umat beragama Kota Bandung selalu berkerjasama untuk berperan dalam mengatasi masalah-masalah social dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Membumikan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agama boleh berbeda-beda. Namun, pada dasarnya semua agama mengajarkan kebajikan, perdamaian dan persatuan. Tak ada satu doktrin setiap agama yang selalu menyerukan untuk berbuat jahat; saling hujat-menghujat, cami-memaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, pada saat bermasyarakat perseteruan tiap agama [antar, intra] kerap terjadi. Seolah-olah tak bisa dihindari sekaligus menjadi rutinitas yang harus kita lewati. Mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan ajaran agama itu? Benarkah setiap pemuka agama tak pernah memerintahkan kepada jemaatnya untuk berbuat baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Islam sangat murka terhadap mereka yang selalu bermusuhan. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan, mengasihi kaum kerabat dan Allah melarang berbuat keji, kemungkaran, permusuhan, Dia memberi pengajaran kepada kamu agar kamu dapat mengambil pengajaran (QS 16:90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jelasnya, Nabi Muhammad bersabda Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah mereka yang sangat banyak memusuhi orang (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontek Kristiani pun sangat menjungjung tingi perdmain dan kasih saying. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tiada seorangpun dapat melihat Tuhan (Ibrani, 12:4) dan Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni sebagaimana Allah dalam Kristus mengampunimu (Efesus, 4:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun bagai ajaran Hindu yang mesti berfikir mulia. Majau teruslah engkau, jangan berselisih (bertikai) antarakamu; milikilah pikiran-pikiran yang luhur dan pusatkan pikiranmu pada kerja; ucapkanlah kata-kata manis diantara kamu; Aku jadikan engkau semuanya bersatu dan Aku anugrahi kalian pikiran-pikiran mulia (Weda-Atharwa III,30:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Budha mengajarkan cinta kasih sebagai hukum yang kekal. Di dunia ini kebencian belum berakhir jika dibalas dengan kebencian, tetapi kebencian akan berakhir kalau dibalas dengan cinta kasih, ini adalah hokum yang kekal abadi. (Dhammapada, Yamaka Yagga Bab 1:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaisar Lotze Khonghucu menitik beratkan kepada sikap saling hormat dan bersusila. Mati hidup adalah firman, kaya mulia adalah pada Tuhan Yang Maha Esa. Seorang Junzi selalu bersikap sungguh-sungguh, maka tidak khilaf. Kepada orang lain bersikap hormat dan selalu susil. Di empat penjuru lautan, semuanya saudara. Mengapakah seorang Junzi merana karena tidak punya saudara. (Shin dalam Lun Yi Jilid XII, Ayat 5, Sub 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyongsong Program Bandung Agamis 2008 merupakan implementasi dari visi kota Bandung 'Terwujudnya Kota Bandung sebagai Kota Jasa yang Bermartabat (Bersih, Makmur, Taat dan bersahabat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari kata taat ini di ejawatahkan dalam jargon agamis. Menurut Dada Rosada, “Agamis itu bukan Islami. Dalam Bandung Kota Agamis semua agama diakui eksistensinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, sesuai dengan kondisi penduduk kota Bandung yang dikenal sangat religius. Jumlah penduduknya berkisar 2.197.734 jiwa, 88,8 persen beragama Islam; satu persen katolik; 8,8 persen protestan; 0,5 persen Hindu dan 0,9 persen Budha (BPS 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kota dikatankan beradab. Bila menjungjungi tinggi persamaan dalam agama--damai, selamat dan persatuan, bukan memperuncing dengan perbedaan. Pasalnya, perbedaan adalah rahmat--dalam islam. Cak Nur (1998) sangat mengecam mereka yang senantiasa menyebar luaskan benih-benih kebencian [perbedaan] dan bukan mengutamakan persamaan. Menurutnya, ada banyak kesamaan antara Al-Quran dan Injil. Titik temu antarakedua agama besar itu tentu sangat luas, karena keduanya berasal dari sumber yang sama. Celakanya, banyak pihak yang banyak menonjolkan perbedaan dan memisahkan kedua agama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga dilontarkan Kaled Abou Elfadl (2005), tak ada yang terlahir dari kebencian dan amarah yang menyala-nyala. Seringkali apa yang tampak sebuah kebencian tak lain dari ketakutan yang sedikit ditutupi. Salah satu pilihan yang diterima secara etis adalah upaya mencari pemahaman yang sama satu sama lain. Inilah indahnya perdamain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, semua penganut agama apapun akan mendapatkan keselamatan, sejauh beriman pada Tuhan, adanya sekaligus mengakui hari akhir dan berusaha untuk berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari persoalan siapa yang akan tampil menjadi pemimpin Kota Bandung di masa mendatang yang jelas sikap keterbukaan, toleransi dan menghargai keragaman menjadi modal utama dalam membangun Kota Bandung Agamis. Apalagi saat menyambut datangnya Pilwalkot. Selamat Pilkada. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;IBN GHIFARIE,&lt;/span&gt; &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7674411055791776355?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7674411055791776355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7674411055791776355&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7674411055791776355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7674411055791776355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/08/kitab-5.html' title='Kitab (5)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-8821808996470588027</id><published>2008-07-29T03:28:00.004-04:30</published><updated>2008-07-29T03:43:00.962-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Isra Miraj dan Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasanya mengumpat, mencaci-maki, menghancurkan tempat ibadah tertentu, hingga menghilangkan nyawa orang lain, tak termasuk dalam kategori perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah keterpurukan, masih banyak kelompok yang melakukan perbuatak senonoh atau menempuh jalan pintas dalam menyelesaikan persoalan. Budaya baku hantam menjadi jurus pamungkas guna menumpas semua golongan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah kita tidak lelah? Apakah kita tidak ada kepentingan dan kebutuhan lainya yang lebih urgen dari pertengkaran tak berarti itu? Apakah kita memang lebih gandrung terhadap budaya barbar daripada duduk rukun dan bicara dari hati ke hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kehadiran Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 30 Juli 2008 (27 Rajab 1429 H) dapat memberikan spirit keadilan, kemerdekaan sekaligus membuka ruang untuk tumbuh dan berkembangnya kebebasan beragama di Indonesia bagi komunitas penghayat atau aliran kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spirit Yang Terlupakan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Momentum Isra Mi'raj Nabi Muhammad merupakan tonggak awal lahirnya peradaban Islam berbasis keimanan yang kukuh. Perintah shalat pun menjadi petanda peradaban Rasul untuk menegakkan keadilan, kemerdekaan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, perjalanan suci kenabian (dari Mesjid Haram ke Mesjid Aqsa lalu ke sidrat al-muntaha) harus menjadi tonggak keteladanan yang mesti diserap dalam kesadaran (kehidupan) umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, para ulama sirah nabawiyah hampir menyepakati, seperti ditulis Zuhairi Misrawi, Isra dan Mi'raj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Yerusalem (isra) serta dari Yerusalem menuju singgasana Tuhan atau sidrat al-muntaha (mi'raj).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Husein Haikal dalam Hayat Muhammad menjelaskan, sebagaimana ditulis Dermenghem dan Ibnu Hisyam, setelah sampai di Yerusalem, Nabi Muhammad SAW melakukan sembahyang di atas puing-puing Kuil Sulaiman bersama utusan Tuhan yang lain, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Nabi Muhammad bersama Malaikat Jibril naik ke langit memenuhi panggilan Tuhan, hingga akhirnya melakukan negosiasi dengan Tuhan ihwal perintah shalat bagi kaum Muslim. Sejak itulah shalat disyariatkan bagi kaum Muslim hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita kuat memegang amanat Isra Miraj niscaya tak akan ada lagi upaya 'penertibak keyakinan' oleh kelompok tertentu terhadap golongan yang berbeda sekalipun kuat memegang teguh tradisi leluhurnya. Seolah-oleh mereka tak masuk kategori islam dan harus diislamkan. Inilah wajah muram islam indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh perlakuan tak lazim ini menimpa komunitas penghayat Sunda Wiwitan, Cigugur Kuningan Jawa barat. Anehnya lagi pemerintah ikut melanggengkan budaya benci dan masyarakat pengkayat itu untuk memilih agama resmi yang diakui oleh negara. Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu, dan Konghucu. Di luar keenam keyakinan berbau tradisi lokal sarat pengawasan. Badan Kordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) pun menjadi juru kunci penguasa dalam mengatur keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, negera tidak mengakui pernikahan masyarakat adat. Akta nikah, akta kelahiran, KTP (Kartu Tanda Penduduk) pula menjadi bagian yang sangat susah didapatkan oleh para penghayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, kasus ini menimpa Lastri, sejak duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). Ia acapkali diejek oleh temen-temennya manakala mengetahui dirinya penganut Sunda Wiwitan. Eh...eh..Madrais (Agama Jawa Sunda), Madrais, Kafir, Kafir dan Kafir. Terlebih lagi ditengah persaingan dunia kerja. Ia kembali dijegal status agama di KTP untuk menyatakan identitas sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan diskriminatif tak berakhir sampai disini saat ingin menggelar perkinahan pula deraan serupa menimpanya saat mencatat perkawinannya ke kantor catatan sipil daerah setempat. 'Udah atuh jangan dicatetin,' cetus petugas sipil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesal ia menjawab 'Mba aku tuh ingin menjadi seorang warga negara Indonesia yang baik ketentuan-ketentuan yang berlaku di bumi pertiwi ini aku ingin menjalaninya,' paparnya. (Jurnal Perempuan Edisi 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan, keadilan, sikap keterbukaan menjadi barang langka di Nuasntara ini. Urusan keimanan saja pemerintah masih ikut mencampurinya. Padahal negara kita bukan pemerintahan teokratis atau sekuler. Namun, penertiban kepercayaan selalu digalakan. Atas nama meresahkan masyarakat, berbuat onar, menafikan Tuhan, hingga penodaan agama kerap menjadi dalih untuk membumi hanguskan keberadaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, jaminan kebebasan berkumpul, berserikan dan beragama sesuai dengan keyakiannya dan hak kemerdekaan pikiran, nurani dan kepercayaan hanya berhenti pada Pasal-pasal (28 ayat 2, 29 ayat 1 dan 2), Undang-undang (No 1/PNPS/1965) dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri No 477/ 74054/ BA.012/ 4683/95 tertanggal 18 November 1978 semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hak dan kebebasan dasar yang diatur ICCPR sekaligus sudah dirativikasi adalah hak atas kebebasan berkeyakinan dan beragama, mencakup kebebasan menganut, menetapkan agama, kepercayaan atas pilihan sendiri, dan kebebasan, baik secara individu maupun bersama, di tempat umum maupun tertutup, untuk menjalankan agama, kepercayaan dalam kegiatan ibadah, ketaatan, dan pengajaran. Tidak seorang pun dapat dipaksa sehingga mengurangi kebebasan untuk menganut, menetapkan agama, kepercayaan sesuai dengan pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam urusan perkawinan. Pasal 1 Undang-undang Perkawinan No 1 Tahun 1974 menjelaskan perkawinan ikatan lahir-batin anatara pria dengan perempuan sebagai suami-istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pasal 2 ayat 1 perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan. Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikain, Isra Mi'raj harus menjadi ajang evaluasi kebebasan beragama. Bukan malah sebaliknya kita sengaja menabur ayat-ayat penuh kebencian dan fitna dalam wilayah keyakinan. Inilah yang di inginkan Joahim Wach, Guru Besar Perbandingan Agama dalam mengeja suatu kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, bahwa untuk mencintai kebenaran orang harus membenci ketidakbenaran. Akan tetapi tidak benar bahwa untuk memuji keyakinan sendiri, seseorang harus membenci dan merendahkan keyakinan orang lain (Joahim Wach, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam Isra Miraj bagi komunitas penghayat. Terwujudnya kedamaian, toleransi, saling menghormati antarajaran, antaragama, dan antarkelompok menjadi cita-cita tertinggi masyarakat Indonesia yang beradab. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*IBN GHIFARIE, Pengiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan ini pernah dimuat di Harian Kompas Biro Jabar, Selasa 29 Juli 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-8821808996470588027?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/8821808996470588027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=8821808996470588027&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8821808996470588027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8821808996470588027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/07/kitab-4.html' title='Kitab (4)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-4513489503301068558</id><published>2008-07-07T07:14:00.002-04:30</published><updated>2008-07-15T22:34:24.087-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menebar ’Pesan Suci’ Uero 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Uero 2008 telah berakhir. Kesebelasan Spayol pun harus menjadi raja di penjuru Eropa. Kekalahan telak pula mesti ditelah patih oleh Jerman. Lantas pelajar berharga apa yang dapat kita ambil dari perhelatan akbar itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun bagi para pegiat studi agama-agama dan pemerhati dialog antariman yang kian hari berseteru soal keumatan (keimanan dan keyakinan). Seakan-akan ajaran suatau agama hanya mengedepankan aspek ketuhanan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karut-marut persoalan kebangsaan (kenaikan harga bahan bakar minyak, kisruh kejaksaan agung, polemik hasil penghitungan suara pilkada, kisruh verifikasi partai polikit yang akan mengikuti pelihihan 2009, keterbelakanan pendidikan, bocornya soal Ujian Nasiola, merebaknya viru flu burung, terjangkitnya busung lapar) pula luput dari perhatian kita. Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui memang pascaditabuhnya genderang dialog antarbudaya di Eropa saat memasuki tahun 2008 oleh Parlemen dan Dewan Uni Eropa di Brussels dengan mendeklarasi tahun 2008 sebagai Tahun Dialog Antarbudaya (intercultural dialogue) untuk Benua Eropa. Tak tanggung-tanggung, kepada Komisi Kebudayaan yang dipimpin Ján Figel diberi budget 10 juta euro untuk kesuksesan Tahun Dialog Antarbudaya di benua malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejutkan memang. Bukan lantaran karena anggarannya, tapi perubahan paradigma. Sejak PD II, Eropa bergelut dengan masalah derasnya arus imigrasi hingga berpuncak pada diskusi alot dan berkepanjangan tentang integrasi. Persepsi integrasi membias dalam pelbagai diskurs, pleidoi, dan klaim, baik pada penduduk asli maupun pada kaum pendatang. Dialog kadang dinilai sebagai usaha kelompok imigran yang ingin mendapatkan pengakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kesan itu sudah berubah. Dengan mengagendakan 2008 sebagai Tahun Dialog, Uni Eropa beralih kepada pemahaman baru. Dialog bukan lagi hal sekunder yang dilaksanakan sebagai "pengemisan" warga minoritas untuk mendapat pengakuan dan perlindungan dari pihak mayoritas. Dialog adalah sebuah aksi timbal balik antara warga mayoritas dan minoritas, antara warga setempat dan kaum pendatang. Sebuah kebutuhan akan kualitas kehidupan yang lebih baik. Di sana ko-eksistensi yang berkualitas resiprokal itu lebih ditekankan. (Kompas, 26/2/2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semangat Antirasis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan semangat tahun 2008 merupakan Tahun Dialog Antarbudaya. Kahadiran Uero 2008 pun menelorkan ‘pesan suci’ bertajuk ‘Bersatu Melawan Rasisme’ (Unite Against Racism)&lt;br /&gt;Masih terpatri dalam benak kita saat perwakilan tim yang lolos ke babak semifinal Piala Eropa harus membacakan ikrar antirasisme sebelum pertandingan dimulai. Pembacaan ikrar itu sebagai bagian dari kegiatan kampanye Bersatu Melawan Rasisme selama penyelenggaraan Piala Eropa 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah pernyataan dari organisasi Football Against Racism in Europe (FARE) bekerja sama dengan UEFA dan organisasi para pemain FIFPro, kapten dari setiap tim ditunjuk untuk membacakan ikrar antirasisme dan menghargai perbedaan. Pembacaan ikrar dilakukan di lapangan sebelum pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja, kala pertandingan antara Jerman dan Turki atau Spayol dan Rusia. Kapten tim nasional Jerman, Michael Ballack; Turki, Recber Rustu; Spanyol, Iker Casillas, dan Rusia tak boleh melewatkan ritual sekaligus sumpah suci tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya lagi, saat membacakan ikrar, kedua tim akan diapit oleh dua buah bendera Bersatu Melawan Rasisme dan sejumlah suporter akan diajak menarikan tarian antirasisme. Pesan antirasisme juga dibuat berupa hiasan untuk 40.000 kursi penonton di Stadion St Jakob Park dan 50.000 kursi penonton di Stadion Ernst Happel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau ketinggalan, Presiden UEFA Michel Platini juga menyambut baik kegiatan kampanye antirasisme tersebut. ”Kampanye Bersatu Melawan Rasisme menunjukkan bahwa kita menghormati perbedaan. UEFA menjamin pelaksanaan kegiatan sepak bola, seperti Piala Eropa dimainkan secara harmonis dan saling menghormati,” kata Platini. (Kompas, 26/06/2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semangat Menghargai Perbedaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memang sepak bola memang mampu menghipnotis penduduk bumi untuk menghilangkan sekat-sekat atau batas-batas, baik itu sekat territorial, geografis, suku, agama maupun kewarganegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang merasa asyik bila bicara pelbagai hal terkait sepak bola. Tua-muda, kaya-miskin, laki-laki-perempuan, pejabat-penganguran, islam-kristen, hindu-budha, sunda wiwitan-kejawen ikut memeriahkan perhelatan akbar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun agamanya, Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu dan lainnya kalau dia sudah simpati dan menjadi fans berat David Beckham, maka kelompok fans ini akan bersatu dan mengeluk-elukan pemain Inggris ini sebagai idolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja, di Kuil itu, tahun 2000 silam, demikian penuturan Bikhu Budha, teronggok sebuah patung David Beckam, Kapten kesebelasan inggris. Ya, sepak bola telah menyihir dunia keberagamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, sepak bola telah mempertemukan akan manusia dari pelbagai penjuru dunia. “Bola sebagai media egaliter dan media persatu,” kilah Hery Prasetyo, Jurnalis Tabloid Bola Soccer.&lt;br /&gt;Lebih jauh, Ia menuturkan, “Sepak boal legi sukses daripada serangkaian Konfrensi-konfrensi yang dilakukan untuk menyatukan seluluh umat di dunia. Di sini tidak ada lagi sekat entis, suku agama maupun warna kulit,” jelasnya. (Majalah Syirah Juni 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikain, sikap sportifitas, keterbukaan, toleran dan menghargai semuanya terangkum dalam persepakbolaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada, kisruh antar penonton (lain agama dan lain ras). Yang nampak kedamaian, keindahan dan baersatu dalam perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan perbedaan atas keragaman apapun (warna kulit, etnis, adat, budaya, maupun keyakinan keagamaan) tak sebatas diungkapkan dalam bahasa toleransi (al-tasamuh). Karena toleransi bermakna tenggang rasa terhadap pihak lain ketika mereka bersalah. Tapi lebih aktif untuk menerima dan menyongsong yang lain, bukan sekadar tenggang rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qabulul akhar (sikap menerima yang lain) lebih jauh menyeberang melampaui toleransi untuk menyongsong sang lain. Inilah yang dicita-citakan oleh Milad Hanna, seorang Kristen Koftik Mesir dan pegiat dialog antariman sekaligus pejuang Hak Asasi Manusia melalui bukunya "Qabulul Akhar:Min Ajli Tawashuli Hiwaril Hadlarat atau "Menyongsong yang Lain Membuka Pluralisme versi indonesia" (Milad Hanna, Cairo:2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba membumikan tahun dialog antarbudaya melalui bersatu melawan rasisme. Masih menurut Hanna, moodal utama dalam dialog antaragama adalah budaya qabul al-akhar (sikap menerima yang lain). Pasalnya, budaya ini dimulai dari saling memahami dan membuka diri. Nantinya jalan menuju qabul al-akhar akan terbuka sendiri. Jika kita telah memiliki budaya qabul al-akhar, kita akan dianugerahi hubb al-akhar (mencintai yang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila prilaku dan sikap menerima yang lain telah tertanam dalam diri kita, maka cita-cita luhur British Council dalam program-program yang bersinggungan dengan Dialog Antarbudaya akan tercapai: Pertama, Memperkuat pemahaman dan tingkat kepercayaan antara masyarakat dari UK dengan masyarakat lainnya. Kedua, Memperkuat konsensus untuk menolak semua bentuk ekstrimisme. Ketiga, Meningkatkan kemampuan individu-individu dan organisasi dalam menyumbangkan perubahan sosial yang positif dan memperkuat masyarakat sipil. Keempat, Meningkatkan penggunaan bahasa Inggris sebagai alat untuk komunikasi internasional dan pemahaman antar budaya. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis adalah Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-4513489503301068558?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/4513489503301068558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=4513489503301068558&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4513489503301068558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4513489503301068558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/07/kitab-3.html' title='Kitab (3)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-8431133420489253394</id><published>2008-07-02T10:43:00.002-04:30</published><updated>2008-07-02T10:46:07.635-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sepak Bola dan “Sindiran Telak” Bagi Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jelang partai final UERO 2008 di Vienna, Austria yang bertempat di Stadion Vienna-Ernst Happel, 29 Juni 2008 dengan menghadirkan;  Wasit: Roberto Rosetti; Hakim Garis: Alessandro Griselli, Paolo Calcagno (semuanya dari Italia); Petugas Keempat: Peter Frojdfeldt (Swedia), demikian Reuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hooliganisme pun mewarnai gegap gempita Piala Eropa yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Seakan-akan tak lajim rasanya bila suporter kesebelasan berdandan rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian mereka pula aneh-aneh.  Kaus bermotif bendera negaranya atau lambang klub kesebelasannya. Aksesori yang digunakan juga bermacam-macam. Ada emblem klub, kota, atau negara. Malah tulang belulang atau rantai ikut digantungkan di leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalanya ada yang botak plontos. Sekujur tubuhnya penuh dengan tato. Sepintas, jika melihat mereka--dalam keadaan biasa dan bernyanyi bersama--memang lucu kelihatannya. Inilah hooliganisme mewabah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang rela membunuh waktu karena karena menggilai permainan kulit bundar. Di sana ada ketulusan dan keringanan. Benarkah ajang sepak bola menjelma menjadi ‘agama baru’ di era moderen dan serba digital ini? Lantas apa jadinya bila agama tak bisa memberikan kenyamanan bagi para pemeluknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak bola memang mampu menghipnotis penduduk bumi. Orang merasa asyik bila bicara pelbagai hal terkait sepak bola. Tua-muda, kaya-miskin, laki-laki-perempuan ikut memeriahkan perhelatan akbar  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Media Pemersatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kisruh beda pendapat sekaligus penertiban keyakinan antara Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pasca Tragedi Monas (1 Juni 2008) yang berujung pada pengeluaran Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa bernomor 3/2008, Nomor Kep-033/A/JA/6/2008 dan Nomor 199 tahun 2008, tanggal 9 Juni 2008 tentang peringatan dan perintah kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan masyarakat telah dikeluarkan. Namun kontroversi tentang SKB tetap mengendap bagai api dalam sekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam sepak bola Piala Eropa ini dapat ‘menunda sejenak’ segala persoalan kebangsaan dan keagamaam. Mulai dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang meroket tinggi, Kasus pembunuhan Munir, pejuang HAM (Hak Asasi Manusia) yang tak kunjung usai, Kebrutalan kaum Pelajar yang tak pernah selesai, Kebocoran UN yang sudah mendarah daging, Aksi mahasiswa yang berujung bentrok, sampai pengrusakan tempat ibadah yang tak pernah habis.&lt;br /&gt;Pasalnya, sepak bola telah mempertemukan akan manusia dari pelbagai penjuru dunia. “Bola sebagai media egaliter dan media persatu,” kilah Hery Prasetyo, Jurnalis Tabloid Bola Soccer.&lt;br /&gt;Lebih jauh, Ia menuturkan, “Sepak boal legi sukses daripada serangkaian Konfrensi-konfrensi yang dilakukan untuk menyatukan seluluh umat di dunia. Di sini tidak ada lagi sekat entis, suku agama maupun warna kulit,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sadari atau tidak, perebutan kulit bundar di lapangan hijau ini perlahan-lahan naum pasti telah berubah menjadi agama tersendiri. Tengok saja, masyarakat Argentina dan Brazil, mereka menaikmati religiusitasnya saat [berada] di lapangan sepak bola.&lt;br /&gt;Melihat antusis masyarakat yang begitu mengutamakan persepak bolaan. Seorang pendeta di sebuah kuil Budha di Thailand berkomentar “Sepak bola telah menjadi agama dan memiliki pengikut jutaan banyak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya lagi, di Kuil itu, tahun 2000 silam, teronggok sebuah patung David Beckam, Kapten kesebelasan inggris. Ya, sepak bola telah menyihir dunia keberagamaan. (Majalah Syirah Juni 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila perbuatan ini yang kerap terjadi, maka wajar jika agama formal mulai sedikit dilupakan. Apalagi agama sejauh ini hanya menekankan aspek teologi dan fiqh semata. Agama kurang memberi apresiasi estetik, ekspresi keringanan. Kalau aspek agama hanya menekankan aspek serius pada kalam dan syariat. Sementara manusia condong memilih kebahagiaan dengan cara sendirinya, maka secara tak disadari ia akan berusaha mencari ruang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah dengan menenggelamkan segala aktivitas keseharianya dalam tontonan UERO 2008. Jika perilaku umat beragama telah sampai pada titik ini, maka sepak bola telah beralih menjadi sindiran terhadap agama, demikian dikatakan Yudi latif, Direktur Eksekutif Reform Institute.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi soal kecenderungan sepak bola bisa menandingi agama, masih menurut Hery “Sepak bola memang cenderung seperti agama baru. Tontonan yang menjadi tuntunan.”&lt;br /&gt;Pola hidup urang, kata Hery sangat dipengaruhi oleh tontonan sepak bola, terutama di negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, telah terjadi krisis ketuhanan. Setiap manusia tikan mempunya naluri anti ketuhanan. Ada yang dipuja, didewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala agama tak bisa menjawab problematika itu mereka akan mencari pemujaan lain, biasanya artis atau pemain sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati, terdapat perbedaan mendasar antar sepak bola sebagai ‘agama’ dengan agama sesunguhnya. Paling tidak satu pemahaman dikatakan agama harus memiliki standar; Tuhan, Nabi, Kitab, Ritual dan Umat. Namun, saat persepak bolaan berhasil memasuki segala aspek kehidupan masyarakat. Di sinilah kekuatan agama baru hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sportifitas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menilik ketidakharmonisan antaragama. Mestinya kita menengok kembali falsafah sepak bola yang mulai terlupakan. Pasalnya, tanpa pandangan itu kita niscaya akan hidup rukun, tentram, damai dan sejahtera pada satu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sportifitas. Tak berlebihan memang bila kita terus mendengungkan pameo tersebut. Sikap adil sekaligus jujur terhadap lawan, sikap bersedia mengakui keunggulan (kekuatan, kebenaran) lawan atau kekalahan (kelemahan, kesalahan) sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak spotrtif jangan masuk dunia sepak bola. Sportifitas tak hanya dituntut dari pemain tapi wasit, juri, dan penontonya pula. Masing-masing menjadi saksi juga terdakwa sekaligus. Kesalahan yang dilakukan pendukung sebuah klub sepak bola bisa mengakibatkan klubnya dijatuhi sanksi. Pemain yang begitu kasar akan dihadiahi kartu merah dan diharuskan keluar lapangan dengan tunduk lesu dan malu. (www.syirah.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati dunia bola di tanah Air. Rasanya tak berhasil bila tidak tauran antar pendukung kesebelasan. Adu jotos antarpemain. Memihak terhadap klub tertentu oleh sang wasit. Pun penggelapan dana sepak bola. Hingga terjadinya swastanisasi terhadap olah raga ini. Mengerikan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi kebrutalan baik dilapangan ataupun diluar gedung saat dan [akan] dimulai pertujukan berawal dari konflik antar elit pemuka agama yang tak kunjung selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, tokoh-tokoh agama kita mengikuti jejak langkah yang dilakukan oleh negara Jerman, dua tahun silam. Dalam rangka festival dan konser bertajuk “Kick-off 2006 Kick-off faith”&lt;br /&gt;Gereja Berlin, Gereja Brandenbourg dan Gereja Berlin-Wilmersdorf menggelar sepak bola antara Imam Mesjid melawan para Pendeta dan yang menjadi hakim garisnya dari orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam pertandingan ini melibatkan tiga kelompok agama. “Kami telah mengusahakan sejak lama pertandingan semacam itu guna memperkuat hubungan antartiga aliran agama; Islam, Kristen dan Yahudi,” kata Imam Taha, kapten tim muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pertandingan diakhiri skor telak 12:1. 12 untuk pendeta dan 1 baga Imam Mesjid. Kekalahan tak terjadi memicu keributan antaragama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan saat usai pertandingan, mereka berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan pemeluknya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama, dalam sejarah kerukunan antarumat beragama di jerman sepak bola beda keyakinan diselenggarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sepak bola, pihak penyelenggara berusaha mempromosikan toleransi dan persatuan antarumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi itu digalakan di Jerman   mengingat sekitar 3% dari 82 Juta penduduk beragama muslim dan 0,1% agama Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap keterbukaan melalui perlombaan sepak bola antariman ini diamini oleh menteri Dalam Negeri Jerman, Wolfgang Schaeble seperti yang dilansir islamonline. “Sepak bola dengan kepopuleran dan daya tariknya bisa memperkaya lingkungan dan juga mematahkan sekat-sekat yang ada. Dan sekarang posisinya sebagai garis terdepan untuk mempraktikkan interrasi dan melawan rasisme” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, petuah “Ajarilah anak-anakmu dengan keterampilan renang, panahan dan pacu kuda—termasuk sepak bola” telah dipraktikan oleh bangsa Eropa dengan ajang EURO 2008.&lt;br /&gt;Dengan demikian, sikap sportifitas, keterbukaan, toleransi dan menghargai keragaman menjadi pesan utama dari EURO 2008. Apalagi saat menyambut final Piala Eropa. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah Pegiat Studi Agama-Agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-8431133420489253394?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/8431133420489253394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=8431133420489253394&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8431133420489253394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8431133420489253394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/07/kitab-2.html' title='Kitab (2)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-4532045779437306547</id><published>2008-05-31T20:51:00.002-04:30</published><updated>2008-05-31T20:54:30.473-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Kitab (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 Juni; Kelahiran Pancasila dan Kebebasan Beragama, Mungkinkah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Momentum Hari Kelahiran [kesaktian—masa Orba] Pancasila yang selalu diperingati pada 1 juni setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, hari kesaktian Pancasila harus menjadi modal dasar evaluasi sekaligus semangat toleransi dan pencerahan bagi seluruh dialog antariman dan pemerintahan yang memegang kebijakan dalam kebebasan beragama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesucian Pancasila juga mesti dijadikan barometer sebagai ajang refleksi seberapa jauh kualitas kita dalam menghargai perbedaan (Suku, Agama, Ras, Budaya) semenjak bangsa ini merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapak tidak, kisruh antar golongan dalam urusan kebebasan berkeyakinan dan beragama menjadi menu hidangan keseharian kita yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Malah semakin tak tentu arah penyelesainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengerikan lagi, pemerintah kadung mengeluarkan wacana SKB. Kendati belum pinah, tapi ribuan orang—anak-anak, ibu dan lanasia tersayak hatinya akibat ulah kelompok tertentu dan susah untuk dilupakanya, ratusan rumah ibadah tak rusak berat dan tak bertuan, puluhan bangunan sekolah—Perguruan Tinggi menanti aktivitas civitas akademik yang tak kunjung datang juga. Mengerikan memang.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengeoklah, perseteruan internal pemeluk ajaran islam antara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dengan Majelis Ulama Islam (MUI) pascapengeluaran 11 Fatwa (2005). Hingga dikeluarkanya SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Mentri (Mentri Agama, Dalam Negeri dan Jaksa Agung) tentang pelarangan jamaah Ahmadiyah pascapelaporan hasil investigasi Bakor Pakem (Badan Kordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) beberapa pekan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik ketidakharmonisan antariman dan pemerintah yang mengambil kebijakan. Kiranya, bila saat tiba Hari Pancasila Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menggelar Seruan Apel Akbar Hari Pancasila bertajuk "Satu Indonesia untuk Semua" di Pelataran Monas (Belakang Stasiun Gambir) Minggu, 1 Juni 2008, Pukul 13.00 WIB&lt;br /&gt;Bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, masyarakat adat, seniman, artis, profesional, aktivis perempuan, dan segenap elemen bangsa yang memiliki kepedulian bersama untuk menjaga perdamaian dan keutuhan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan bahwa keragaman agama, keyakinan, budaya, adat, ras, etnis adalah ciri Indonesia. Tunjukkan bahwa kita bisa berjalan beriring dalam perbedaan. Tunjukkan bahwa kita masih memiliki Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Tunjukkan bahwa kekerasan atas nama apapun tidak bisa ditolerir di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaklah sanak saudara dan seluruh handai taulan untuk merayakan keragaman dan perdamaian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, pancasila meruapakan dasar negara, falsafah bangsa, dan pemersatu segala umat Indonesia yang berbeda suku, agama, keyakinan, dan golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63 tahun pancasila telah tumbuh berkembang sekaligus menyemai dalam diri kita, tapi tak berbanding lurus dengan jumlah yang tak sedikit itu, malah berbuah petaka bagi aliran-aliran [minoritas] saat bergaul dengan kelompok penguasa [mayoritas]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran ribuan sekte, kadangkala dianggal ganjil, hingga meresahkan masyarakat sekaligus menisbikan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak Indonesia memang bukan negara islam, tapi bukan juga negara sekuler, melainkan sebuah agama sebuah negara hukum yang percaya pada perlindungan HAM sebagaimana tertuang dalam deklarasi Universal HAM dan UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan pendapat, penafsiran antargolongan telah diatur sedemikian rupa dan jelas payung hukumnya. Semuanya terangkum dalam UUD 1945. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, kebebasan masyarakat untuk berkumpul dan beda bendapat diberikan ruang seluas-luasnya, bukan dipersempit sekalipun tak beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila perlakuan ini yang terjadi dan mendarah daging dalam tubuh kita, maka dimanakah kesaktian hari pascasila itu yang bisa mengatur, mengakomodir segala persoalan kebangsaan dan keumatan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selamat hari Pancasila dan Selamat Pula Hari Kebebasan Beragama.&lt;/span&gt; Semoga. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 30/05/08;23.59 wib&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-4532045779437306547?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/4532045779437306547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=4532045779437306547&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4532045779437306547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4532045779437306547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/05/kitab-1.html' title='Kitab (1)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-6087247101378420814</id><published>2008-05-30T08:51:00.005-04:30</published><updated>2008-05-30T09:05:56.888-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Suhuf (20)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cak Nur Yes, Liberal No!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dialog Imaginer Bersama Cak Nur Tentang Masa Depan Kebebasan Beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascadikeluarkanya 11 Fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia tahun 2005 melalui Musyawarah Nasional (Munas) Ke-VII dialog antariman sekaligus masa depan kebebesan beragaman di Indonesia kian hari semakin terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapak tidak, kisruh antara MUI dengan Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang tak kunjung usai. Penantian keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Mentri Agama, Mentri Dalam Negeri dan Kejaksaan Agung menjadi sesuatu yang menakutkan. Pun perseteruan satu-satunya lembaga—konon pewaris Anbiya dengan kehadiran pelbagai Komunitas Eden; Shalat Dua Bahasa; Wahidiah; Islam Sejati; Majelis Alif dan aliran kepercayaan lainya semakin menganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terlebih lagi, dengan adanya pelarangan 3 paham. Yakni Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme (SPL) di Bumi Pertiwi membuat kebebasan beragama menjadi ‘terkebiri’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, kemelut sekaligus ‘penertiban keyakinan’ ini terjadi dalam ruang lingkup seagama, bukan antarumat beragama. Mengerikan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan Preman Berjubah—meminjam istilah Syafi’e Ma’arif pula berbuah petaka baru dalam menyelesaikan setiap persoalan dengan budaya anarkis sekaligus barbar.&lt;br /&gt;Kiranya, petuah islam agama rahmatan lil’alamin dan sangat menghargai perbedaan pendapat hanya selogan belaka dan berhenti pada konsep semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Belajar Dari Cak Nur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menilik ketidakharmonisan seagama, antarumat beragama dan pemerintah. Mestinya, kita menengok kembali pemikiran Nurcholish Madjid. Apalagi sejak meninggalnya Cak Nur konflik antariman semakin sering bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, pentolan Paramadinan telah tiada (2005) dan hanya meninggalkan pemikiannya—yang dianggap oleh sebagian kelompok sangat kontroversial. Terutama pasca ijtihadnya melalui pidato ‘Keharusan Pembaharuan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umatâ’ (1970) dengan jargon ‘Islam Yes, Partai Islam No’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, kahadiran memperingati 1000 hari wafatnya Cak Nur dan  Nurcholish Memorial Lecture II menjadi modal dasar evaluasi sekaligus semangat toleransi dan pencerahan bagi seluruh dialog antariman dan pemerintahan yang memegang kebijakan dalam kebebasan beragama di Indonesia.  Berikut petikan Dialog Imaginer bersama Cak Nur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faktor apa yang menyebabkan umat Islam sering kisruh antar kelompok satu dengan yang lainya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pangkal persoalnaya, karena umat silam kurang memahami agamanya sebagai pesan dan nasihat Ketuhanan (al-Din Nashihah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maksud Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ketahui bersama bahwa rujukan umat Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. Bagi saya sambil menegaskan Al-Quran merupakan pesan dan nasihat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan soal pesan Tuhan, maka selayaknya kita juga mengenal dan berupaya mengimani Kitab-kitab suci sebelumnya, seperti Zabur, Taurat, dan Injil yang diturunkan Sang Khalik kepada Anbiya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pesan ketuhanan yang menjadi titik temu (common platform) dalam perjalanan panjang agama-agama itu akan bermuara pada Kesadaran Ketuhanan (Takwa) sekaligu keharusan berkeyakinan hanya ada satu Tuhan Yang Esa (tawhid) dalam diri umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, The Ten Commandementnya Nabi Musa dan Injilnya Nabi Isa, kita akan menemukan pesan yang sama. Yakni hanya menyembah Tuhan Yang Esa (tawhid); tidak menyekutukan-Nya dalam bentuk apapun; tidak boleh membunuh; berzinah; mencuri;  memfitnah; tidak bersaksi palsu dan dusta; jangan menginginkan harta; istri orang lain dan keharusan berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik Inilah kita temukan kalimatun sawa antarkeyakinan yang dikenal oleh manusia dan orang-orang Islam diperintahkan sebagai landasan hidup bersama. [QS. al-Imran/3:64 dan QS. al-Syura/42:13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari kerangka ini pesan suci yang bersifat universal sekaligus menjadi inti dan kesamaan pada semua agama yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa yang lain, pesan dasar ini dikenal dengan sebutan ’perjanjian primordial’ kita untuk mengakui hanya ada Satu Tuhan (tawhid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selain itu, model keberagamaan mana yang menyebabkan konflik kian tak kunjung selesai itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga model dalam keimanan; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; Sikap Ekslusif. Sikap keberagamaan yang tertutup dan memandang keselamatan hanya ada pada agama dan teologinya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil contoh, dalam umat Kristiani dikenal selogan Extra Ecclesiam nulla salus, etraecclesiam nullus proheta (keselamatan hanya ada dalam gereja dan tidak ada nabi di luar gereja) pra-Konsili Vatikan II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Muhamad pula memiliki potensi yang serupa. Pandangan ini termaktub dalam QS.al-Maidah/5:3, al-Imran/3:85 dan 19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; Sikap Inklusif. Tipe keberagamaan yang membedakan antara kehadiran penyelamatan dan aktifitas Tuhan dalam ajaran agama lain. Juru selamat beserta aktifitas Tuhannya hanya ada pada satu agama (Kristen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Ibn Taymiyah, pendobrak kejumudan sekaligus menjadi tokoh Inklusif dalam Islam. Pemahaman ini didasarkan pada Al_Qur’an; Al-Imran/3:64--yang berbicara tentang kalimatun sawa agama-agama; Al-Maidah/5:48--yang menjelaskan adanya syir’ah (jalan menuju kebenaran) dan minhaj (cara atau metode perjalanan menuju kebenaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; Sikap Pluralisme. Model keberagamaan yang memandang bahwa keselamatan ada pada semua agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan zaman dan kuatnya arus modernitas sikap keberagamaan ini menyakini pada prinsifnya agama yang ada di dunia ini akan selamat dan mengajarkan hal-hal yang baik. Namun, ekspresinya berbeda-beda. Singkatnya, keimanan antara Islam dengan yahudi, Kristen, Budhisme, Shintoisme, Konfucuisme sekalipun keyakinan lokal tak ada bedaya bila mengajarkan keselamatan dan berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang menjadi persoalan, manakala teologi Pluralisme diartikan salah kaprah. Hingga dengan seenaknya mengelurkan 11 Fatwa haram hukumnya umat islam mengikuti pemahaman Pluralisme sebagai contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah definisi Pluralisme oleh MUI, Pluralisme diharamkan karena menganut paham semua agama adalah sama dan bahwa agama bersifat relatif dan tidak ada yang boleh mengklaim agamanya adalah agama yang paling benar. Padahal seseorang beragama karena keyakinannya akan suatu kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang boleh adalah pluralitas bahwa kenyataan masyarakat memiliki agama yang berbeda-beda dan karenanya harus saling menghormati dan berdampingan dengan baik," katanya. (Kompas, 28 juli 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lantas apa yang dimaksud dengan pemahaman pluralisme itu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Suku, Agama dan Budaya yang berbeda-beda meniscayakan kita untuk menafikan sunatullah. Dengan demikian, pemahaman yang didasarkan kesadaran kemajemukan secara sosial-budaya-religi yang tidak mungkin ditolak inilah yang disebut sebagai pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu sistem nilai yang memandang secara positif-optimis dan menerimanya sebagai pangkal tolak untk melakukan upaya konstruktif dalam bingkai karya-karya kemanusiaan yang membawa kebaikan dan kemaslahatan.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Islam, Doktrin dan Peradaban;1995)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adakah ayat-ayat yang menjelaskan pluralisme? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh kita untuk menghargai perbedaan dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Salah satunya Q.S Al-Hujurat/49:13 “….Bahwa Allah menciptakan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar mereka saling mengenal dan menghargai; QS. 30:22 “Perbedaan antara manusia dalam bahawa dan warna kulit merupakan pluralitas yang mesti diterima sebagai kenyataan yang positif dan merupakan salah satu kebesaran Allah.”; QS. 5:4 “Perbedaan pandangan hidup dan keyakinan, justru hendaknya menjadi penyemangat untuk saling berlomba menuju kebaikan. Kelak di akhirat, Tuhanlah yang akan menerangkan mengapa dirinya berkehendak seperti itu dan keputusan yang paling adil di tangan-Nya.”; Ar-Rum:22  dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah menciptakan bumi dan langit serta berlain-lain bahasamu, dan warna kulitmua; An-Naba 24-26; Katakanlah hai Muhammmad siapa yang membri rizki kepadamu dari langit dan dari bumi? Katakanlah Allah dan sesungguhnya kami atau kamu (non muslim) pasti berada dalam kebenaran atau kesesatan yang nyata, katakanlah kami (non muslim) tidak akan bertanggungjawab tentang dosa yang kami perbuat, dan kami tidak akan ditanya pula tentang apa yang kamu perbuat. Katakanlah tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian dia memberikan keputusan antara kita dengan benar dan dialah maha pemberi keputusan lagi maha mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika memang ada pluralisme dalam Islam. Coba uraikan prinsif-prinsifnya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keragaman sebagai kehendak Tuhan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sejatinya, pluralisme harus berlndaskan pada;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Pertama,&lt;/span&gt; Prinsip Pluralitas Merupakan Takdir Tuhan (QS.2:213, QS;5;4), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; Prinsip Pengakuan Hak Eksistensi Agama di luar Islam (QS.5:44-50, QS.22;38-40). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; Prinsip titik temu dan kontinuitas Agama-agama, Nabi dan Rasul (QS.2;136-165, QS. 2:285, QS.42:13, QS.4:163-165, QS.2:136, QS. 29:46 QS. 42:15, QS. 5:4). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt; Prinsip tidak ada paksaan dalam Agama (QS. 2:256, QS. 10:99, QS. 22:38-40). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, 3 Prinsip Esensi Agama: Keimanan kepada Tuhan, Hari akhirat dan Berbuat Baik (QS. 2:62, QS. 5:26). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keenam,&lt;/span&gt; Prinsip Menjunjung Nilai-nilai Kemanusiaan (HAM) (QS. 5:32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berkenaan dengan keragaman ini satu Ajaran (pemahaman) ini tidak perlu diartikan semua agama sama dalam bentuknya yang nyata sehari-hari akan tetapi ajaran kemajemukan keagamaan itu menandaskan pengertian dasar bahwa semua agama diberi kebebasan untuk hidup, dengan resiko yang akan ditanggung oleh para pengikut agama itu masing-masing, baik secara pribadi maupun secara kelompok” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Islam, Doktrin dan Peradaban, hal. 184).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menyikap maraknya aksi kekerasan atasnama agama yang dilakukan oleh kelompok tertentu terhadap golongan yang dianggap ganjil, hingga meresahkan masyarakat dan dapat menisbikan Tuhan. gamaimana tanggapan Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu pemerintah harus tegas menegakan hukum, bukan malah sebaliknya. Sudah jelas orang berbuat tindakan pengrusakan termasuk tindakan pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang harus kita ingatkan, Diakui atau tidak Indonesia memang bukan negara islam, tapi bukan juga negara sekuler, melainkan sebuah agama sebuah negara hukum yang percaya pada perlindungan HAM sebagaimana tertuang dalam deklarasi Universal HAM dan UUD 1945.&lt;br /&gt;Sudah sepantasnya kita menjungjung tinggi sekaligus mengakan hukum dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari awal saya menolak berdirinya negara Islam. Pasalnya, tak ada contoh dari Muhammadnya. Piagam Madinah bukan konsep berdirinya Negara Islam, tapi bagaimana cara kita menghargai keyakinan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pluralisme Pro-Aktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman pluralisme, bukan hanya mengakui tapi membiarkan orang lain yang bebeda dengan kita untuk berkretifitas dengan bebas. dalam kontek ke kinian pluralisme tidak hanya kesadaran atau pemahaman adanya heterogentas, tapi harus juga terlibat secara pro aktif dalam mengejawatahkan nilai-nilainya. Keharusan pro aktif inilah yang tidak disentuh, selama ini. Apalagi digumulai oleh orang-orang yang selama ini mengaku memehami pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus, dengan memahami dan ikut andil dalam mewujudkaan pemahman pluralisme ini merupakan satu langkah awal menuju pintu kebajikan dan pembebasan dalam memahari keragaman yang ada pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi Alwi Shihab pluralisme harus dibedakan dari; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Petama,&lt;/span&gt; pluralisme tidak semata menunjuan pada kenyataan tentang adanya kemajemukan. Namun yang dimaksud adalah keterlibatan aktif terhadap kenyataan kemajemukan tersebut. Dengan kata lain, pluralisme agama adalah bahwa tiap pemluk agama dituntut bukan saja mengakui keberadaan dan hak agama lain, tapi terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercipanya kerukunan, dalam kebinekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; plualisme harus dibedakan dengan kosmpolitanisme. Kosmopolitanisme menunjukan kepada suatu realita di mana aneka ragam agama, ras, bangsa hidup berdampingan di suatu lokasi. Ambil misal kota New York. Kota ini adlah cosmopolitan. Di kota ini terdapat agama Yahudi, Kristen, muslim, Hindu, Budha, bahkan orang-orang tanpa agama selakipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; konsep pluralisme tidak dapat disamakan dengan elativisme. Seorang relativis akan berasumsi hal-hal yang menyangkut kebenaran atau nilai ditentukan oleh pandangan hidup serta kerangka berfikir seseorang atau masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt; pluralisme agama bukanlah singkretis, yakni menciptakan suatu agama baru dengan memadukan unsure-unsur tertentu atau sebagian komponen ajaran dari beberapa agama untuk dijadikan bagian integral dari agama baru tersebut. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Islam Inklusif;2001:41-42)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran satu pemahaman terkadang menuai pelbagai kritik, cacian, hingga makian dari golongan tertentu yang tak sependapat denganya. Hal ini pula yang dialami oleh Cak Nur dalam membumikan pemahaman pluralismenya. Salah satu pengkritik terpedas, Nur Khalik Ridwan, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa, menjelaskan tentang pluralisme merupakan sebuah paham yang menegaskan bahwa hanya ada satu fakta kemanusiaan, yakni keragaman, heterogenitas, dan kemajemukan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerena itu, ketika disebut pluralisme, maka penegasannya adalah diajukannya wacana, kelopmpok, individu, komunitas, sekte, dan segala macam bentuk perbedaan sebagai fakta yang harus diterima. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Pluralime Borjuis; Kritik Atas Nalar Pluralisme Cak Nur 2002:77)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cak Nur Bukan JIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kendati ide-ide liberal Cak Nur menuai pelbagai kecaman—semasa hidup dan wafatnya. Bukan berarti pemikirannya telah terkubur. Malahan semakin berkembang dengan tampilnya Komarudin Hidayat, Azrumardi Azra, Budhy Munawarrahman dan Universitas Paramadina menjadi bukti sejarah atas keberhasilan pembaruan pemikiran islam indonesia yang tak bisa dibantahkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, petinggi Rektor IAIN Mataram dalam membuka acara Diskusi Publik ‘Masa Depan Kebebasan Beragama di Indonesia’ 4 Juni 2007 menuturkan ‘‘Kalau paramadina membawa ajara-ajaran liberal, maka kami tolak, tapi bila membumikan gagasan Cak Nur, maka kami menerimanya, demikian dikatakan Budhi Munawarrahman saat  ‘Forum Curhat’ Nasional Meeting Jaringan Antar Kampus, Hotel Pramesti Cibogo Bogor, (20/08/07).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya kita mengamini pernyataan M Deden Ridwan—yang tengah menulis buku Cak Nur Bukan JIL. Paling tidak Ia mengurai alasan ketidakikutsertaan Cak Nur ke dalam kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL). Kendati sekira tahun 1970an Cak Nur pernah mengusung Sekulerisme dan Liberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberatan baginya, Cak Nur dikategorikan liberal.Memang cukup beralasan dikarenakan; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; Liberalisasi Cak Nur lebih bersifat sosiologis. Ia berusaha membebaskan umat dari belenggu kultural dan tradisi yang pada waktu itu bisa dianggap menghambat berpikir rasional. Bukan liberalisasi dalam pengertian teologis, seperti mempertanyakan keotentikan Al-Quran, sebagaimana dikampanyekan JIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; Gagasan Cak Nur dan JIL berbeda secara ide. Pada Cak Nur, gagasan&lt;br /&gt;pembaruan Islam lebih ditulis dan diartikulasikan secara akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Islam, Doktrin dan Peradaban, menjadi bukti. Secara paradigmatik, gagasan Cak Nur lebih sistematis. Dibandingkan dengan JIL, metode yang Cak Nur tawarkan lebih jelas. Yaitu, “memelihara yang lama yang baik dan mencari yang baru yang lebih baik”. Dalam hal menafsirkan Al-Quran, Cak Nur mengadopsi metode double movement, dari situasi sekarang ke situasi turunnya wahyu, lalu kembali lagi ke masa kini untuk menggali relevansi ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sistematisasi ide tidak tampak pada JIL. Gagasan JIL baru sebatas percikan ide spontan yang tercecer di surat kabar dan milis. Artikulasi pemikirannya belum terstruktur secara konseptual dan akademis. Karena itu, gagasan JIL secara epistemologis masih rapuh. JIL sampai kini belum punya metodologi yang jelas dalam menafsirkan Islam. Kritik pedas seperti itu pernah dilontarkan Dr. Haidar Bagir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; Cak Nur menjadi pemikir yang sadar menjadikan scripture Islam dan tradisi sebagai bagian dari public reasioning. Dan JIL tampaknya tidak demikian. Pada Cak Nur, penalaran publik itu murni dimotivasi oleh spirit agama. Warisan pemikiran Tocqueville dan Robert N. Bellah sangat kuat pada pembentukan mind set dan paradigma Cak Nur. Jadi, kuat sekali bahwa toleransi dan pluralisme Cak Nur selalu berangkat dari sandaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, gagasan Cak Nur lebih relevan dan punya masa depan. Sebaliknya, JIL selama berwajah rigid, kaku, egois, dan terperangkap ke dalam “fundamentalisme liberal”, akan sulit hidup. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Gatra No. 19 Tahun XIV, 20 -26 Maret 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, kita mecoba membumikan pemikiran Nurcholis Madjid dalam menyongsong masa depan kebebasan beragama yang toleran, adil dan sejahtra. ‘Pokonya Cak Nur Yes, Liberal No!,’ saat menggambarkan pemikiranya yang diterima oleh banyak kalangan. Berbeda dengan JIL (Jaringan Islam Liberal) yang tak begitu mendapatkan perhatian dari masnyarakat, cetus Pradewi Tri Chatami, aktivis Jaringan Islam Kampus (JarIK) Bandung. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Komputer Ngaheng, 24/05/08;23.58 wib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Pembelajar Studi Agama-agama Fakultas Filsafat dan Teologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-6087247101378420814?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/6087247101378420814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=6087247101378420814&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6087247101378420814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/6087247101378420814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/05/suhuf-20.html' title='Suhuf (20)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-1469169104427037218</id><published>2008-05-21T11:10:00.002-04:30</published><updated>2008-05-23T07:46:26.173-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ageman'/><title type='text'>Suhuf (19)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waisak Bagi Bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Momentum Hari Suci Waisak yang jatuh pada 20 Mei 2008 ini dan bertepatan dengan lahirnya Hari Kebangkitan Bangsa yang menginjak 1 abad (1908-2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, Waisak harus menjadi modal dasar evaluasi sekaligus semangat toleransi dan pencerahan bagi seluruh dialog antariman dan pemerintahan yang memegang kebijakan dalam kebebasan beragama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Waisak juga mesti dijadikan barometer sebagai ajang refleksi seberapa jauh kualitas kita dalam menghargai perbedaan (Suku, Agama, Ras, Budaya) semenjak bangsa ini merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, dialog antaragama merupakan gerbang menuju kehidupan bermasyarakat yang adil, sejahtera dan harmonis. Sesuai dengan cita-cita luhur para pejuang yang memerdekana kepulauan nusantara dari pelbagai rong-rongan penjajah. Kendati dialog antariman tak sebatas bertujuan untuk hidup bersama secara damai dengan membiarkan pemeluk agama lain ‘ada’ (ko-eksistensi), melainkan juga berpartisipasi secara aktif meng-‘ada’-kan pemeluk lain itu (pro-eksistensi). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Hans Kung dan Karl Kuschel: 1999).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, dialog ini tak sekedar mengantarkan pada sikap bahwa setiap agama berhak untuk bereksistensi secara bersama-sama. Pun wajib mengakui dan mendukung –bukan berarti menyamakan—eksistensi semua agama. Barangkali inilah yang dimaksudkan oleh Raimundo Panikkar dengan istilah dialog intra-religius.  Yaitu yang tak hanya menuntut suatu sikap inklusif, tapi harus tumbuh berkembangnya sikap paralelisme, dengan mengakui bahwa agama merupakan jalan-jalan yang sejajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, silang pendapat dalam soal berkeyakinan mulai terlupakan. Hingga berujung jadi petaka pada pengahncuran tempat ibadah, penyiksaan kepada anak-anak, ibu-ibu dan para lansia. Model pembunuhan satu aliran tertentu yang berbeda penafsiran [keimanan] dengan halayak banyak pun menjadi jurus pamungkas dalam menyelesaikan persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengeoklah, perseteruan internal pemeluk ajaran islam antara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dengan Majelis Ulama Islam (MUI) pascapengeluaran 11 Fatwa (2005). Hingga dikeluarkanya SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 Mentri (Mentri Agama, Dalam Negeri dan Jaksa Agung) tentang pelarangan jamaah Ahmadiyah pascapelaporan hasil investigasi Bakor Pakem (Badan Kordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) beberapa pekan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pesan Suci Waisak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Marik kita mencoba belajar dari agama dan pemahaman orang lain. Salah satunya ajaran Buddhisme—yang tengah merayakan upacara Vesakha Punnami Puja untuk merayakannya dan tujuh hari setelahnya mengadakan Vesakha Atthami Puja untuk memperingati diperabukannya Buddha Gautama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibanya Hari Raya Waisak tiba, mengingatkan kita kepada tiga peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu kelahiran calon Buddha (Bodhisatta) Siddhattha, pencapaian Pencerahan Sempurna Buddha, serta wafat Buddha atau Parinibbana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, peristiwa maha agung itu terjadi pada hari purnama sidi di bulan Waisak lebih dari dua ribu lima ratus tahun yang lampau. Tahun 623 S.M. Bodhisatta Siddhattha lahir di Taman Lumbini, India Utara; tiga puluh lima tahun kemudian beliau mencapai Pencerahan Sempurna sebagai Buddha, dan akhirnya Buddha Gotama mangkat pada tahun 543 S.M. Tahun ini Hari Raya Waisak 2552 jatuh pada tanggal 20 Mei 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Waisak 2008 dalam kontek Indonesia Sangha Theravada Indonesia bertajuk ”Kehadiran Buddha sebagai Sumber Kebangkitan Moral dan Semangat Mawas Diri” demikian tulis Jotidhammo Mahathera, Ketua Umum (Sanghanayaka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran hari raya Waisak tak sekedar mengingat  3 kejadian dahsat, tapi harus mencoba membangkitkan sosok Sang Buddha di tengah-tengah kehidupan ini. Juga tak berlalu begitu saja, sebab Guru Agung Buddha telah mewariskan Dhamma ajaran Kebenaran yang sampai dengan saat ini masih dijadikan sebagai “jalan hidup” bagi umat Buddha seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Buddhis masih meyakini tentang Kebenaran Dhamma dapat menuntun hidupnya menjadi lebih baik, lebih bijak, dan tentu lebih berbahagia. Jalan hidup Dhamma yang diajarkan oleh Buddha mengutamakan moral [sila] sebagai landasan bagi penerapan Kebenaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua aspek ini diharapkan saling melengkapi.  Pasalnya moral tanpa kebenaran Dhamma hanya menjadi norma-norma formalitas belaka tanpa dasar dan arah tujuan jelas, ataupun sebaliknya kebenaran Dhamma tanpa moral hanyalah berupa wacana filosofis semata yang tidak menunjukkan bagaimana penerapan ajaran Kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari (www.samaggi-phala.or.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kebangkitan Bangsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jelang 100 tahun nasionalisme bangsa dari pelbagai keterpurukan dan ketidak berdayaan negara dalam mengatasi keterbelakangan pendidikan, kemiskinan dan kebebasan beragama.&lt;br /&gt;Sejatinya perayaan Waisak dapat memberikan ‘energi lain’ dalam menyongsong 1 abad kebangkitan Indonesia. Bila dalam upacara suci di kenal 3 kejadian agung (Bodhisatta) Siddhattha, pencapaian Pencerahan Sempurna Buddha, dan Parinibbana), maka dalam kontek keindonesiaan terlahirnya seorang pemimpin yang dapat mengelurkan kita dari pelbagai krisis yang tak kunjung selesai ini sangatlah kita haratpan sekaligus menuntut hadir. Bukan malah sebaliknya. Yakni membawa bumi pertiwi ini kelubang kelam penderitaan yang tiada berakhir.&lt;br /&gt;Pendek kata, lahir, tercerahkan dan meninggal merupakan sumbangan berharga waisak buat Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runutan proses sekaligus estafeta Sang Buddha menjadi tahapan yang tak bisa dibantah lagai. Kiranya, kita mengikutinya alur Sidhartha Gautama dari kematian, terlahir dan tercerahkan, maka tunggulah kehancuran bumi nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna terdalam waisak bagi kebangkitan bangsa. Sepenggal puisi Chairil Anwar ’Sekali berarti, setelah itu mati’ pun layaknya kita dengungkan terus. Semoga apa yang diungkapkan Rizal Mallarangeng ilmuwan politik, Chairil Anwar tidak berbicara tentang kematian. Dengan kalimat tersebut, ia justru bicara tentang kehidupan, tentang esensi membangun, mencipta. Chairil Anwar memang mati muda, namun semangatnya tetap hidup sepanjang masa. Semoga keindahan dalam perbedaan mewujud di Indonesia. Selamat Hari Raya Waisak 2552/2008. Sabbe satta bhavantu sukhitata. Semoga semua mahkluk berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Penulis adalah Pegiat Studi Agama-Agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dimuat di Harian Kompas Biro Jabar &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kolom Forum&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;, 19/05/08]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-1469169104427037218?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/1469169104427037218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=1469169104427037218&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/1469169104427037218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/1469169104427037218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/05/suhuf-19.html' title='Suhuf (19)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-3563961003051449740</id><published>2008-05-15T13:47:00.001-04:30</published><updated>2008-05-15T13:49:40.274-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan'/><title type='text'>Suhuf (18)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat-Ayat Fitna Ala Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI  INDONESIA! ALLAHU AKBAR! Tidak apa-apa, kami yang bertanggungjawab! Saya pribadi maupun FPI maupun umat Islam yang lain, para ulama, bertanggungjawab. Kalau ada yang membunuh Ahmadiyah, bilang saja disuruh Ustad Sobri Lubis ... Tidak masalah. Kami siap tanggungjawab dunia-akhirat! BUNUH AHMADIYAH  di manapun mereka berada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Tabligh Akbar di Kota Banjar, Jawa Barat, 14 Februari 2008—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala Geert Wilders, seorang anggota parlemen Belanda menenguarkan video film fitna yang berdurasi 17 menit dengan pidato seorang ulama yang diselingi dengan pelbagai gambar kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang Islam di pelbagai penjuru dunia. Maka pelbagai kecaman pun bermunculan dari umat islam dipenjuru duni. Tak terkecuali indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasalnya, film ini dibuat oleh orang non-muslim sekaligus telah menyutakan bar kebencian terhadap agama islam. Selogan teroris, radikal, fundamentalis, hingga sebuatan Muhamadanisme tak tereakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila melihat kondisi masyarakat beragama di Bumi Pertiwi ini video-video bernada hujat-menghujat, caci-memaki, kafir-mengkafirkan, bahkan saling bunuh-membunuh pula tak dapat dibendung lagi. Mengerikan memang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tabligh Akbar Membara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, perlakuan bengis sekaligus seruan untuk meniadakan nyawa itu dilakukan oleh agama Islam. Salah satunya, kisruh soal keberadaan Jemaat Ahmadiyah Indonesia dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pascapengeluaran 11 Fatwa tahun 2005. Semenjak itulah kelompok penganut Mirza Gulam Ahmad ini resah. Penghancuran mesjid, sekolah, pengusiran dan pembunuhan menjadi jalan fintas golongan-golongan yang tak sepaham denganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Tablig Akbar juga menjadi riak-riak kemelut kian hadir. Mari kita tengaok kutipan-kutipan Ceramah di Banjar Jawa Barat, 14 Februari 2008 dengan menghadirkan penghotkbah; Sobri Lubis (Sekjend Front pembela Islam), M. Khattath, (Pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia), Abu Bakar Basyir (Pemimpin Majelis mujahidin Indonesia) dan Abdurrahman Assegaf (Panglima Gerakan Umat Islam Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayat-Ayat Fitna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Layaknya model khutbah lainya. Keharusan pemberi nasihat untuk mengajak seluruh jemah supaya berbuat baik dan meninggalkan yang jelek (Amar Ma'ruf Nahi Munkar). Namun, apa yang terjadi benih-benih kebencian terhadap aliran yang berbeda dengannya semakin tumbuh dan berkembang. Apalagi saat para pemimpinya menyerukan untuk membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, pesan berapi-api itu, ” Kami ajak umat Islam ayo mari kita perangi Ahmadiyah, BUNUH Ahmadiyah di mana pun mereka berada, saudara!  ALLAHU AKBAR!! Bunuh, bunuh, bunuh, BUNUH! Tidak apa-apa bunuh ... Kamu merusak akidah, darah kamu halal! Ahmadiyah halal darahnya untuk ditumpahkan. Persetan HAM! Tai kucing HAM!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI  INDONESIA! ALLAHU AKBAR! Tidak apa-apa, kami yang bertanggungjawab! Saya pribadi maupun FPI maupun umat Islam yang lain, para ulama, bertanggungjawab. Kalau ada yang membunuh Ahmadiyah, bilang saja disuruh Ustad Sobri Lubis ... Tidak masalah. Kami siap tanggungjawab dunia-akhirat! BUNUH AHMADIYAH  di manapun mereka berada!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tokoh yang tidak sepakat dengan adanya pembubaran ajaran Ahmadiyah pun menjadi bulan-bulanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang banyak tokoh berusaha mencari muka membela Ahmadiyah. Coba lihat Wapres Jusuf Kalla. Dia bilang, biarkan Ahmadiyah beribadah sesuai dengan kehendak mereka ... Nauzubillah min dzalik ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat, Gus Dur ikut-ikutan membela Ahmadiyah. Dalam rangka apa? Dalam rangka menjilat Barat untuk dapat duit supaya nanti dapat dukungan agar bisa ikut jadi calon residen yang didukung sama iblis Amerika dan setan Inggris.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingatkan kepada Presiden dan juga Wakil Presiden, jangan coba-coba mengambil kesempatan dalam kesempitan. Justru kalau kamu membela aliran sesat, kita akan nyatakan, â€™Hey umat Islam, haram memilih calon-calon yang membela aliran sesat di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka kita ingatkan kepada Ahmadiyah, Hey Ahmadiyah kalau kamu ingin tenang dan aman di negeri ini silahkan taubat dan kembali kepada ajaran Islam. Akuilah setan Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi ... Kalau tidak mau juga maka silahkan, silahkan pilih agama lain. Jangan sebut dirinya agama Islam. Silahkan pilih agama apa, agama tikus kek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingatkan, Ahmadiyah jangan mengaku rumah ibadahnya sebagai Masjid. Masjid milik orang Islam. Kalau Ahmadiyah mau bikin tempat ibadah sendiri, sebut saja kandang, WC, terserah dia ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati ada yang bernada lunak, tapi virus kebencian semakin menjalar. Seperti yang ditulis oleh Ade Armando, salah satu staf Redaksi Majalah Madina menuliskan ”Saya memiliki rekaman pidatonya saat Sobri tampil dengan didampingi beberapa tokoh lainnya di hadapan ribuan umat Islam. Selain Sobri, ada pula Ir. M. Khattath, pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia, yang dengan lebih tenang -- dan dengan senyum dinginnya -- menyatakan bila pengikut Ahmadiyah tidak mau bertobat, hukumannya mati. Juga ada Abu Bakar Baasyir yang juga dengan tenang menyatakan hukuman bagi nabi palsu sederhana: kalau ditemukan, tangkap, potong leher”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menanti Kejelasan Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya pemerintah dapat mengambil sikap tegas dalam memecakhan persoalan ini tidak akan berlarut-lrut sekaligus  membuat geram golongan yang tak sepaham dengan Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila penguasa masih lembek, maka wajar jika Abdurrahman Assegaf itu berfatwa: ”Darah Ahmadiyah halal,” Lalu, Umarela ini berkata pula: ”Insya Allah, dalam waktu dekat, bila pemerintah tidak menutup Ahmadiyah, jangan kami disalahkan bila kami akan memberantas mereka ...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Dalam Negeri, Agama dan Jaksa Agung. Malah akan memperkeruh kisruh antar umat islam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila pemangku jabatan akhirnya mengelurkan SKB 3 Menteri itu berarti kita telah menzalimi jutaan warga warga Indonesia dan membiarkan kekuatan anti-demokrasi berkedok agama unjuk gigi mengarahkan politik di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui atau tidak Indonesia memang bukan negara islam, tapi bukan juga negara sekuler, melainkan sebuah agama sebuah negara hukum yang percaya pada perlindungan HAM sebagaimana tertuang dalam deklarasi Universal HAM dan UUD 1945. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mengamini Geert Wilders&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, pemerintah malah ribuat menaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan para ulama terus menabur kebencian terhadap Ormas (Organisasi Masyarakat) yang berbeda dalam menafsirkan Waaro Satul Anbiya berarti kita telah mengamini pernyataan Geert. Seperti komentar-komentar yang dimuat oleh Jihad Wach (18/04), diantaranya; ”(Geert) Wilders pasti tersenyum ... apa yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa filmnya tak terlalu jauh dari kenyataan. Apakah ini langkah pertama menuju negara Islam dan menuju kekalifahan pan-Asia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya tahu bahwa konstitusi Indonesia sungguh bagus. UUD mereka mencakup banyak hal termasuk semangat nasionalisme dan pluralisme. Masalahnya, Indonesia saat itu berada di bawah ancaman Wahabisme, yang mendakwahkan ekstremisme Islam...Oh, jadi di Indonesia, kaum Ahmadiyah terlalu cinta damai untuk menjadi bagian dari arus utama Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bagaimana Islam tidak akan pernah mengalami reformasi. Reformasi itu anti-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah negara muslim moderat mendemonstrasikan apa makna moderat sesungguhnya dalam Islam. Pada akhirnya kita melihat ada kaum muslim yang ingin menjelmakan agama mereka menjadi agama perdamaian, dan yang mereka peroleh adalah tendangan di bokong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itu tolol sekali ya?&lt;br /&gt;Di dalam Islam tidak ada nalar. Ini adalah contoh terbaiknya. Menakutkan!&lt;br /&gt;Orang-orang Islam di Indonesia itu akan mengusir kaum Ahmadiyah atau membunuhi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Ahmadiyah mendakwahkan cinta pada semua orang, sementara Hizbut Tahrir mendakwahkan kebencian pada demokrasi dan penggulingan negara-negara yang ada, mengapa pemerintah Indonesia lebih khawatir dengan Ahmadiyah ketimbang dengan ideologi anti-demokrasi Hizbut Tahrir? (Madina No 5 Mei 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah perbuatan kita itu lebih fitna dari Geert? Entahlah. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Bumi Abdi 12/04/08;23.37 wib dan Pojok Komputer Ngeheng 13/05/08;23.56 wib &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-3563961003051449740?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/3563961003051449740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=3563961003051449740&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3563961003051449740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/3563961003051449740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/05/suhuf-18.html' title='Suhuf (18)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-4577359790741491664</id><published>2008-05-15T13:43:00.001-04:30</published><updated>2008-05-15T13:45:44.927-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakola'/><title type='text'>Suhuf (17)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;70 Pendaftar Mahasiswa Baru di Hari Pertama Jalur PPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Sebanyak 70 sisiwa/siswi dari daerah Jawa Barat dan Banten yang mendaftarkan diri pada hari pertama saat dibukanya seleksi Penerimaan Mahasiswa melalui jalur Penelitian Prestasi Akademik (PPA),” demikian dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Akademik UIN SGD Bandung, Drs Mumuh Mukhsin kepada Pusinfokomp di ruang kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Mumuh menjelaskan, Jalur PPA ini dimaksudkan pada upaya penjaringan calon mahasiswa unggul dari lulusan Sekolah Menengah Umum/Madrasah Aliyah dan Keagamaan yang diperkirakan akan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan hasil yang lebih baik dalam waktu yang telah ditetapkan, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adapun persaratannya, sebagai berikut: Pertama, Lulusan MA, MAK, dan SMU tahun pelajaran 2007/2008 yang selama sekolah tidak pernah tinggal kelas, tidak pernah mendapat angka dibawah 6 setiap semester dengan rata-rata nilai raport 7 setiap semester;Kedua, Pada semester 1 kelas 12 menduduki peringkat/rangking 1 s.d. 10 di kelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Bagi yang memilih Fakultas Tarbiyah &amp;amp; Keguruan program studi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, dan Fakultas Sains &amp;amp; Teknologi Program Studi Teknik Informatika, Teknik Elektro, Pertanian, Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, diutamakan Lulusan MA/SMU Jurusan IPA;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Lancar membaca dan menulis al-Qur’an dan Hadits;Kelima, Mengisi formulir yang disediakan dengan melampirkan (masing-masing rangkap dua) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Foto Copy Kartu UAN yang dilegalisir dengan menunjukkan aslinya.- Foto Copy Raport setiap semester dengan menunjukkan aslinya. - Pas foto 2 x 3 sebanyak 3 lembar (ditempel pada kolom yang tersedia).- Membayar uang pendaftaran/formulir dan ujian/test Rp. 150.000,- Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan Buku Panduan Rp. 25.000,-. - Seluruh persyaratan dimasukkan dalam Map.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya soal perbandingan jumlah pendaftar dari tahun ke tahun dihari pertama, Ia menjelaskan “Untuk tahun sekarang (ajaran 2008-2009) berjumlah 70 orang. Sedangkan tahun kemarin (ajaran 2007-2008) sebanyak 30 orang. Jadi perbedaanya sangat pesat sekali” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhalisan jumlah pendaftar yang pantastis itu, tak bisa dilepaskan dari peranan media baik cetak maupun elektronik dalam mempromosikan UIN SGD Bandung, jelasnya.Selain itu, pengiriman brosur dan perwakilan sekolah yang ada disekitar Jawa Barat dan Banten pun menjadi penunjang keberhasilah tersebut, ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan pelaksanaan seleksi ujian melalui jalur PPA ini, Mumuh menegaskan, Seleksi PPA dilakukan dalam 2 tahap; Tahap pertama. Yakni Seleksi prakualifikasi administrasi akademik. Hasil Seleksi tahap I diumumkan pada tanggal 26 Mei 2008. Peserta yang masuk nominasi dalam pengumuman hasil seleksi tahap ini berhak mengikuti wawancara, kepadanya diberikan Kartu Tanda Peserta untuk mengikuti Wawancara/Test PPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap kedua Wawancara/Test Lisan. Yaitu Peserta yang berhak mengikuti tahap ini adalah calon peserta yang masuk nominasi pada seleksi tahap I dan memiliki Tanda Peserta Wawancara/Test PPA,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian masuk PPA ini akan berlangsung pada tanggal 3 Juni 2008, di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan materi yang akan di test terdiri dari : (1) kefasihan membaca Al-Qur’an dan Al-Hadits; (2) kemampuan menulis ayat Al-Qur’an dan al-Hadits; (3) kemampuan mengaplikasikan pada akhlak dan pengamalan ibadah sehari-hari.Pengumuman Kelulusan Test PPA akan diumumkan pada tanggal 12 Juni 2008. Kepada Peserta yang lulus diberikan Surat Keterangan Lulus Test PPA mulai tanggal 12-13 Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoal minat jurusan yang sering dijadikan pilihan pertama adalah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Hal ini menurut Mumuh, dikarenakan pemahaman di masyarakat bahwa sekolah tinggi itu untuk menjadi guru. Anu digugu jeung ditiru, ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati setiap Fakultas mempunyai jurusan yang dijagokannya. Seperti Fakultas Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI); Fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir Hadits; Fakultas Dakwah dan Komunikasi jurusan Jurnalistik; Fakultas Syar’iah dan Hukum jurusan Mu’amalah dan Ilmu Hukum; Fakultas Sains dan Teknologi jurusan Tekhnik Informatika; Fakultas Adab dan Humaniora jurusan Sastra Inggris dan Fakultas Psikologi jurusan Psikologi, kilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan oleh salah satu peserta pendaftar yang enggan disebutkan namanya. “Saya pingin masuk jurusan PAI, karena guru dikampung halamanku sangat kurang. Makanya ingin menjadi guru dan kehormatan guru sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat,” cetusnya. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Komputer Ngaheng, 12/05/08;14.23 WIB&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-4577359790741491664?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/4577359790741491664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=4577359790741491664&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4577359790741491664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4577359790741491664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/05/suhuf-17.html' title='Suhuf (17)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-972562396171402601</id><published>2008-04-02T04:10:00.000-04:30</published><updated>2008-04-02T04:12:01.481-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogger'/><title type='text'>Suhuf (16)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayo Ngeblog; Kampanyekan Blogger Bukan Hacher&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hampir sepekan ini perseteruan komunitas blogger dengan Roy Suryo terkait statement yang diucapkannya soal pelaku deface situs Depkominfo, kian tak menentu arah yang dibicarakanya. Betapak tidak, niatan baik sekaligus ajakan dari blogging melalui Presiden Blogger Indonesia Enda Nasution malah tak diindahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat para blogger menggelar dialog tersebut adalah baik. “Hanya ingin tahu maksud pernyataan blogger yang dituduh Roy berada di balik serangan ke beberapa situs internet di Indonesia,” ungkap Enda kepada detikINET, Selasa (1/4/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seharusnya, Roy yang bertanggung jawab terhadap pernyataannya. Namun justru para blogger yang jadi repot meluruskan masalah. “Kita yang dituduh, kita yang dirugikan dan ‘dicemarkan’ namanya, kita juga yang harus mengundang Roy Suryo dan minta penjelasan,” keluh Enda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogger, hanya ingin memperjelas siapa blogger yang dimaksudkan Roy dan apakah Roy mempunyai bukti dan dasar sehingga bisa menuduh seperti itu. “Soalnya ini berkaitan dengan penyidikan polisi, kan ada prosedurnya, ini artinya Roy melangkahi fungsi penyidikan,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Enda, Riyogarta pun ikut menyuarakan gugatanya melalui ‘Surat Terbuka: Ajakan Dialog Terbuka Dengan Sdr. Roy Suryo’ Saya yakin Sdr. Roy Suryo sebagai orang yang sudah diakui pakar dalam bidang Teknologi Informasi bisa meluangkan waktu dan tempat untuk menerima ajakan dialog terbuka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Saya yakin Sdr. Roy Suryo tidak akan mengatakan “tidak tahu” mengenai adanya ajakan dialog terbuka ini. Ajakan dialog terbuka saya posting melalui blog dan insya Allah akan tersebar dengan baik melalui search engine maupun dengan bantuan dari teman-teman melalui blog, milis dan media lainnya. Dengan demikian, saya yang tidak tahu cara menghubungi Anda bisa berharap Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan mudah dan cepat. Bukankah ini salah satu keahlian Anda? Mencari informasi mengenai diri Anda atau informasi lainnya di internet’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat terpisah Roy menanggapi ajakan dialog itu, malah Emoh Dialog Maya. “Dengan sangat senang, yang disebut ‘Dialog Terbuka’ adalah diskusi secara nyata dan bertanggung jawab,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (1/4/2008).Roy memastikan siap hadir dalam acara itu secara profesional seperti layaknya acara seminar. “Tolong mereka menyiapkan tempat umum yang ilmiah seperti kampus, diliput media, dan hadir secara nyata. Saya tidak melayani diskusi maya,” tegasnyaNah, bila tak ada ruang terbuka untuk berdialog antar kedua belah pihak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya kita ikut mengkampanyekan slogan Blogger Bukan Hecker oleh Tozie, salah satu pengurus Komunitas Blogger Garut. Menurutnya, hackers build things ; crackers break them. Blogger adalah orang yang menulis blog. Blog kependekan dari weblog adalah website yang masukannya ditata secara kronologis. Isi dari blog beragam sesuai dengan keinginan blogger pembuatnya. Belakangan kata blog menjadi kata kerja, to blog yang artinya mengelola isi blog. Seorang blogger tidak perlu mengerti tentang sistem operasi, jaringan dan keamanan komputer. Jadi nge-blog itu adalah positif, sangat-sangat positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hacker pengertiannya positif, blogger juga. (Real) hacker tidak akan merusak suatu sistem, apalagi blogger. Kampanye lainya bias dilihat disini Dengan demikian, ngeblog petanda orang-orang yang mencoba mengikuti petuah beradab. Bukan biadab. Semoga. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Kumputer Ngeheng, 02/04/08;10.57 wib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-972562396171402601?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/972562396171402601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=972562396171402601&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/972562396171402601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/972562396171402601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/04/suhuf-16.html' title='Suhuf (16)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7060100281093554235</id><published>2008-04-02T04:08:00.001-04:30</published><updated>2008-04-02T04:09:22.256-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakola'/><title type='text'>Suhuf (15)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UIN SGD Bandung; Kukuhkan Dua Guru Besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Uiversitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Adab. Yakni Prof. Dr. H. Abdul Rozak, M.Ag dan Prof Achmad Sudja’I Selasa (1/04).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara pengukuhan ini dimulai sekitar pukul 09.30 WIB di Auditorium dan langsung dipimpin oleh Rektor UIN SGD, Nanat Fatah Natsir melalui Rapat Sidang Senat terbuka. Menurutnya, UIN mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar ini. Tentunya, bertambah pula jumlah Profesor yang ada di kampus menjadi 27 orang. Kendati, hari sabtu berkurang satu karena telah pensiun, paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu Ia berpesan ‘Paling tidak bertambahny Guru Besar diharapkan bisa membawa perubahan kea rah yang lebih baik, terutama pada; Pertama, Tradisi nilai. Kedua, Pengembangan keilmuan dan Ketiga, bisa memberikan sosusi terhadap persoalan yang aktual, jelasnya. Prof Dr H Abdul Razak, M.Ag adalah Guru Besar dalam Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam (SPPI) Fakultas Ushuluddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengukuhanya Ia membawakan pidato ‘Filsafat Ilmu Kalam’. Diungkapkanya, Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas aspek ketuhanan dan segala sesuatu yang berkenaanya secara rasional. Objek kajian teologi islam; permasalahan ketuhanan dan segala sesuatau yang berkaitanya. Metodologi Ilmu Kalam ini upaya memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah secara mendalam diikuti elaborasi dan fakta empirik, tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmiah teologi Islam dapat diklarifikasikan menjadi dua bagian, diantaranya; pertama, Teologi Islam Klasik Teoritik. Yakni satu disiplin ilmu yang hanya membahas secara teoritik sekitar aspek-aspek ketuhanan dan pelbagai kaitanya—telah dibicarakan oleh aliran teologi dalm Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Teologi Islam Kontemporer Praktik. Yaitu satu disiplin ilmu secara praktik membahas ayat-ayat Tuhan dan Sunnah Rasul-Nya yang nilai doktrinya mengadvokasi pelbagai ketimpangan social. Pada Teologi kontempoter ini dapat di bagi menjadi; Teologi Lingkungan, Teologi Pembebasan dan Teologi Sosial, jelasnya. Bila kita merunut keterlahiran Filsafat Islam tidak bias dipisahkan dari pengaruh Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembanganya Teologi berpangkal dari; Pertama, sebagai Metodologi Teologi. Satu cara memahami doktrin Agama melalui pendekatan wahyu dan pemikiran rasionalnya. Kedua, menjadi Ilmu Teologi. Ilmu yang membahas masalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Ketiga, menjadi Teologi Aksiologi. Upaya memahami doktrin Agama secara mendalam untuk mengadvokasi pelbagai permasalahan solial, kilahnya. Saat ditanya wilayah kajian Teologi Ia menuturkan ‘Mencakup aspek tokoh teologi, karya-karya, gagasan, sejarah perkembangan, pengaruh timbal baik dan perbandingan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Dr Achmad Sudja’I Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora. Pada saat pidatonya Ia memberikan petuah bertajuk ‘Fungsi Bahasa Dalam Memahami Al-Qur’an Tentang Leadership’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Upaya memahami dan memaknai ayat dalam Al-Qur’an harus memalui pendekatan kebudayaan (Arab) dan wahyu sambil menyetir satu ayat Q. S 43: 3 ‘Kami (Allah) telah menjadikannya Al-Qur’an dengan berbahasa Arab agar kamu berfikir’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leadership dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan Khalifah. Tentu setiap diri adalah pemimpin. Namun, baginya kategori pemimpin itu harus mencakup; Amanah, Keadilan, Ketaatan dan Musyawarah, paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang lebih penting lagi dalam satu kepemimpinan. Seorang kepala harus manjadikan; Pertama, kholifah untuk melaksanakan aturan Allah SWT, mengadakan pembaruan dan penerus (pewaris). Kedua, harus memiliki sifat dan syarat Amanah, Adil dan Ulul Amri. Ketiga, Menghamba dan melaksanakan ajaran Allah SWT. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Auditorium 01/04/08;12.47 wib&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7060100281093554235?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7060100281093554235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7060100281093554235&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7060100281093554235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7060100281093554235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/04/suhuf-15.html' title='Suhuf (15)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-8379696301153153090</id><published>2008-04-02T04:05:00.001-04:30</published><updated>2008-04-02T04:07:21.759-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakola'/><title type='text'>Suhuf (14)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dubes Iran Akan Resmikan Iran Corner di Ushuluddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat Behrooz Kamal Vandi, Duta Besar (Dubes) Iran akan kunjungi Fakultas Ushuluddin sekaligus meresmikan Iran Corner pada acara puncak Dies Natalis UIN SGD Bandung Ke-40, demikian ungkap Dr Muchtar Sholihin, M.Ag disela-sela menerima kunjungan dari perwakilan Iran, senin (24/03) di Ruang kerja Dekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya meningkatkan Center Of Akademik Reform Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung membuka kerjasama dengan pemerintahan Iran. Pasalnya, khazanah dan Filsafat Islam terlahir dari negara penganut Syiah, jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Al-Ghazali, At-Thobari, Syariati. Tokoh-tokoh ini merupakan satu bukti maraknya pemikiran Isalm berasal dari Iran, tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya mengenai Nota Kesepahaman dan Kerjasama Ilmu dan Budaya (MoU) antara UIN SGD Bandung dengan International Center For Islamic Studies Iran, Ia menuturkan Paling tidak kita kerjasama dalam bidang; Pertama Pendidikan, diantaranya; mewujudkan Twinning Program, pertukaran dosen, mengadakan programjangka pendek bagi dosen dan mahasiswa untuk program pascasarjana, mengundang para dosen sebagai pembimbing untuk penulisan dan desertasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua Penelitian, mencangkup; mendirikan pusat-pusat penelitian bersama, melaksanakan penelitain bersama, membangun kerjasama penelitian dan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga Kebudayaan, melingkupi; menciptakan keadaan kondusif untuk kegiatan budaya secara timbal balik, pertukaran informasi dan hasil riset dalam bidang kebudayaan kedua belah pihak, mengadakan pameran budaya bersama antar kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat Komunikasi, diantaranya; pertukaran buku, penerbitan dokumen-domuken ilmiah dan menggunakan perpustakaan-perpustakaan serta pusat-pusat informasi kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran kerjasama antara Iran dengan UIN SGD Bandung melalui Fakultas Ushuluddin ini tentu mendapatkan sambutan baik dari kalangan Civitas Akademik. Salah satunya Drs Wawan Hermawan, M.Ag Ketua Jurusan Perbandingan Agama menuturkan ‘Ini terobosan baru sekaligus langkah maju buat Fakultas Ushuluddin untuk tetap menggali khazanak islam yang mulai terkubur’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selaku civitas akademik harus memberikan dorongan dan merespon dengan positik supaya cita-cita mulia itu segera tercapai. Bukan mempersoalkan apakan Ushuluuddin akan dijadikan Syiah? paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membuka Iran Corner, Fakultas Ushuluddin juga pascaperesmiannya akan menyelenggarakan International Seminar Filsafat Islam dengan menghadirka nara sumber dari Iran langsung, Unpar, STT Driakara dan UIN SGD sendiri, tambah Gustiana Ph.D selaku Ketua Jurusan Aqidah Filsafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini merupakan program jangka pendek dari MoU dan semoga dapat dilaksanakan, harapnya [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Ushuluddin, 24/03/08;15.29 wib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-8379696301153153090?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/8379696301153153090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=8379696301153153090&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8379696301153153090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/8379696301153153090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/04/suhuf-14.html' title='Suhuf (14)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-7040814121542383872</id><published>2008-04-02T04:03:00.001-04:30</published><updated>2008-04-02T04:05:02.653-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakola'/><title type='text'>Suhuf (13)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rektor Lantik 4 Purek Periode 2008-2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir melantik 4 orang Pembantu Rektor periode 2008-2011, yaitu: Prof. Dr. H. Nurul Aen, M.A. sebagai Purek I, Drs. H. Didi Mashudi, M.Ag. sebagai Purek II, Drs. H. Endin Nasruddin, M.Si. sebagai Purek III dan Dr. H. Muhammad Najib sebagai Purek IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula kedudukan Purek I dijabati oleh Prof. Dr. H. Rahmat Safei, Lc., Purek III Prof Dr. H. Nurul Aen, M.A. menjadi Purek I. juga posisi Purek II dan IV masih pengurusan masa jabatan 2003-2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pelantikan itu berlangsung hari jumat (14/03) pukul 15.15 WIB di ruang sidang Gedung Al-Jamiah. Kendati saat pelantikan berlangsung, Aliansi Mahasiswa Bersatu (AMB) menggelar aksi demo di pelataran Gedung Rektorat, acara pelantikan itu tetap berlangsung dan berjalan lancar, tanpa gangguan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam amanatnya Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, M.Si. mnyampaikan rasa terimakasih terhadap para Purek yang telah membantu dan sekaligus mewujudkan pengembangan UIN SGD Bandung kearah yang lebih baik lagi: “Saya ucapkan terimakasih yang mendalam bagi seluruh Purek yang telah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan cita-cita UIN SGD bandung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan saya bila salah seorang dari Purek yang tak lagi menjabat masih bisa memberikan masukan dan bantuan kepada kami, terutama dalam bidang Konsentrasi Hukum Islam, Ma’had Aly guna mewujudkan UIN SGD Bandung yang unggul dan Kompetitip, jelasnya. Jabatan adalah amanah dan kita harus menjalankan amanah itu sesuai dengan aturanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya soal jargon UIN SGD Bandung sebagai Kampus ‘unggulan dan kompetitip’ untuk periode 2008-2011. Rektor UIN menjelaskan Paling tidak ada 16 indikator dari keberhasilan selogan itu, diantaranya; Lulusan yang sesuai dengan kopentensinya, mahir dalam berbahasa (Arab, Inggris), Dosen sesuai dengan program studinya, pengadaan Leboratirium, komputerisasi dan berbasis online dalam proses belajar-mengajar, program Internasional, paparnya. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Cag Rampes, Pojok Ruang Sidang, 14/03/08;16.28 wib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-7040814121542383872?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/7040814121542383872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=7040814121542383872&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7040814121542383872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/7040814121542383872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/04/suhuf-13.html' title='Suhuf (13)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-5064484277914980371</id><published>2008-04-02T04:01:00.000-04:30</published><updated>2008-04-02T04:02:34.570-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogger'/><title type='text'>Suhuf (12)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kala Blogger ‘Tersandung’ UU ITE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di saat masyarakat Indonesia mulai melek internet. Apalagi pasca Pesta Blogger 2007 (27 Oktober 2007) komunitas blogger pun bermunculan di pelbagai daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, para penikmat sekaligus pemerhati media alternativ itu harus sedikit resah. Pasalnya, kemunculan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) (klik link untuk membaca UU ITE) berakibat negatif terhadap para blogger dan hacker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Blogger dan Hacker Negatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Betapak tidak, Roy Surya selaku pakar telematika menuturkan “Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meski telah memiliki undang-undang, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan ada perlawanan dari para ’blogger’ dan ’hacker’ yang biasanya akan mengganggu sistem pemblokiran tersebut.” Seperti yang dilansir Kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya yakin para blogger dan hacker pasti akan melakukan serangan terhadap sistem itu. Tetapi, kemungkinan ancaman tersebut bukan berarti melemahkan niat pemerintah,” cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mengeriakn lagi, Ia mengurai “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif” tegasnya kepada detikINET, Kamis (27/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hacker atau Cracker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila mencermati pernyataan sikap orang nomer satu dalam bidang telematika itu, tentunya ada yang ganjil terhadap penamaan hacker. Pasalnya, di mata Romi Satria Wahono menuturkan ada perbedaan mendasar antara hacer dan cracker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja, tulisanya ‘Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hacker membangun banyak hal dan cracker merusaknya“. Hacker sejati adalah seorang programmer yang baik. Sesuatu yang sangat bodoh apabila ada orang atau kelompok yang mengklaim dirinya hacker tapi sama sekali tidak mengerti bagaimana membuat program. Sifat penting seorang hacker adalah senang berbagi, bukan berbagi tool exploit, tapi berbagi ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, Hacker sejati merupakan seorang penulis yang mampu memahami dan menulis artikel dalam bahasa Ibu dan bahasa Inggris dengan baik. Hacker adalah seorang nerd yang memiliki sikap (attitude) dasar yang baik, yang mau menghormati orang lain, menghormati orang yang menolongnya, dan menghormati orang yang telah memberinya ilmu, sarana atau peluang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Pelaku carding (penyalahgunaan kartu kredit), phreaking, dan defacing bukanlah hacker tapi mereka adalah cracker. Inilah Satu bukti perilaku lalim dari pegiat maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalakan aksinya, para Hacker jarang memakai identitas dengan nickname, screenname atau handlename–yang lucu, konyol dan bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Eric S Raymond mengungkapkan “Menyembunyikan nama, sebenarnya hanyalah sebuah kenakalan, perilaku konyol yang menjadi ciri para cracker, warez d00dz dan para pecundang yang tak berani bertanggungjawab atas segala perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian hacker merupakan sebuah reputasi, mereka bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dan ingin aktivitas itu diasosiasikan dengan nama mereka yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hacker tidaklah harus orang komputer, karena konsep hacking adalah para pembelajar sejati, orang yang penuh antusias terhadap pekerjaannya dan tidak pernah menyerah karena gagal. Dan para hacker bisa muncul di bidang elektronika, mesin, arsitektur, ekonomi, politik, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila perbuatan koyol yang dikategorikan oleh Roy Suryo, maka pantas sekaligus wajid di curigai para penggila cyber—termasuk di dalamnya blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang hanya hacker sejati dan blogger bukan para pembohong belaka, maka sudah selayaknya kita tetap menghargai kejujuran dan iktiar kita untuk selalu menulis. Pasalnya, menulis merupakan petanda orang-orang yang mencoba beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran UU TIE pun berbanding lurus dengan kuatnya arus informasi supaya tetap menulis hal-hal yang bermakna sekaligus bermanfaat. Semoga. [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Cag Rampes, Pojok Komputer Ngeheng, 27/03/08;15.57 wib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-5064484277914980371?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/5064484277914980371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=5064484277914980371&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5064484277914980371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/5064484277914980371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/04/suhuf-12.html' title='Suhuf (12)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-4594302148114519286</id><published>2008-04-02T03:58:00.000-04:30</published><updated>2008-04-02T04:00:17.477-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sakola'/><title type='text'>Suhuf (11)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemilihan SEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pasca terbentuknya pemerintahan mahasiswa (Student Good Govermance) UIN SGD Bandung ala SEMA (Senat Mahasiswa) Fakultas Ushuluddin. Geliat kaum pelajar untuk mengikuti sekaligus memakai aturan SEMA mulai menamfakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Senin (10/03) Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang di prakarsai oleh Pudek (Pembatu Dekan) III Ujang Saefullah menggelar pemilihan SEMA periode 2008-2009 di ruang Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut informasi yang berhasil PusInfokomp himpun dari panitia penyelenggara menjelaskan “Dari 39 hak pilih Oki Sukirman (mahasiswa Jurnalistik) dapat mengalahkan Calon SEMA lainya; Amin Rais (mahasiswa Jurnalistik), Ai Rahmawati (mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam), R D Atus (mahasiswa Hubungan Masyarakat). Yakni dengan memperoleh 17 suara,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi kedua diduduki oleh Ai Rahmawati yang memperoleh dukungan 16 suara, R D Atus 5 suara dan Amin 1 suara, jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski satu calon Huduri (mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam) tak menghadiri acara pesta demokrasi mahasiswa itu, tetapi pemilihan tetap dilaksanakan, tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi sisitem pemilihan yang diwakilkan berdasarkan 7 suara untuk setiap jurusan. Yaitu 3 orang pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang terdisi dari Presma, Sekum dan Bendum dan 6 orang lagi perwakilan dari mahasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuturkan ‘Ya ini memang sudah begini aturanya dan kita tinggal melaksanakan tata tertib saja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditemui PusInfokom Ketua SEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi terpilih, Oki Sukirman beharap “Profelionalisme setiap jurusan lebih terarah lagi dan melahirkan puluhan penulis yang handal”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ia juga menambahkan “Kita akan coba menampung segala minat, asrirasi dan kreativitas mahasiswa yang tak tersalurkan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Alzy mahasiswa Pengembangan masyarakat Islam (PMI) ‘Semoga dengan adanya pemerintahan mahasiswa SEMA dapat membwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi ke arah yang lebih baik dan profesionalisme jurusan sangat ditentukan bukan asal-asalan. Jika tidak, ya lihat saja nanti, cetusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Rifki mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam berharap “Mudah-mudahan pemimpin (Ketua SEMA-red) ini dapat menghargai keragaman pemikiran, perilaku dan pendapat mahasiswa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena bagi saya seorang pemimpin yang ideal itu tidak hanya dapat mengakomodir keinginan, asfirasi warganya, tapi lebih bagaimana cara menghargai pluralitas intelektualitas itu. Hal ini yang sangat susah”, [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 11/03/08;14.37 wib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-4594302148114519286?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://boelldzh.blogspot.com/feeds/4594302148114519286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31739363&amp;postID=4594302148114519286&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4594302148114519286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31739363/posts/default/4594302148114519286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://boelldzh.blogspot.com/2008/04/suhuf-11.html' title='Suhuf (11)'/><author><name>ibn ghifarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17018505448641346297</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos.friendster.com/photos/44/06/30776044/36386667454625l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31739363.post-2715058669527113204</id><published>2008-04-02T03:54:00.000-04:30</published><updated>2008-04-02T03:57:02.194-04:30</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogger'/><title type='text'>Suhuf (10)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembaca Blog; Orang-Orang Bodoh, Bener Ga Nih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ibn Ghifarie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tak biasanya aku ngenet pagi hari. Saat sang Raja Siang mulai menggeliat untuk menyinari penghuni bumi apalagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hari ini lain lagi ceritanya. Kuatnya dorongan untuk mengupdate blog dan mengirimkan tulisan ke beberapa temen-temen serta mengecek kiriman tulisan dari kawan yang berada di sebrang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kala, asyik publish post, baca-baca Harian Umum, ngintip tulisan terbaru di Ayongeblog. Tiba-tiba aku terdampar di postinganAnda Blogger? Suka Buka &amp;amp; Baca2 Blog? Berarti Anda Orang Bodoh &amp;amp; Pengecut…!!!’ karya hakimtea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menulis tentang hiruk-pikuk dunia cyber. Di mata Ahmad Dani, Internet adalah Dunia Orang Pengecut. “Apa, melihat dan buka-buka internet blog-blog itu orang kurang kerjaan. Jadi buat saya ngapain kita ngurusin orang kurang kerjaan gitu loh. Internet itu kan dunia, dunianya orang pengecut, jadi buat saya kalo ada buka blog-blog internet ya kurang kerjaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang baca orang-orang bodoh buat apa kita peduliin, iyakan? Orang bodoh tidak perlu dipedulikan, kalo kita memperdulikan orang bodoh berarti kita bodoh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, Orang yang buka blog dan internet kurang kerjaan! Juga pengecut! Yang baca blog dan internet orang bodoh! Orang bodoh gak usah dipeduliin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal pernyataan ini menuai pelbagai komentar dari komunitas sekaligus pegiat blogger. Salah satunya, hikimtea ‘Kalo perlu blogger semestinya bersatu dan membuat semacam “somasi” perkataannya sudah benar-benar menyinggung perasaan para Blogger (termasuk saya). Sebagai orang yang sudah dewasa, seharusnya dia mampu menjaga ucapannya (meski sedang dilanda banyak masalah) lagu2nyakan banyak yg bertema kedamaian, laskar cinta contohnya yg menyindir laskar jihadnya FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dia ngajak “perang” para blogger mampu “berperang” dan saya yakin blogger yang akan memenangkan “peperangan” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi lagi Asep Saepudin menuturkan “Biarlah anjing menggonggong, kita - kafilah - akan tetap membuka internet dan menulis blog. Blogger akan tetap semangat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih menarik lagi, bagi Awan Sundiawan menjelaskan ‘Pernyaataan tadi sepertinya Ahmad Dani sedang kesal kepada Maia akhirnya Dunia Maya pun (internet dan blogger juga kena hinaanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun pernyataan Ahmad Dani itu tidak ditujukan kepada semua pengguna internet (blogger) tapi ditujukan kepada seseorang. Saya masih yakin tentang sebuah ajaran bahwa “Yang dihina belum tentu lebih hina dari yang menghina, yang menghina belum tentu lebih mulya daripada yang dihina”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kira-kira menurut rekan-rekan blogger gimana dan apa yang mesti kita lakukan untuk tetap menyuarakan pentingnya ngeblog?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!! [Ibn Ghifarie]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Cag Rampes, Pojok Kumputer Ngeheng, 26/03/08;08.34 wib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;tulislah ungkap Pramoedya Ananta Toer Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31739363-2715058669527113204?l=boelldzh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+x
